PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
Bertamasya (2)


__ADS_3

Bis tamasya sudah sampai dipantai, semua orang turun dan akan beristirahat sebentar ditempat yang sudah disediakan untuk masing-masing keluarga.


Sikembar tertidur, Aron membopong Rara dan Thata membopong Rion, mereka pergi ketempat istirahat. Aron yang berniat menemani sikembar tertidur, malah dia juga ikut tertidur ditengah-tengah kasur dan kedua anaknya memeluknya disisi kira dan kanan.


Thata yang melihat itu mengambil ponselnya lalu memotret tiga orang yang sedang tertidur dengan lelap. Hatinya menghangat ketika Aron dan sikembar bersama.


Ponsel Thata berbunyi, Thata masuk kekamar mandi karena tidak ingin ketiga orang itu terbangun karena mendengar suaranya.


"Thata kamu dimana? Aku udah sampai dibandara nih, jemput aku dong." ucap Monika.


"Maaf Mon, aku lupa beritahu kamu, kalau Aku dan sikembar sedang bertamsya. Jadi kamu kerumahku sendiri yah, aku sudah kirim alamatnya kan? Tunggu kami pulang nanti."


Thata menutup panggillan Monika.


Thata keluar dari kamar mandi, dan tangannya langsung ditarik oleh Aron, Aron menghimpit tubuh Thata ketembok.


"Sayang kamu kenapa menelpon sembunyi-sembunyi, siapa yang kamu telpon tadi hemmm." suara serak Aron tepat ditelinga Thata.


"Temenku Ron, dia minta jemput dibandara, tapi aku kan disini." saut Thata dengan santay.


"Laki-laki atau perempuan sayang?" Aron memainkan rambut Thata.


"Kalau laki-laki emang kenapa?"


"Aku cemburu, laki-laki yang dekat denganmu entah itu berstatus apa, aku akan cemburu karena dia laki-laki."


"Termasuk dengan anakmu sendiri iya?"


"Yah termasuk juga dengan Rion."


Thata terkekeh dengan kecemburuan Aron.


"Tenanglah tadi itu sahabatku yang perempuan."


Aron memeluk Thata, Thata hanya berdiam mematung.


"Sayang sebenarnya aku ingin melakukan yang lebih dari pada pelukan, aku ingin mencumbumu, aku ingin membelaimu, aku ingin menyentuh semua yang ada padamu, tapi aku sadar jika aku melakukannya. Aku akan menjadi pria yang brengsek untuk kedua kalinya. Aku mencintaimu Tha, sangat-sangat mencintaimu, itu kata yang mampu mewakili dari banyaknya rasa yang aku dapat tentangmu Tha. Sayang aku mungkin tidak tahu malu, tapi bisakah kamu belajar mencintaiku, perlahan-lahan atau bahkan sampai waktu lama aku akan menunggumu, tapi tolong belajarlah mencintai pria brengsek ini." ucap Aron dengan lembutnya, Thata yang merasakan ketulusan Aron hanya balas memeluk Aron.


"Aron jangan sebut dirimu pria brengsek lagi yah, kalau sikembar tahu pasti mereka tidak akan suka mendengarnya."


"Ron belajar mencintaimu akan aku lakukan, tapi aku tidak bisa yakin jika aku bisa mencintaimu, ada suatu kejadian yang membuat hatiku mati rasa pada seorang pria. Jadi sekarang kita lihat apakah kamu bisa membuatku mencintai seorang pria apa tidak."

__ADS_1


Aron tidak bisa berkata lagi, dia teramat senang mendengar ucapan Thata jika Thata akan belajar mencintainya, itu sudah lebih dari cukup. Pikir Aron.


"Itu Rara sudah bangun, pergilah! dia pasti akan mencarimu, dia sangat nempel padamu sekarang."


"Apa tidak papa?"


"Tentu saja tidak papa, kamu kan Daddynya Aron, anak perempuan akan sangat butuh sosok pria berada dihidupnya dan yang pertama itu adalah sosok pria pada diri seorang ayah, dan aku melihat kamu adalah cinta pertamanya Rara sekarang, jadi jangan mengecewakannya yah."


Aron tersenyum mendengar ucapan Thata, dia mengecup bibir Thata namun jarinya menutup bibir Thata, sehingga Aron mencium jarinya sendiri. Aron menghampiri Rara, dan benar saja Rara langsung meminta pelukan dari Aron dengan senang hati Aron memberikan pelukan seorang Daddy.


Acara pertama dimulai, berbagai perlombaan sudah disiapkan oleh panitia. Perlombaan pertama adalah memanah untuk 1 keluarga, yang mendapat poin terbanyak itu adalah pemenangnya dan akan diberikan voucer makan gratis direstoran terkenal selama satu minggu penuh.


