Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bab 69 - Perubahan


__ADS_3

BAB 69


Tiba di mansion utama, Leon turun dan menjemput wanita tersayangnya. Tangan Nyonya Torres memegang erat lengan putra tunggalnya ini.


“Kau datang lebih cepat 2 menit dari perkiraan mom”, imbuh wanita paruh baya ini.


“Yang benar saja 2 menit sampai dihitung. Apa yang akan kita beli hari ini mom? Ranjang tidur untuk bayi sudah sampai, Pamela menyukainya”, terang Leon, wajahnya berseri meski tidak nampak.


Berbeda dengan Alonso yang nampak sedih, dan takut. Seandainya tidak malu, ia akan menangis sendirian meratapi smartphone edisi terbatas yang baru berusia satu minggu.


“Ada apa denganmu Alonso? Kau keberatan mengantarku dan Leonard pergi?”, tatapan kesal Nyonya Torres tujukan pada asisten setia putranya.


“Bukan Nyonya, mata ku hanya kelelahan saja”


Nyonya Torres duduk dengan anggun dalam mobil, pandangan matanya lurus ke depan dan menemukan benda aneh, remuk, retak pada bagian layar.


“Mungkinkah itu ulah Leonard?”, menghela nafas kasar. Hasil terapi yang dilakukannya belum menunjukan perubahan, putranya itu masih berjalan di tempat.


“Ini Leon, mom sudah mencatat semua barang yang kita perlukan. Mom ingin yang terbaik untuk Pamela dan anaknya”, mengirim pesan chat berisi perlengkapan bayi.


“Alonso, periksa rekeningmu. Beli lah ponsel yang sama, hubungi perusahaan itu, katakan aku yang memesannya”, kalimat Leon ini langsung menambah energi dan perasaan bahagia pada Alonso.


“Terima kasih banyak Tuan Muda Leonard”, Alonso yang semula kesal, sedih dan tidak bisa berbuat apapun, kini berganti sangat senang. Tidak apa selama Leon mengganti barangnya yang dirusak, dan ponselnya semakin baru. Pria ajudan Leonard ini melompat girang dalam hati.


Sepasang ibu dan anak sampai di store khusus penyedia beragam perlengkapan bayi terkenal di Kota Madrid, pandangan mata Nyonya Torres sangat berbinar melihat lucunya semua benda kecil itu. Memerintahkan seorang pelayan untuk memberi apa yang dibutuhkannya. Sebenarnya bisa saja wanita paruh baya ini menunggu di mansion, duduk tenang dan menikmati teh hangat.


Tapi rasa berbeda diperoleh jika turun tangan langsung, sesuai perkiraannya istri Tuan Torres ini sangat senang, seperti pertama kali tahu dirinya mengandung Leonard.


Sedangkan Leon dan Alonso menjadi pusat pehatian pengunjung dan pegawai toko, siapa yang tidak mengenali wajah mereka? Leon langganan masuk berita bisnis karena prestasinya dan Alonso yang selalu membantu tuannya.

__ADS_1


“Mom tidak sabar melihatnya lahir, aku sudah menyiapkan kamar khusus di rumah sakit untuk Pamela. Ya dia akan melahirkan di rumah sakit, tidak di mansion”, tegas Nyonya Torres.


Leon menerima saja apa yang ibunya atur karena ia tidak pengalaman menyangkut proses melahirkan. Pandangan Leon tertuju pada keluarga kecil yang sangat kerepotan.


Ibu muda hamil besar tetapi menggendong batita cantik dan seorang pria di sampingnya menggendong balita laki-laki, ketara sekali menjaga anak, istrinya, serta seorang anak laki-laki yang cukup dikatakan sebagai anak sulung berdiri membantu kedua orang tuanya.


“Apa aku bisa seperti itu? Pamela aku ingin memiliki banyak anak bersamamu”, Leon tersenyum sendiri memandangi keluarga harmonis yang sibuk memilah pakaian dan seketika wajah mereka semua berubah menjadi dirinya dan Pamela. Leon tersentak, mengedip berulang kali untuk memastikan penglihatannya salah.


“Leonard ada apa? Ayo kita pulang, ah kamu melihat itu rupanya”, Nyonya Torres pun ikut memperhatikan kemana arah pandang Leon. “Berusahalah lebih keras, mom yakin Pamela sedang menunggumu. Berjuaanglah nak”, mengelus lengan putranya.


