Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bab 60 - Leon vs Dylan


__ADS_3

BAB 60


Selesai dengan urusan Megan, Leon dan Alonso serta pengawal mereka segera pergi menuju anak perusahaan Torres Inc. Leon puas dengan hasil dari rencananya, memang inilah tujuan ia menjalin hubungan dengan Megan, namun di sisi lain ia pun sangat bersalah telah mengorbankan seorang wanita, memanfaatkan situasinya yang sedang membutuhkan uang.


“Pamela”, lirih Leon.


“Tuan, saya bangga. Anda sangat luar biasa. Bagaimana mungkin saya tidak mengetahui rencana anda”, tawa Alonso. Dia pikir Leon akan kembali pada mantan kekasihnya yang berkhianat tapi ternyata tidak.


“Kau pikir aku bodoh”, seru Leon menendang kursi duduk Alonso.


“Memang anda bodoh tuan sampai kehilangan istri”, ucap asisten ini dalam hati.


“Sejak dia pergi aku bersumpah akan membalas dendam padanya, rasa cinta sudah tertutup oleh sikapnya selama ini.  Alonso cari tahu dimana pria brengsek itu sekarang? Rasanya aku harus berterima kasih padanya”, tegas Leon kembali memasang kacamata hitamnya.


“Eh, maksud tuan, pria brengsek itu.......”


“Iya Dylan Manassero, dimana dia?”.


“Baik Tuan Muda”


Alonso tidak banyak bertanya, untuk apa lagi tuannya ini harus menemui rival bisnis sejati yang selalu merebut apapun miliknya. Ia pun menghubungi Manassero Corp untuk membuat janji temu dengan pimpinan utama mereka.


“Apa ada tanda-tanda ditemukan istriku?”


“Tidak tuan, bahkan catatan perbankan saja terakhir nyonya menarik uang satu bulan yang lalu. Rekam jejak telekomunkasi pun tidak ada, sepertinya Nyonya Pamela pergi jauh tuan”, jawab Alonso.


Leon manggut-manggut, ia tidak akan menyerah sampai kapanpun dan akan berusaha jujur pada kedua orang tuanya, harapan Leon kini hanya kekuasaan Tuan Torres pasti dengan tangannya mampu menemukan Pamela dalam sekejap.


Tuan Muda Torres melakukan tugasnya sangat cepat, mengunjungi anak perusahaan memang rutinitasnya belakangan ini. Banyaknya lini bisnis keluarga membuat Leon sibuk ya sangat sibuk, dan sekarang perusahaan yang ia dirikan pun di kelola oleh orang terpercaya, tentu masih dibawah naungan Torres Inc sebagai induk perusahaan.


Tak segan memecat orang dan memangkas gaji, serta menghapus bonus bagi siapa saja yang melanggar aturan atau malas bekerja. Semua pegawai di anak perusahaan mendadak takut jika bos besar mereka berkunjung, karena semua laporan pasti akan diminta serta diperiksanya.


“Cepat selesaikan Alonso, jangan buang waktu”, perintah Leon, kali ini ia hanya memperhatikan pola kebiasaan seluruh pegawai, dan sedikit melihat tumpukan laporan yang diberikan. Sisanya tugas Alonso menemukan kejanggalan sampai selesai.

__ADS_1


“Apa ini hukuman karena tidak menemukan nyonya?”, keluhnya melihat Leon keluar ruangan.


Tidak menunggu Alonso, Leon pergi lebih dulu mengunjungi Manassero Corp, ia harus menebalkan muka untuk mengucap terima kasih pada Dylan. Karena berkat rivalnya itu , bisa terbebas dari jerat cinta Megan.


Leon disambut hangat oleh pria terkaya nomor 3, Dylan ingin tahu bagaiman Leon sejak ditinggal oleh pelayan kesayangannya yaitu Pamela.


“Duduklah Tuan Muda, kau tidak perlu sungkan Leonard oh atau aku harus memanggilmu Alenadro”, ledek Dylan, begitu gemas karena Leon hanya berdiri dan berkeliling dalam ruangan.


“Aku khawatir kau menyiapkan ranjau dalam ruangan”, sudut bibir Leon berkedut sinis.


“Oh ayolah, untuk apa buang-buang waktu memasang ranjau, ada perlu apa kau kemari? Pertama kalinya seorang keturunan Torres menginjak kaki di perusahaanku”


“Aku rasa pilihan tepat kau merebut Megan”, Leon terlalu gengsi mengucap kata’terima kasih’ pada musuhnya ini.


