
BAB 99
Kandungan Pamela sudah bulan ke sembilan, bukan berarti aktifitas malam mereka terhenti, apalagi Leon semenjak mendengar penuturan dan saran dari dokter bahwa mereka harus melakukan hubungan rutin dan terjadwal, menambah semangat pada pria yang memang selalu menginginkan lebih ini.
“Leon aku haus.” Pamela menunjuk pada botol minumnya. “Leon berhenti, aku haus.” Mendorong dada pria ini agar menjauh.
Keadaan seperti ini yang selalu merekatkan hubungan keduanya, El pun lebih sering tidur bersama Nyonya Torres, karena Pamela sering kelelahan jika terbangun malam hari. Beberapa kali ibu hamil ini terkena anemia akibat bangun setiap dua jam sekali.
“Kamu lapar? Aku akan membuat sesuatu untukmu dan putri kita.”
“Jangan !!!!! Aku menyimpan beberapa jar biskuit dalam lemari itu, bisa minta tolong ambilkan satu jar?.” Pamela trauma tangan Leon membengkak terkena minyak panas dan air panas, sudah tahu tidak ahli di dapur, Leon memaksakan diri membuat makanan untuk istri dan calon anak keduanya.
“Apa besok kita harus melakukannya sebelum aku pergi?.” Leon juga khawatir, pasalnya hasil pemeriksaan dokter, kandungan sang istri saat ini 41 minggu, untuk menanti kelahiran normal masih tersisa 1 minggu lagi. Entah kenapa putrinya itu masih betah dalam rahim Pamela. Ya Leon selalu mengklaim anak keduanya perempuan, padahal jenis kelamin belum di ketahui, kerena bersembunyi ketika USG dilakukan.
__ADS_1
Peralatan serba pink memenuhi kamar Leon saat ini, ia sendiri yang membeli dan memilihnya, bahkan Nyonya Torres ikut dalam euforia Leon, memesan boneka lucu untuk cucu keduanya.
“Bukankah besok kamu ada janji temu kolega bisnis di Barcelona? Tidak mungkin kita melakukannya, kamu harus bersiap pagi Leon.” Tolak Pamela.
“Baiklah sekarang kita tidur, aku bantu pijat kakimu.“
.
.
“Hei, nanti malam aku pulang, tenang sayang. Hari ini jangan kemana-mana, Te amo Pamela.” Leon melabuhkan ciuman pagi yang menggelora membakar semangat untuk mengawali hari, sementara Alonso selalu setia menutup mata dan telinga dari kegiatan yang dilakukan tuannya.
Pembangunan gedung budaya mancanegara, kerja sama antara Leon dan Dylan. Karena di Barcelona juga sering diselenggarakan pameran, dan banyak wisatawan berkunjung , hingga Leon dan Dylan mencari peluang serta memberi edukasi bagi pada turis.
__ADS_1
Tidak hanya itu, lini bisnisnya berkembang pada sektor perhotelan, bekerja sama dengan RB Group, membangun hotel di kawasan Sevilla. Semua Leon lakukan untuk masa depan anak-anaknya. Ia berinvestasi besar pada perusahaan asal Asia itu.
** ‘
Mansion Torres
Pamela berjalan tertatih menaiki anak tangga, tangannya memegang erat railing tangga. Menahan rasa mulas yang semakin jadi setelah melepas suaminya berangkat kerja.
Bibir ranumnya tidak kuasa memanggil seseorang, hari saja masih gelap, para maid tentu masih di paviliun samping mansion. Rasa sakit menjalar sampai ke tulang ekor, menggigit kuat bibir hingga terduduk di bagian atas anak tangga.
Piyamanya basah, air mengalir dari dalam, cairan amnion telah pecah. Semakin menjadi mulasnya, mungkin ini alasan Pamela berat merelakan Leon pergi sepagi ini.
“Akh” pekik Pamela cukup kuat. Lalu kehilangan kesadaran, tergeletak di atas lantai.
__ADS_1
“Nyonya Pamela.” Teriak seorang maid yang bertugas pagi ini, dirinya panik melihat cairan ketuban yang keluar cukup banyak.
Sedangkan dalam helikopter Leon merasa gelisah, duduk tidak tenang sembari melihat wajah istrinya dalam ponsel.