PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
Aron Tersadar


__ADS_3

Thata sedang tertidur, ia merasakan ada sesuatu yang mengelus kepalanya, Thata menikmati itu selang beberapa waktu dia membuka matanya kaget.


"Aron kamu sudah sadar," ucap Thata kaget, senang, terharu. Aron hanya mengangguk lemah.


"Huwaaaa," tangis Thata pecah. "Akhirnya kamu bangun juga Ron, katanya cuman tidur sebentar tapi kenapa sampai sebulan lebih hikss..hiksss." Thata sesenggukan, Aron tersenyum gemas, dia ingin memeluk istrinya tapi badannya terlalu lemah untuk melakukan itu.


Thata memencet tombol, "Ares cepat kemari! Suamiku sadar."


Beberapa saat kemudian, Ares datang hanya menggunakan piyama tidurnya namun ia lengkap membawa peralatan dokternya. Ares berlari kearah Aron dia masih mengucek matanya.


Thata menyingkir dia membiarkan Ares memeriksa Aron.


Setelah Ares selesai memeriksa Aron, "Kak Aron tidak papa Kak, kondisinya memang masih sangat lemah tapi badannya sudah baik-baik saja. Dan luka yang berada pada kepalanya tidak berefek apa punKak."


"Daddy," pekik Rara kaget. Dia tadi sedang tertidur akan tetapi mendengar suara kebisingan dari arah kamar Daddynya, dia memilih bangun dan datang kekamar Daddynya. "Yeyyy Daddy sudah bangun,,, akhirnya kamu bangun Dad, aku merindukanmu Dad." ucap Rara.


Aron lagi-lagi hanya bisa tersenyum.


Rion datang, "Kenapa brisik sekali sih? aku lagi tidur tahu!" ucap Rion matanya masih tertutup.


"Hey dasar anak kecil, bukalah matamu dahulu sebelum berkata." Rion membuka matanya.


"Daddy sudah bangun?"


"Iya Kak Daddy sudah bangun."


"Ares kamu ternyata tidak bodoh yah, dengan metode yang kamu buat untuk Daddy dapat membuat Daddy sadar dengan cepat."


"Yaakkk, aku itu memang jenius, bocah tengik, lihat aku berhasil membangunkan Daddymu." ucap Ares bangga.


"Itu juga karena aku bodoh, aku juga orang yang berperan penting dengan obat yang Daddy pakai." Saut Rion tak mau kalah.


"Heyyy, bisakah kalian tidak ribut sehari saja." Omel Rara, dia sudah berkacak pinggang sambil menghadap Rion dan Ares.


"Tidak." jawab Rion dan Ares bersamaan.


***


Thata bergelayut manja didada Aron, keadaan Aron sedah semakin membaik, alat-alat yang berada ditubuhnya sudah dicopot kecuali selang infus.


"Sayang kamu tidak lelah seperti ini terus hemm?" ucap Aron,


"Tidak," jawab singkat Thata.


"Tapi Sayang, aku lapar. Kamu tidak ingin menyuapiku?" ucap Aron lembut.


"Astaga bodohnya aku, kamu kan belum makan dari tadi, sebentar aku ambilkan dulu." Thata berlari keluar untuk mengambil makanan untuk Aron.


"Hehehe lucunya," gumam Aron.


Thata kembali kekamar Aron dia membawa semangkuk bubur putih hangat untuk Aron.

__ADS_1


"Aaa buka mulutmu!" Aron membuka mulutnya.


Aron tersenyum tipis, "Kenapa kamu senyum-senyum gitu?" tanya Thata.


"Sayang." Panggil Aron lembut.


"Hemm,"


"Aku mendengar semua yang kamu katakan ketika aku koma."


Thata menatap Aron, bubur yang sudah berada di sendok akan masuk mulut Aron, ia jatuhkan kembali kemangkok bubur.


"Lalu kalau kamu dengar, kamu mau apa?" Thata kembali menyuapkan bubur pada Aron.


"Sayang kita bulan madu yuk!"


"Jangan macam-macam dulu Ron, kamu belum sembuh total." saut Thata


Aron semakin mendekat ke Thata, "Ayo lah Sayang! Mau yah! Kalau kita bulan madu, aku pasti cepat sembuh." Rengek Aron, dia mendekap Thata dan menaruh kepalanya dibahu Thata.


"Oke aku mau, tapi kalau kamu sudah sembuh nanti."


"Aaa Sayang besok aja gimana?"


