PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
CHAPTER 59 “CHAT ROBERT”


__ADS_3

(Skip) Beberapa jam kemudian


"Kok tuan robert sampai sekarang belum pulang ya? Padahal ini kan udah lama banget! Apa tuan Robert pergi ke rumah temannya ya?" Ucap pelayan (6).


"Hm entahlah. Tapi coba kutelepon dulu ya. Aku juga khawatir nih." Ucap pelayan (7).


"Iya. Coba kau telepon tuan Robert! Jangan sampai dia kenapa-napa. Karena saat ini, anggota keluarganya sudah tidak ada. Entah mereka semua pergi ke mana. Tapi aku khawatir tuan Robert menyakiti dirinya sendiri, karena terlalu terpuruk. Tapi semoga saja tidak!" Ucap pelayan (6).


"Iya semoga saja. Lagipula tuan Robert itu orang yang kuat. Jadi kurasa tidak mungkin dia akan terpuruk seperti itu!" Ucap pelayan (7).


"Hm iya. Tapi cobalah telepon dia. Agar kita tau di mana keberadaan tuan Robert!" Ucap pelayan (6).


"Iya. Tunggu sebentar." Ucap pelayan (7).


Pelayan (7) pun langsung menyalakan ponselnya


TING


Tiba-tiba ada pesan masuk


"Eh ada pesan masuk?" Ucap pelayan (7).


"Dari siapa?" Tanya pelayan (6).


"Da.. dari tuan Robert!" Jawab pelayan (7).


"Apa? Kalau begitu, bukalah! Siapa tau itu penting!" Ucap pelayan (6).


"Iya iya, baiklah. Akan kubuka!" Ucap pelayan (7).


Pelayan (7) pun langsung membaca pesan Robert


(Chat) Bi, aku sedang bersama temanku sekarang. Jadi tidak usah mencariku! Aku baik-baik saja! - Robert.


"Eh? Tuan Robert bilang, dia sedang bersama temannya! Itu artinya, tuan Robert akan menginap di rumah temannya!" Ucap pelayan (7).


"Hah serius? Jadi tuan Robert akan menginap di rumah temannya?!" Ucap pelayan (6) kaget.


"Iya. Nih buktinya." Ucap pelayan (7).


Pelayan (7) pun langsung menunjukkan isi chat Robert pada pelayan (6)


"Ah iya kau benar!" Ucap pelayan (6).


"Hm. Bahkan di sini saja tuan Robert mengatakan bahwa kita tidak usah mencarinya!" Ucap pelayan (7).


"Itu berarti, dia aman dong?" Ucap pelayan (6).


"Ya sepertinya begitu. Lagipula dia sedang bersama temannya sekarang. Jadi pastilah dia aman! Mungkin sekarang tuan Robert sedang ingin menenangkan pikirannya! Makanya dia menginap di rumah temannya!" Ucap pelayan (7).


"Ya kau benar! Mungkin saja tuan Robert memang sedang ingin menenangkan pikirannya!" Ucap pelayan (6).


"Hm. Tapi kira-kira semua anggota keluarga Jamieson pergi ke mana ya? Kenapa sampai sekarang, belum ada yang kembali?! Bahkan pak Jim dan supir baru itu pun juga ikut menghilang! Apakah ini akhir dari keluarga Jamieson?!!" Ucap pelayan (7).

__ADS_1


"Hei sstt. Hati-hati kalau bicara!" Ucap pelayan (6).


"Ah iya. Maafkan aku. Mulutku ini." Ucap pelayan (7) yang langsung memukul pelan mulutnya.


"Hm. Hati-hati. Jangan seperti itu lagi! Karena kita juga pasti sedang diawasi sekarang! Meskipun anggota keluarga Jamieson tidak ada, tapi pasti ada mata-mata yang mengawasi kita! Jadi hati-hati dan jangan asal bicara!" Ucap pelayan (6).


"Iya." Ucap pelayan (7) takut.


"Yasudah kalau begitu, ayo kita masuk ke dalam. Yang penting sekarang, kita sudah tau bahwa tuan Robert baik-baik saja! Dia sedang bersama temannya!" Ucap pelayan (6).


"Iya. Kalau begitu, ayo kita masuk." Ucap pelayan (7).


"Ayo." Ucap pelayan (6).


Lalu kedua pelayan itu pun masuk ke dalam rumah


(Skip) ke Layla


"Engh.."


Layla pun terbangun dari tidurnya


"Hoam~ sudah jam berapa ini?" Ucap Layla pada dirinya sendiri.


