
"Ayo kabur Layla! CEPAT!" Ucap James yang langsung menarik tangan Layla.
(DEG) "I.. iya pa. Ta.. tapi tunggu dulu!" Ucap Layla.
"Kenapa harus tunggu dulu?? Apa kau mau mati?! I.. itu pasti kakekmu! Dia pasti berniat untuk menabrak kita!" Ucap James.
(DEG) "Se.. sepertinya bukan deh! Berhenti dulu pa!!" Ucap Layla.
"Hah apa maksudmu?! Aku tidak mengerti! Lebih baik sekarang kita lari yang kencang!!" Ucap James panik.
"Ti.. tidak pa. Sepertinya kau salah orang! Itu bukan kakek!" Ucap Layla.
(DEG) "Apa maksudmu?!" Ucap James.
James pun seketika berhenti
"Haah.. haah.. itu sepertinya bukan kakek!" Ucap Layla.
"Hah?!" Ucap James bingung.
Lalu mobil itu pun langsung berhenti tepat di belakang mereka!
"Ini bukan mobil kakek!" Ucap Layla.
"La.. lalu ini mobil siapa?!" Tanya James.
"Halo tuan besar." Ucap orang tersebut.
Orang tersebut pun langsung keluar dari mobil
(DEG) "J.. Jim?!" Ucap James kaget.
"Iya tuan besar. Ini saya!" Ucap Jim sembari tersenyum.
"Hihi pak Jim!!!" Ucap Layla yang langsung memeluk Jim.
SRUK
Layla sangat senang
"Syukurlah kau selamat pak Jim. Apa tadi kakek datang ke sana?!" Tanya Layla.
"Iya. Aku sempat melihat tuan Harry datang ke sana. Namun aku langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan bergegas lari dari sana! Oleh karena itu, aku bisa selamat!" Jawab Jim.
"Oh syukurlah kalau begitu. Aku senang mendengarnya!!" Ucap Layla.
"Kalau begitu, itu artinya sekarang ayahku sedang mengejarmu!" Ucap James.
"Ya sepertinya begitu tuan." Ucap Jim.
"Kalau begitu, ayo cepat kita pergi dari sini sebelum kita tertangkap!!" Ucap James.
"Iya tuan. Ayo cepat masuk ke dalam mobil!" Ucap Jim.
"Iya, ayo!" Ucap James.
Layla mengangguk
Lalu mereka pun langsung masuk ke dalam mobil
"Kita akan pergi ke mana tuan?" Tanya Jim.
"Ke rumah sakit xxx!" Jawab James.
"Baik tuan!" Ucap Jim.
Lalu Jim pun langsung menancapkan gasnya dan mereka pun pergi ke rumah sakit xxx
"P.. pak Jim. B.. bagaimana kau bisa tau kalau aku dan papa ada di rumah kakek?!" Tanya Layla.
"Ceritanya panjang nona." Ucap Jim.
__ADS_1
"Nanti saja kita bahas soal itu di rumah sakit Layla!" Ucap James.
"Hm oke." Ucap Layla.
'Tapi aku penasaran sih. Kenapa papa dan pak Jim bisa tau aku ada di sana?' - dalam hati Layla.
...
Suasana pun seketika menjadi hening
TIN
TIN
(DEG) "Siapa itu?!" Ucap Layla yang langsung berbalik.
"Oh sial! Itu mobil kakekmu! Sepertinya dia hendak membunuh kita!" Ucap James.
(DEG) "L.. lalu bagaimana?! A.. apa kita akan mati?!" Ucap Layla panik.
"Tenang nona. Aku tidak akan biarkan hal itu terjadi!" Ucap Jim.
Jim pun langsung mengebut
BRUMM
"Akh." Ucap Layla.
"Ya ampun. Maafkan aku nona." Ucap Jim.
"Pegangan Layla pegangan." Ucap James.
(DEG) "I.. iya." Ucap Layla.
"Maafkan aku nona. Tapi sebisa mungkin, pegangan lah pada sesuatu!" Ucap Jim.
"I.. iya pak Jim." Ucap Layla.
"Maafkan papa ya Layla. Papa ingin kau pindah ke depan. Tapi masalahnya kita tidak bisa bertukar tempat duduk! Karena kalau kita bertukar tempat duduk sekarang, pasti kakek akan menangkap kita!" Ucap James.
"Hm mohon bersabar nona. Sebentar lagi, kita akan sampai di rumah sakit!" Ucap Jim.
"Iya pak Jim." Ucap Layla.
BRUMM
"Lebih cepat Jim! Ayahku itu tidak mau menyerah! Dia terus saja mengejar kita!" Ucap James.
"Baik tuan." Ucap Jim.
"Pegangan Layla." Ucap James.
"Iya pa." Ucap Layla.
