
'Hm.. tempat apa itu?' - dalam hati Robert.
"Kak Robert. Ternyata di sekitar sini juga ada gedung lagi!" Ucap Vina.
"Iya, kau benar! Tapi sebelum kita masuk ke dalam, alangkah baiknya kita membawa batu yang banyak! Karena siapa tau saja “pembunuh” itu ada di dalam! Kita harus berjaga-jaga!" Ucap Robert.
"Ah iya. Kau benar kak Robert!" Ucap Vina.
"Yasudah kalau begitu, kita kumpulkan dulu beberapa hal untuk melindungi kita!" Ucap Robert.
"Iya kak Robert. Ayo!" Ucap Vina.
Mereka berdua pun langsung mengumpulkan batu
"Sepertinya hanya ini saja deh yang bisa kutemukan di tempat ini!" Ucap Vina.
"Iya. Tapi aku menemukan kayu di sini Vina. Ini bisa jadi senjata yang bagus!" Ucap Robert.
"Ah iya. Kau benar!" Ucap Vina.
"Kalau begitu, aku akan ambil ini. Kalau kau sudah selesai mengumpulkan batunya, maka kita bisa pergi ke gedung aneh itu!" Ucap Robert.
"Iya kak. Aku sudah mengumpulkannya di dalam tasku. Dengan begini, kita jadi bisa melawan “pembunuh” itu!" Ucap Vina.
"Bagus! Kalau begitu, ayo kita pergi ke sana! Kau sudah siap?!" Ucap Robert.
"Iya kak. Aku sudah siap!" Ucap Vina.
"Hm." Ucap Robert.
'Bagus! Kuharap ada kakek di dalam!' - dalam hati Robert.
Lalu mereka berdua pun langsung berjalan menuju ke gedung tersebut
"Kau sudah siap?" Tanya Robert pelan.
"Iya kak. Aku sudah siap!" Jawab Vina.
"Hm." Ucap Robert.
Robert pun langsung melihat ke arah pintu tersebut
"Eh apa ini?!" Ucap Robert kaget.
"Ada apa?" Tanya Vina.
"Kok ada gembok?!" Ucap Robert kaget.
"Hah gembok?" Ucap Vina.
"Iya. Coba lihat ini!" Ucap Robert.
"Eh? Kok bisa ada gembok sih?! Kalau begitu.. “pembunuh” itu tidak ada di dalam dong!" Ucap Vina.
(DEG) "Iya, kau benar!" Ucap Robert.
'Sialan! Lagi-lagi kakek tidak ada di sini!' - dalam hati Robert.
"Hm percuma dong kita mengumpulkan ini semua. Yasudah kalau begitu, lebih baik kita pergi saja dari sini! Lebih baik sekarang, kita pergi ke rumah sakit!" Ucap Vina.
"Tidak tidak. Aku tetap mau masuk ke dalam, meskipun tidak ada “pembunuh” itu!" Ucap Robert.
"Eh? Tapi kenapa kak?! Apa yang mau kau lihat di dalam?! Kita tidak akan menemukan apa-apa kak!!" Ucap Vina.
"Ya, aku tau. Tapi siapa tau saja, kita bisa menemukan sesuatu! Jadi lebih baik,kita tetap masuk ke dalam! Kalau kau tidak mau, maka kau bisa langsung pergi dari sini! Sedangkan aku, akan tetap masuk ke dalam!!" Ucap Robert.
(DEG) ... - Vina
Robert pun langsung mengambil batu dari tangan Vina
"Aku akan tetap masuk ke dalam! Kau bisa pergi sekarang!" Ucap Robert.
"Ti.. tidak. A.. aku juga akan ikut!" Ucap Vina.
"Apa kau yakin?" Tanya Robert.
__ADS_1
"Iya kak. Karena aku sudah bertekad, akan selalu bersamamu!" Ucap Vina.
"Hm baiklah. Terima kasih." Ucap Robert sembari tersenyum.
"Hm iya." Ucap Vina sembari tersenyum.
Lalu Robert pun mulai memukul-mukul gembok tersebut
BUK
BUK
TAK
"Yes!! Akhirnya!" Ucap Robert senang.
"Iya kak. Akhirnya bisa juga!" Ucap Vina senang.
"Iya." Ucap Robert.
Lalu Robert pun langsung membuka pintunya
CKLEK
(DEG) "Siapa itu?!" Ucap Robert pelan.
Robert dan Vina melihat seorang pria yang membelakangi mereka
"A.. aku tidak tau. Apa itu.. “pembunuh” itu?!" Ucap Vina pelan.
"Tidak mungkin! Kalau dia memang “pembunuh” itu, lalu kenapa dia mengunci dirinya sendiri dari luar?! Itu tidak masuk akal Vina!!" Ucap Robert pelan.
"Ah iya. Kau benar juga! Kalau begitu, mungkin saja itu orang yang sama dengan kita! Maksudku.. dia juga disekap seperti kita!!" Ucap Vina pelan.
"Hm entahlah. Tapi kita harus tetap waspada!" Ucap Robert pelan.
"Iya kak." Ucap Vina pelan.
Lalu Robert dan Vina pun perlahan masuk ke dalam
"Kita akan lihat siapa orang itu sebenarnya!" Ucap Robert pelan.
Lalu Robert pun langsung mengambil batu dari dalam tas Vina
"Eh? Kau mau apa kak?!" Ucap Vina kaget.
