
BAB 59
Leon terbangun dengan kepala berdengung pusing, dirinya menoleh ke sisi ranjang memperhatikan seksama. Begitu jelas dalam ingatan jika semalam mencium dan memeluk istrinya. “Hah, efek alkohol memang dahsyat”, ia yakin berhalusinasi karena merasa bersalah dan rindu pada Pamela.
Kepala pelayan masuk membawa minuman pereda sakit kepala sesuai permintaan Nyonya Torres. Membantu Leon yang masih enggan bangun, lebih baik di alam mimpi bersama Pamela.
“Jam berapa sekarang?”
“Pukul 7 tuan muda, Alonso menunggu di bawah. Pagi ini tuan ada rapat bersama direksi”
“Hem, sampaikan padanya tunggu aku 30 menit lagi”.
Leon masuk kamar mandi, menatap penampilannya yang kacau. Ia kesal dan bingung, seperti berjalan tidak tentu arah. Mencari istrinya belum juga ditemukan, padahal seluruh tenaga dan uang dikerahkan tanpa tanggung-tanggung.
Usai rapi dengan penampilannya, Leon menuruni anak tangga sembari menatap para maid berlalu lalang. Hatinya yang semula keras dan beku kini meneguhkan bahwa akan membawa Pamela masuk ke mansion utama, berharap buah hatinya masih hidup dan tumbuh dengan baik.
“Aku akan membawamu pulang Pamela”, gumam Leon.
Alonso menghampiri Leonard dan telah siap mengikuti kemana tujuan tuannya, asisten ini sangat khawatir karena tuan muda lebih menyeramkan di luar serta rapuh di bagian dalam. “Apa jadwalku siang ini?”
“Tuan akan mengunjungi salah satu EO bersama Nona Megan”, terang Alonso, ia malas mengucap jadwal tidak penting itu.
“Siapkan semuanya Alonso, batalkan pertemuan dengan EO, batalkan semua yang telah di proses, biarkan wanita itu kehilangan uangnya. Siang ini kita akan bertamu ke kediaman Stewart. Mereka harus menanggung semuanya”, bengis Leon melangkah maju keluar mansion
“SIAP TUAN”, lantang Alonso yang begitu bersemangat karena tuannya telah sadar.
.
.
Leon dan Alonso tiba di Torres Inc, disambut segudang pekerjaan yang menemani hari-hari. Rapat dimulai dengan suasana tenang serta damai, sampai pada seorang direktur yang salah dan kurang memberi informasi hingga Leon marah besar dan memotong gaji mereka sampai setengahnya.
“Tapi tuan, ini bukan.....”
“APA?, kalian satu tim dan akan bertanggung jawab semua. Apa aku harus memotong gaji pegawai rendahan? Enak sekali hidup kalian, gaji kalian terlalu banyak. Cepat selesaikan jika ingin aku bermurah hati memaafkan. CEPAT !!!!!”, seru Leon semakin garang.
Alonso yang setia hanya menelan ludah, dirinya berharap menyelesaikan semua tugas tepat waktu dan sempurna agar tidak merasakan potong gaji.
“Tuan apa ini tidak keterlaluan?”, bisik Alonso.
__ADS_1
“Oh rupanya kau ingin terpangkas habis Alonso? Itu mudah”, sindir Leon.
“Eh jangan tuan”
Semenjak Leon kehilangan Pamela, ia menjadi lebih sensitif dan bertindak sesuka hati tanpa berdiskusi bersama Tuan Besar Torres. Banyak yang tidak menyukainya tapi mau bagaimana lagi? Di tempat ini mereka mendapat uang, dan lagi sulitnya mencari pekerjaan.
“Pastikan mereka takut pada keputusanku. Aku tidak main-main Alonso”
“Iya tuan”
“Kita pergi sekarang juga”, Leon melangkah pasti keluar ruangan betapa tidak sabarnya berkunjung ke rumah bakal mantan calon mertua.
“Tapi ini belum siang, tuan masih ada 2 jam lagi waktu yang anda miliki”, Alonso memeriksa jadwal dan benar Leon harus mengunjungi salah satu anak perusahaan.
Tidak ada jawaban dan kata, Alonso terpaksa menemani Leon ke rumah keluarga Stewart. Dalam perjalanan yang cukup jauh hingga 1 jam, Leon hanya menatap kosong pada luar kaca.
