Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bab 95 - Mantan


__ADS_3

BAB 95


Sisi lemah dan sikap istrinya yang mudah tersentuh inilah Leon sangat tidak menyukainya, Pamela yang berjalan ke depan menoleh sebentar pada Leon,  tersenyum simpul pada pria yang menatapnya tajam bagai elang yang memburu mangsanya.


“Pamela, kamu mau menerima maaf dariku? Aku menyesal merebut apa yang seharusnya milikmu.” tangis Megan.


“Megan, kamu memang salah, aku juga bukan manusia sempurna, aku menerima maaf darimu.”


“Terima kasih Pamela, aku.......aku berhutang budi padamu dan nenek, aku janji tidak kan mengganggu dan aku akan menghilang dari kalian, ini terakhir kali kalian melihatku. Terima kasih Pamela.” Megan memeluk Pamela, tubuh Megan semakin kurus dan tidak terawat sejak digulingkan dari dunia model, tak lagi memperhatikan penampilan, untuk makan pun sulit apalagi mendandani diri.


“Tapi Megan, aku tidak akan melupakan apa yang terjadi diantara kita, aku bisa memaafkan tapi tidak bisa menghapus ingatan tentang semua perbuatanmu.” Tegas Pamela membalas pelukan Megan.


Tidak hanya kedua wanita itu yang saling berpelukan dan minta maaf, Dylan pun sengaja menghampiri Leon yang berdiri mengepalkan tangan.


Menepuk bahu mantan rivalnya ini, lalu bersama menatap dua wanita cantik di depan, seandainya saja Megan tidak meninggalkan Dylan mungkin mereka akan mengikuti jejak Pamela dan Leon tapi sayang ketika takdir menuliskan hal sebaliknya, Megan pun melepaskan kedua pria dalam hidupnya.


“Pamela, temani aku mendekat pada Leon dan Dylan.” Pinta Megan menggenggam erat tangan istri mantan kekasihnya, seolah meminta kekuatan dari Pamela.


Mantan model terkenal itu mengeluarkan keringat dingin ia takut pada Leon dan Dylan. Merinding dirasakan sekujur tubuh, dan sedikit gemetar.


“Leon......Leon maafkan aku, aku terlalu buta dan silau akan uang, aku lakukan ini karena ingin hidup seperti apa yang sekarang Pamela miliki, atas nama kedua orangtuaku.....aku minta maaf, seharusnya kalian bertemu lebih awal, semua ini salahku Leon, aku mohon berikan sedikit belas kasihmu untuk memberi maaf.” Megan mengemis di depan mantan kekasihnya.


Tidak sampai disini, Megan mengeluarkan kotak kaca kecil berisi kalung berlian yang pernah Leon beri untuknya. Megan dibayang-bayangi oleh tatapan sedih Pamela kala suaminya memberi hadiah ini untuk wanita lain.


Dia tidak pantas menerima apalagi menyimpan yang bukan haknya. “Pamela, kamu yang memilihnya kan? Seharusnya ini punyamu, aku kembalikan, maaf Pamela.” Tangis Megan benar-benar menyesali apa yang terjadi.

__ADS_1


Leon merebut paksa kotak perhiasan itu dari tangan istrinya, ia merasa harus membuang kalung berlian pemberian Megan, tidak mungkin bagi Leon membiarkan istrinya memakai benda bekas orang lain, wanita lain. “Berikan padaku.”


Leon menyerahkan kalung itu pada Alonso, memerintahkan untuk membuang kalung itu ke tempat yang jauh, namun Alonso yang sayang melihat kalung berkilau, minta izin pada Leon untuk menjualnya dan memberikan hasilnya sebagai donasi pada beberapa yayasan yang memerlukan.


“Aku bisa memberimu lebih dari itu, mendekatlah Pamela.” Meraih tangan Pamela berpindah posisi di sampingnya. Sengaja mempertontonkan kemesraan di depan umum. Apalagi dua orang yang menjadi kerikil dalam kehidupan pernikahan mereka di masa lalu. Dylan dan Megan tampak kikuk melihat Leon mengecup Pamela berkali-kali.


“Hey, Tuan Muda Torres. Aku juga ingin minta maaf dan menyerah mendapatkan Pamela. Aku tidak akan tega memisahkan El dari ayah kandungnya. Tapi kalian harus tahu aku tulus menyayangi anakmu, kelak ketika aku menikah dan memiliki anak perempuan aku ingin El menjadi menantuku, boleh kah Pamela?.” Tutur Dylan sangat tidak tahu malu dan mendapat bogem pelan dari Leon di perutnya.


