PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
Quality Time With Thata and Aron


__ADS_3

"Aron jalan yuk," Varel mengetuk pintu kamar Aron. "Ron gua masuk yah." Tidak ada jawaban, Varel membuka pintu kamar Aron.


Ceklekkk... Varel melototkan matanya, dia mematung dengan kondisi kamar Aron.


"Ron kamu habis cuci gudang pakaian kamu apa gimana sih? Ini kenapa pakaian kamu berantakan gini? Kamar kamu berubah jadi gudang pakaian tau gak."


"Rel ini oke gak buat dipakai jalan?" Tanya Aron sambil memperlihatkan setelan baju kepada Varel.


"Jalan sama siapa? Sama cewek?"


"Iya buruan kenapa sih, keburu telat nih aku."


Jeduarrr... Varel kaget mendengar ucapan Aron.


"Jalan sama cewek mana? Udah pindah ke lain hatikah?"


"Jangan banyak bacot dulu Varel, pilihin aku baju cepetan."


Varel memilih-milih pakaian yang sudah diberantakan oleh Aron.


"Jalan sama cewek umur berapa?"


"Sekitar 26 tahunan."


Varel mengambil, celana panjang berwarna hitam, kaos berwarna putih dan kemeja berwarna abu-abu beserta sneakers berwarna putih hitam.


"Nih pakai ini."


Aron menerima setelan yang dipilih oleh Varel.


Aron langsung mengganti pakaiannya, sedangakan Varel mengambili pakaian yang berada dilantai dan meminggirkannya agar tidak terlalu berantakan.


"Dipikir umurnya masih belasan kali yah, padahal mah udah umur 30 tahun tapi masalah beginian payah banget. Kasian yang nanti bakal jadi ceweknya."


"Ini orang mau pilih baju, atau berantakin isi lemari sih." Keluh Varel kesal.


Aron keluar sudah rapih dan siap berangkat, rambutnya ditata seadannya, terlihat muda dan segar.


"Gila itu bapak-bapak cakep juga, dipakaiin baju yang begituan." Takjub Varel.


"Gua berangkat duluan yah bye jomblo."


Aron menyambar kunci mobil dan ponselnya, dan berjalan keluar meninggalkan Varel yang sedang mengumpatnya habis-habisan.


***


Setelah kurang lebih 30 menitan Aron berkendara, dia sampai dipintu masuk Bazar makanan yang sudah diberitahu oleh Rion.


Kedatangan Aron membuat orang yang berada disitu seketika terpesona oleh penampilan Aron.


Aron melihat kesekelilingnya, senyumnya terbit dari bibirnya ketika melihat 2 malaikat kecilnya berdiri menunggu kedatangannya. Aron mengahampiri Rion dan Rara.


Aron berjongkok didepan Rion dan Rara.

__ADS_1


"Hayy anak-anak Daddy, maaf membuat kalian menunggu." Aron memeluk dan mengecup pipi Rion dan Rara.


Rara melihat penampilan Aron dari atas kepala sampai ujung kaki.


"Daddy sangat tampan," puji Rara. "Pantas saja tante-tante yang disana ngeliatin Daddy segitunya." Dengus Rara dengan imutnya.


"Tenang, Daddy cuman sayang sama mommy kamu kok." Aron mencubit pipi Rara gemas.


"Astaga ini anak kenapa bisa cantik dan ngegemesin gini banget sih, jadi pengin milikin mommynya juga hehehe." Batin Aron.


"Dad temu kangennya lanjut nanti, kasihan kalau mommy nunggu lama, bisa-bisa digangguin para cowok." Saut Rion.


"Beri semangat dulu dong Daddy." Aron menunjukan pipinya. Rion dan Rara langsung mengecup pipi kanan kiri Aron.


Aron meninggalkan kedua anaknya, sekarang tinggal menemui mommy dari kedua anaknya, jantungnya berdebar tidak karuan. Rasanya lebih gugup dari pada harus menunggu peluncuran produk yang dibuatnya.


Aron melihat sekeliling, dengan cepat dia menemukan Thata, yang juga sering kali menjadi tontonan bagi para lelaki. Tidak sulit untuk menemukan Thata, dengan kecantikan yang dimiliki Thata dan kesamaannya pada Rara putri kecilnya yang sangat mirip, membuat mata Aron langsung mengetahui bahwa itu bidadarinya.


Aron menghampiri Thata yang sedang menyeruput minumannya sambil duduk dengan kaki yang bergelantungan di kursi yang sedikit tinggi.


"Thata." Panggil lirih Aron.


Thata menengok kearah Aron, dia tersenyum melihat penampilan Aron, tampan. Pikir Thata.


"Duduklah! Sampai kapan kamu akan berdiri." Aron mendudukan bokongnya disamping Thata.


