
'Aku masih belum bisa mempercayainya begitu saja! Masa tiba-tiba mereka pergi ke acara keluarga sih?! Ini sedikit aneh buatku! Apa sebaiknya aku cek saja ya nanti ke rumah kak Robert?! Hm..' - dalam hati Vina.
Vina pun langsung pergi menuju ke kelasnya
'Ya kurasa aku harus mengeceknya ke sana. Supaya hatiku tenang!' - dalam hati Vina.
(Skip) Jam pulang sekolah
'Hm.. sebaiknya aku segera pergi ke rumah kak Robert! Aku harus mengeceknya di sana! Apa mereka benar-benar pergi atau tidak?! Dengan begitu, hatiku akan jadi tenang!' - dalam hati Vina.
Vina pun langsung bergegas pergi menuju ke rumah Robert
(Skip) Sesampainya di sana
'Hm.. rumahnya sepi. Tapi setidaknya masih ada pelayan dan penjaga rumah kan?' - dalam hati Vina.
Vina pun langsung memencet bel pagar rumah
DING DONG
DING DONG
'Hm.. kuharap para pelayan masih ada di sini. Tapi seharusnya sih ada!' - dalam hati Vina.
Lalu tak lama kemudian, ada pelayan yang langsung membukakan pintu pagar rumahnya!
"Eh nona Vina? Nona Vina ada di sini?!" Tanya pelayan (7).
"Iya bi. Saya ada di sini." Jawab Vina.
"Oh yasudah kalau begitu, silahkan masuk ke dalam nona!" Ucap pelayan (7) yang langsung mempersilahkan Vina untuk masuk ke dalam.
"Eh gak usah bi. Saya di sini aja! Lagian saya juga cuma mau nanya kok!" Ucap Vina.
"Mau nanya soal apa non?" Tanya pelayan (7).
"Mm.. mau nanya soal kak Robert! Dia ada di rumah gak bi?" Tanya Vina.
"Eh tuan Robert?!" Ucap pelayan (7) kaget.
"Iya. Kak Robert ada di dalam gak?" Tanya Vina.
"Eh? Mm.. tuan Robert gak ada di rumah nona!" Jawab pelayan (7).
"Lho beneran gak ada di rumah? Dia pergi ke acara keluarga ya?!" Tanya Vina.
"Eh acara keluarga?! Gak nona!" Jawab pelayan (7).
"Hah enggak?! Terus kak Robert pergi ke mana dong?!" Tanya Vina kaget.
__ADS_1
"Bukannya tuan Robert lagi sama temannya ya non? Soalnya kemarin dia ada ngechat saya. Katanya dia nginap di rumah temannya!" Jawab pelayan (7).
"Hah apa? Nginap di rumah teman?!" Ucap Vina kaget.
"Iya non. Bentar saya ambil hp saya dulu!" Ucap pelayan (7).
"I.. iya bi." Ucap Vina.
Lalu pelayan (7) itu pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah
"Hm.. ini aneh! Sejak kapan kak Robert nginap di rumah temannya?! Sedangkan kak Robert aja gak masuk sekolah hari ini! Bahkan dia juga gak bareng sahabatnya! Terus kalau bukan ke acara keluarga, terus kak Robert pergi ke mana?!!" Ucap Vina bingung.
Lalu tak lama kemudian, pelayan (7) pun kembali sambil membawa handphonenya!
"Ini nona. Akan saya tunjukkan pesan dari tuan Robert!" Ucap pelayan (7).
"Ya baiklah. Mana? Aku ingin melihatnya!" Ucap Vina.
"Iya nona." Ucap pelayan (7).
Lalu pelayan (7) itu pun langsung menunjukkan pesan Robert
"Ini nona." Ucap pelayan (7).
Vina pun langsung melihat isi pesan tersebut
"Iya nona. Itulah yang dikatakan oleh tuan Robert!" Ucap pelayan (7).
"Ta.. tapi.. di.. dia gak masuk sekolah! Ditambah lagi, aku juga gak ngelihat kak Robert bareng kak John, maupun kak William! Dia benar-benar menghilang, bi! Sama seperti Layla! Mereka berdua sama-sama gak masuk sekolah!!" Ucap Vina.
(DEG) "Apa? Mereka berdua gak masuk sekolah?!" Ucap pelayan (7) kaget.
"Iya bi. Bahkan ada surat izin atas nama mereka!" Ucap Vina.
(DEG) "Apa? Surat izin?!" Ucap pelayan (7) kaget.
"Iya. Surat izinnya bilang kalau kak Robert dan juga Layla izin, karena mereka pergi ke acara keluarga!" Ucap Vina.
