
"Mom ikut aku sebentar, ada yang mau aku kasih tunjuk pada Mommy." ucap Rion.
Thata mengikuti Rion masuk kedalam kamar Rion.
Rion mengambil laptopnya.
"Mom aku rasa aku tahu penyebab kematian Kakek dan Nenek, seperti yang Mommy duga, kalau mereka memang meninggal bukan karena kecelakaan yang diakibatkan oleh sopir."
Rion memberikan video pada Thata. "Coba Mommy lihat, disini ada orang yang menyabotase jalanan terlebih dahulu sebelum kejadian kecelakaan pada saat itu."
Thata mengamati video yang diputar oleh Rion, benar saja ada orang yang sedang melakukan sesuatu pada jalanan, seperti menaruh sesuatu di lubang air ditengah jalan raya.
"Kamu dapat video ini dari kamera mobil yang memantulkan gambar dari kaca toko pakaian ini yah."
"Benar Mom, Mommy saat mencari tahu video disana memang bersih tidak ada jejak sama sekali. Rion menemukan rekaman ini dari seorang Nenek yang Rion tolong tadi, beliau menceritakan betapa mengerikan kecalakaan yang dialami oleh kakek dan nenek, beliau ada ditempat kejadian pada saat itu. Dan saat itu beliau bilang kalau mobilnya membelakangi kecelakaan itu. Rion yang baru ingat jika mobil itu membelakangi kecelakaan tapi kita bisa melihat kejadian lewat pantulan kaca, Rion meretas kamera mobil beliau. Lalu Rion tidak hanya menemukan bagaimana kecelakaan kakek dan nenek terjadi, tetapi juga seorang yang kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan itu terjadi."
Rion mengusap air mata Thata yang sudah menetes dipipinya. "Mommy tenang saja yah, Rion janji! Rion akan menemukan dalangnya. Mommy sekarang hanya perlu bahagia bersama kita dan juga Daddy."
Grepp... Thata memeluk Rion erat. "Terima kasih sayang untuk semuanya, terima kasih karena kamu menjadi anak Mommy. Kamu mengingatkan Mommy pada Kakekmu, beliau selalau bilang akan menangani masalah yang Mommy hadapi dan menyuruh Mommy bahagia." Thata sesenggukan.
"Mommy dulu punya sosok pria hebat seperti kakek, sekarang Mommy punya Aku dan juga Daddy yang akan selalu membahagikan Mommy."
"Mommy jangan nangis mulu dong, ingusnya keluar tuh banyak hehehe."
Thata mencubit pelan perut Rion.
"Auu sakit Mom," pekik Rion. "Mommy jangan menangis lagi yah, nanti Kakek sama Nenek ikutan sedih gimana? Mommy perempuan yang kuat, Rion percaya itu karena Mommy mampu membesarkan kami dengan sangat baik." Rion menghapus air mata Thata.
"Mommy cuci muka dulu sana! Nanti Daddy curiga kalau tahu Mommy habis nangis, bisa heboh rumah ini nanti."
Thata masuk kekamar mandi Rion dan membasuh mukanya agar terlihat lebih segar.
***
__ADS_1
Ting.. tong.. ting.. tong Suara bel berbunyi.
Ceklekk... Monika membukakan pintu rumah.
"Hay Mon." Sapa Varel dengan senyum manisnya.
"Masuk." Monika mempersilahkan Varel masuk.
Mereka duduk diruang keluarga.
"Kenapa kamu kesini? Kamu menyukaiku?" tanya Monika menatap Varel.
Varel menelan salivanya kasar, jantungnya berdebar dengan cepat ketika mendengar pertanyaan Monika.
"Iya Aku menyukaimu." Tegas Varel.
"Sejak kapan?"
"Aku tertarik denganmu ketika kita bertemu untuk pertama kalinya dirumah ini, dan aku menyukaimu ketika aku melihatmu di restoran pada saat itu." Jelas Varel.
Varel bukannya kecewa tetapi dia malah tersenyum mendengar ucapan Monika.
"Mon apa kamu tahu? Ucapanmu itu malah semakin membuatku menyukaimu dan aku tahu sekarang kalau aku mencintaimu."
Monika menatap Varel.
Varel mendekat kearah Monika. "Layak dan tidaknya kamu untukku itu Tuhan yang memutuskan, dan sebelum Tuhan memutuskannya Aku akan terlebih dahulu memantaskan diri untukmu, sampai pada suatu saat nanti Tuhan memutuskan jika aku layak berada disampingmu."