"Tentu saja mau melempar batu ini ke arah orang itu!" Ucap Robert yang langsung melempar batu tersebut ke arah orang itu.
BUK
"Eh? Ta.. tapi kenapa?!" Ucap Vina kaget.
Batu tersebut pun mengenai punggung orang itu
"Ah sial! Tidak kena lagi! Padahal aku ingin mengenai kepalanya!!" Ucap Robert kesal.
"Hah? Tapi kenapa kak?! Bukankah dia sama seperti kita?!" Ucap Vina bingung.
"Jangan langsung percaya begitu saja Vina!! Bisa saja dia orang jahat!" Ucap Robert.
"Ah i.. iya. Kau benar juga.." Ucap Vina.
"Makanya kita harus lempar dia dengan batu!" Ucap Robert.
"I.. iya." Ucap Vina.
"Berhenti!" Ucap orang tersebut.
"SIAPA KAU?!" TERIAK ROBERT.
Orang tersebut pun langsung berbalik
(DEG) "PAPA?!" Ucap Robert shock.
"Hm." Ucap James.
__ADS_1
"B.. bagaimana papa bisa ada di sini?!" Ucap Robert.
Robert pun langsung mendatangi James
"Ceritanya panjang." Ucap James.
(DEG) 'Te.. ternyata ada tuan James juga di sini?! Ja.. jadi dia disekap juga?!' - dalam hati Vina.
Vina terkejut
(DEG) "MAMA?! MAMA JUGA ADA DI SINI?!!" Ucap Robert shock.
"Engh.. iya Robert. Mama juga ada di sini!!" Ucap Lilia.
(DEG) "A.. apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa papa dan mama bisa ada di sini?!!" Ucap Robert.
... - Vina pun langsung mendekati mereka.
"Ceritanya panjang Robert." Ucap James.
Lilia pun langsung melihat Robert dengan seksama
(DEG) "A.. apa yang terjadi padamu Robert?! Kenapa kau penuh darah?!!" Tanya Lilia kaget.
"Apa mama baru sadar?" Tanya Robert.
"Iya Robert. Mamamu baru sadar. Oleh karena itu, papa menyuruhnya untuk duduk di kursi ini. Dan papa tidak menyangka, kau tidak mengenali papa!" Ucap James.
"Hm.. maaf pa. Habisnya papa membelakangiku sih. Kupikir.. papa itu orang jahat!" Ucap Robert.
"Hm ternyata begitu. Papa juga tadi sempat berfikir kalau kau itu orang jahat sih Robert!" Ucap James.
"Nah kan. Papa juga sama!" Ucap Robert.
"Hehe iya. Baiklah baiklah, maafkan papa. Sekarang jawab pertanyaan papa! Apa yang sebenarnya terjadi padamu?! Kenapa tubuhmu dipenuhi dengan darah dan luka?! Apa kau habis diserang Robert?!" Tanya James yang mulai khawatir.
"Hm.. sebenarnya.. aku habis tertabrak mobil pa." Jawab Robert.
(DEG) "Apa?! Tertabrak mobil?!" Ucap Lilia kaget.
"Iya ma. “Pembunuh” itu telah menabrakku!" Ucap Robert.
(DEG) "Pembunuh?" Ucap Lilia kaget.
"Iya. Dia menabrakku dengan mobil! Kupikir aku sudah mati. Tapi untunglah, aku masih selamat!" Ucap Robert.
(DEG) Lilia shock
"Ro.. Robert.. k.. kau harus segera pergi ke rumah sakit!" Ucap Lilia.
"SIAL! Kakekmu itu benar-benar keterlaluan! Bisa-bisanya dia menabrak cucunya sendiri! Tidak kusangka dia berniat untuk membunuh pewaris keluarga Jamieson!!" Ucap James marah.
(DEG) "Kakek? Maksud om.. kakek Harry yang melakukan semua ini?!!" Ucap Vina kaget.
(DEG) "Eh Vina? Kau ada di sini?!" Ucap James kaget.
"I.. iya om. Karena saya tadi diculik dan berada dalam satu gedung bersama kak Robert. Oleh karena itu, kami bekerja sama dan pergi ke sini!" Ucap Vina.
"Iya, benar pa. Dia tadi diculik dan berada dalam satu gedung yang sama denganku! Lalu kami bekerja sama untuk keluar dari gedung itu dan kami pun langsung pergi ke sini!!" Ucap Robert.
(DEG) "J.. jadi begitu ya?! Sialan! Dia juga melibatkan orang lain yang tidak bersalah! Benar-benar kurang ajar!" Ucap James marah.
(DEG) ... - Vina
"Haah.. tapi karena Vina sudah terlibat, jadi om rasa Vina juga berhak tau deh! Tapi apakah Vina bisa berjanji untuk merahasiakan hal ini dari semua orang?!!" Tanya James.
"I.. iya om. Tentu saja! Saya tidak akan memberitahukan siapapun!!" Ucap Vina.
"Hm aku mempercayainya pa. Dia sudah banyak membantuku. Jadi kurasa dia bisa dipercaya!" Ucap Robert.
'Karena kalau dia berani melanggar kepercayaan kami, maka kami bisa langsung membunuhnya!' - dalam hati Robert.
"Baiklah kalau begitu. Karena Robert sudah mempercayai Vina, maka om bisa memberitahunya tentang hal ini!" Ucap James.
"Iya om. Terima kasih." Ucap Vina.
__ADS_1
"Hm. Jadi begini Vina.."
To Be Continued...