
"Aku tidak bisa bilang sekarang nona." Ucap Jim.
"La.. lalu kapan dong kau akan memberitahuku?!" Tanya Layla.
"Nanti. Intinya tidak sekarang! Sekarang cepat masuk ke dalam kamarmu!" Ucap Jim.
Lalu Jim pun langsung pergi meninggalkan Layla
"Tunggu!" Ucap Layla yang langsung menahan tangan Jim.
"Kau tidak bisa pergi begitu saja!" Ucap Layla marah.
Jim pun langsung melihat Layla
"Apa jawabanku ini kurang jelas nona?" Ucap Jim.
"Jelas kok. Tapi aku ingin kau memberitahuku sekarang! Jangan membuatku jadi semakin penasaran!!" Ucap Layla.
"Ini sudah sangat malam nona. Besok nona malah tidak akan bisa bangun pagi, jika kita membicarakan tentang ini! Lagipula nona kan tidak bisa begadang. Jadi lebih baik, nanti saja kita membahas soal itu!" Ucap Jim.
"Tidak! Aku tidak mau! Kau sudah banyak berbohong padaku. Jadi aku mau jawabannya sekarang! Baru setelah itu, aku akan tidur! Aku janji pak Jim. Jadi aku mohon, jawablah sekarang!!" Ucap Layla memohon.
"Haah.. baiklah." Ucap Jim.
"Wah benarkah?!!" Ucap Layla senang.
"Tapi besok ya. Jangan sekarang." Ucap Jim yang langsung memegang kepala Layla.
"Apa? Besok?!" Ucap Layla.
"Iya." Ucap Jim sembari tersenyum.
"Kenapa harus besok?! Besok kan kakek akan datang ke sini! Ah aku maunya sekarang! Pokoknya sekarang pak Jim!!" Ucap Layla marah.
"Haah.. kau ini. Baiklah baiklah. Cepat pakai jaketmu!" Ucap Jim.
"Wah serius?!!" Ucap Layla senang.
"Iya aku serius. Jadi cepat pakai jaketmu. Kalau kau lama, maka aku tidak jadi memberitahumu!" Ucap Jim.
"Ah iya iya. Tunggu sebentar pak Jim. Aku tidak akan lama kok!" Ucap Layla.
Lalu Layla pun langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya
"Hm.. dia itu benar-benar keras kepala ya. Dasar Layla!" Ucap Jim.
Jim pun hanya tersenyum
Lalu ia pun langsung mengambil jaketnya
__ADS_1
(Skip) ke Layla
'Wahhh asik!! Aku jadi tidak sabar untuk mendengar penjelasan dari pak Jim! Akhirnya sebentar lagi semuanya akan terungkap! Aku akan segera tau apakah pak Jim dan kakek bekerja sama atau tidak!' - dalam hati Layla.
Layla pun menjadi sangat senang dan langsung bergegas memakai jaketnya
'Ayo cepat Layla. Cepat! Kau harus cepat, agar pak Jim tidak marah! Jika dia marah, maka dia tidak jadi memberitahumu soal ini!!' - dalam hati Layla.
(Skip) Layla sudah memakai jaketnya dan langsung pergi ke luar
"Kau sudah siap nona?" Tanya Jim.
"Iya sudah! Sekarang kita akan pergi ke mana?!" Tanya Layla senang.
"Sudah ikuti saja aku. Jangan banyak bertanya!" Jawab Jim.
"Baik pak Jim!" Ucap Layla senang.
Jim dan Layla pun langsung pergi ke luar rumah
'Hm.. kira-kira pak Jim akan membawaku ke mana ya??' - dalam hati Layla.
"Ayo pegang tangan saya." Ucap Jim yang langsung mengulurkan tangannya.
"Eh? Buat apa pak Jim?!" Tanya Layla bingung.
"Tapi aku kan bukan anak kecil lagi. Aku akan mengikuti pak Jim dan tidak akan hilang!" Ucap Layla.
"Sudahlah turuti saja kemauan saya. Pegang saja tangan saya. Karena saya tidak akan melihat ke belakang!" Ucap Jim.
"Hm iya deh." Ucap Layla.
Lalu Layla pun langsung memegang tangan Jim
"Nah dengan begini kan kau akan aman nona! Aku jadi tidak akan kehilanganmu!" Ucap Jim.
"Hm iya. Tolong jangan marah ya pak Jim. Saat ini, aku hanya punya kau!" Ucap Layla sedih.
"Hm. Aku tidak mungkin marah pada nona Layla." Ucap Jim.
"Tapi tadi kau marah." Ucap Layla.