Rion dan Rara, mendapat poin terbanyak dibandingakan para teman-temannya. Sekarang giliran Aron memanah, dalam memanah diberi kesempatan sebanyak 3 kali. Busur panah pertama Aron mendarat pas pada angka 10, busur panah yang kedua juga sama mendapat angka 10 dan untuk busur ketiganya Aron mendapat nilai sempurna. Para wali murid menatap kagum Aron, badannya yang bagus, visualnya yang rupawan ketika memamah semakin memunculkan aura yang luar biasa pada diri Aron.


Dan yang terakhir adalah Thata, dia sudah bersiap pada posisinya, dia bersiap akan menembakan busur dengan posisi badan yang sempurna, Aron yang melihat Thata dia tahu jika Thata pasti bisa memanah dengan sangat baik, posisi tangannya, kakinya, pandangannya, semua sempurna.


Dan benar saja Thata mampu mendapat poin sempurna.


Acara selanjutnya adalah bermain bola untuk yang laki-laki, Thata yang membawa kamera sedari tadi tidak lupa mengabadikan momen bahagia sikembar bersama Aron. Pertandingan bola berhasil Aron dan Rion menangkan. Selanjutnya adalah lomba memasak bagi yang perempuan, Thata dan Rara menang, mereka memakan makanan yang sudah dibuat oleh 2 wanita cantik itu.


Aron dan Thata beserta sikembar mampu memenangkan semua pertandingan yang mereka ikuti. Waktu sudah menunjukan sinar matahari yang akan digantikan oleh sinar bulan. Tamasya selesai dengan kebahagiaan pada diri masing-masing orang.


***


Monika membeli minuman dipinggir jalan, ketika dia mendapatkan minumannya dia melihat kearah jalan raya, dijalan raya ada seorang gadis yang tiba-tiba berlari akan menerjang lalu lintas. Monika yang melihat itu langsung berlari dan tanpa sadar membuang minumannya yang baru saja ia beli.


Brughhh... Monika menarik tangan gadis itu kearahnya dan membentur badan Monika.


"Kalau mau mati jangan ditempat ramai, kasihan nanti orang-orang pada repot sama mayat kamu." ketus Monika.


"Akhh sialan kenapa kamu malah menarikku sih." Bentak gadis itu.


"Dasar perempuan tidak tahu diri bukannya bilang makasih malah bentak aku."


Monika yang kesal langsung meninggalkan gadis itu tanpa menoleh sedikit pun.


"Gara-gara gadis itu, minumanku terbuang sia-sia, akh harus ngantri lagi belinya." Kesal Monika.


Dengat sangat terpaksa Monika mengantri lagi untuk membeli minumannya.


***

__ADS_1


Rara menggeliat dipelukan Aron.


Cuppp... Rara mencium pipi Aron. "Daddy bangun!" Rara menggoyangkan badan Aron.


"Peri kecilnya Daddy ternyata udah bangun, morning sayang." Aron duduk menghadap Rara.


Tok..tok..tok Thata masuk kedalam kamar Rara.


"Mommy." Panggil Rara berlari menghampiri Thata.


"Kak Rion mana Mom?"


"Kakak kamu lagi mandi dikamar mandi, kamar Mommy sayang, udah sana mandi dulu kita sarapan bareng Daddymu juga oke."


"Emm." Rara mengecup pipi Thata kemudian masuk kedalam kamar mandi.


"Ron kamu mandilah dahulu dikamar atas bersama Rion! bajumu juga ada disana. Aku masak dulu, nanti bawa anak-anak kemeja makan yah."


"Siap sayang."


***


Dimeja makan Aron dan Thata beserta sikembar siap akan memakan sarapan paginya.


"Wihh bau wanginya sampai ke cium ke kamarku loh." ucap Monika yang tiba-tiba muncul.


"Tante Monika kapan datang?" Kaget Rara. "Kenapa gak bari tahu aku?"


"Kejutan sayang, sini berikan tante cantik ini pelukan hangat kalian dulu."


Rion dan Rara memeluk Monika sayang, mereka semenjak lahir sudah bersama Monika. Monika kenal dengan Thata karena pada saat itu Monika menolong Thata yang pinsan disebuah taman, Monika membawa Thata kerumah sakit dan dari situlah Thata mengetahui bahwa dirinya mempunyai bayi kembar didalam rahimnya. Semenjak kejadian itu Monika dan Thata menjadi dekat seperti layaknya keluarga, umur mereka hanya berjarak 2 bulan saja dengan Monika yang lebih tua.


"Oh ini Daddynya sikembar." Monika melihat Aron. "Mukanya sangat mirip dengan Rion jadi tidak perlu diragukan lagi."


"Rion yang mirip denganku, aku lebih dulu lahir dari pada dia, dan aku juga Daddynya. Jadi yang benar itu Rion mirip denganku, bukan Aku yang mirip dengan Rion."


Monika melototkan matanya, dia kira Aron laki-laki yang dingin dan acuh ternyata Aron juga mempunyai lawakannya yang terdengar aneh namun lucu jika didengar.


Selang beberapa detik, ruang makan terdengar suara kekehan karena ucapan Aron.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2