
"Daddy i mis you." Rara berlari kearah Aron dan langsung melompat kedalam pelukan Aron.
Varel yang sudah menjemput kedua anak Aron dan mengantarkannya dengan selamat, dia memilih pamit undur diri dari ruangan Aron.
"Miss you to sayang." Aron memeluk Rara dan Rion bergantian.
Rara dan Rion meletakkan makanan yang mereka bawa di atas meja. Aron yang mencium bau masakan yang sangat sedap, air liurnya hampir saja menetes kalau saja Rara tidak menegurnya.
"Emm sayang apa mommy kalian gak ikut?"
"Mommy ada pekerjaan Dad, mungkin next time." Saut Rion
"Mommy kerja apa memang sayang?" Tanya Aron penasaran.
"Mommy punya perusahaannya sendiri Dad."
"Benarkah?"
"Yes Dad, mommy membangun perusahaannya yang sekarang sejak saat mengandung kami, perusahaan itu untuk membiayai kehidupan kami bertiga."
"Wah Daddy semakin mencintai mommy kalian."
"Kalau begitu ambilah hati mommy Dad, semangat."
Aron mengambil makanannya dan juga makanan Rara, Rara duduk di pangkuan Aron sambil asik bercerita tentang ini itu, Aron juga menyuapi Rara dengan telaten. Sedangkan Rion memakan makanannya dengan tenang disamping Aron. Sebenarnya Aron ingin menyuapi Rion tapi Rion tidak mau, Rion bilang kalau dirinya sudah besar.
"Sayang pantas kalian memiliki tubuh yang sehat-sehat, mommy kalian saja memasak makanan ini sangat enak, sayuran yang biasanya tidak enak, ini malah menjadi sangat enak, bagaimana mommy kalian bisa memasak seenak ini."
"Hehehe kamu benar Dad, kami memiliki tubuh yang sehat-sehat karena setiap kali kita makan mommy selalu mengawasinya, apa saja yang sebaiknya kita makan. Begitulah Dad, mommy tidak akan membiarkan aku dan kak Rion terjadi sesuatu sekecil apa pun itu."
Ketika Aron, Rara dan Rion asik makan, tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar. Aron tau yang membuka pintu itu bukan Varel, karena Varel tidak akan sekasar itu.
Aron memeluk Rara dan Rion, dia takut anak-anaknya dikenali oleh orang-orang yang tidak diinginkan, Aron sekarang paham jika keberadaan Thata, Rara, dan Rion itu adalah sebuah rahasia, oleh karena itulah Aron tidak bisa menemukan mereka bertiga.
"Kak Aron kenapa sangat susah sekali mene..." ucapan Lolita terhenti karena melihat Aron sedang memeluk 2 anak kecil.
"Akkhh Varel kemana sih, kenapa perempuan ini bisa masuk sampai sini."
"Daddy pengap Dad, siapa perempuan itu sih? Suaranya cempreng amat." ucapan Rara membuat Aron tersenyum tipis.
"Kak mereka siapa? Kenapa bisa ada anak kecil disini?"
"Bukan urusanmu, pergilah sekarang juga dari ruanganku!" Titah Aron.
"Tidak mau kak, aku akan tetap disini."
Rion yang sudah tidak sabar lagi dia melepaskan dirinya dari pelukan Aron, yang diikuti oleh Rara. Lolita menatap sikembar.
"Kak meraka siapa? Kenapa bisa sangat mirip denganmu? Apa mereka anak-anakmu?" tanya Lolita penasaran.
"Yah kami anak-anak Daddy kenapa?" Ketus Rara.
Lolita yang mendengar itupun langsung mendekat kearah Rara dan Rion dan akan menyentuh sikembar.
"Jangan menyentuhku Tante, aku alergi dengan sentuhan orang baru." Sarkas Rion.
Aron dan Rara sedang menahan tawanya karena ucapan Rion.
"Tante menjauhlah, parfum Tante membuatku pusing, Tante pake parfum murahan yah." Saut Rara dengan nada meledek.
__ADS_1
Aron sudah tidak bisa menahan kelucuan sikembar, dia terkekeh, lalu memcium rambut putrinya.
"Baiklah Tante tidak akan mendekat ke kalian, perkenalkan nama tante Lolita."
"Kak kalau mereka anak kak Aron, lalu mana ibunya kak?"
"Bukan urusanmu."
Lolita ingin sekali marah, namun ia menahannya.
Lolita tahu jika Aron belum menikah, dan kemungkinan besar sikembar adalah anak dari hubungan gelap Aron dan perempuan yang tidak tahu entah kemana.
"Kenapa Tante menanyai mommy kami hah?"
"Tante hanya penasaran, anak cantik sepertimu pastilah mommy kalian juga sangat cantik."
"Tentu saja, benar kan Dad kalau mommy sangat cantik, dan lebih cantik dari tante itu."
"Sangat benar sayang, mommy kalian perempuan tercantik yang pernah Daddy temui. Dan kecantikannya menurun kekamu sayang."
Ucapan Aron dan Rara mampu mencabik-cabik hati Lolita.
Varel datang keruangan Aron.
"Hey kau, kenapa selalu menyusahkanku sih, ayo pergi, kenapa kau sangat suka merusak suasana sih."
Varel akan menyeret Lolita namun Lolita berlari mendekat kearah Aron.
"Ih tante jangan pegang-pegang Daddy, nanti Daddy bisa kena virus." ucap Rara yang melihat Lolita ingin memegang kaki Aron.
"Sayang jangan seperti itu dong, Tante mencintai Daddymu, Tante mau kok jadi Mommy kalian."
"Tante mencintai Daddy?" Tanya Rara.
