Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bonus Chapter Leon (6)


__ADS_3

BAB 104


Sejak tragedi Pamela pingsan di dalam mobil, Leon  pun dibuat pusing selama 9 bulan ini. Rupanya sang istri yang sangat ia cintai tengah mengandung dua bayi kembar.


Sifat Pamela berubah drastis, sangat manja dalam satu menit lalu menit berikutnya mood berubah, menjadi marah, mengomel dan sering menangis. Apa ini berlaku pada semua anggota keluarga lain?.


Tidak


Semua perubahan Pamela hanya tertuju pada Leon, dialah yang menjadi sasaran amarah serta pelampiasan semua kegundahan ibu hamil itu. Bahkan kegiatan malamnya pun berubah, dari setiap hari menjadi hanya beberapa kali dalam sebulan, itupun harus menunggu suasana hati ibu hamil bahagia. Jangan sampai satu mansion membuat Pamela kesal, karena imbasnya pada Leon.


Leon tidak lagi bepergian ke beberapa negara, ia mengurung dirinya di Spanyol.


Namun kemarin ada beberapa projects yang sangat penting di Asia Tenggara, hingga ia terpaksa pergi dan berbohong pada Pamela.


Istrinya itu ditinggal dalam keadaan baik-baik saja tapi beberapa jam kemudian, Nyonya Torres menelepon bahwa Pamela tidak mau makan, beberapa suap makanan yang masuk dikeluarkan kembali dan terus memanggil nama Leonard.


Bayangkan Leon dari Spanyol ke Thailand lalu harus kembali lagi ke Spanyol setelah pesawat landing. Luar biasa pengaruh dua bayi kembar dalam kandungan Pamela, membalas dendam pada ayah mereka lebih tepatnya.


“Sayang aku minta maaf, tapi aku benar-benar minta maaf, jangan marah lagi ya sayang.” Leon menciumi puncak kepala Pamela yang selalu diam saja sejak ia pulang tiga puluh menit yang lalu.


“Ayo makan, aku temani, jangan merajuk terlalu lama, kasihan anak-anak kita dalam sini, ya?.” Menciumi perut Pamela yang lebih besar dari dua kehamilan sebelumnya.


“Jangan sentuh.” Menepis tangan Leon dari paha dan perutnya.


“Ya ampun sayang, apa yang harus aku lakukan? Katakan saja.” Wajah Leon sangat memelas, lagi-lagi apapun ia lakukan demi Pamela-nya tersayang.


“Aku ingi susu segar yang langsung dari peternakan keluarga.” Jawab Pamela, entah asal atau keinginan dua bayi kembar dalam perutnya.

__ADS_1


“Hah? Apa? Tidak mungkin sayang, jarak peternakan satu jam lebih, ini sudah malam.” Keluh Leon sekaligus menolak.


“Terserah, masih beruntung aku tidak minta kamu yang memerahnya langsung. Hanya perlu memerintah seseorang mengantarnya kesini.” Tutur Pamela berdiri dan keluar kamar meninggalkan Leon dalam keadaan lega, pasalnya ia takut istrinya meminta hal aneh.


Gerak cepat Leon meminta salah satu pegawainya mengantar puluhan liter susu sapi segar ke mansion, padahal ini belum jadwal pengiriman, namun Pamela yang meminta Leon bisa apa?.


Tapi setelah susu sapi segar datang, Pamela tidak lagi menginginkan minuman itu dan meminta Leon menghabiskan beberapa gelas sekaligus.


**


Satu minggu berjalan, siang ini Pamela menjalani operasi. Nyonya Torres paling antusias menyambut kehadiran cucu ketiga dan keempatnya, mansion semakin ramai oleh suara anak-anak. Nenek Pamela pun selalu sehat, tidak ada keluhan apapun pasca transplantasi jantung beberapa tahun lalu.


“Leon kamu bisa duduk tidak, mom pusing.” Keluh Nyonya Torres, putranya tidak mau diam akibat cemas berlebihan.


“Aku khawatir mom, anakku dan Pamela.” Berhenti sebentar menciumi dua kening putranya, El dan Ed.


“Daddy duduklah, mommy baik saja dalam sana.” Kata-kata El sangat dewasa, anak ini mirip sekali dengannya.


Dokter dari ruang bersalin keluar membawa kabar bahagia atas kelahiran dua bayi kembar Leonard dan Pamela. Bayi itu berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Menambah haru pada keluarga Torres.


Leon menghampiri istrinya yang tengah masa pemulihan, ia tersenyum dan tertawa, sembari melihat putra dan putrinya dalam ranjang bayi. Begitu kecil dan menggemaskan, juga merah. Dua bayi kembar itu mirip Leon, tak ada satupun mengikuti ibu mereka.


“Aku hanya menjadi tempatnya bertumbuh selama sembilan bulan, keempatnya mirip denganmu Leon.” Serak Pamela.


“Jangan iri sayang.” Mencium kening, pipi dan bibir Pamela.


“Selamat datang Putriku Estefania Mireya Torres dan Putraku Eberardo Mikhael Torres, Daddy mencintai kalian berempat, maksudnya berlima.” Ralat Leon mendapat tatapan tajam dari wanitanya.

__ADS_1


“Terima kasih Pamela, karena dirimu hidupku sempurna.”


END


Daddy with Estefania



Daddy with Donatello Xavier



...*******...


Beneran end ya ini 😁😁


Terima kasih kakak kakak dukungannya


Terharu banget 😭😭😭😭


Sampai jumpa di novel yang lain.


Aku ada dua novel ongoing ya 😉


Silahkan mungkin mau ngintip atau mampir 😅😅😅


Terima kasih semuanya

__ADS_1


Mungkin next akan ada kisah anak-anak Leon


Salah satu dari mereka sudah ada jodohnya 😅 tapi nanti ya


__ADS_2