Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife

Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Bab 71 - Leon Sakit


__ADS_3

BAB 71


Kota Madrid


Jadwal hari ini sangat padat, pagi hari Leon disibukkan dengan rapat bersama direksi, kemudian komisaris dan menjelang sore bersama jajaran manager dari anak perusahaan.


Torres Inc mencetak prestasi baru minggu ini karena harga sahamnya melonjak naik signifikan, grafik pertumbuhan selalu naik, walaupun satu bulan lalu mengalami penurunan tetap saja secara general harga saham Torres Inc bergerak positif.


Bagi mereka yang berinvestasi pun tidak akan mengecewakan, karena Leon selalu memberi yang terbaik bagi perusahaannya. Bahkan ia baru saja membeli 40% saham perusahaan penerbangan terkenal, Leon berikan untuk anaknya yang sebentar lagi akan lahir.


Pria ini tersenyum tipis, terus memegangi iPad di tangan, deretan angka yang selalu menjadi pusat perhatiannya.


“Selamat Tuan Leon, masa depan Torres Inc pasti cerah di tangan Tuan”, puji Alonso yang juga mendapatkan bonus dari tuannya. Alonso selalu berharap Torres Inc mendapat berkah agar semua pegawai, dari top level management hingga bagian terbawah mendapat bonus dari Bos mereka yang terkenal kejam.


“Apa kau memesan ponsel baru?”


“Sudah Tuan, terima kasih banyak. Sebenarnya mereka tidak memproduksi lagi karena itu seri terbatas tapi karena hubungan baik anda, saya mendapat ponsel itu lagi”, senyum Alonso yang bisa Leon lihat dari kaca spion.


“Bekerjalah dengan serius Alonso”, tutur Leon.


“Akh”, pekiknya mendadak, seperti terserang sesuatu pada bagian punggungnya. Leon baru saja menyimpan iPAd, ketika kembali menyandar punggung bagian bawah seperti tertusuk.


“Tuan, anda kenapa?”, cemas Alonso.


“Apa mobil ini selalu kalian periksa?”, tanya Leon pada driver bernada dingin.


“I-iya Tuan”


“Tuan, sebaiknya anda pindah ke mobil lain, saya khawatir ada yang menyabotase mobil ini”, tutur Alonso tanpa mendapat penolakan dari Leon.


Akhirnya Tuan Muda ini pindah ke mobil salah satu pengawalnya. “Akh, sakit”, teriak Leon.


“Tuan anda kenapa lagi? Sebaiknya kita ke rumah sakit Tuan”


“Tidak perlu. Aku benci menghirup bau obat”, telak Leon.

__ADS_1


Mobil pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, karena Leon merasakan sakit yang tidak biasa pada punggung bagian bawahnya.


Seingat Alonso, tuannya ini tidak memiliki riwayat penyakit apapun kecuali mental. Tapi kenapa sekarang seolah menahan sakit yang tidak biasa.


Alonso dibantu kepala pelayan memapah Leon memasuki kamar, seorang Leonard yang terkenal kuat dan memiliki daya tahan tubuh baik, saat ini terkulai lemas dan meringis kesakitan.


“Cepat panggil dokter itu kemari, sekarang”, perintah Leon pada anak buahnya.


“Semoga tuan tidak mengidap penyakit berat”, harapan Alonso yang menyayangi dan menghormati tuannya.


Leon berbaring di atas ranjang, tapi tubuhnya tidak bisa diam. Selalu memegangi punggung bagian bawah. “Akh, Sial kenapa sekarang perutku juga sakit”, teriak Leon.


“Aku belum mendapat cinta Pamela, dan anakku belum lahir kenapa aku bisa menderita sakit seperti ini”, keluh Leon. Dahinya di penuhi peluh, dan mata terpejam menahan rasa nyeri yang tidak jelas ini.


Dokter pribadi keluarga Torres tiba dengan cepat dan segera memeriksa Leon. Tidak ditemukan luka atau penyakit serius pada Leonard, tapi untuk meyakinkan diagnosa dokter mengambil sampel darah dan mengirimnya ke rumah sakit.


Satu jam dari sekarang, hasilnya harus diterima, karena menyangkut pimpinan utama Torres Inc.


