
"Te.. tempat apa ini?!" Ucap Vina bingung.
Vina pun langsung melihat sekitar
(DEG) "Gedung tua?!" Ucap Vina kaget.
'Kenapa aku bisa berada di sini? Sebenarnya siapa yang menculikku?!!' - dalam hati Vina.
Vina pun menjadi bingung
(DEG) 'Apa jangan-jangan.. “pembunuh” itu yang menculikku?! Pembunuh yang telah menculik kak Robert!' - dalam hati Vina.
"J.. jangan-jangan benar lagi! K.. kalau begitu.. mungkin saja kak Robert juga ada di sini!" Ucap Vina.
Vina pun langsung berdiri
"Aku harus bisa menemukannya!" Ucap Vina.
Vina pun langsung bergegas mencari keberadaan Robert
"Kak Robert? Apa kakak ada di sini? Kakak??" Ucap Vina.
Vina pun terus memanggil-manggil nama Robert
Namun tak ada jawaban!
"Hm.. gak ada yang jawab. Apa kak Robert gak ada di sini?!" Ucap Vina.
Vina pun terus berjalan menelusuri gedung tua itu. Sampai pada akhirnya..
"Kak Robert? Kau ada di mana??" Ucap Vina.
Vina pun akhirnya sampai di tumpukan jerami
"Kak Robert?"
Vina pun langsung melihat ke bawah
(DEG) "AKHHH TANGAN MANUSIA!!" TERIAK VINA HISTERIS.
Vina sangat shock
(DEG DEG) "Ta.. tangan siapa itu?!" Ucap Vina takut.
(GLEK) ...
Vina pun mulai memberanikan diri dan perlahan mulai mendekati jerami itu
"K.. kak Robert. I.. ini bukan kau kan?!" Ucap Vina takut.
(GLEK) ...
Vina pun langsung menyingkirkan tumpukan jerami itu
(DEG) "KAK ROBERT!" Ucap Vina shock.
Vina pun langsung bergegas menyingkirkan semua tumpukan jerami yang menutupi tubuh Robert
"K.. KAK ROBERT! A.. APA YANG TELAH TERJADI?!" Ucap Vina.
Namun Robert tak menjawab
(DEG) "K.. kak Robert, ti.. tidak mungkin mati kan?!" Ucap Vina.
Vina pun langsung mengguncang-guncang tubuh Robert
"K.. kak Robert! Ayo bangun! Ini aku Vina! Kau tidak boleh mati kak!!" Ucap Vina.
Namun Robert tak menjawab
__ADS_1
"K.. KAK ROBERT!" Ucap Vina.
Namun Robert tetap tak menjawab
"HIKS KAK ROBERT! JA.. JANGAN TINGGALKAN AKU KAK! KAU HARUS BANGUN! KAU HARUS HIDUP! KAKAK!!!" UCAP VINA HISTERIS.
"Hiks hiks kak Robert. Aku mohon bangun kak! Aku tidak mau kau mati!! Kakak!!!" Ucap Vina menangis.
... - Robert.
"Kak Robert!! Hiks hiks. Aku mohon bangun kak. Aku mohon!! Aku mencintaimu. Hiks hiks. Aku mohon bangun kak. Kau tidak boleh pergi meninggalkanku! Kau tidak boleh mati kak!! Hiks hiks." Ucap Vina yang terus menangisi Robert.
"Ukh sakit." Ucap Robert yang tiba-tiba saja tersadar.
(DEG) "Kak Robert?!" Ucap Vina kaget.
"K.. kakak!" Ucap Vina.
"Ukh siapa kau?" Ucap Robert yang belum sepenuhnya sadar.
"A.. aku Vina! Aku Vina kak!!" Ucap Vina.
"Ukh Vina?" Ucap Robert.
"Iya kak! Ini aku Vina!!" Ucap Vina.
"Ukh." Ucap Robert yang masih kesakitan.
"K.. kakak! K.. kau baik-baik saja?!" Ucap Vina khawatir.
Robert pun langsung berusaha bangun dan ditolong oleh Vina
"Ukh kepalaku pusing." Ucap Robert.
"Ya ampun. A.. aku.. tu.. tunggu sebentar!" Ucap Vina.
"Jangan pergi Vina." Ucap Robert pelan.
"Ah kak Robert. A.. aku hanya ingin pergi sebentar kok! Aku akan segera kembali!" Ucap Vina.
"Apa kau berniat meninggalkanku?" Tanya Robert.
"Tentu saja tidak kak. Mana mungkin aku meninggalkanmu! Sekarang diam lah di sini ya. Aku akan segera kembali!!" Ucap Vina sembari memegang wajah Robert.
"Kau janji?" Ucap Robert.
