Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bab 55 - Hasil Pencarian Alonso


__ADS_3

BAB 55


Langkah kaki Leonard semakin mantap memasuki ruang kerjanya di mansion, membuka pintu tidak sabaran dan ditatapnya tajam Alonso yang hanya menunduk sembari memegang map dan iPad.


“Katakan apa yang kau temukan tentang istriku?”


“Istri?”, lirih Alonso dalam hati mengingat bagaimana kejam dan jahatnya perilaku Leon terhadap Pamela.


“Ini Tuan”, Alonso menyerahkan map di atas meja, “Semoga hati anda tersentuh dan semua berubah”.


Tangan Leon terulur menyentuh dan mulai membaca kata per kata dari map itu, keningnya mengkerut serta kedua mata menyipit menandakan semakin serius membaca dan memahami hasil pencarian Alonso.


Napas Leon memburu kala selama ini dibohongi oleh Megan, jadi benar rupanya dugaan ia kemarin. Pantas saja selama ini ketika Leon bertanya dimana buku dongeng yang pernah ia berikan, Megan hanya menjawab hilang dalam perjalanan pulang ke rumah.


Fakta mencengangkan baginya adalah, wanita itu mengetahui persis cerita yang terjadi, walau berantakan, ternyata nenek Pamela bekerja selama beberapa tahun di kediaman orang tua Megan.


Megan dan kedua orang tuanya memalsukan data tahun lahir, hingga yang tercatat usianya lebih muda 1 tahun. Menurut sumber terpercaya, nenek Pamela menceritakan semua kejadian dimana cucunya bertemu seorang remaja laki-laki di hutan pada salah seorang pelayan yang hingga kini masih bertahan, Tuan Stewart yang mendengarnya pun memaksa untuk menjelaskan lebih detil. Hingga suatu hari wanita malang itu dijebak mencuri perhiasan, dipecat tanpa sepeser uang.


“KURANG AJAR”


BRAK


Leon menggebrak meja kerja sampai bergetar.


Sebelum jati diri Leon terungkap, Megan memang sengaja mendekati Leonard untuk masuk dalam lingkup pengusaha dan bisa bertemu Tuan Muda Torres yang ditolongnya. Namun Megan malah terperangkap dalam permainan Dylan Manassero yang menjadikannya penghangat ranjang.


“Jadi memang tujuannya untuk menjalin hubungan denganku?”, Leon tersenyum sinis.


Cinta, perhatian dan semua yang Megan berikan semua ini palsu, “Pantas saja dia selalu bilang kalau telah menyelamatkan nyawa seseorang, saat aku tanya siapa? Dengan percaya diri lintah ini menjawab Tuan Muda Torres, ternyata tidak salah Daddy dan mom menyembunyikan identitasku, banyak orang tidak tulus menjalin hubungan denganku, hah benarkan Alonso?”, lirik Leon begitu tajam.

__ADS_1


Dirinya menyesal pernah mencintai begitu dalam wanita yang salah, wanita yang hanya menginginkan kekuasaan dan harta keluarganya. Leon pun tertawa menggema dalam ruangan, “Aku memiliki hutang budi pada Dylan, tanpanya mungkin aku akan terjebak dan mengungkap siapa diriku sebenarnya lebih cepat dari rencana Daddy”.


“Lalu apa lagi?”


Alonso menyerahkan rekening koran Pamela, ya pria iblis ini meminta tangan kanannya menyelidiki Pamela hingga ke akarnya.


“Selama ini anda tidak peduli untuk apa uang yang anda kirim pada akun Nyonya, saya menyelidikinya dan.......”, Alonso menarik napas sebelum mengatakannya.


“Ya, untuk apa aku mencari tahu dana amal untuk seseorang? Setiap detik hidupku menghasilkan uang, tidak usah membuang waktu. Abaikan saja, aku tidak peduli”


“Tuan, hanya ada satu sumber uang masuk pada akun Nyonya, dari Tuan dan selama beberapa bulan Nyonya Pamela menggunakannya untuk membayar biaya rumah sakit”, Alonso menyerahkan Ipad dari tangannya.


Sontak mata Leon terbelalak, asistennya ini mendapat rekam medis seseorang dan ini melanggar hukum. “KAU ALONSO INI TINDAKAN ILEGAL, baiklah karena aku pemilik rumah sakit itu akan aku ampuni dirimu dan administrasi rumah sakit”.


