PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
Rencana Rion


__ADS_3

"Akhh Varel, kenapa aku bisa lupa, kalau Agatha itu gadis yang sangat susah untuk dicari keberadaannya. Akhhh kenapa aku begitu bodoh membiarkan dia pergi begitu saja."


Aron mengumpat, ia berantakan semua isi kamarnya. Varel diam mematung, dia sadar jika saat itu dirinya jika tidak memaksa Aron untuk lebih mementingkan perusahaan, Aron pasti sampai sekarang masih bersama Agatha.


Brakkk... Pintu kamar Aron dibuka oleh wanita lanjut usia.


"Aron kamu kenapa sayang? Kenapa kamu terlihat sangat berantakan? Tenang oke, semua pasti akan baik-baik saja." ucap Yolanda mamah Aron.


"Mamah apanya yang akan baik-baik saja jika anak bodohmu ini membiarkan gadis yang dia cintai pergi begitu saja, dan malah lebih mementingkan perusahaannya."


Yolanda melirik kearah Varel, Varel menganggukan kepalanya. Yolanda sudah tahu bahwa kehancuran Aron 2 tahun yang lalu karena perempuan yang berhasil mengambil cinta anaknya, entah pergi kemana gadis itu sampai ke 5 tahun ini Aron menemukannya.


Yolanda memeluk anaknya yang terlihat sangat menyedihkan, anak tunggalnya sempat sampai pernah depresi, dan baru 2 tahun ini dia kembali normal.


"Sayang tenangkan dirimu! jangan jadi laki-laki yang lemah, gadis itu pergi dari kamu pasti punya alasannya tersendiri sayang. Jika kamu menginginkan gadis itu, maka berusahalah sampai kamu benar-benar mendapatkan apa yang kamu inginkan."


"Anak tampanku yang malang, kenapa takdir cinta kamu rumit sekali." ucap Yolanda dalam hati.


Aron tersadar karena ucapan mamahnya benar, dia tidak boleh menjadi laki-laki yang lemah.


"Sayang kamu sudah bertemu dengan gadis itu, jadi seperti apa sosoknya? Mamah penasaran gadis seperti apa yang sudah berhasil membuat anak Mamah ini tergila-gila padanya."


"Aku tahu dia gadis yang cantik bahkan sebelum melihat sosoknya mah. Tapi ketika aku melihat sosoknya, dia benar-benar terlihat seperti dewi yang turun dari langit. Apa mamah tau? Kalau dia kemarin hanya memakai baju yang sangat sederhana akan tetapi auranya benar-benar luar biasa. Aku tahu kalau dia bukan gadis biasa, dia menutupi penampilannya."


Antusias Aron ketika menceritakan sosok Thata, matanya berbinar, senyum terus terbit dari bibirnya.


"Wahh, Mamah jadi tidak sabar ingin melihatnya." Saut Yolanda tak kalah antusias.


"Oh ya mah, kemungkinan besar kita punya anak perempuan yang sangat cantik mah, matanya sangat mirip denganku dan wajahnya sangat mirip dengan Agatha."


Yolanda mengerutkan keningnya.


"Ketika aku sedang akan membeli mobil, ada gadis kecil yang tidak sengaja menabrak ku, dia berkata akan bertanggung jawab padaku jika aku terluka, dia akan membawaku kerumah sakit, dia gadis kecil yang luar biasa mah, dia memiliki tingkah laku yang sangat baik. Dan gadis kecil itu mengatakan kalau dia sedang bersama mommy dan kakaknya, kemungkinan besar aku punya anak kembar mah."


Yolanda melototkan matanya, apa benar dia akan mempunyai cucu kembar? Yolanda tau kenapa Aron sangat yakin jika dia sudah punya anak. Karena setelah satu bulan Aron mengalami kejadian dimalam itu, Aron sangat sering muntah bahkan hampir di setiap saat. Yolanda yang bingung dengan kondisi Aron, dan setelah 3 tahun kemudian Aron memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi, Yolanda bilang pada Aron kalau memang kemungkinan besar gadis itu hamil dengan Aron karena ketika Yolanda hamil Aron, papah Aron lah yang merasakan siksaan ketika Yolanda hamil, persis seperti apa yang terjadi pada Aron.

__ADS_1


"Astaga Nak mimpi apa Mamah semalam, kalau Mamah punya 2 cucu sekaligus."


"Kalau begitu, terus cari keberadaan gadis itu, jangan sampai kehilangan dia, awas saja kamu kalau santai-santai gak berusaha nyari dia. Dia itu menantu Mamah."