"Iya, aku janji!" Ucap Vina sembari tersenyum.
"Hm oke." Ucap Robert.
"Tunggu ya!!" Ucap Vina.
"Hm." Ucap Robert.
Lalu Vina pun pergi meninggalkan Robert
'Ukh aku sebenarnya ada di mana sih? Kenapa tiba-tiba bisa ada Vina di sini?! Dan juga.. ternyata aku masih hidup ya?! Kupikir aku sudah mati!' - dalam hati Robert.
Robert pun mulai menjadi pusing
'Ukh tapi walaupun begitu, semua badanku masih sakit! Bahkan kepalaku juga pusing! Ini benar-benar membuatku kesal!' - dalam hati Robert.
Lalu tak lama kemudian, Vina pun kembali sembari membawa sebotol air minum!
"Untung saja airku masih ada! Tadi jatuh kak Robert! Makanya aku pergi mencarinya!!" Ucap Vina.
"Oh begitu. Tapi untuk apa air itu?" Ucap Robert.
"Ini untukmu kak Robert!" Ucap Vina.
__ADS_1
"Hah untukku?" Ucap Robert.
"Iya kak Robert. Ini air untukmu! Kau harus minum sekarang!" Ucap Vina yang langsung memberikan botol airnya pada Robert.
"Ah iya baiklah. Terima kasih." Ucap Robert.
"Iya. Sekarang cepatlah minum kak Robert!" Ucap Vina.
"Iya." Ucap Robert.
Lalu Robert pun langsung meminum airnya
"Glek Glek."
(Skip) Sudah
"Haah.. syukurlah aku bisa minum. Terima kasih ya Vina!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Iya kak. Sama-sama." Ucap Vina.
Robert tersenyum
"Kak. Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa seluruh tubuhmu dipenuhi dengan darah? Aku sangat mencemaskanmu sedari tadi. Aku kira kau sudah mati!!" Ucap Vina.
"Hm iya Vina. Aku juga mengira bahwa diriku ini sudah mati! Tapi ternyata aku masih hidup! Ini sungguh keajaiban!" Ucap Robert.
"Iya kak Robert. Syukurlah kau selamat. Sekarang beritahu aku. Apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa tubuhmu penuh dengan luka kak Robert?!!" Ucap Vina khawatir.
"Ah ini.. sebenarnya aku habis ditabrak oleh seseorang!" Ucap Robert.
(DEG) "Apa?! Oleh siapa?!!" Ucap Vina shock.
'Hm.. aku tidak bisa memberitahumu. Karena aku ingin balas dendam pada kakek!' - dalam hati Robert.
"Entahlah. Aku juga tidak tau." Ucap Robert.
(DEG) "Oh begitu. Kalau begitu, ayo kita cari tau! Lalu setelah itu, kita melapor ke polisi!!" Ucap Vina.
"Ah tidak usah Vina. Biar aku saja yang menyelesaikan ini sendiri." Ucap Robert.
'Karena ini adalah pertarunganku dan kakek! Aku pasti akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!!' - dalam hati Robert.
"Kak Robert. Mana mungkin aku membiarkanmu melakukan itu sendirian! Kau saja penuh dengan luka sekarang. Yasudah kalau begitu, ayo kita pergi ke rumah sakit dulu! Baru setelah itu, kita cari tau siapa pelakunya!" Ucap Vina.
"Tidak Vina. Aku tidak mau ke rumah sakit!" Ucap Robert.
(DEG) "Kenapa kak?!" Tanya Vina kaget.
'Aku tidak mau orang lain tau tentang ini!' - dalam hati Robert.
"Ah sudahlah. Aku tidak ingin membahasnya!" Ucap Robert.
(DEG) ... - Vina terkejut.
"Ukh sekarang ayo kita cari jalan keluarnya. Lalu setelah itu, kau pulang saja! Kau tidak boleh membahayakan dirimu sendiri!!" Ucap Robert yang langsung berusaha bangun.
"Ah biar kubantu kak. Kau pasti masih merasa kesakitan!" Ucap Vina yang langsung membantu Robert berdiri.
"Ya. Ini memang sangat sakit. Tapi aku akan baik-baik saja!" Ucap Robert.
"Tapi kak.. kepalamu itu.."
"Kau jangan khawatir! Aku akan baik-baik saja! Setelah aku bisa menemukan siapa pelakunya, barulah setelah itu aku bisa merasa tenang! Dan setelah itu, aku pasti akan langsung pergi ke rumah sakit!" Ucap Robert.
"Hm.. kak Robert, biarkan aku membantumu. Aku tidak mau kau kenapa-napa. Aku mohon. Biarkan aku membantumu." Ucap Vina memohon.
"Eh?!" Ucap Robert kaget.
To Be Continued...
__ADS_1