“Kau bilang aku baik-baik saja? Tapi kenapa punggung dan perut ku sakit begini? Cepat berikan aku obat”, perintah Leon pada dokter yang juga nampak kebingungan, karena seingatnya keluarga besar Tuan Muda tidak ada riwayat penyakit serius.


“AKH, KENAPA SAKITNYA ANEH SEKALI”, posisinya serba salah, berbaring tetap sakit, mencoba duduk malah semakin sakit, berdiri dan berjalan sama sekali tidak ada perubahan.


Leon meringkuk di atas ranjang berukuran besarnya.


.


.


Beberapa jam berlalu, Leonard dirujuk rawat inap ke rumah sakit, agar mendapat penanganan lebih tepat. Dokter keluarga sangat heran karena baru kali ini melihat penyakit aneh, semua hasil cek darah Leon sangat baik tetapi Tuan Muda Torres itu mengeluh kesakitan.


Tim dokter dibentuk untuk menangani sakit yang diderita Leon, mulai dari saraf, jantung, internis, paru, bedah, THT, ortopedi siap memberi yang terbaik pada Leon.


Pria ini pun menjalani serangkai tes medis, dan pengambilan sampel darah. Sampai sakitnya bertambah pada lengan. Jarum suntik malam ini sangat menyiksa dirinya.


Setelah semua hasil pemeriksaan diketahui, tim dokter sepakat jika Leon tidak mengidap penyakit apapun.

__ADS_1


Tetapi Leonard tetap merasa kesakitan pada perutnya, tubuhnya sangat lemas dan ngilu tersentuh sesuatu.


Alonso menghubungi Nyonya dan Tuan Besar Torres, memberitahu kondisi Leonard saat ini yang sangat memprihatinkan. Mengirimkan video serta hasil lab yang dilakukan, dan diagnosa dokter.


Kedua orangtuanya pun cemas bukan main, Leon dan Pamela sama-sama memerlukan pasangan ini. Nyonya Torres pun memutuskan bahwa suaminya akan kembali ke Madrid malam ini juga, sementara dirinya menemani Pamela yang memasuki masa akhir kehamilan.


Tiba-tiba seorang dokter setengah baya yang juga dikenal sebagai saudara jauh Leonard, menyambangi ruang perawatan. Tanpa diduga kata-katanya mengalihkan seluruh perhatian orang yang hadir, termasuk Nyonya Torres di balik ponsel.


“Apa istrimu sudah melahirkan Leonard?”, tanya wanita itu tanpa berbisik atau menutupi sesuatu.


“Jangan sembarang bicara”, peringatan rekan sesama dokter.


“Mana mungkin Tuan Muda memiliki istri, kau jangan mengada-ngada”, marah rekan lainnya pada dokter spesialis kandungan.


“Ck, Tuan Muda Torres. Menurut rekam medis, Nyonya Pamela akan melahirkan dalam waktu 4 minggu ini dan itu hanya prediksi, setiap bayi yang lahir tidak dipastikan tanggal dan jam berapa”, lanjut dokter yang Leon percayai menangani pencegahan kehamilan istrinya.


“Maksudmu?”, tanya Leon di sela rasa sakit.


Dokter kandungan ini pun menjelaskan fenomena yang tidak dapat dijelaskan secara medis, dan cukup langka dari banyaknya pasangan. Dirinya pernah menangani beberapa kasus seperti Leon, istrinya segera melahirkan tetapi yang merasa kesakitan adalah ayah dari bayinya.


“T-tuan benar juga, Tuan dan Nyonya besar saat ini ada di Jakarta, mungkin Nyonya Pamela mengalami tanda akan melahirkan sama seperti Tuan Muda”, tutur Alonso.


“Jadi aku akan sakit seperti ini selama 4 minggu? Hah lelucon macam apa itu”


“Akh, perutku mulas”, Leon memegangi erat perut bagian bawahnya.


 


**


Jakarta


Sontak Nyonya Torres yang mendengar penjelasan itu segera berlari masuk ke kamar Pamela, betapa terkejutnya wanita paruh baya ini melihat penampilan sang menantu yang sudah tidak karuan dan wajahnya menahan rasa sakit.


“PAMELA”, pekik ibu dari Aleandro Leonard Torres.

__ADS_1


“Mom, perutku.....perutku sa-sakit”, tangan Pamela mencengkram erat meja.


__ADS_2