"Nanti kalau kamu sudah sembuh, atau tidak usah sama sekali." Ancam Thata.


"Oke oke nanti kalau aku sudah sembuh janji yah." Thata menganggukan kepalanya.


"Kamu yang bilang sendiri kalau aku boleh grepek-grepek."


"Iya tapi tidak sekarang juga Ron, kamu lagi makan dan kamu sedang tidak bisa mandi air dingin. Kalau nanti belut jumbomu ngamuk siapa yang akan menenangkannya."


Aron menghentikan tangan nakalnya, dia tersenyum malu karena kelakuannya selama ini ternyata diketahui oleh Thata. Aron sejak menikah dengan Thata dia selalu mandi air dingin, karena.... (Kalian paham kan yah maksudnya).


Varel masuk tanpa permisi, "Huwaaaa,, Aron akhirnya kamu sadar, aku kewalahan menangani perusahaanmu Ron." kelus Varel dia terduduk lemas dilantai bahkan penampilannya acak-acakkan.


Monika menatap aneh pada Varel.


"Huhh gitu amat ya anak orang." gumam Monika. Ia bergidik merinding.


"Nanti aku kasih bonus." Saut Aron, Varel kembali bersemangat. "Nah gitu dong, aku kan jadi semangat kerjanya."


"Dasar mata duitan," cibir Monika.


Thata dan Varel seperti bisanya dia hanya menjadi penonton setia melihat Aron dan Monika yang beradu mulut tak ada ujungnya.


***


3 hari kemudian...


Thata dan Aron sedang duduk ditepian danau, Aron sudah kembali bisa berjalan, namun dia masih harus melakukan terapi agar tubuhnya kembali normal seperti sedia kala.

__ADS_1


"Tha kenapa kamu dari awal gak bilang kalau kamu pemimpin Marszius?" tanya Aron, dia sudah sangat penasaran kenapa istrinya selalu menutupi identitasnya.


"Maaf, aku hanya terbiasa selalu menutupi identitasku."


Aron merangkul Thata, "Apa aku sedang bermimpi? bagaimana bisa aku mempunyai seorang istri yang ternyata adalah orang yang selalu dicari keberadaannya dibelahan bumi ini. Seorang yang dikenal dengan kehebatannya disegala bidang." ucap Aron, dia tentu saja tahu tertang organisasi Zius.


"Aku hanya istrimu Ron."


"I love you." ucap Aron.


"I love you too Ron."


"Sayang aku penasaran, kamu apakan perempuan itu?" tanya Aron, yang bermaksud menanyakan Lolita.


"Sudah kubilang jangan bahas perempuan lain ketika kita sedang bersama," ucap Thata galak.


"Astaga aku lupa Sayang, maaf, aku hanya penasaran saja. Kamu pasti tidak akan tinggal diam dengan apa yang telah diperbuatnya, kamu kan udah bucin sama aku sekarang."


"Aku belum dengar kabarnya lagi Ron, mungkin dia sedang menjadi bahan percobaan Rion dan Ares." jawab Thata dengan datar.


"Ouhhh.."


"Sayang kapan kita bulan madu? Aku sudah sembuh loh." Aron tiduran dipaha Thata.


"Pengin banget yah?" jail Thata dia menggoda Aron.


"Banget sayang,"


"Mau gak ke korea? aku mau kesana sekalian nonton konsernya BTS."


"Aiss kenapa kamu sekarang malah jadi suka boy band korea sih? gantengan aku Sayang. Siapa sih idola kamu itu namanya yang satu huruf doang?"


"V."


"Nah itu, aku lebih tampan dari pada dia Tha."


"Tapi dia pria tertampan didunia berturut-turut Ron." saut Thata yang mengungkapkan fakta.


"Akhhh kamu menyebalkan, bisa tidak. Kamu jangan membelanya terus, aku ini berasa jadi suami kedua kamu tau gak." omel Aron.


Thata malah tertawa karena berhasil menjahili Aron.


"Aron, V memang pria tertampan didunia, tapi menurutku kamu yang paling tampan Ron, dan kamu pria yang selalu ada dihatiku, V hanya ada dipikiranku kok."


"Aaaa bisa aja deh kamu kalau ngomong, jadi pengin gitu kan jadinya."


"Hey kamu itu pikirannya kesitu mulu sih?"


"Aku sudah tidak sabar Sayang, bisa tidak? Sekarang saja."


Bukannya menjawab Thata malah memilih pergi meninggalkan Aron.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2