"Mon cepat atau lambat Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku! Tidak akan kubiarkan kamu mencintai pria lain selain Aku. Ingat itu! Aku pergi dulu yah, Aku tadi sempat beli es krim untukmu jadi harus dimakan yah."
Varel mengelus rambut Monika. "Bye jangan rindu yah." Varel meninggalkan Monika yang masih diam dalam duduknya sambil memegang sebuah kantong berisikan es krim.
"Menarik." ucap Monika sambil memakan es krim yang dibeliakan oleh Varel.
__ADS_1
***
Aron dan Thata sedang duduk bersandar diranjang.
"Sayang Aku penasaran kenapa Kamu menamai sikembar dengan nama Tata Surya."
"Emm kau tahu Ron Tata Surya itu begitu indah, mungkin jarang diketahui oleh banyak orang, namun akan selalu terlihat begitu indah untuk orang-orang yang mengetahuinya. Aku ingin sikembar menjadi orang-orang yang selalu bersinar dan terlihat indah untuk orang-orang yang mengenalnya, dunia ini keras Ron seseorang yang begitu bersinar bisa menjadi pujaan bagi banyaknya orang seperti matahari namun banyak juga orang yang tidak menyukai matahari karena sinarnya yang begitu terang. oleh karena itulah aku menamai sikembar dengan nama tata surya yang jarang diketahui banyak orang, aku ingin sikembar terlihat indah hanya untuk orang-orang yang mengenalnya saja, aneh namun itulah yang aku inginkan."
"Bintang Orion artinya adalah Pemburu, Aku ingin Rion seperti Pemburu yang mempunyai keiinginan mengejar, menangkap, dan melumpuhkan buruannya. Aku ingin Rion menjadi pria yang bisa mengejar keinginannya, menangkap sesuatu hal yang ingin dia dapatkan, dan mampu melumpuhkah orang-orang yang ingin berbuat yang tidak baik dengannya."
"Sedangkan Aurora sudah tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana indahnya nama itu pada sesosok perempuan. Tapi aku menamainya Aurora, karena Aurora yang muncul didaerah yang jarang didatangi oleh banyak orang namun selalu membuat banyak orang yang menikmati keindahannya terkagum-kagum, walaupun melihatnya secara tidak langsung. Warna yang dipancarkan Aurora sangat indah membuat beberapa orang berusaha mencoba mendekati keindahannya. Ditempat yang dingin dibelahan bumi yang sulit di datangi ada orang yang berusaha dengan keras mendatangi keindahan dari Aurora. Ketika Rara lahir apa kamu tahu? Semua orang yang berada dirumah sakit selalu ingin melihatnya, dia bersinar semenjak lahir. Sama seperti sekarang dia selalu dikelilingi oleh pria-pria yang menyukainya seperti kemarin. Aku ingin suatu saat nanti dia bisa mendapatkan sesosok pria yang mampu menjangkau keindahan dari Aurora dengan segala rintangan yang akan dia hadapi, sebelum benar-benar menggenggam erat keindahannya."
"Kurang lebihnya seperti itulah kenapa aku menamai sikembar dengan nama-nama Tata Surya."
"Sayang arti nama yang kamu berikan benar-benar indah aku menyukainya."
"Apa kamu ingin merubah nama sikembar menggunakan nama belakangmu?"
"Awalnya iya aku ingin menambahkan nama belakangku pada sikembar, namun ketika aku mendengar bagaimana kamu mengartikan nama mereka aku tidak jadi menambahkannya sayang."
"Kalau kamu mau tidak papa, hanya saja kamu harus bilang terlebih dahulu pada sikembar."
"Baiklah."
"Sayang bisa kah kamu menceritakan perkembangan sikembar."
"Tunggu sebentar." Thata pergi meninggalkan Aron, dia menuju lemari, dan mengambil sebuah kotak.
"Ini ada beberapa foto, video sikembar, aku selalu merekam tumbuh kembang mereka. Aku tidak tahu kenapa dulu aku sangat menyukai mengumpulkan foto dan video seperti ini, tapi aku sekarang tahu, mungkin tanpa sadar aku ingin memperlihatkanmu bagaimana sikembar tumbuh kembang. Maaf karena aku meninggalkanmu pada saat itu, kamu jadi tidak bisa melihat tumbuh kembang sikembar."
Aron memeluk Thata. "Tidak papa sayang, aku justru sangat bersyukur kamu mau menjadi istriku sekarang dan mau memafkanku karena perbuatanku 5 tahun yang lalu."
Thata membalas pelukan Aron, benar kata Rion jika dia sekarang hanya harus bahagia bersama pria sehebat Aron dan juga kedua Anak Geniusnya.
__ADS_1
Bersambung...