PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
CHAPTER 61 “ALASAN HARRY MARAH!”


__ADS_3

"Tuan Harry sudah membawa nyonya Lilia ke suatu tempat deh! Dia pasti sudah memindahkan nyonya Lilia ke tempat lain! Agar kita tidak bertemu dengan nyonya Lilia di gedung tua itu!" Ucap Jim.


(DEG) "Ta.. tapi kenapa?! Kenapa kakek melakukan itu?! Padahal mama adalah menantunya sendiri!!" Ucap Layla tak percaya.


"Ya itu memang benar. Tapi tuan Harry itu memang tidak kenal ampun. Sepertinya tuan Harry memang tidak ingin ada orang yang pergi ke sana!" Ucap Jim.


(DEG) "Ah kau benar. Tapi sebenarnya apa yang mama lakukan di sana?! Kenapa mama pergi ke gedung tua itu?!" Ucap Layla.


"Sepertinya nyonya Lilia sedang mencari keberadaan tuan James di sana. Makanya dia pergi ke gedung tua itu sendirian!" Ucap Jim.


(DEG) Layla terkejut


"Sama seperti nona yang mencari keberadaan nyonya Lilia di sana. Nyonya Lilia pun juga begitu. Dia sedang mencari keberadaan tuan James! Dia juga sama seperti nona. Berfikir bahwa tuan James ada di sana!" Ucap Jim.


(DEG) "Begitu ya? Lalu sekarang kita harus bagaimana pak Jim? Apakah aku juga akan dibunuh oleh kakek?!" Tanya Layla.


"Itu tidak akan mungkin terjadi nona Layla. Yakinlah pada saya!" Jawab Jim.


"Kenapa kau begitu yakin?!" Tanya Layla.


"Karena nona adalah calon pewaris kekayaan keluarga Jamieson. Kalau terjadi sesuatu pada tuan Robert, maka nona lah yang akan menggantikannya!" Jawab Jim.


(DEG) "Jadi begitukah? Jadi kakek tidak akan membunuhku karena itu?!" Ucap Layla.


"Iya benar! Anda juga sangat penting di keluarga Jamieson, nona. Jadi tuan Harry tidak mungkin membunuh anda!" Ucap Jim.


"Hm baiklah. Tapi bagaimana dengan papa dan mama? Apakah kakek membunuh mereka?!" Tanya Layla.


"Kalau soal itu, saya sendiri pun juga tidak tau nona. Karena tuan Harry sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Jadi saya tidak tau apa yang terjadi pada mereka berdua. Maaf ya nona." Ucap Jim.


"Hm baiklah tidak papa. Tapi semoga saja, kakek tidak menyakiti mereka!" Ucap Layla.


"Aamiin." Ucap Jim.


"Lalu pak Jim, bagaimana caranya kakek menemuiku besok? Sedangkan kau saja sedang ada bersamaku dan juga aku tidak melihat mobil kakek! Masa dia memakai taksi sih?" Ucap Layla.


"Saya juga tidak tau nona. Sejak awal saya bertemu dengan tuan Harry, saya juga tidak melihat mobilnya!" Ucap Jim.

__ADS_1


(DEG) "Apa? Kau tidak melihat mobilnya?!" Ucap Layla kaget.


"Iya nona. Saya sama sekali tidak melihat mobilnya. Bahkan saat tuan Harry pertama kali datang ke rumah, dia juga tidak membawa mobilnya! Tiba-tiba saja dia datang dengan berjalan kaki!" Ucap Jim.


(DEG) "Apa?! Tapi di mana mobilnya?!!" Ucap Layla kaget.


"Saya juga tidak tau nona. Terlalu banyak misteri yang belum terungkap!" Ucap Jim.


(DEG) "I.. iya kau benar. Lalu bagaimana dengan supir baruku itu? Apakah dia benar-benar sudah pulang ke rumah?" Tanya Layla.


"Dia pasti pulang kok. Karena saya melihat tuan Harry menyuruhnya untuk pulang!" Jawab Jim.


"Hm baiklah. Semoga saja begitu. Supir itu sangat baik soalnya. Aku tidak mau dia kenapa-kenapa!" Ucap Layla.


"Ya, saya juga. Semoga saja dia baik-baik saja." Ucap Jim.


"Aamiin." Ucap Layla.


"Hm.."