“Pamela, aku jamin kaulah yang terakhir dalam hidupku. Tidak ada wanita lain selain dirimu, aku hanya membalas dendam pada Megan”, batin Leon menyesal, merasa kehilangan luar biasa.
Leon memejamkan kedua mata, bersandar pada jok mobil “Pamela”, gumamnya lirih begitu pelan.
Alonso yang duduk di depan merasa iba pada tuannya, belum menemukan kebahagiaan sedikit pun. “Aku pasti membantu Tuan Leon menemukan istrinya”, teguh Alonso.
.
.
“Kamu boleh memanggilku Daddy dan istriku mommy, sebentar lagi Tuan Muda Torres menjadi menantu kami”, tersenyum senang.
“Ck sungguh keluarga yang harmonis, sampai aku bisa merasakan hasilnya”, sarkas Leon tak mau duduk atau menyentuh barang apapun.
“Megan akan datang sebentar lagi”, binar bahagia masih jelas tampak di bola mata Nyonya Stewart.
Tak ingin membuang waktu lebih lama, Leon menyampaikan maksud kedatangannya, tentu Alonso yang bicara. Leon tidak mau buang energi terlibat pembicaraan dengan keluarga mantan kekasihnya.
“Tapi Tuan Torres, anda tidak bisa membatalkannya begitu saja. Ini pelanggaran namanya dan merusak nama baik kami”
“Bukankah nama baik kalian sudah rusak dan kalian pindah ke rumah seperti ini”, Pandangan Leon menyapu ke seluruh ruangan, tertawa sinis meledek kedua orang tua Megan.
“Alonso berikan”, titah Leon. Alonso memberikan bukti belasan tahun lalu, kedua orang di depannya sontak mematung.
__ADS_1
“Bagaimana bisa?”, lirihnya teramat pelan. Bukti bahwa Tuan Stewart memalsukan dan merubah tahun lahir putrinya serta jebakan terhadap nenek Pamela.
“Keji sekali”, desis Leon. “Tadinya aku pikir akan menjebloskan kalian ke penjara, tapi aku masih memiliki hati”.
Alonso pun menunjukan berkas kepemilikan tanah dan bangunan yang menjadi tempat tinggal kedua orang tua Megan, ya Leon membelinya dari agen khusus, ia berhasil membohongi Megan untuk membayar biaya pertunangan dari hasil jual tanah dan bangunan milik orang tuanya.
“Kalian pergilah dari asetku, sekarang juga”, bengis Leon.
“APA, APANYA yang pergi? Siapa?”, teriak Megan dari arah pintu masuk.
Tegas Leon mengatakan membatalkan pertunangannya yang telah menjalani proses lebih dari 70%, dan untuk uang Megan yang telah masuk tidak dapat dikembalikan. Sesuai kontrak awal jika uang akan dikembalikan bila proses belum mencapai 30% dan tentu saja ini ulah Leon.
Biar perempuan itu menyesal dalam hidupnya karena telah bermain-main dengan dirinya.
“Tapi sayang, kita saling mencintai, kamu tidak boleh seperti ini Leon. Aku calon istrimu, aku mohon Leon”
“Megan kesalahanmu sangat banyak, kau pernah menuduh seorang pelayan mencuri perhiasaan, dan mengambil masa lalu yang bukan milikmu. Bodohnya aku percaya begitu saja, dan sekarang aku mengabaikan anak, istriku”, teriak Leon menggelegar.
Bagai tersambar petir, Megan luruh di atas lantai “Anak, istri?”, gumam Megan.
“Ya, wanita yang selalu bersama ku dia adalah istriku Megaaaaan, dialah Nyonya Muda Torres sesungguhnya bukan perempuan lintah sepertimu”, bengis Leon mencengkram pipi mantan kekasihnya.
“Kau pikir aku mau menerima mu? Aku tidak memakai barang bekas orang lain”, telak Leon membuat semua orang dalam ruangan diam membisu.
Bersamaan dengan ini karir Megan pun hancur karena Leon tak ingin mantan kekasihnya hidup mudah, beberapa agensi di bawah naungan Torres Inc menurut pada perintah bos besar mereka.
“Dan kau harus tahu Megan, cinta untukmu telah mati bersamaan dengan perginya dirimu memilih Dylan”.
Leon meninggalkan rumah keluarga Stewart dengan perasaan puas.
...TBC...
...****...
...UP lagi engga?...
...aku belom sempet edit utk meminimalisir typo...
😁😁😁😁
__ADS_1