
Selamat Menjalani Ibadah Puasa
Boleh ya kakak mampir ke novel terbaru aku 😁 ditunggu dukungannya
__ADS_1
“Aduh jam berapa ini? Kenapa kamu tidak membangunkan aku?” Panik Ajeng, wanita berambut panjang serta struktur wajah nyaris sempurna seperti Dewi Venus itu langsung beranjak dari ranjang, dengan kecepatan kilat Ajeng menyambar handuk dan masuk kamar mandi.
“Maaf Ajeng, aku tadi masak di dapur. Aku bantu rapikan baju kerja kamu ya.” Suara lemah lembut Aksa, begitu menyayangi istri. Sebenarnya bukan karena masak membuat seorang Aksara lupa menjadi alarm berjalan istrinya, melainkan hal lain yang harus ia kerjakan.
“AKSA. AKSA KAMU DIMANA? AKSA CEPAT KE SINI!” seru seseorang, suara yang sangat Aksa hapal. Untung pendengarannya masih baik-baik saja. Bayangkan setiap pagi Aksa harus mendengar teriakan dari seluruh penghuni rumah termasuk istri yang dicintai.
__ADS_1
Sebelum mulai bertanya, Aksa menarik napas dan menghembuskan perlahan. Dia tidak habis pikir, memang apa salah tahu, dan kawan-kawannya itu? Semua makanan harus disyukuri, tapi entah berapa kali masakannya harus berakhir di lantai.
“Heh, menantu. Katanya kamu sudah selesai masak, mana? Makanan kaya gini kamu simpan di meja makan.” Sinis Maya, wanita paruh baya yang selalu membuat hati dan telinga Aksara panas setiap pagi, siang, sore bahkan malam.
Belum Aksa bertanya dan baru membuka mulutnya, Maya kembali marah membuka penutup mangkuk besar berisi balado telur. Seketika itu juga Maya membawa mangkuk ke dapur, menumpahkan semua isinya ke dalam tempat sampah.
__ADS_1
Lanjutkan hanya di I'm A Billionaire
🙏🤭😁