
"Sebelumnya kau tidak membuka jendela mobilmu? Jika saja kau membuka kaca mobilmu dan berteriak dari dalam, maka papa dan Layla akan tau kalau itu adalah kau! Jadi mereka tidak akan jadi salah paham padamu! Kenapa sejak awal kau tidak melakukan itu?!" Tanya Robert.
"Ah kalau soal itu, saya lupa tuan Robert! Saya sudah terlalu panik karena sedang diburu oleh tuan Harry. Ditambah lagi, pikiran saya hanya fokus pada mengajak mereka masuk! Jadi saya lupa untuk membuka kaca mobil. Alhasil ya saya hanya mengejar mereka waktu itu! Maaf ya. Seharusnya saya tidak membuat kalian takut waktu itu!!" Ucap Jim.
"Oh begitu ya." Ucap Robert.
"Iya tuan. Sekali lagi, tolong maafkan saya!" Ucap Jim.
"Ah tidak papa kok pak Jim. Lagipula kalau orang panik, mana mungkin bisa berfikir jernih!" Ucap Layla.
"Apa yang dikatakan oleh Layla itu benar! Jadi kau tidak usah merasa bersalah begitu. Yang penting kejadian itu sudah lewat!" Ucap James sembari tersenyum.
"Iya pak Jim. Kau jangan merasa bersalah begitu. Aku tadi sama sekali tidak bermaksud untuk menyalahkanmu kok. Aku hanya bertanya saja! Maaf jika kata-kataku menyinggungmu." Ucap Robert.
"Ah tidak tuan Robert. Sama sekali tidak kok! Kau sama sekali tidak menyinggungku!" Ucap Jim.
"Hm kalau begitu, mari kita lupakan soal ini!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Iya." Ucap Jim sembari tersenyum.
"Sekarang giliranmu bercerita Layla! Bagaimana kau bisa bertemu dengan kakek?!" Tanya Robert.
"Iya. Jadi begini ceritanya.. saat itu aku merasa panik dan putus asa karena kakak ditangkap polisi!"
(DEG) "Apa?! Robert ditangkap polisi?!" Ucap Lilia kaget.
"Iya ma. Kak Robert ditangkap polisi waktu itu!" Ucap Layla.
"Atas kejahatan apa Layla?! Robert, apa kau bisa jelaskan ini semua?!" Ucap James yang meminta penjelasan.
"Iya pa. Aku ditangkap polisi waktu itu karena aku membunuh teman sekelasku sendiri yang bernama Brandon!" Ucap Robert.
(DEG) "Apa?!" Ucap James kaget.
"Tapi kenapa?!!" Tanya Lilia.
"Karena dia terus saja menggangguku!" Ucap Robert.
(DEG) "Apa?!" Ucap Lilia kaget.
__ADS_1
"Iya ma. Jadi begini.."
Robert pun langsung menceritakan semuanya
(DEG) "Apa?! Jadi begitu ceritanya?!" Ucap Lilia.
"Iya ma." Ucap Robert.
"Huh. Orang seperti itu memang pantas sekali untuk dibunuh! Kerja bagus Robert! Papa bangga padamu!" Ucap James.
"Terima kasih pa." Ucap Robert sembari tersenyum.
"Aku juga bangga pada kakak! Orang seperti dia itu memang pantas untuk mati!" Ucap Layla.
"Iya Layla. Kau benar!" Ucap Robert.
"Tapi Robert. Ada yang mau mama tanyakan!" Ucap Lilia.
"Ya ma. Tanyakan saja." Ucap Robert.
"Kenapa tiba-tiba polisi membebaskanmu begitu saja setelah menemukan beberapa hal tadi? Maksud mama.. bukankah ini aneh?" Ucap Lilia.
"Iya sih. Kau benar. Tapi kenapa bisa tiba-tiba orang itu muncul di sana, padahal sebelumnya di situ hanya ada Robert dan Brandon!" Ucap Lilia.
"Iya. Robert juga bingung soal itu ma. Tapi ada kemungkinan kalau kakek lah yang mengatur semua ini!" Ucap Robert.
"Kakek? Tapi kalau kakek yang mengaturnya, kenapa kakek memilih untuk membebaskanmu kak? Padahal dia kan ingin menghancurkan keluarga kita! Kenapa dia tidak membiarkanmu saja agar kau dijebloskan ke penjara?!" Ucap Layla.