BRUMMM
Mobil pun bergerak semakin cepat
'Ukh aku takut. Aku harap, kami bisa segera sampai di rumah sakit! Aku takut!!' - dalam hati Layla.
TIN
TIN
"Ck dia benar-benar tidak mau menyerah!" Ucap James kesal.
"Sabar tuan. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit!" Ucap Jim.
"Hm." Ucap James.
(Skip) Mereka pun akhirnya sampai di rumah sakit
__ADS_1
"Fyuh akhirnya sampai juga!" Ucap Layla yang langsung bernafas lega.
"Iya. Apa kau baik-baik saja Layla?" Tanya James.
"Ya, aku baik. Walaupun rambutku jadi berantakan!" Ucap Layla.
"Ya ampun. Maafkan saya nona." Ucap Jim.
"Hahaha tidak papa. Lagipula kau hanya berusaha untuk melindungi kami. Jadi kau tidak perlu minta maaf padaku pak Jim!" Ucap Layla sembari tersenyum.
"Terima kasih nona." Ucap Jim.
"Hm." Ucap Layla.
Lalu Layla pun langsung melihat ke belakang
"Eh? Kakek putar balik!" Ucap Layla.
"Hm sepertinya kakekmu itu takut Layla. Dia tidak akan berani menyerang kita selama kita berada di tempat yang ramai! Oleh karena itu, dia memilih untuk pergi dari sini!" Ucap James.
"Oh begitu. Hahaha. Kakek itu memang sangat payah! Dia tidak berani menyerang kita di tempat yang ramai!" Ucap Layla.
"Iya. Tapi lupakan soal itu. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mendatangi mama dan juga kakakmu!" Ucap James.
"Iya, papa benar! Ayo kita ke sana pa!" Ucap Layla.
"Iya, ayo!" Ucap James.
Lalu mereka semua pun langsung turun dari mobil
"Pak Jim. Kau juga akan ikut ke dalam kan?" Tanya Layla.
"Ah sepertinya tidak deh nona. Saya akan menunggu di luar saja!" Jawab Jim.
"Ah tidak tidak. Kau juga harus ikut masuk ke dalam! Bagaimana jika nanti kakek kembali dan menyerangmu pak Jim?!" Ucap Layla.
"Tidak akan nona. Lagipula di sini ramai. Jadi tuan Harry tidak akan berani menyerang saya." Ucap Jim.
"Tidak tidak. Aku tidak mau kau kenapa-napa pak Jim. Jadi kau juga harus ikut masuk ke dalam! Ini demi kebaikanmu! Kita tidak boleh menganggap enteng hal ini! Kakek itu licik! Jadi dia pasti akan melakukan berbagai cara agar bisa menyerang kita! Jadi kau juga harus ikut masuk ke dalam! Ini perintah!" Ucap Layla dengan tatapan tajam.
... - Jim
"Apa yang dikatakan oleh Layla itu benar Jim. Sebaiknya kau ikut masuk saja ke dalam, supaya kau aman! Lagipula aku juga ingin berbicara dengan kalian semua di dalam. Jadi ayo masuk!" Ucap James.
"Haah.. baiklah tuan. Saya akan ikut masuk." Ucap Jim pasrah.
"Nah begitu dong!! Lagipula ini kan juga demi kebaikanmu pak Jim! Sekarang kita semua sudah berkumpul. Jadi jangan sampai kita terpisah lagi!" Ucap Layla senang.
"Hm iya nona." Ucap Jim sembari tersenyum.
"Kalau begitu, ayo kita masuk ke dalam!" Ucap Layla yang langsung memegang tangan Jim.
"Iya nona." Ucap Jim.
James tersenyum
Lalu mereka pun langsung masuk ke dalam rumah sakit!
"Kalian tunggu sebentar di sini ya. Biar aku tanyakan dulu di mana keberadaan Lilia!" Ucap James.
"Iya pa." Ucap Layla.
Lalu James pun pergi meninggalkan mereka
"Pak Jim. Aku senang sekali karena bisa bertemu denganmu! Kau tau? Aku tadi sangat mencemaskanmu pak Jim!! Aku pikir.. kita tidak akan pernah bertemu lagi! Apalagi tadi kakek pergi meninggalkanku. Jadi kupikir, dia akan membunuhmu!!" Ucap Layla.
"Hm tapi setidaknya aku sudah berada di depanmu kan nona? Jadi sekarang, kau tidak perlu mencemaskanku! Karena aku kan sudah berjanji padamu, kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu! Jadi inilah buktinya. Aku tidak meninggalkanmu, bukan?!" Ucap Jim sembari tersenyum.
"Hm iya. Terima kasih." Ucap Layla yang langsung memeluk Jim.
"Iya. Sama-sama nona." Ucap Jim sembari tersenyum.
__ADS_1
"Hm. Tapi.."
To Be Continued...