Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bab 98 - Hadiah Untuk Leon


__ADS_3

BAB 98


Dua hari ini Leon lebih sering marah dan tidak bekerja dengan baik, sering kali para pegawai yang kurang dalam memberi laporan menjadi sasaran amarahnya. Alonso hanya bisa menahan agar emosi tuannya tidak melebar kemana-mana, sore hari asisten pribadi Leon langsung melaporkan semuanya pada Pamela.


Tidak hanya di kantor, sikap Leon pun berubah. Pria itu menjadi malas pulang ke mansion, tapi hatinya terserang rindu, melihat anak dan istri yang selalu menyenangkan hati.


Tapi belakangan Pamela menjadi acuh padanya, tidak mempersiapkan semua kebutuhan Leon. Bahkan bangun tidur yang dilihat hanya bantal kosong, dimana sosok Pamela yang selalu tersenyum padanya? Hilang.


Bukan Pamela seorang, tapi kedua orangtuanya pun berubah. Nyonya Torres tidak ramah pada putra satu-satunya, sementara Tuan Torres memberi banyak pekerjaan pada Leon. Benar-benar hari yang buruk bagi Leon. Istri yang berubah serta kedua orangtuanya yang tidak pernah bercengkrama lagi beberapa hari ini.


“Hari ini aku pergi bersama Dylan.” Leon menggunakan sepatunya dan berdiri menghadap Pamela.


“Oh ya, pergilah.” Tanggapan santai Pamela, sama sekali tidak bertanya kemana suaminya pergi dan untuk apa. Pamela melihat kedua tangan Leon terkepal erat di sisi tubuh, sayangnya wanita ini dicintai oleh Leon kalau tidak pasti tak segan mendapat perlakuan buruk suaminya lagi.


Leon pergi dengan kesal meninggalkan kamar, mengendarai mobil sport yang diikuti beberapa mobil pengawal. Putra Tuan Torres melintasi pegunungan untuk mencapai tujuan yang ditentukan olehnya, Leon dan Dylan adu ketangkasan panjat tebing.


“Oke oke aku mengerti, dia sudah sampai. Tenang saja, kita lakukan sesuai rencana.” Dylan mengakhiri panggilan suaranya.


Mantan casanova itu tertawa sinis, penampilan Leon memang rapi tapi tahukah wajahnya sangat berantakan? Aura berburu dan membunuh tercetak jelas.


“Sepertinya Tuan Muda tidak dalam kondisi yang baik.” Kelakar Dylan.


“Jangan banyak bicara, kita mulai sekarang.”


Kedua pria yang menjadi idola para wanita di Kota Madrid tengah dipasang alat pengaman, beberapa tali terikat sangat kuat. Seorang pengawal pun menjadi wasit, tidak ada asisten pribadi yang ikut kali ini.


“Sial, ternyata dia mahir. Kalau begitu aku harus cepat demi Pamela.” Dylan yang tertinggal cukup jauh memantapkan semangat dan mulai menyusul Leon.


“Rupanya belum menyerah.” Leon segera merambat dari satu pijakan ke pijakan yang lain ia ingin mengakhiri kegiatan ini. Pikirannya terlintas pada Pamela, entah mengapa tiba-tiba bayangan sang istri memenuhi kepalanya.


Menyeringai tipis, ya tepat tangannya menggapai sisi paling atas tebing yang menjadi titik finish. “Aku menang, dan kau harus mengabulkan apa yang menjadi keinginanku1. Sesuai kesepakatan !!!!.”


“Huh, kali ini kau hanya beruntung tidak lebih.”

__ADS_1


Sama-sama menarik napas dalam dan membuangnya perlahan, seorang pengawal memanggil Dylan dan menyerahkan telepon padanya. “Tuan Muda Manassero, Nyonya Pamela ingin bicara dengan anda.”