“Oh rupanya tuan muda berterima kasih padaku, kau tau siapa dia sesuguhnya? Dia itu licik Aleandro. Aku juga beruntung karena bisa lepas darinya dan bertemu seorang perempuan cantik dan tulus tapi.......”, Dylan teringat Pamela mengandung anak dari pria yang kini berdiri di hadapannya.


“Aku pun”, jawab Leon mengangkat tinggi dagu semakin terasa sikap angkuhnya.


“Kau harus tahu, wanita yang ingin kau rebut kali ini adalah ISTRIKU”, tegas Leon dengan sorot mata berbeda, dan senyum tipis di bibirnya.


“Pantas saja Pamela hamil, mereka suami istri dan itu kenapa selalu Alonso turun tangan menjemput wanitaku”, batin Dylan begitu patah hatinya.


“Jadi, menjauhlah dari wanitaku”, tatapan mengancam pada Dylan yang terpukul mendengarnya, Leon memutar tubuh dan membuka pintu ruangan itu, tapi langkahnya terhenti mendengar Dylan bicara suatu hal yang membingungkan bagi Leon.


“Kau akan menyesal karena berterima kasih padaku”


“Omong kosong macam apa itu? Hah”


.


.


Malam ini Leon akan bicara statusnya kepada Tuan dan Nyonya Torres, ia harus mengakui semuanya jika tidak pasti ibunya menjodohkan Leon dengan wanita lain.

__ADS_1


“Ehem”, Leon berdeham setelah meneguk wine.


“Apa yang ingin kau bicarakan Leonard?”, suara bariton pria paruh baya.


“Mom, Dad, sebenarnya aku......aku telah menikah beberapa bulan yang lalu”, memperhatikan perubahan raut wajah kedua orang tuanya dan hanya Nyonya Torres menampakkan riak keterkejutan hingga menjatuhkan garpu.


“Apa?”, lirihnya. “Siapa dia? Sayang lihat anakmu benar-benar keterlaluan”, marah ibu yang telah melahirkannya ini.


“Dad, kau tidak bertanya?”


“Aku sudah mengetahuinya, kau menikah dengan pelayan bar. Tunggu.... tunggu aku baru tahu 2 hari yang lalu, kau jangan emosi seperti ini”, menenangkan istrinya yang hampir melempar botol wine dari atas meja makan.


Pasalnya hanya Nyonya Torres lah yang tidak mengetahui apa-apa tentang putranya, “APA? PELAYAN BAR?”, berdiri dan berkacak pinggang, menatap tajam pada putra sematawayang yang kini hanya bisa duduk diam tanpa ekspresi.


“Leonard, apa kau sudah kehabisan wanita sampai harus menikahi pelayan bar, hah? Katakan apa masalahmu”, hardik Nyonya Torres.


Perlahan Leon mulai menuturkan secara rinci pada kedua orang tuanya, bahwa istrinya ini adalah wanita yang telah menolongnya di waktu remaja, juga sikap kasarnya selama menikah tak luput dari penjelasan.


“KAU”, pekik Nyonya Torres sampai suaranya melengking bagai lady roker.


“Sayang, duduklah. Leon sedang memberitahu kita, tenanglah”


“BAGAIMANA AKU BISA TENANG? PERTAMA DIA MENIKAHI PELAYAN BAR. KEDUA, BEGITU BURUK SIKAPNYA PADA WANITA, apa kita salah mendidiknya Tuan Besar Torres? Tidak kan?”.


Masih tetap berkacak pinggang dan menggertak gigi menahan emosi, “Lalu dimana istrimu, bawa dia ke mansion malam ini juga. Aku tidak mau tahu, bawa sekarang juga”, perintah Nyonya yang memiliki kekuasaan lebih di mansion ini.


“Mom, istriku pergi melarikan diri dan..... dan saat ini ia sedang hamil”, menyesal Leon mengeluarkan Pamela, sudut hatinya terluka oleh perbuatannya sendiri.


“APA? Lihatlah akibat ulahmu, dengar Leon temukan wanita itu sekarang juga”


Leon bersimpuh di kaki kedua orang tuanya, ia tak kuasa mengatakan jika tidak bisa menemukan jejak Pamela sedikitpun. “Aku ingin Dad membantuku, istriku masih belum menunjukkan keberadaannya sampai sekarang”.


“Carilah sendiri, kau harus bisa menyelesaikan masalah yang kau mulai, putraku”, Tuan dan Nyonya Torres beranjak dari ruang makan meninggalkan Leon yang penuh kegalauan.

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2