"Itu karena nona Layla tidak pernah mau mendengarkan perkataanku! Padahal aku melakukan semua ini, demi kebaikan nona! Tapi nona terus saja memaksaku untuk memberitahukan semuanya! Itu membuat saya kesal nona!" Ucap Jim.
"Ah maaf pak Jim. Tapi aku penasaran." Ucap Layla yang langsung menundukkan kepalanya.
"Aku tau kau penasaran. Tapi terkadang, tidak semua hal bisa diberitahu. Semakin sedikit yang nona tau, maka akan jadi semakin baik! Lagipula saya tidak akan mungkin mencelakai nona kok. Jadi nona jangan takut!" Ucap Jim.
"Hm iya. Sekali lagi, maafkan aku pak Jim. Aku tidak bermaksud mencurigaimu. Tapi masalahnya.. kau bekerja sama dengan kakek. Kakek yang telah membuatku kehilangan ayah dan ibuku. Aku bahkan jadi terpisah dari kakak karena itu. Jadi wajar dong kalau aku mencurigaimu. Karena kau bilang kan kau akan mencari mama. Tapi kau malah di sini bersama kakek! Makanya aku jadi mencurigaimu!" Ucap Layla.
__ADS_1
"Hm saya mengerti. Sekarang ayo duduklah dulu di batang pohon ini. Lalu aku akan jelaskan sedikit, agar kau tidak salah paham lagi!" Ucap Jim.
"Hm baiklah. Tapi ngomong-ngomong, kita sedang ada di mana sekarang?" Tanya Layla.
"Kita sedang berada di hutan nona. Ini adalah tempat yang aman untuk kita berdua! Kita bisa bebas berbicara di sini!" Jawab Jim.
"Oh begitu. Tapi di tempat kita tadi tidak ada penyadap kan?" Tanya Layla.
"Tidak ada sih nona. Tapi tetap saja, kita harus waspada! Karena kita tidak tau isi pikiran tuan Harry!!" Jawab Jim.
"Hm iya kau benar. Baiklah, aku akan duduk sekarang." Ucap Layla.
"Ya silahkan." Ucap Jim.
"Hm."
Lalu Layla pun duduk
"Kau juga duduklah pak Jim." Ucap Layla.
"Baik." Ucap Jim.
Lalu Jim pun langsung duduk di samping Layla
"Jadi apakah kau bisa jelaskan padaku mengenai hal ini? Apa kau bekerja sama dengan kakekku? Jelaskan sedikit saja, tidak papa kok. Setelah ini, aku tidak akan menanyakan apapun lagi!" Ucap Layla.
"Kau yakin nona? Apa aku bisa mempercayaimu?" Tanya Jim.
"Ya tentu saja. Kau bisa mempercayaiku! Aku tidak pernah bohong padamu kok pak Jim!!" Ucap Layla.
"Hm baiklah. Aku akan jelaskan sedikit. Ini juga supaya kau tidak salah paham lagi padaku nona." Ucap Jim.
"Iya. Ayo jelaskan pak Jim. Agar aku bisa sedikit memahami perilakumu yang aneh ini!" Ucap Layla.
"Ya baiklah. Jadi begini nona, pertama-tama saya akan jelaskan dulu mengenai awal pertemuan saya dengan tuan Harry!" Ucap Jim.
"Ah iya. Ayo jelaskan ulang!" Ucap Layla.
"Hm iya. Jadi aku sebenarnya memang sedang mencari nyonya Lilia. Lalu aku kepikiran soal gedung tua itu. Jadi aku memutuskan untuk pergi ke sana dan mengeceknya. Aku khawatir kalau tuan Harry melakukan sesuatu pada nyonya di gedung tua itu! Karena yang aku tau, tuan Harry memang sering menghabisi nyawa mangsanya di sana!" Ucap Jim.
"Lalu? Lalu apakah kau berhasil menemukan keberadaan mamaku?!" Tanya Layla.
"Sayangnya tidak nona. Saat saya sudah sampai di gedung tua itu, saya malah bertemu dengan tuan Harry! Tuan Harry sedang sendirian di sana. Lalu tuan Harry malah melihat saya dan malah menyuruh saya untuk tetap berada di gedung tua itu. Oleh karena itu, saya terpaksa berada di sana nona. Dan saat saya berada di gedung tua itu, saya sama sekali tidak melihat keberadaan nyonya. Saya hanya melihat keberadaan mobil nyonya Lilia!" Ucap Jim.
(DEG) "I.. iya aku tau. Memang ada mobil mama di sana! Tapi kenapa mama bisa tidak ada di sana?!" Tanya Layla.
"Sepertinya.."
To Be Continued...
__ADS_1