Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bab 66 - Penyakit Baru Leon


__ADS_3

BAB 66


Dua bulan ini Leon disibukkan pekerjaan dan terapinya yang belum menunjukkan perubahan. Kendati lelah, pria tampan, kejam dan disegani banyak orang ini tidak menyerah untuk mengubah seluruh sifat buruknya.


Leonard tidak lagi pergi mendatangi bar hanya untuk menghilangkan penat, kini aktifitas barunya adalah memutar video yang dikirim oleh kepala pelayan dan kepala pengawal yang tinggal di mansion bersama Pamela.


Tersenyum ketika mendengar Pamela mengajak bicara anak dalam perutnya, semakin hari perut itu pun semakin bertambah besar. Beberapa video membuat hati Leon teriris, istrinya mudah kelelahan dan kesulitan berjalan.


“Pamela”, gumam Leon bersandar pada kursi kebesarannya di mansion utama Torres.


“Permisi tuan”, Alonso masuk membawa map dan menyimpannya di atas meja. “Ini catatan medis nyonya serta hasil terapinya, saya permisi”, pamit Alonso.


Leon senang istri dan anaknya dalam keadaan sehat, Pamela selau rutin check up diantar sopir dan dan pengawal. Sedikit banyak Leon bisa mengerti bahasa medis, hasil tes darah pada istrinya normal, tekanan darah, cairan amnion, posisi plasenta janin, detak jantung, semua baik-baik saja.


Sedangkan hasil terapi sama sepertinya, masih berjalan di tempat, artinya Pamela tetap trauma bertemu dengan suami kejamnya ini.


Perhatian Leon teralih pada hal lain, menatap kagum dan bahagia pada layar smartphone, rekaman hasil USG Pamela, Leon tersenyum anaknya bergerak aktif dan betapa tidak sabarnya ia menanti buah hati terlahir ke dunia.


Dirinya akan berusaha semaksimal mungkin agar terapi ini menunjukan hasil signifikan hingga bisa menjemput Pamela dan anaknya.


“Aku merindukanmu Pamela”


Penyakit Leon bertambah satu, malarindu, ya ini tidak dapat sembuh kecuali langsung bertemu dan memeluk penawarnya. Begitu berliku perjalanan cinta dan rumah tangganya, disaat telah menyadari kesalahan Leon tidak bisa langsung bersama istri tercinta.


“Aku harap bisa mendampingimu melahirkan”, Leon memejamkan mata, wajah berseri Pamela terekam dalam ingatannya. Lalu mendadak melintas suara tangis istrinya yang begitu perih Leon rasakan.


“Maafkan aku Pamela, semua ini terjadi karena kebodohanku. Maaf aku yang selalu menyalahkan keadaan”.


Rindu dan rasa bersalah, itulah yang dialami oleh Leon saat ini. Ia terpaksa menahan gejolak dalam dada untuk menyalurkan cintanya pada wanita cantik di sebrang lautan sana. Hanya bisa sedikit mengobati rindu melakui rekam video.


Leon tak berdaya melawan semua yang terjadi saat ini, masih memerlukan waktu untuk menggapai apa yang seharusnya menjadi miliknya, dan Leon selalu mengawasi pergerakan Dylan.

__ADS_1


Kedua pria tampan itu saling mengawasi satu sama lain.


Alonso menemukan data serta laporan jika Tuan Muda Manassero selalu menemui Nyonya Muda, selain itu hubungan keduanya nampak akrab tak berjarak, ah sungguh membuat hati Leon panas, darahnya mendidih sampai ubun-ubun, tapi tak bisa ia lampiaskan karena harus menguasai diri.


“Pria ini memang tidak tahu malu, menemui wanitaku. Awas kau Dylan”, geram Leon merobek foto Dylan menjadi sangat kecil dan memasukannya pada perapian.


Leon iri pada kedua orangtuanya yang telah beberapa kali terbang menemui Pamela, ia hanya bisa menitip salam rindu seperti muda mudi yang baru saja merasakan jatuh cinta dan menjalin hubungan.


“Leonard, kau di dalam?”, tanya Nyonya Torres.


“Ya mom, ada apa?”


