
BAB 80
Hari-hari terus berlalu, El pun semakin bisa mengenali siapa saja yang menggendongnya, bayi kecil ini semakin erat bersama Leon dan hanya Leon yang dicarinya saat perut kenyang.
El yang sudah berusia 1 bulan semakin lucu juga menggemaskan. Sementara Leon hanya puas bermain dengan putranya beberapa hari dalam dua minggu ini, selebihnya ia melepas rindu melalui sambungan video.
Pekerjaan sebagai pimpinan Torres Inc tidak bisa ditinggalkan terlalu lama, cukup sudah selama 2 minggu Leon habiskan waktu menemani Pamela dan El. Wanita itu masih juga tidak menunjukan tanda ingin kembali merajut pernikahan dengannya.
Leon pun baru saja kembali dari Jakarta untuk menjenguk putranya dan Nyonya Torres yang turut menemani disana, tentunya Pamela yang selalu ia rindukan.
Jadwal kunjungan Leon setiap dua minggu sekali telah ditetapkan oleh Alonso.
“Tuan apa saya perlu memanggil dokter? Anda nampak kelelahan”, tutur Alonso. Wajah Leon terlihat sekali kekurangan waktu tidur, pria ini selalu bekerja dan bekerja, bahkan setelah kembali dari Jakarta tidak ada ruang bagi Leon untuk istirahat.
“Tidak perlu, aku sudah minum cukup vitamin. Siapkan rapat untuk hari ini dan pastikan semua materinya sempurna, tidak ada satu pun yang cacat”, perintah Leon yang akan mengganti beberapa direksi pensiun dan meletakkan jabatan baru pada generasi muda.
“Baik Tuan. Tuan ada pengajuan kerjasama dari Manassero Corp”, pungkas Alonso.
“Dylan, masih tetap mencoba merebut Pamela”, geram Leon.
“Apa yang mereka tawarkan? Berapa keuntungan yang kita terima? Aku tidak menerima receh dalam bentuk apapun”, lantang Leon, seketika Alonso hanya menelan saliva.
Sepertinya ia salah membicarakan tentang perusahaan rival bosnya itu. Tapi mau bagaimana ini memang salah satu tugasnya untuk menyelesaikan pekerjaan.
“Saya permisi Tuan Leon”, pamit Alonso yang paham akan suasana hati bosnya.
“Aku harap Nyonya Pamela segera kembali, Tuan Leon semakin menyeramkan”, batin Alonso.
Alonso semakin prihatin pada kesehatan tuannya, kendati tubuh dan stamina pria itu kuat tapi tidak ada yang sempurna dalam kehidupan.
Sementara dalam ruangan, Leon tersenyum hangat melihat rekaman yang ia ambil sendiri ketika bermain bersama El. Putranya begitu menempel tak terpisahkan, seandainya bayi mungil itu bisa dia bawa seperti ponsel, pasti Leon akan mengajak El ikut bekerja.
“Bantu daddy, El”, ucap Leon lirih.
Celoteh dan tangis El menggema dalam ruangan Leon, hanya ini pengobat rindu pada bayinya yang jauh disana.
__ADS_1
Leon beruntung memiliki ibu yang perhatian dan menjaga istri serta anaknya, Nyonya Torres yang tidak ingin kehilangan tumbuh kembang cucunya sampai rela tinggal terpisah dari suaminya.
Menyangkut hubungannya dengan Pamela dan statusnya yang telah berubah menjadi seorang ayah tidak ada satu pun pegawai di Torres Inc yang mengetahuinya kecuali Alonso.
Statusnya yang masih dikenal lajang inilah yang membuat para wanta muda menggoda Leon dikala menandatangi kontrak atau hanya sekedar mendapat investasi dari Torres Inc.
Tapi sekalipun Leon tidak pernah tergoda atau memanfaatkan keadaan, tidak ada wanita lain selain Pamela. Perempuan muda yang kini menjadi ibu dari anaknya dan sedang ia usahakan untuk kembali menerimanya.
Tidak bisa lagi membendung rasa rindu, Leon pun menghubungi ponsel Nyonya Torres ingin melihat secara langsung putranya.
