Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bonus Chapter Leon (5)


__ADS_3

BAB 103


Selama dua bulan ini Leon selalu pergi perjalanan bisnis, Pamela pun turut menemani suaminya. Beberapa negara mereka singgahi, sebagai bayaran atas tidak pernah merasakan indahnya berbulan madu.


Beruntung Nyonya Torres dan Nenek Pamela bersedia mengawasi El dan Ed, hingga Leon dapat dengan mudah memboyong istrinya kemanapun. Leon tidak segan lagi menunjukan pada dunia bahwa Pamela adalah wanitanya, istirinya yang sangat ia cintai.


Tak jarang sepasang suami istri memenuhi layar kaca, sosial media dan beberapa majalah pernikahan serta parenting di Spanyol. Leon sangat menjaga ketat sang istri, pasalnya Pamela lebih terkenal dari pada Leon. Banyak dari para pria secara terbuka menyatakan rasa kagum pada Nyonya Muda Torres ini.


Saat ini pun keduanya berada di New York menghadiri pertemuan penting bersama para pimpinan dan pebisnis muda dari berbagai benua. Leon selalu merapat padu pada tubuh istrinya, tidak rela memberi celah bagi pria lain.


“Leon, kamu terlalu erat. Aku sulit bergerak.” Pamela berusaha menyingkirkan tangan kekar suaminya dari pinggul.


“Sayang, kamu istriku, jadi diamlah, aku tidak suka mereka menatap istriku berlebihan.” Desis Leon sembari memperhatikan pria muda di sana yang selalu ingin mencuri pandang pada istrinya.


Leon sadar diri, ia tak lagi muda sedangkan sang istri semakin menawan seiring bertambahnya usia.


“Iya tapi tidak seperti ini, aku sakit Leon.” Cicit Pamela merasa tangan itu terlalu keras memegang pinggulnya.


“Maaf.” Sekali sentak menarik pinggang ramping itu dan Pamela kini duduk di pangkuan Leon.

__ADS_1


Dylan yang menyaksikan semua hanya bisa menghela napas kasar, ia merutuki diri kenapa tidak membawa calon tunangannya ke acara sebesar ini dan harus menyaksikan kemesraan mantan pesaing bisnisnya.


“Sangat tidak beruntung.” Gumam Dylan meneguk wine dan menatap sekitar, seketika matanya membola dan gelas hampir terlepas dari tangannya.


Kala melihat sosok cantik bermata biru itu berjalan di dekatnya, sangat dekat sampai aroma parfum menyeruak memenuhi rongga hidungnya dan membangkitkan andrenalin pada diri.


Tapi......


Lenyap sudah apa yang ia rasakan dalam hitungan detik, ketika melihat pria bertubuh tinggi dan kekar mencium pipi gadis yang ia kagumi.


“Jangan berharap lebih Dylan, bukankah kamu berjanji akan setia pada tunanganmu.” Gumam Dylan lesu dan lemah.


Sikapnya itu mendapat tawa sinis dari Leon, pria kejam ini gemar melihat Dylan kecewa dan terluka karena wanita, anggap saja itu hukuman karena selalu mempermainkan perempuan di luar sana.


**


Setelah selesai menghadiri pertemuan, Leon dan Pamela bergegas kembali ke hotel. Leon masih ingat mata kaum pria yang berani memandang istrinya, rasanya ingin Leon taburkan bubuk lada pada mereka semua.


Mendadak pria ini menyerang istrinya dalam mobil, membenamkan dan menyatukan bibir, menyesap tanpa memberi ruang Pamela menghindar. Kedua lidah saling berperang dan terlena akan suasana yang tercipta.

__ADS_1


Sesaat setelah mobil tiba di area parkir, sopir turun tidak ingin mengganggu tuannya, dengan cekatan Leon menjentikkan jari hingga partisi tertutup sempurna.


Pamela tidak bisa berkata-kata, mulutnya terbungkam bahkan bernapas pun kesulitan.


Ia juga tidak sadar gaunnya telah turun dan terlepas. Sentuhan halus penuh puja serta damba Leon berikan sepanjang kaki Pamela sampai istrinya menikmati semua yang diterimanya.


Tidak sabaran membuka sabuk dan celana, bukti dari gairahnya ingin segera mendapat pelepasan.


Pamela bergerak gelisah dan menutup mulut dengan kedua tangan, Leon pikir istrinya menutupi agar suara merdunya tidak keluar.


Pria ini terus memacu bahkan bergerak liar untuk meraih puncak nirwana keduanya. Tapi tiba-tiba Pamela mendorong dada, dan tidak menikmati permainan.


“Leon lepas ini di mobil.”


“Aku ingin.”


“Sebentar sayang, akh cengkraman mu  membuatku gila.” Bisik Leon usai mendapat keinginannya, sontak Pamela mual dan mengeluarkan isi perut di dalam mobil lalu tidak sadarkan diri.


“Sayang, sayang , Pamela kamu kenapa?.” Panik Leon.

__ADS_1


“S***, maafkan aku sayang.”


Ia putuskan membawa Pamela ke rumah sakit terdekat.


__ADS_2