“Besok temani aku belanja keperluan cucuku, mom dan daddy akan menemani Pamela melahirkan”


“Kapan prediksinya?, aku ingin ikut mom”, tatap Leon pada hasil USG di atas meja. “Aku ingin suara dan wajahku pertama kali yang dilihatnya”, tutur Leon mengutarakan niat.


“Menurut dokter sekitar 6 minggu lagi, itu waktu yang cukup bagimu untuk memperbaiki semua. Mom harap hasil terapi menunjukan perubahan Leon”, menepuk bahu kekar putranya.


“Mom, dia laki-laki? Aku menyiapkan nama untuknya, sampaikan ini pada Pamela jika aku tidak bisa menemaninya melahirkan”, menuliskan nama untuk calon anaknya pada secarik kertas.


“Kau pasti bisa nak, mom yakin Leon”


**


Di sisi lain Megan sangat kesulitan memulai karirnya sebagai model, banyak agensi yang menolak dan tidak sedikit mengusirnya sebelum menyampaikan maksud dan tujuan. Kembali pada Dylan pun percuma, pria itu tidak pernah lagi terlihat di bar atau hotel untuk membawa wanitanya.


Tubuh seksi Megan kini kurus dan kulitnya tidak terawat, kembali dan mengiba pada Leon adalah keputusan buruk yang diambilnya. Megan tidak bisa lagi belanja barang branded dan menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya.


“Kenapa hidupku jadi seperti ini?”, lirih Megan berjalan kaki menyusuri trotoar.


“Aku yang ingin menangkap ikan besar, melepas ikan kecil dari tangan dan lihatlah tidak ada yang bisa kudapatkan keduanya”, menangis dalam diam.

__ADS_1


Keluarga Stewart masih terbilang beruntung mendapat kemurahan hati tuan muda, Leon tidak memangkas habis sumber hidup keluarga mantan kekasihnya itu. Salah satu usaha Tuan Stewart masih aman hingga saat ini, dan hanya satu-satunya yang berjalan.


Mereka harus rela tinggal di permukiman sederhana, menghemat biaya hidup selama mungkin untuk bertahan.


“Seandainya aku tidak menuruti keinginan Papa, pasti karirku akan selamat”, menghela napas. Tidak ada lagi mobil mewah, perhiasan mewah serta uang saku melimpah.


**


Mansion Manassero


Dylan mendengarkan seluruh agendanya selama satu bulan ini, ia ingin mengosongkan jadwal selama 2 minggu demi Pamela. Ya pria tampan ini masih nekat terbang melintasi benua hanya untuk bertemu istri rivalnya. Dylan tidak segan memberi jutaan perhatian pada Pamela.


“Kosongkan jadwalku 5 minggu dari sekarang, ingat selama 2 minggu tidak ada yang boleh menggangguku, dan kau jangan melaporkan hal yang tidak-tidak pada Daddy”, tegas Dylan ingin turut serta menemani bayi Leon lahir ke dunia.


Walau ia bukan ayah biologisnya entah kenapa sangat menyayangi bayi yang tak ada hubungan darah sedikit pun degannya. Dylan ingin bayi itu mendengar suaranya pertama kali, karena yakin Leonard tidak akan bersama istrinya dan itulah kesempatan Dylan meraih simpatik Pamela.


“Aku sudah mempersiapkan nama untuk anakmu Pamela”, tersenyum penuh kemenangan.


Dylan Manassero tidak jera mengajar cinta istri orang, hukuman yang diberikan Tuan Besar Manassero cukup ringan baginya, sampai berani menemui Pamela tapi kali ini dilakukan secara diam-diam.


“Tuan Muda, tapi Tuan Besar Manassero melarang anda untuk menemui wanita itu”, peringatan asistennya.


“Kau diam saja, tidak mengerti masalah hati. Aku menunggu Pamela sejak lama dan aku tidak mau mengalah..... meskipun akan kalah”, sambungnya dalam hati


“Tuan jadwal perjodohan anda minggu depan di Hotel XX, dan sebelum itu Tuan Muda harus bertemu dengannya, mengenal nona dan bersikap baik”


Dylan muak dengan sikap Tuan Manaserro yang layak disebut biro jodoh, sejak kepergian Pamela ini kali ke 3 Dylan dikenalkan pada seorang perempuan, putri salah satu mitra bisnis Manassero Corp.


“Aku tidak akan menikah kalau bukan bersama Pamela”, teguh Dylan.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2