Perbedaan waktu yang cukup lama antara Spanyol dan Indonesia memaksa Leon harus menyesuaikan jam agar tidak mengganggu ibu dan anaknya di sana.
“Mom, aku ingin melihat El. Apa yang dia lakukan?”
Tanya Leon melonggarkan dasi dan membuka dua kancingnya, agar lebih santai melihat serta mengobrol bersama El.
Senyum di bibir Leon semakin mengembang melihat sosok wanita yang sedang memandikan putranya, tanpa melihat wajah pun Leon tahu kalau itu Pamela.
Apapun yang ada padanya sudah ia hapal, bagaimana lekuk tubuh, rambut bahkan bentuk telinga dan leher jenjang Pamela pun ia sangat mengetahuinya.
“Aku memang tidak salah memilih mu Pamela”, bangga Leon, anaknya lahir dari seorang wanita baik dan bersih seperti Pamela.
Tangan El yang tidak bisa diam pun menjatuhkan botol sabun dari tangan ibunya dan menimpa tubuh empuk bayi. Sontak El yang terkejut menangis keras, dan hal ini mengundang tawa Leon, Nyonya Torres dan tentu Pamela terkikik pelan.
Suara tawa Leon yang cukup keras, mengalihkan perhatian Pamela.
“Leon”, terdengar suara yang sangat dirindukan memanggil namanya dari belahan benua lain.
“El, ini daddy. Sepertinya kamu bertambah berat. Jangan merepotkan mommy, tolong jaga mommy untuk daddy, tunggu sampai daddy datang menjemput kalian. Daddy sayang Mommy Pamela dan El”, ucap Leon mengakhiri panggilan videonya.
**
Jakarta
Beberapa menit sebelumnya
__ADS_1
Pamela yang semakin mahir mengurus El, kini tidak kesulitan lagi. Ibu muda nan cantik tengah menyiapkan air hangat dalam bak mandi bayi yang Leon pesan khusus untuk putranya.
“Ayo sayang mandi”, ucap Pamela memastikan suhu air sesuai dengan El.
Pamela membuka perlahan pakaian yang menutupi bayi gempalnya, membawa anak itu masuk kamar mandi, dengan perlahan memandikan El.
“Pamela, Pamela? Oh rupanya kalian berdua disini, Abuela cari kemana-mana”, tutur Nyonya Torres segera memelankan suara mengikuti instruksi Leon dalam layar ponsel.
“Cucuku bertambah besar dan tampan”, ucap Nyonya Torres dan memfokuskan kamera pada Pamela serta El.
Bruk
Tangis bayi memenuhi ruangan kamar mandi, seketika Pamela dan Nyonya Torres tertawa, karena tidak bisa diam, El menyentuh botol dan tuh mengenai dirinya sendiri.
"HAHAHAHA"
Suara seorang pria yang tidak asing membuat Pamela terdiam dan terhenti pergerakannya, rasanya tidak mungkin kalau Leon ada di mansion, “Bukankah Leon baru saja sampai di Spanyol kemarin?”.
“Leon”, ucap Pamela yang menghadap kamera smartphone. Menangkap suaminya tengah tertawa lepas, hal ini tidak pernah Pamela lihat, wajah Leon yang ceria dan tak memiliki beban apapun.
Bahagiakah dirinya dengan keberadaan El? Sepertinya dengan kehadiran El benar-benar merubah sikap Leon yang arogan.
Pamela tersenyum dalam hati, sementara Leon menampilkan senyum tipis pada bibirnya.
“Hey kalian, masih ada waktu untuk saling mengobrol. Leon kau jangan mengganggu menantuku, lihat kasihan El berhenti mandinya”, oceh Nyonya Torres.
Pamela mendengar Leon mengatakan suatu pesan pada putranya, dan kata-kata itu sukses membuat pipi merona, untung saja Leon tidak ada disini.
“Ada apa dengannya? Kenapa bilang begitu? Tidak jangan goyah Pamela”, ucapnya pada diri sendiri.
Selesai memandikan El, Pamela dan Nyonya Torres sibuk mendandani bayi yang semakin lucu ini, ditatap wajah tampan dan bola mata El yang sama persis seperti Leon.
“El, setiap melihat wajahmu, mama teringat dengannya”, batin Pamela.
...TBC...
__ADS_1