“Kau ini? Aku pasti mencari dan mendapatkan istri baik-baik seperti Pamela, aku juga ingin anakku lahir dari ibu yang baik, tapi dimana calon istriku?.” Mata Dylan melirik kesana kemari tidak ada satu pun diantara tamu wanita lajang menarik perhatiannya, mereka semua terlalu biasa dan banyak diantaranya mantan teman ranjang Dylan.


“Kau gila, Donatello tidak ku izinkan menjadi menantumu. Memiliki ayah mertua sepertimu, hah.” Kesal Leon lalu segera membawa istrinya pergi dari dua orang gila itu.


“Hey Leon, tantanganku masih berlaku, tunggu aku sembuh.” Teriak Dylan, sangat ingin tahu kemampuan mantan rivalnya dalam panjat tebing apa bisa mengalahkannya atau tidak.


Sementara Megan juga meminta maaf pada Dylan, ia merasa bersalah meninggalkan pria itu karena mengejar Leon, melepaskan ikan kecil hanya untuk meraih bayangan ikan besar.


“Sudahlah Megan yang terjadi diantara kita adalah masa lalu, ku harap kedepannya kamu memiliki hidup yang baik.”


Dylan pergi mengikuti langkah Leon meninggalkan Megan yang menangis dalam diam, sekarang dunianya berbalik, dahulu Pamela lah yang begitu sakit dan menangis, kini Megan kehilangan semuanya.


.


.


Pesta pernikahan telah usai, Leon dan Pamela kembali ke mansion utama. Tidak ada bulan madu, keduanya memutuskan menghabiskan waktu bersama keluarga. Leon pun tidak kecewa pada ide istrinya, apalagi alasan utama adalah El.

__ADS_1


Bayi mereka baru berusia 6 bulan, masih sangat memerlukan ibunya dan paling sulit ditinggal jauh, karena El menyusu langsung pada Pamela. Mungkin setelah cukup usianya, barulah Leon akan membawa istrinya ke suatu tempat dan hanya ada mereka di sana.


“Jadi apa yang ingin Nyonya lakukan sekarang?.”


Menyelipkan tangan diantara kedua lengan Pamela dan memeluk istri mungilnya dari belakang, mengecup bahu, lalu tengkuk Pamela bertubi-tubi memberi sesuatu tanda disana.


“Apa Nyonya menyukainya?.” Suara Leon yang begitu menginginkan sesuatu, tangannya turun dan menjelajah area bawah, menyingkap gaun tidur tipis itu, perlahan mulai menggapai apa yang menjadi tujuannya.


Dan.......


“Apa ini?.” Tanya Leon putus asa, frustasi dan sedih sekaligus bercampur menjadi satu.


“Kamu datang bulan?.” Benar-benar di luar dugaan malam pertama yang seharusnya menggairahkan harus terlewat begitu saja. Padahal sangat dinantikannya sedari siang.


“Dua hari yang lalu tidak, kamu masih bisa ku sentuh, tapi sekarang?.” nada suara kecewa Leon menggelitik Pamela.


“Ya, pantas saja sejak pagi perutku sedikit sakit, baru hari ini dan sore tadi tamu bulanannya datang. Maaf Tuan Leon anda harus sabar menunggu.” Tawa renyah Pamela, masuk kamar meninggalkan suaminya yang sendirian berteman angin malam di balkon.


Leon masuk menutup pintu rapat, turut bergabung bersama Pamela ke atas tempat tidur, saling memeluk satu sama lain. “Tidurlah Pamela, besok masih banyak yang perlu kita lakukan, aku akan mengajarimu sesuatu dan kau harus patuh pada suamimu ini.” Perintah Leon yang tidak pernah menerima bantahan sekecil apapun.


“Sayangnya aku tidak mau,” Pamela terkikik geli, ia tidak takut lagi pada suaminya bahkan sekarang Leon cenderung lebih mengalah dan mendengar banyak pendapat sang istri.


Leon yang menyeramkan berubah menjadi menyenangkan dan lebih manis, tentu hanya di depan Pamela dan bersama istrinya saja.


Lebih dari itu Leon tetaplah seorang Aleandro Leonard, pengusaha bertaring panjang dan siap menancapkan taringnya di setiap lini bisnis.

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2