Layla pun langsung melihat jam dinding


"Hm.. ternyata masih malam? Kupikir ini sudah pagi! Aku sudah lama sekali berada di rumah kecil ini sendirian. Sekarang ada di mana kakek? Kakek belum menemuiku sejak kemarin! Padahal dia sudah berjanji akan menemuiku. Tapi sampai sekarang, dia tidak kunjung datang!" Ucap Layla.


Lalu Layla pun langsung memutuskan untuk keluar dari kamar


Lalu Layla pun langsung pergi berjalan-jalan di sekitar rumah


"Hm.. rumah ini sangat sepi. Di sini hanya ada aku dan pak Jim. Tapi kenapa kakek malah menyuruhku untuk datang ke sini?! Padahal aku kan ingin melihat jasad “itu”! Tapi kenapa aku malah dibawa ke sini??" Ucap Layla bingung.


Layla pun langsung lanjut berjalan-jalan


"Hm.. aku benar-benar tidak mengerti deh." Ucap Layla.


Layla pun langsung pergi ke arah pintu rumah


'Hm.. sejak sampai di sini, aku tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah. Sekarang aku coba saja deh. Siapa tau pintunya gak dikunci! Kan siapa tau aja nih.' - dalam hati Layla.


Layla pun langsung membuka pintu rumahnya


GREP


(DEG) Layla terkejut


'Tangan ini?!' - dalam hati Layla.


Layla pun langsung berbalik


(DEG) "Pak Jim?!" Ucap Layla kaget.

__ADS_1


"Mau ke mana kau nona?" Tanya Jim dengan tatapan menakutkan.


(DEG) "A.. aku.. a.. aku ingin mencari angin!" Jawab Layla takut.


'Se.. sejak kapan pak Jim ada di sini?! Ku.. kupikir dia sudah tidur!' - dalam hati Layla.


"Sudah cepat kembali ke kamarmu nona. Besok tuan Harry akan menemuimu!" Ucap Jim.


"Apa? Besok kakek akan menemuiku?! Kenapa dia tidak menemuiku sekarang saja?!" Tanya Layla.


"Karena ini sudah larut malam nona. Jadi akan lebih baik jika tuan Harry menemuimu besok! Sekarang pergilah ke kamarmu nona." Ucap Jim.


"Gak ah. Aku gak mau menurutimu. Bahkan sejak awal saja, kau sama sekali tidak memberitahuku tentang rencana kakek!" Ucap Layla.


"Haah.. saya mohon nona. Lebih baik nona ikuti saja kemauan tuan Harry. Daripada tuan Harry marah!" Ucap Jim.


"Ck memangnya kakek akan menyakitiku apa, jika aku tidak menurutinya?!" Ucap Layla kesal.


"Mungkin saja. Lagipula kita juga tidak akan pernah tau isi pikiran seseorang." Ucap Jim.


'Hm.. dia ada benarnya juga sih.' - dalam hati Layla.


"Baiklah baiklah. Aku akan menuruti keinginan kakek. Tapi aku ingin menanyakan satu hal padamu!" Ucap Layla.


"Tentang apa?" Tanya Jim.


"Apa kau juga ikut terlibat dalam rencana kakek?!" Tanya Layla dengan tatapan serius.


... - Jim


"Ayo jawab aku pak Jim! Hanya 1 saja kok yang ingin aku tanyakan! Setelah itu, aku tidak akan bertanya lagi!" Ucap Layla.


"Kalau aku tidak mau?" Ucap Jim.


"Maka aku tidak akan mau pergi ke kamarku! Biarkan saja kakek, kalau kakek marah dan menyakitiku. Aku tidak peduli!!" Ucap Layla.


"Haah.. ya ampun. Kau ini benar-benar keras kepala!" Ucap Jim.


"Ya, karena aku dari keluarga Jamieson! Kami semua memang keras kepala!" Ucap Layla.


"Hm. Aku bisa melihatnya." Ucap Jim.


"Yasudah kalau begitu, cepat jawab pertanyaanku! Kalau kau menjawabnya, maka aku akan langsung pergi ke kamarku!" Ucap Layla.


"Haah.. baiklah. Tapi tidak di sini!" Ucap Jim.


"Wah serius?! Kalau begitu, cepat buka pintunya!!" Ucap Layla senang.


'Agar aku bisa cepat mengetahui jawabannya!' - dalam hati Layla.


"Siapa yang bilang sekarang nona?" Ucap Jim.


"Eh?!" Ucap Layla kaget.

__ADS_1


To Be Continued...


__ADS_2