
"Melihat jasad supir baru kita di basemen kakek!" Ucap Layla.
(DEG) "Apa?!" Ucap Lilia kaget.
"Iya ma. Supir baru kita sudah mati. Kakek sudah membunuhnya. Aku tadi melihat mayatnya di basemen!" Ucap Layla sedih.
(DEG) "Ta.. tapi kenapa kakek membunuh supir baru kita?! Me.. memangnya apa kesalahannya?!!" Tanya Robert.
"Sepertinya kakek marah padaku deh. Tapi kakek malah melampiaskannya ke supir baruku itu.." Ucap Layla.
(DEG) "P.. pantas saja, dia tidak pulang ke rumah! Padahal aku mencarinya, karena ingin menanyakan soal keberadaan Layla. Tapi sampai malam, dia sama sekali tidak pulang ke rumah! Aku tidak menyangka kakek akan membunuhnya. Padahal dia sama sekali tidak bersalah! Bahkan dia juga tidak tau apa-apa!!" Ucap Robert.
"Iya kak Robert. Dia seharusnya tidak terlibat. Aku seharusnya tidak mengiyakan ajakannya untuk mengantarku ke gedung tua kakek! Andai saja aku tidak pergi dengannya, mungkin saja dia masih hidup sampai sekarang! Hiks hiks." Ucap Layla yang langsung meneteskan air matanya.
"Ini semua kesalahanku.." Ucap Layla sambil menangis.
"Tidak Layla. Ini sama sekali bukan kesalahanmu kok!!" Ucap Lilia yang langsung memeluk Layla.
"Hiks ini kesalahanku ma. Gara-gara aku, dia jadi mati sia-sia!!" Ucap Layla yang merasa bersalah.
"Sama sekali tidak kok. Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kau sama sekali tidak bersalah!!" Ucap Lilia yang berusaha menenangkan Layla.
"Hiks hiks huwaa." Layla pun langsung menangis sejadi-jadinya di pelukan Lilia.
"Apa yang dikatakan oleh nyonya itu benar, nona. Ini semua bukan kesalahan nona. Jadi jangan salahkan diri nona sendiri. Karena nona sama sekali tidak bersalah!" Ucap Jim.
"Iya benar tuh. Semua ini adalah kesalahan kakek! Kakek lah dalang dari semua ini! Jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri Layla!" Ucap Robert.
"Hm iya." Ucap Layla.
"Kalau begitu, sekarang berhentilah menangis." Ucap Lilia yang langsung menghapus air mata Layla.
"Iya ma." Ucap Layla sembari mengangguk.
"Haah.. sekarang intinya kita sudah tau bahwa pelaku dari semua kekacauan ini adalah ayahku! Jadi mulai sekarang, waspadalah saat berada di dekatnya!" Ucap James.
"Iya." Ucap semua orang.
"Lalu pa, apa sekarang papa bisa ceritakan kepada kami selama ini papa pergi ke mana?!" Ucap Robert.
"Iya pa. Papa selama ini pergi ke mana?! Kenapa tidak kembali ke rumah?! Kami semua sangat mencemaskanmu pa. Kami terus berusaha untuk mencarimu. Tapi hasilnya selalu nihil!" Ucap Layla.
__ADS_1
"Iya itu benar. Apa papa juga disekap oleh kakek?!" Tanya Robert.
"Iya Robert." Ucap James.
(DEG) "J.. jadi kakek juga menangkap papa?!" Ucap Layla kaget.
"Iya. Sejak awal, kakek kalian lah yang menangkapku dan mengurungku di gedung tua itu!" Ucap James.
(DEG) "Gedung tua?" Tanya Layla.
"Iya, gedung tua. Tapi bukan gedung pembunuhan itu! Kakekmu itu punya banyak sekali gedung tua. Lebih tepatnya di dekat ladang. Letaknya tidak terlalu jauh dari perumahan mewah kakekmu!" Ucap James.
(DEG) ... - Layla terkejut.
"Jadi begini ceritanya.."
FLASHBACK ON
"Jadi kau membawaku ke sini untuk menyembunyikan mayat itu pa?" Tanya James.
"Iya. Aku berniat untuk menyembunyikan mayat itu. Jadi menurutmu, harus kita apakan mayat itu?" Ucap Harry.
"Hm entahlah. Itu hanya mayat anjing kecil. Lagipula kenapa kau mengajakku hanya untuk membicarakan soal ini? Bukankah kau ini sudah ahli pa?" Ucap James.