“Apa dia sakit?”, gumam Leon masih terus membaca dan menggulir layar.


“Transplantasi jantung?”, tatapan Leon berubah pada Alonso yang mengangguk pelan.


Wanita tua yang Leon lihat di foto adalah nenek Pamela, masuk rumah sakit sudah 18 bulan dan hanya mendapat perawatan seadanya, sampai dimana tepat satu hari sebelum tanggal pernikahannya dengan Pamela semua perawatan nenek itu berubah drastis menjadi VVIP dan dokter yang menanganinya juga dokter terbaik.


Leon mencocokkan data, Pamela selalu membayar biaya rumah sakit tepat setelah Leon mengirimnya uang, dan itu terjadi setiap bulan. Tidak ada sumber uang lain masuk dan pembayaran lain.


“Tuan, maaf jika saya bersalah. Hukumlah”, Alonso menunduk.


“Ada apa?”, suara Leon sedingin es sama seperti cuaca di luar sana.


“Sebenarnya nyonya selalu keluar tanpa sepengetahuan tuan dan saya selalu melindungi nyonya, saya tidak tega melihatnya selalu menangis dan tersiksa”, lancang Alonso, telah siap menerima caci maki dan pukulan dari Leon.


BUGH

__ADS_1


BUGH


“KAU ITU BEKERJA PADAKU ALONSO”, memukul perut Alonso cukup kuat hingga terpelanting ke belakang.


“Tapi saya baru tahu kalau nyonya menggunakan uangnya untuk biaya pengobatan neneknya”, suara Alonso tertahan akibat menahan sakit yang biasa baginya. Sebagai tangan kanan Leon, ia dilatih bela diri untuk menjaga pewaris Torres satu ini.


“TEMUKAN PAMELA SEKARANG JUGA, APAPUN CARANYA AKU TIDAK PEDULI”, menarik kerah kemeja Alonso. “Bila perlu sampaikan pada semua kalau aku akan memberinya bonus besar jika menemukan wanitaku”, Leon begitu kesal dan emosi mendapati dirinya terlalu bodoh selama ini.


“MEGAN SIALAN, AWAS KAU. Aku akan membunuhnya”, seru Leon memukul meja yang bahkan tidak bersalah sedikitpun.


“TUAN JANGAN, jika anda membunuh Nona Megan, anda tidak akan bertemu lagi dengan Nyonya”, tahan Alonso.


“Kau pikir aku anak kecil yang tidak memiliki otak, itu hanya ungkapan saja Alonso, sekarang juga temukan istriku”


Alonso yang sempat membuka pintu, kembali menutupnya dan berbalik pada Leon. “Tuan, ada lagi laporan yang belum ada lihat”, ucap Alonso, mengurungkan niatnya meninggalkan bos yang pemarah namun selalu loyal.


Alonso pun memberi map rekam medis lain, tertera nama ‘Pamela Gerard’, ya bukan namanya ‘Torres’ tersemat di belakangnya.


“Apa istriku sakit Alonso?", tanya Leon tidak kuasa membuka map itu karena jujur semua membuatnya terpukul kuat.


“Sebaiknya tuan buka saja, ini berkaitan dengan kehidupan tuan selanjutnya”, imbuh Alonso yang melenggang pergi. Akhirnya ia putuskan meninggalkan Leonard sendirian di ruang kerja, supaya bosnya itu berpikir jernih dan menyesali perbuatannya.


Perlahan Leon membuka sampul itu dan ya dadanya kembali berdetak, tangannya gemetar, mata biru safirnya terhalang kristal bening yang menumpuk sengaja di tahannya.


“Pendarahan”, lirih Leonard. Lalu kembali membalik kertas dan menerima fakta jika kini Pamela tengah mengandung buah hatinya. Leon tidak lagi bisa berkata-kata setelah melihat hasil USG yang menempel pada kertas putih. Bakal janin yang baru berusia 5 minggu, mata Leon teralih pada catatan dokter jika kandungan Pamela lemah, berisiko mengalami keguguran.


Dadanya kini ngilu mengingat kata-kata yang ia sampaikan, apabila Pamela sampai mengandung anaknya maka ia tak segan untuk melenyapkan darah dagingnya sendiri. “Apa karena itu kamu menghilang, Pamela?”, lirih Leon. Sungguh tega dirinya, bukanlah ayah yang baik sampai ingin merenggut hidup calon anaknya sendiri.


...TBC...

__ADS_1


 


__ADS_2