(DEG) "Apa?! Tapi gak ada acara keluarga! Ditambah lagi, keluarga Jamieson hanya mengadakan acara keluarga setiap hari Senin! Bahkan seluruh anggota keluarga Jamieson juga tidak ada di sini! Jadi bagaimana mungkin mereka semua pergi ke acara keluarga?! Tidak ada yang memberitahu kami soal itu!!" Ucap pelayan (7).
"Ya makanya. Aku pun juga bingung bi. Padahal kemarin kak Robert kelihatan baik-baik saja. Tapi kenapa dia tiba-tiba menghilang?! Memangnya dia punya sahabat lain selain kak John dan kak William?!" Tanya Vina.
"Se.. setauku sih tidak ada nona. Sahabat dekatnya itu cuma tuan John dan tuan William! Tidak ada lagi selain mereka!" Ucap pelayan (7).
"Tuh kan. Makanya itu sangat aneh! Pesan itu juga sepertinya palsu deh!" Ucap Vina.
(DEG) "I.. iya. Aku setuju denganmu nona. Sepertinya ini pesan palsu! Sepertinya bukan tuan Robert deh yang menulis pesan ini! Mungkin saja ada orang lain yang menulis pesan ini dari hp tuan Robert!" Ucap pelayan (7).
"Iya kau benar! Tapi siapa orangnya?!" Ucap Vina bingung.
__ADS_1
"Hm.. saya pun juga tidak tau nona. Masa ada penjahat sih di sini?!" Ucap pelayan (7).
"Ya mungkin saja! Dan kita harus mencarinya! Aku takut kak Robert kenapa-napa! Bagaimana kalau ternyata ada orang yang menyerangnya dan menculiknya?!" Ucap Vina.
"I.. itu sepertinya tidak mungkin deh nona. Kalau memang tuan Robert diculik, lalu kenapa pesan yang dikirimkan seperti ini? Kenapa tidak meminta uang?!" Ucap pelayan (7).
"Ya mungkin saja mereka tidak ingin uang! Jangan-jangan.. ‘pembunuh’ itu lagi yang menculik Robert!" Ucap Vina.
(DEG) "Pembunuh?!" Ucap pelayan (7) kaget.
"Ya! Yang aku maksud adalah ‘pembunuh’ yang telah membunuh Amy dan juga anjing milik kak William! Mungkin saja orang itu dendam pada kak Robert, karena kak Robert berhasil bebas!" Ucap Vina.
"Hm benar. Kau ada benarnya juga!" Ucap pelayan (7).
'Eh apa benar seperti itu ya?!' - dalam hati pelayan (7).
"Yasudah kalau begitu, kita harus mencari kak Robert!" Ucap Vina.
"I.. iya. Apa saya juga harus melapor ke polisi?" Tanya pelayan (7).
"Tidak! Jangan!!" Ucap Vina.
"Lho kenapa?!" Tanya pelayan (7) kaget.
"Karena itu semua percuma! Apalagi polisi sekarang sedang sibuk mencari keberadaan ‘pembunuh’ itu! Jadi pasti mereka tidak akan menyelesaikan kasus ini dengan cepat! Ditambah lagi, aku takut jika ‘pembunuh’ itu tau kita melapor pada polisi, maka dia akan langsung menyakiti kak Robert!" Ucap Vina.
"Hm. Kau ada benarnya juga sih!" Ucap pelayan (7).
"Hm. Oleh karena itu, kita tunggu saja selama beberapa saat. Kita coba untuk mencarinya dulu, tanpa bantuan polisi. Tapi kalau masih tidak ada hasil, barulah kita melapor pada polisi! Dan aku juga ingin kau terus mengecek hpmu setiap saat! Siapa tau nantinya ‘pembunuh’ itu akan mengirimimu pesan lagi! Mungkin nanti, dia akan meminta uang tebusan! Jadi teruslah mengecek hpmu!" Ucap Vina.
"Ya, baiklah nona." Ucap pelayan (7).
"Hm. Kalau begitu, mari kita berpencar! Kalau kau menemukan petunjuk, segera hubungi aku! Ini nomorku!" Ucap Vina yang langsung memberikan sebuah kertas berisikan nomor teleponnya.
"Ya, baiklah nona." Ucap pelayan (7).
"Yasudah kalau begitu, ayo kita berpencar! Aku akan ke sebelah kiri dan kau ke sebelah kanan!" Ucap Vina.
"Iya nona." Ucap pelayan (7).
Lalu Vina dan pelayan (7) pun mulai berpencar
'Hm.. aku harap, aku bisa menemukan kak Robert dan juga Layla! Semoga saja mereka tidak kenapa-napa! Tunggu aku kak Robert! Dan juga Layla! Aku pasti akan menyelamatkan kalian berdua!!' - dalam hati Vina.
Vina pun mulai mencari di sekitar kompleks perumahan Robert
'Hm..'
To Be Continued...
__ADS_1