"Huh. Kenapa kau jadi seperti amatiran sekarang? Bukankah kau sudah ahli dalam menyembunyikan mayat?! Kau saja bisa menyembunyikan mayat istrimu, lalu kenapa kau tidak bisa menyembunyikan mayat anjing kecil itu?!" Ucap James.
(DEG) ... - Harry terkejut!
"Bukankah aku benar pa? Kalau kau saja bisa menyembunyikan mayat ibuku sampai aku tidak tau ada di mana keberadaannya. Lalu kenapa kau tidak bisa menyembunyikan mayat anjing kecil itu?! Bukankah lebih mudah menyembunyikan mayat hewan, daripada mayat manusia?! Ayolah papa. Kenapa kau jadi amatiran begini??" Ucap James.
... - Harry pun menjadi terdiam.
"Tapi kalau kau memang tidak bisa menyembunyikannya, maka aku akan membantumu. Tidak papa. Aku benar-benar akan membantumu menguburkan mayat itu. Ya, bagaimana kalau kita kubur saja mayat itu di dekat ladang papa? Dengan begitu, tidak akan ada yang tau soal mayat anjing ini! Apalagi yang bisa masuk ke situ kan hanya papa! Karena itu adalah wilayah propertimu! Bagaimana?!" Ucap James.
"Hm itu ide bagus. Ayo kita ke sana!" Ucap Harry dengan senyuman menakutkannya.
"Hm." Ucap James dengan wajah datarnya.
"Lagipula kita memang sudah lama tidak ke sana kan James? Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama selayaknya ayah dan anak! Bukankah begitu? Kau sekarang sudah besar James. Bahkan kau sekarang sudah punya 2 anak! Waktu kita jadi semakin terbatas! Padahal dulu, kau dan aku sangat dekat dan sering menghabiskan waktu bersama! Benar begitu, bukan?!" Ucap Harry.
"Hm iya. Kita sangat dekat. Karena memang tidak ada ibu." Ucap James.
__ADS_1
"Hahaha kau benar! Saat ibumu tidak ada, kita baru menjadi dekat! Tapi itu tidak akan jadi masalah juga kan James?! Lagipula masa lalu adalah masa lalu! Jadi lupakan soal ibumu itu! Dia sudah mati sekarang!!" Ucap Harry dengan tatapan tajamnya.
(DEG) ... - James pun menjadi terdiam.
"Kau tidak perlu mengingat soal dia lagi. Dia sudah mati sekarang. Jadi berhentilah membahasnya! Sekarang ayo kita turun. Kita sudah sampai!" Ucap Harry.
"Kaulah yang membunuhnya!" Ucap James.
"Hah? Apa katamu?!" Ucap Harry.
"Apa kau tidak dengar?!"
... - Harry.
"KAULAH YANG MEMBUNUH IBUKU!!" TERIAK JAMES.
PYARRR!!!
Harry pun langsung mendorong kepala James sampai terkena kaca mobil
(DEG)
SRUK
James pun jadi tak sadarkan diri
"Anak ini benar-benar tidak tau malu! Selalu saja menyalahkanku atas kematian ibunya! Kalau kau terus menyalahkanku, kenapa kau tidak mati saja?!" Ucap Harry tanpa merasa bersalah.
FLASHBACK OFF
"Lalu aku di bawa oleh ayahku menuju ke gedung tua itu. Kepalaku banyak mengeluarkan darah. Jadi dia mengobati lukaku dulu. Aku sedikit terkejut, karena kupikir dia akan membunuhku. Tapi ternyata, dia ingin menyiksaku dulu sampai aku mati secara perlahan! Dia tidak ingin langsung membunuhku!!" Ucap James.
(DEG) "J.. jadi kakek menyiksamu pa?!" Tanya Layla.
"Iya Layla. Kakekmu itu sangat jahat! Dia selalu menyiksa papa selama ini! Oleh karena itu, ada banyak luka di tubuh papa! Tapi papa tidak akan tunjukkan. Karena papa tidak mau kalian ketakutan!" Ucap James sembari tersenyum.
(DEG) "Papa.."
"Tenang Layla. Jangan menangis ya. Papa bisa menahannya kok! Papa ini kan kuat!!" Ucap James sembari tersenyum.
"Hm iya. Layla tau papa kuat. Tapi.."
__ADS_1
To Be Continued...