Aron dan Varel terkekeh mendengar ucapan Yolanda.


***


Thata dan Rara sedang serius menonton drakor di tv, sedangkan Rion sedang sibuk dengan laptop kesayangannya.


"Mommy, Rara aku punya cara untuk mengetahui pria itu daddy kita apa bukan." ucap Rion dengan nada yang sedikit kaget.


Thata dan Rara langsung duduk dengan tegap menghadap Rion.


"Bagaimana?" Tanya Thata dan Rara secara bersamaan, nada bicara mereka berdua penasaran.


"Kita tidak bisa langsung mencuri rambut atau yang lain dari pria itu, tapi kita bisa mengambil sampel dari orang yang paling dekat hubungan darah dengan pria itu. Kita bisa mencuri sampel dari ibunya, jika hasilnya mendekati dna kita pasti beliau adalah nenek kita."


Thata dan Rara ternganga dengan ide Rion yang sangat berlian.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sayang." tanya Thata.


"Aku setuju ide Kakak, gimana Mom?"


"Mommy juga setuju dengan ide Rion, tapi kalian harus pergi bersama pasukan bayangan yah."


"Oke Mom. Sebentar lagi kita akan tahu kebenarannya, jadi sebaiknya kita pergi belanja buat apa saja yang akan dibawa besok kepanti asuhan. Aku tidak sabar besok kepanti, pasti disana aku bisa punya banyak teman." Girang Rara.


Thata, Rara dan Rion pergi ke mall untuk membeli apa saja yang akan dibawa mereka kepanti asuhan Permata Hati.


***


Thata dan sikembar pergi kemall, mereka menonton film terlebih dahulu kemudian mereka akan membeli beberapa baju dan mainan.


Rion dan Rara menggandeng tangan thata disisi kiri dan kanan.

__ADS_1


"Mom beli es krim dulu yuk." Ajak Rara.


Mereka bertiga membeli es krim, dan memakannya sambil berjalan ketoko pakaian.


Didalam toko pakaian Rara kalap memilih aneka pakaian anak-anak, Rara yang memang sangat menyukai dunia fashion tentu saja ketika melihat barang bagus langsung main comot.


Thata dan Rion yang dibelakang Rara tersenyum dengan ke antusiasan Rara.


"Mom Rara kebelet pipis Mom."


"Ayo Kakak antar, Mommy tunggu disini aja yah." Thata menganggukan kepalanya.


Thata sedang memilih-milih pakaian tiba-tiba ada yang menyapanya.


"Hay nona," sapa Yolanda yang melihat seorang gadis sangat cantik yang hanya menggunakan kaos dan celana jeans panjang.


Thata menengok ke Yolanda.


"Hay juga nyonya." Thata tersenyum, Yolanda seketika terpesona melihat senyuman Thata.


"Kamu sangat mirip dengan seseorang yang aku kenal Nona, senyuman mu mengingatkanku pada seorang sahabat yang sudah lama pergi meninggalkan dunia ini." Yolanda terlihat bersedih, ia menundukan kepalanya.


Thata mengelus pundak Yolanda. "Nyonya sahabat Nyonya memang sudah pergi, tapi jika Nyonya sangat menyayanginya, percayalah kalau sahabat Nyonya selalu bersama Nyonya, sahabat Nyonya ada didalam hati Nyonya dan dia juga ada diingatan Nyonya yang berharga. Jadi jangan bersedih yah Nyonya! mereka hanya membawa jiwa dan raga mereka saja bukan kenangan yang mereka beri kepada Anda."


"Astaga kamu bukan hanya cantik tetapi juga sangat bijak sayang, aku jadi ingin membawamu kepada putraku yang tampan itu, dia pasti terpesona olehmu. Tapi sayang dia sudah mempunyai seorang gadis yang sangat dia cintai didalam hidupnya."


"Ehh Nyonya bisa ajah."


Mereka berdua saling mengobrol dan tertawa bersama.


Disisi lain.


"Rara tunggu jangan ke Mommy! lihat siapa yang sedang bersama Mommy, dia adalah ibu dari pria bernama Aron itu. Akhh kenapa ketika kita datang kenegara ini, seolah-olah tuhan memang ingin mempertemukan kita dengan semua yang berada di diri pria itu."


"Rara telpon Mommy untuk segera pergi dari tempat ini! Beritahu mommy kalau orang yang sedang bersama Mommy adalah ibu dari pria itu."

__ADS_1


Rara memberitahukan pada Thata, dengan cepat Thata segera menyingkir dari toko itu dan segera menemui sikembar ditempat yang sudah mereka janjikan.


Bersambung...


__ADS_2