"Yah Tante sangat mencintai Daddymu sayang."
"Tante mencintai Daddy, tapi sayangnya Daddy hanya mencintai mommyku, jadi Tante lebih baik jangan mencoba-coba merebut Daddy dari mommyku, kalau Tante tatap nekat, tamat riwayatmu Tan." Ancam Rion.
Deghhh... Aron sekarang tahu kalau anak laki-lakinya bisa sangat menyeramkan jika mommynya terusik oleh orang lain.
"Pergilah Tan, kamu tidak ada kesempatan lagi, dan jangan coba-coba menemui Daddyku lagi." Usir Rara.
Varel menarik paksa Lolita yang masih mematung karena mendengar ucapan sikembar.
Selepas Lolita diusir Aron, Rara dan Rion melanjutkan makannya. Aron berniat mengajak sikembar kerumahnya, sikembar megiyakan dan Thata juga memperbolehkannya.
Didalam mobil sikembar tertidur dengan bersender pada Daddynya, mereka tertidur dengan sangat lelap sampai-sampai ketika sudah sampai rumah Aron, mereka berdua digendong oleh Aron dan Varel menuju tempat tidur Aron yang masih lelap dalam tidurnya.
Aron memilih mandi, karena tubuhnya sudah lengket dengan keringat.
Aron selesai mandi dan berganti pakaian, dia duduk di sofa yang menghadap ranjangnya, ia lihat kedua anaknya yang masih terlelap, Aron merasa ini mimpi, dia menemukan gadis yang dia cintai dan memiliki 2 malaikat kecil dihidupnya.
Aron mendengar suara mobil sport datang kerumahnya, yah Aron tahu itu pasi Thata. Dengan tidak sabarnya dia berlari menuruni tangga, padahal dirumahnya ada lift. Dasar bapak-bapak bucin.
Thata setelah memasuki halaman rumah Aron dia disambut oleh beberapa pelayan rumah Aron.
"Thata." Teriak Aron yang langsung memeluk Thata sampai Thata hampir terjatuh.
"Aku merindukanmu." Manja Aron.
__ADS_1
"Astaga Aron, kamu bikin aku kaget aja, lepasin Ron! Gak malu apa tuh pelayan kamu pada ngelihatin."
Para pelayan yang mengerti kode dari Aron menyingkir dari situ, terkecuali Varel yang masih setia melihat kebucinan seorang Aron.
"Udah gak ada para pelayan Tha, jadi aku bisa meluk kamu kan."
Thata pasrah, badannya dipeluk erat oleh Aron.
Aron melepaskan pelukannya. "Sudah puas?"
"Belum sih tapi aku takut kamu kecapean berdiri terus, ayo duduk, sikembar masih tidur." Aron menarik tangan Thata keruang keluarga yang sudah ada Varel disana.
Thata mendudukan bokongnya, dan Aron langsung tiduran di paha Thata, Aron menjadikan paha Thata sebagai bantalnya. Dan tangan Aron meraih tangan Thata dan menaruh tangan Thata dikepalanya untuk Thata agar mengusap kepalanya.
Thata menuruti kemauan Aron, dia teringat kepada sikembar yang sering kali seperti ini padanya.
Varel melihat jengah kemanjaan Aron.
"Thata kenapa perempuan secantikmu bisa menjadi seorang ibu dari anaknya pria tua manja itu."
Verel menunjuk ke Aron yang sedang bermain-main pada tangan Thata.
"Diamlah kau? Dasar perjaka tua." Sarkas Aron sambil melemparkan bantal sofa.
Thata tertawa lucu, melihat pertengkaran 2 sahabat itu.
"Daddy minggir ini tempatnya Rion."
Tiba-tiba Rion datang keruang keluarga, dan berusaha menyingkirkar Aron dari pangkuan Thata.
"Sayang kamu kan sudah tidur, sekarang giliran Daddy tidur."
"Tapi ini tempat aku Dad, Daddy minggir gak." Marah Rion yang malah terlihat menggemaskan.
"Rion berbagilah pada Daddymu ini yah."
"Tidak mau Dad," kesal Rion.
"Sayang kemarilah disebelah kiri, masih ada tempat buatmu." Rion memeluk Thata dari sebelah kiri.
"Mommy, Mommy tau gak tadi ada perempuan yang mencintai Daddy datang kekantor, dia katanya mau menjadi mommy kami, aku heran kenapa Daddy bisa kenal dengan perempuan seperti itu." ucap Rion.
"Benarkah itu Ron?" Tanya Thata pada Aron.
Aron bangun dari pangkuan Thata.
"Sayang jangan pikirkan yang aneh-aneh." Panik Aron.
Sedangkan Rion naik kepangkuan Thata dan memeluk Thata, Rion menguasai badan Thata agar Aron tidak lagi bisa tidur dipangkuan Mommynya.
Thata jelas tau akal-akalan anak kesayangannya, sedangkan Aron sedang panik bagaimana cara menjelaskannya pada Thata agar Thata tidak salah paham.
Thata memberikan kode pada Aron jika dia percaya pada Aron, dan Rion memang sengaja membahas perempuan itu agar dia bisa menyingkirkan Aron.
Aron mendengus kesal ketika memahami kondisinya, sedangkan Varel sudah pergi karena tidak sanggup menahan tawa melihat 2 makhluk yang posesif pada Thata. Dan lebih lucunya lagi mereka adalah anak dan daddy.
"Untung anak sendiri, kalau bukan udah aku hanyutin tuh dilaut, lagi asik-asiknya manja-manjaan sama Thata juga, eh malah pengrusuh datang." ucap Aron dalam hati.
Bersambung...
__ADS_1