.


.


**


Dua minggu kemudian hasil terapi Leon mulai menunjukan perubahan, sangat penting baginya karena bagaimana pun ia ingin mendampingi istrinya itu melahirkan. Sementara Tuan dan Nyonya Torres telah pergi menuju menantu mereka, tetapi keduanya saat ini berada di Jepang untuk pertemuan khusus bersama para pengusaha.


“Tuan anda sangat hebat, perubahan ini sangat bagus. Saya harap Nyonya Muda pun mendapat kemajuan dari terapinya”, tutur seorang psikolog.


Leon tersenyum senang, memang perubahan itu ia rasakan, lebih sabar dalam menghadapi apapun termasuk para pegawai di kantor dan satu lagi kunjungan Dylan ke Jakarta. Walaupun bisa menahan amarah, Leon tidak bisa bersikap baik dan memberi jalan mulus pada Dylan yang selalu mendekati istrinya.


Buktinya pria mantan casanova itu tiga hari yang lalu merencanakan kunjungan ke salah satu negara di Asia Tenggara, tentu saja dengan cermat Leon mengetahui kemana arah Putra Tuan Manassero ini.


Tanpa mengotori tangan menyentuh dan berurusan dengan Dylan, akhirnya Leon berhasil membocorkan rencana rivalnya pada Tuan Manassero dan lihat saja pria itu dikurung dalam mansion.


Tuan Manassero memberi penjagaan ketat bagi putranya, keluar mansion hanya untuk kerja dan kerja, tidak ada wanita dan menghabiskan waktu di cafe.


Semua kuasa Dylan di tangguhkan termasuk menggunakan pesawat pribadi milik keluarga.

__ADS_1


Leon sangat senang rivalnya terkurung dan tidak bisa kabur dengan mudah.


“Ini hukuman karena mendekati wanitaku”, tawa kecil Leon, memperoleh laporan dari Alonso.


“Tuan apa anda ingin membuat jadwal khusus? Maksud saya cuti untuk menemani Nyonya melahirkan?”


“Hem”, Leon berpikir keras, hasil terapinya masih belum menerima izin dari Tuan Torres untuk menemui Pamela. Sedangkan hati dan pikiran hanya tertuju pada Pamela.


“Kosongkan saja selama satu minggu, aku tidak bisa menemaninya melahirkan tapi aku bisa melihatnya dari jauh dan bertemu anakku bukan?”, rencana Leon.


“Baik Tuan”, Alonso mulai mencatat beberapa agenda penting Leonard dan menyiapkan pesawat yang akan membawanya ke mansion di Jakarta.


Leon terus memandangi layar ponselnya yang berlatar belakang gambar janin dalam kandungan Pamela, ditatap lekat-lekat wajah itu, bayi yang tidak bersalah sama sekali kini sangat ia sayangi. “Bantu Daddy dan Mommy bersatu”, lirih Leon dalam hatinya.


 


**


Jakarta


Pamela dalam ruang periksa bersama dokter kandungan, beberapa hari ini mengeluh adanya sakit pada bagian perut bawah. Cukup mengganggu tapi seketika hilang.


“Nyonya mengalami kontraksi palsu lagi, apa ada keluhan lain nyonya?”, tanya Dokter.


“Tidak ada”


“Perkiraan hari lahir memang 4 minggu dari sekarang tapi itu semua hanya perkiraan , bisa lebih cepat atau harus kembali bersabar. Tapi dilihat dari apa yang nyonya alami, sepertinya tidak akan lama lagi akan melahirkan”, tuturnya.


“Benarkah? Pinggangku juga semakin sakit, tidur ku tidak nyaman, sering bangun tengah malam untuk buang air kecil, terkadang tidak bisa tidur sampai pagi, apa itu tidak masalah?”, keluh Pamela.

__ADS_1


Dokter sekaligus teman mengobrol Pamela ini menenangkan pasien prioritasnya untuk tetap dalam kondisi tenang dan tidak memiliki pikiran buruk tentang apapun. Akan sangat berpengaruh sekali apa yang dirasakan serta pikirkan ibu bagi janinnya, apalagi Pamela juga kehilangan nafsu makan, disaat wanita hamil lain meningkat justru terjadi hal berbeda pada Pamela.


...TBC...


__ADS_2