Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bonus Chapter Leon (2)


__ADS_3

BAB 100


"APA? Siapkan mobil sekarang juga, jemput aku di gedung Torres Inc.” Perintah Leon pada seseorang melalui telepon. Ia langsung membatalkan segala agenda bisnisnya selama beberapa minggu ke depan, Leon tak kuasa menerima kabar dari mansion bahwa istrinya dilarikan ke rumah sakit, ketubannya pecah dan tidak sadarkan diri.


“Alonso, sampaikan permohonan maaf ku pada Tuan Muda Dariel Bradley. Istriku melahirkan, aku harus menemani Pamela. Ku harap dia mengerti.” Pikiran Leon hanya pada Pamela dan Pamela, seluruh laporan bisnis dalam kepalanya terhempas pergi.


Kendaraan baling-baling itu berputar arah, menuju salah satu gedung pencakar langit milik Torres Inc. Mendarat sempurna sesuai perintah tuannya. Leon keluar dan bergegas turun, menggunakan lift khusus petinggi perusahaan. Dalam hati ia berdoa agar istri dan anaknya selamat, menurut kabar Nyonya Torres, Pamela masih belum sadarkan diri.


Mobil sport keluaran terbaru melesat membelah jalanan pagi ini, kecepatan di atas rata-rata, Leon tidak lagi berpikir jernih, hatinya terpaut pada Pamela. Menyesal, ya menyesal kenapa tidak lebih peka sedikit pada wanita yang tengah mengandung buah hati keduanya itu.


Decitan ban menusuk telinga siapapun yang berada di dekatnya. Leon berlari masuk ke rumah sakit, langkah kakinya mantap tidak ada keraguan menuju ruang bersalin.


Di sana ada Nyonya Torres dan Nenek Pamela. Menanti dokter yang memeriksa keluar, pasalnya tekanan darah Pamela menurun drastis, saturasi oksigennya dibawah batas normal.


“Selamatkan istri dan anakku.” Lirih Leon, seandainya tidak ditahan mungkin ia menerobos masuk  ke ruang bersalin. Sungguh tidak bisa hanya diam menunggu sedangkan istri tersayangnya seorang diri di dalam sana.

__ADS_1


“Tuan Leon, syukurlah kau datang tepat waktu. Aku minta persetujuan untuk melakukan operasi. Kondisi Pamela tidak memungkinkan melahirkan normal.” Jelas sepupu Leon yang juga Spesialis Obgyn.


Usai mendapat persetujuan, prosedur operasi di mulai, semula Leon dilarang masuk karena menyalahi aturan tetapi ia memaksa, lagipula rumah sakit ini miliknya. Akhirnya pria bermata biru safir itu berdiri di sisi Pamela yang lemah. Kedua manik sang istri berkedip pelan, bibirnya melengkungkan senyum setipis benang. Seolah mengucap terima kasih pada suami yang membatalkan pertemuan pentingnya hari ini.


“Sayang, Pamela, aku bersamamu, buka mata sayang.” Leon membenamkan wajahnya pada ceruk leher Pamela.


Tidak lama suara bayi menangis kuat dalam ruangan, pandangan Leon teralih pada anak keduanya yang begitu kecil dan mungil, hidung mancung serta bibirnya pink. Kedua kalinya juga ia menemani istri tercintanya melahirkan, kebahagiaan menyelimuti Aleandro Leonard Torres.


Mansion Torres akan semakin ramai dengan hadirnya buah hati, tangis dan tawa putri kecilnya akan mewarnai kehidupan pernikahan yang membahagiakan ini.


“Selamat Tuan Leon, bayinya sangat tampan.” Dokter Spesialis anak tampak tersenyum padanya.


Selesai dengan keterkejutannya, Leon kembali menatap Pamela dan......


“Apa yang terjadi? Pamela? Sayang bangun, bangun Pamela !!!!!!.” Leon mengguncang pelan bahu wanita ini, kedua mata Pamela menutup rapat, lengkungan senyum tidak ada sama sekali.

__ADS_1


Tim dokter melakukan pemeriksaan, tekanan darah, saturasi oksigen dan detak jantung di bawah batas normal.


Sesuai prosedur, Leon diantar keluar oleh seorang dokter, karena mereka akan melakukan tindakan pada istrinya.


“Tidak......tidak.....tidak Pamela, aku mohon kembalilah sayang.” Tubuh kekar yang selalu ditakutkan orang di luar sana kini luruh menyatu dengan dinginnya lantai rumah sakit.


“Pamela.”


...******...


...Boleh ya kakak kasih like dan komen...


...Berkenan boleh banget gift, vote dan rate...


...Mohon bijak dalam memberikan Rate😁😁😁...

__ADS_1


...Terimakasih...


Bonchap Leon masih berlanjut ya


__ADS_2