Sontak Leon melirik tajam pada Dylan, kenapa bukan dirinya yang mendapat telepon itu? Kenapa Dylan? Apa hubungan Dylan dan Pamela sekarang?


Leon sangat murka, menatap tajam pada Dylan. Tapi pria tampan nomor 3 itu malah melewati Leon.


“Aku pergi dulu, istrimu mengajakku makan di restoran. Ah aku akan menikmati waktu bersama Pamela.” Sengaja Dylan memanasi Leon.


Tidak ingin memberi waktu pada Dylan, secepat kilat Leon memacu mobil sportnya menuju restoran yang dimaksud. Tangannya memukul setir mobil berkali-kali, bisa-bisanya semua orang begitu menyebalkan.


Pamela, kedua orangtuanya, Alonso yang menolak menemani hari ini dan Dylan berani mendekati Pamela.


“KALIAN SEMUA.”


Leon turun dan membanting keras pintu mobil, langkahnya lebar memasuki restoran mewah itu. Tapi tunggu ada yang aneh di sini, tidak ada seorang pelayan yang menyambut dan kenapa tempatnya sangat sepi? Gelap.


Dimana semua orang? Padahal jelas ia melihat mobil Dylan terparkir. Apa Pamela bertemu Dylan di tempat lain.


Ketika Leon berbalik merasakan langkah dan suara sepatu wanita mendekatinya. Seketika ia berputar dan.......


“Pamela......kamu.”


“Selamat ulang tahun Leonard.”


“Sayang aku.......kamu .”


Leon tidak bisa berkata-kata, istrinya begitu cantik siang ini dan memberi sesuatu di luar dugaan Leon.


“KEJUTAN......” seru anggota keluarga Torres yang hadir, lalu Dylan tertawa merasa berhasil mengerjai mantan rivalnya ini dan Alonso juga tersenyum kaku sembari memegang kotak hadiah.


“Kamu melakukan semua ini untukku?.”


“Iya maaf kalau beberapa hari ini aku menyebalkan, semua aku lakukan agar rencana aku dan mom berhasil. Jangan marah lagi ya.” Pamela mengecup pipi suaminya.

__ADS_1


“Mana mungkin.” Leon meraih wajah Pamela dan melabuhkan ciuman di atas bibir ranum itu, tidak ingat akan kehadiran anggota keluarga yang lain.


“Umh.....Leon aku ....... ini bukalah, aku tidak bisa memberi hadiah yang lain, aku bingung karena kamu memiliki semuanya, jadi maaf hanya ini yang bisa aku berikan.” Tangan Pamela sedikit bergetar mengambil kotak kecil dari dalam tasnya.


“Apa ini? Sangat kecil dan..........” Leon menatap benda kecil yang sulit dimengerti tapi setelah memegang kertas kecil di tangannya barulah mengerti apa hadiah yang dimaksud Pamela.


“Pamela kamu hamil?.” Leon menitikkan air mata dan berlutut di depan perut istrinya, menciumi perut datar itu dan membelai sayang. “Daddy akan menjagamu.”


“Terima kasih Pamela, terima kasih memberi banyak berkat dalam hidupku, terima kasih. Te amo Pamela.”


...END...


...***********...


Terima kasih teman-teman dukungannya


Maaf kalau alur tidak sesuai ekspektasi


Maaf untuk setiap penggunaan kata yang kurang berkenan untuk dibaca


Author selalu berusaha memberi yang terbaik untuk kakak semua meskipun ada keterbatasan dan tidak puas 🙏


Sekali lagi maciba ucapkan banyak terima kasih


Maaf kalau ada komentar yang belum sempat dibalas 🙏


Untuk kisahnya Dylan, di next judul ya


Kalau di sini beda alur dan tema 😁 Novel ini khusus Leon dan Pamela


Sampai jumpa di Novelku yang lain 🤗


Salam

__ADS_1


Aku yang suka baca komentar kakak semua .🤗😘


__ADS_2