"Iya nona. Saya melakukan ini semua demi kalian. Saya sama sekali tidak jahat! Saya hanya berpura-pura membantu tuan Harry, agar saya bisa mengungkapkan semua keanehan ini dan bisa mencari keberadaan tuan James dan nyonya Lilia! Saya benar-benar melakukan ini semua demi kalian!!" Ucap Jim.


"Fyuh~ syukurlah kalau begitu. Aku senang mendengarnya. Terima kasih banyak pak Jim. Kau sudah seperti ayah keduaku. Terima kasih banyak!!" Ucap Layla yang langsung memeluk Jim.


"Hm.. iya nona. Kau juga sudah seperti putriku sendiri. Kalian semua sudah seperti keluargaku. Jadi aku tidak akan mungkin menyakiti kalian!!" Ucap Jim sembari mengelus kepala Layla.


"Iya, aku percaya padamu pak Jim!" Ucap Layla sembari tersenyum.


"Terima kasih nona. Aku pasti akan melindungimu! Sekarang ini tuan Harry sangat berbahaya. Jadi berhati-hatilah saat berhadapan dengannya. Jangan pernah membuat tuan Harry marah!" Ucap Jim.


"Iya, baiklah pak Jim. Aku akan mengikuti semua perkataanmu!" Ucap Layla yang langsung melepas pelukannya.


"Bagus nona!" Ucap Jim sembari tersenyum.


"Hehe." Layla tersenyum.


Jim pun juga tersenyum

__ADS_1


"Tapi pak Jim, aku masih tidak mengerti 1 hal deh!" Ucap Layla.


"Soal apa?" Tanya Jim.


"Soal kesadisan kakek! Kenapa dia melakukan ini semua? Apa hanya karena ingin menghancurkan keluarga Jamieson saja?! Tapi kenapa dia harus menyakiti kami semua? Di mana kakekku yang ramah dan penyayang?! Kenapa dia jadi berubah seperti ini?!!" Tanya Layla.


"Hm.. sepertinya ini semua terjadi karena tuan Harry ingin menghancurkan keluarga Jamieson deh. Sepertinya dia sangat ingin menghancurkannya. Makanya dia melakukan berbagai cara untuk merealisasikan itu semua!!" Ucap Jim.


"Tapi kenapa pak Jim?! Kenapa kakek sangat ingin menghancurkan keluarga ini?! Memangnya apa yang sedang dia kejar, sampai-sampai harus menghancurkan keluarga yang sudah ada selama bertahun-tahun?!!" Ucap Layla bingung.


"Entahlah. Saya juga tidak tau nona. Tapi mungkin saja, dia punya ambisi lain. Mungkin ada impian yang ingin dia kejar. Oleh karena itu, dia melakukan ini semua!!" Ucap Jim.


(DEG) "Ambisi apa lagi yang kakek punya sekarang?! Apa benar hanya karena itu?!!" Ucap Layla.


"Hm.. entahlah nona. Kita tidak pernah tau apa yang ada di pikiran tuan Harry!" Ucap Jim.


"Haah.. aku benar-benar tidak mengerti isi pikiran kakek. Kenapa dia mengorbankan keluarga ini demi ambisinya?! Kakek itu benar-benar jahat! Lalu kenapa papa dan mama jadi incarannya?!!" Ucap Layla marah.


"Hm.. sepertinya karena tuan James telah membuat tuan Harry marah deh. Begitu juga dengan nyonya Lilia. Nona kan tau sendiri kalau tuan Harry itu bukan orang yang pemaaf!" Ucap Jim.


(DEG) "K.. kau benar! Sepertinya sedari awal, papa memang telah melakukan kesalahan! Sebelum mereka pergi dengan mobil, papa dan kakek sempat berbincang-bincang! Mereka seperti menyebut nama seseorang! Aduh siapa ya? Aku pernah mendengarnya saat mengecek CCTV!!" Ucap Layla.


"Haah.. apa nona mendengar nama Blaire?" Tanya Jim.


(DEG) "I.. iya! Nama Blaire!! I.. itu.. i.. itu nama.."


"Nama nenek nona." Ucap Jim.


"Iya benar! Papa dan kakek sedang membicarakan nenek! Karena nama nenek kan “BLAIRE JAMIESON”!!" Ucap Layla.


"Hm.. kau benar nona. Itu nama nenek nona!" Ucap Jim sembari tersenyum.


(DEG) "La.. lalu, a.. apa yang membuat kakek jadi marah karena itu?!!" Tanya Layla.


"Hm.. mungkin karena.."


To Be Continued...

__ADS_1


__ADS_2