"Nah aku juga tidak tau Layla. Saat aku sadar, aku sudah dinyatakan tidak bersalah! Aku sama sekali tidak tau apa yang terjadi sebelumnya. Tapi semua orang kan hilang pada saat itu. Jadi aku hanya bisa menyimpulkan bahkan kakek lah yang menolongku untuk bebas dari semua tuduhan itu!" Ucap Robert.
"Hm.. Layla jadi bingung deh. Kalau kakek memang ingin menghancurkan keluarga ini, lalu kenapa kakek menolong kak Robert?! Kenapa tidak membiarkan kak Robert masuk penjara saja?! Bukankah dengan begitu, keluarga kita akan jadi benar-benar hancur?!" Ucap Layla bingung.
"Tidak Layla. Pemikiran kakekmu tidak seperti itu!" Ucap James.
"Apa? Apa maksud papa?!" Tanya Layla.
"Memang benar kalau kakekmu itu ingin menghancurkan keluarga ini. Tapi dia ingin menghancurkannya dengan tangannya sendiri! Dia juga masih ingin menjaga image keluarga ini. Kalau Robert sampai dipenjara, maka semua kejahatan yang selama ini kakek kalian tutupi, akan terbongkar semua! Dan bisa saja kakek kalian juga ikut terseret dalam masalah ini dan dipenjara juga!" Ucap James.
"Tapi bukannya kakek memang ingin keluarga ini hancur? Kalau itu benar, lalu kenapa kakek tidak mau semua kejahatannya terungkap? Bukankah kakek melakukan ini semua karena ingin bertobat?!" Tanya Robert.
__ADS_1
"Tidak Robert. Kakekmu itu tidak ingin bertobat!" Jawab James.
"Hah apa? Jadi untuk apa kakek ingin menghancurkan keluarga kita?! Layla benar-benar tidak mengerti deh. Kenapa kakek harus melakukan ini semua? Padahal awalnya, semuanya kan baik-baik saja!" Ucap Layla.
"Papa juga kurang mengerti Layla dengan jalan pikiran kakekmu itu! Tapi sepertinya, ada hal besar yang kakekmu rencanakan!" Ucap James.
"Apakah hal besar itu baru bisa tercapai kalau kita semua mati?!" Ucap Layla.
"Ya sepertinya begitu. Karena kakekmu itu sangat ingin menghabisi seluruh keluarga kita!" Ucap James.
"Aku setuju denganmu tuan. Pasti tuan Harry sedang merencanakan sesuatu yang besar kedepannya! Oleh karena itu, dia ingin membunuh kita semua!" Ucap Jim.
"Ya kecuali Layla!" Ucap Robert.
"Hm tapi kenapa? Kenapa dia tidak mau membunuhku juga?!" Ucap Layla.
"Sepertinya karena kau cucu kesayangannya!" Ucap Robert.
"Atau kakekmu itu sengaja membiarkanmu hidup, agar kau mati secara perlahan!" Ucap Lilia.
"Eh? Apa maksud mama?!" Tanya Layla.
"Bisa saja kakekmu tidak ingin membunuhmu dengan tangannya sendiri. Bisa saja dia ingin membunuhmu tanpa menyentuh! Kalau kau tau seluruh keluargamu mati, maka kau akan menderita dan mati secara perlahan! Kau akan depresi Layla!! Mungkin saja itu yang diinginkan oleh kakekmu!" Ucap Lilia.
"Kalau dipikir-pikir, apa yang dikatakan oleh mama itu cukup masuk akal! Mungkin saja kakek ingin membunuhmu dengan cara seperti itu!" Ucap Robert.
(DEG) Layla terkejut
"Saat seluruh keluarga Jamieson sudah habis, maka “rencana” kakekmu akan berjalan dengan lancar! Walaupun kita tidak tau, apa yang sebenarnya dia rencanakan! Entah ini untuk membersihkan namanya atau ada hal lain yang lebih besar!" Ucap James.
(DEG) ...
Semuanya pun menjadi terdiam
"Kakek benar-benar jahat! Aku tidak menyangka bahwa kakek akan jadi sejahat ini pada keluarganya sendiri!" Ucap Layla.
"Ya, memang begitu Layla. Darah pembunuh sudah mengalir di tubuh kakekmu! Jadi dia pasti akan melakukan apa saja demi mencapai tujuannya!" Ucap James.
"Ya, kau benar pa. Bahkan dia.."
__ADS_1
To Be Continued...