Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bonus Chapter Leon (4)


__ADS_3

BAB 102


Dua tahun berjalan kehidupan Leon semakin manis dan berwarna, mansion Torres selalu ramai, tidak pernah satu hari pun sepi. Suara tawa, tangis dan pertengkaran diantara kakak beradik terjadi setiap hari. Selalu Ed menangis dan mengadu pada Daddy Leon. Semula batita kecil itu adukan meskipun bicaranya belum jelas dan sempurna.


Tidak hanya mainan tetapi berebut tempat duduk pun dilakukan, keduanya ingin sama-sama berada di sisi Mommy Pamela. Akhirnya Leon terpaksa mengalah pada kedua musuh kecilnya ini, ia terbiasa di samping sang istri, hanya bisa duduk bersebrangan dengan pujaan hatinya.


Sama halnya dengan tidur, El dan Ed berebut mommy, aksi saling tarik menarik pun terjadi setiap malam, lagi-lagi Leon hanya memiliki sisa waktu Pamela, tak jarang istrinya itu langsung terlelap ketika masuk kamar. Kelelahan mengurus dua pangeran kecilnya, padahal ada dua pengasuh, tetap saja selalu menempel pada istri Leonard.


Akhirnya untuk mempermudah, kamar dua putra itu disatukan dengan ranjang terpisah di dalamnya dan kursi kecil khusus mommy mereka membacakan sebuah dongeng. Pamela senang, dua anaknya tidak lagi bertengkar, tetapi untuk hal lain keduanya masih sama.


“Selamat tidur cinta pertamaku, Donatello Xavier Torres, kamu adalah anugerah terindah dalam hidup mommy, karena kehadiranmu merubah daddy menjadi lebih baik.” Membelai sayang kepala dan mengecup kening El.


Pamela memutar tubuh menghadap Ed. “Mimpi indah sayang Edgardo Rafael Torres, pelengkap hidup mommy. Terimakasih hadir dalam hidup mom dan daddy.” Menghisap aroma tubuh batita itu dan keluar kamar.


Tugas Pamela belum selesai, masih ada hal penting yang menjadi agenda malamnya.


Ia masuk kamar dan benar saja, Leon menunggu dalam kamar. Hanya menggunakan celana tidurnya, tanpa menutupi kulit liat berotot di bagian atas. Memegang satu botol wine, tersenyum pada sang istri yang baru menutup pintu.


“Temani aku minum.” Ajak Leon dan sudah pasti akan berakhir dimana.

__ADS_1


“Baiklah Tuan Muda Leon.” Pancing Pamela yang sengaja meloloskan kimono gaun tidurnya, hingga menampakkan bahu mulus dan bagian yang menjadi santapan Leon.


“Anak-anak sudah tidur kan? Aku ingin kamu, berikan pelayan terbaik Nyonya.” Memberi sentuhan lembut bahkan geli terasa pada lengan dan punggung terbuka Pamela.


“Leon hentikan, nanti tumpah.” Pamela menahan tawa, ia khawatir botol berisi wine bernilai satu unit mobil ini terjatuh.


GREP


Gerakan cepat, membawa Pamela dalam pangkuannya. Pria ini menikmati harum aroma anggur yang terfermentasi, meneguknya sedikit sembari menatap puja sosok cantik di atas pahanya.


Wanita yang sejak dulu ia cintai


Wanita yang menumpahkan air mata karena ulahnya


Sekarang dan selamanya Leon pastikan, di bibir Pamela hanya terukir senyum manis, kedua matanya pun hanya berbinar bahagia, bukan air mata yang keluar. Leon pastikan itu semua, ia akan memberi kebahagiaan untuk istri tercintanya.


Dalam sekali hentak, posisi Pamela menghadap Leon. Perlahan penutup kulit halus ini berselancar jatuh ke bawah.


“Aku ingin kamu membayarnya sayang, membayar semua waktu karena mengabaikan suamimu ini.” Bisik Leon, seketika Pamela meremang dan darahnya mengalir cepat.

__ADS_1


“Apapun untuk Tuan Muda Leon, aku milikku, selalu dan selamanya. Aku mencintaimu Aleandro Leonard Torres.” Mengecup dahi, hidung mancung, dan bibir yang gemar menggodanya ini.


Tangan Leon pun berhasil meloloskan satu bahan tipis pertahanan istrinya, melempar entah kemana.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen


Suka dengan ceritanya boleh berbagi gift dan vote juga rate


_,terima kasih_


(mampir juga ya ke nove lain)!⁶⁷6


Anggap aja Leon sama Baby Ed

__ADS_1



__ADS_2