"Pantes saja dua anak itu tiba-tiba membatalkan janjinya, ternyata mereka ingin aku bertemu denganmu."


"Kamu gak marah?"


"Kamu udah disini, mau temenin aku cari makan gak?"


"Mau, ayok." Aron dengan semangatnya memegang tangan Thata.


"Emm aku manggil kamu apa yah?" tanya Thata.


"Nama atau sayang juga boleh." Asal Aron.


"Oke Aron."


Thata membeli beberapa makanan dan minuman untuk dia dan juga Aron.


"Isss kenapa banyak banget cowok yang lihatin kamu sih Tha, mata mereka gak kedip kalau ngelihatin kamu." Kesal Aron.


Aron melihat salah seorang pria yang akan menghampiri Thata, dia pandang pria itu dengan tatapan tajamnya.


"Hahaha," tawa Thata pecah. "Enggak anaknya enggak Daddynya sama-sama galak."


Aron memandang Thata dengan kesal, sedangkan Thata tersenyum tanpa dosa. Thata menarik tangan Aron untuk duduk sebelum Aron ngamuk dikerumunan.


"Minumlah, jangan galak-galak nanti cepet tua loh." Ledek Thata. Aron meminum minumannya sampai habis, entah kenapa suasana menjadi panas sekali.


"Kamu benar-benar sangat mirip dengan Rion."

__ADS_1


"Rion yang mirip aku, kan aku dulu yang lahir jadi dia yang ngikutin aku Thata." Saut Aron.


"Tha aku mau ngomong serius sama kamu."


"Yah aku sudah menunggunya."


"Emm maaf untuk malam itu, aku tidak akan mengelak jika aku tidak bersalah, aku bersalah sangat-sangat bersalah melakukan itu padamu pada malam itu. Aku yang salah masuk kamar dan aku juga yang sudah mengambil mahkotamu. Tapi ketika aku melakukan itu denganmu aku sadar jika aku mencintaimu Thata pada saat itu juga, dan aku begitu senang mendapati bahwa aku pria yang pertama untukmu, itu membuatku semakin menggila. Apa kamu lupa? Kalau aku mengatakan akan menikahimu ketika mata hari terbit, tapi ketika aku terbangun kamu sudah pergi. Aku mencarimu namun tidak ada hasil sama sekali, aku takut kamu kenapa-kenapa, aku tidak ingin membuatmu dicap sebagai seorang perempuan yang tidak baik hanya karena tindakan lelaki brengsek ini. Aku juga takut kamu akan hamil dan menjadi ibu tunggal, aku ingin merawatmu dan anak-anak kita bersama-sama. Tapi sayangnya kamu tetap menjadi ibu tunggal sampai lima tahun ini, maaf Tha maafkan aku, aku tahu perbuatanku pasti berdampak pada kehidupanmu. Tapi aku benar-benar mencintaimu sampai saat ini, aku tidak berhenti memikirkanmu. Jadi jangan pergi lagi dari hidupku, aku mohon Thata, aku menunggumu selama ini, jadi jangan tinggalkan aku sendiri lagi."


Aron berucap dengan mata yang berkaca-kaca, air matanya menetes begitu saja ketika melihat Thata yang malah tersenyum padanya.


"Tidak kusangka seorang pria sepertimu bisa cengeng juga." Thata menghapus air mata Aron menggunakan tangannya.


Aron memeluk Thata, dan semakin menangis dipelukan Thata.


"Aron jangan nangis dong kamu itu udah punya dua anak dan kamu juga pemilik Sandres Group, masa jadi cengeng gini sih. Lihat tuh banyak orang yang lihatin kamu loh."


"Masa bodo status sayang, aku merindukanmu begitu lama, dan sekarang aku berada dipelukanmu, aku sangat bahagia. Jangan hiraukan orang lain, mereka paling akan iri denganku karena bisa memeluk gadis secantik kamu." ucap Aron sambil sesenggukan.


Mulai saat ini sepertinya Thata memiliki 3 orang anak yang akan selalu menempel padanya.


Beberapa menit kemudian, Aron selesai dengan tangisnya, matanya masih merah dan ingusnya masih dihidungnya. Entah pergi kemana ke wibawaan seorang Aron Junio Sandres.


"Kamu tidak membenciku kan Tha?" Tanya Aron harap-harap cemas. "Tidak, setelah aku mendengar penjelasanmu." Senyum Aron dengan senangnya.


"Thata aku mencintaimu, ayo kita menikah, aku ingin membuat keluarga kecil bersamamu Rara dan juga Rion."


"Emm tidak papa kalau kamu tidak mau, aku akan menunggumu sampai mau, tapi tolong jangan pergi meninggalkanku yah."


"Beri aku waktu, karena bagiku pernikahan itu sesuatu ikatan yang sakral, tenanglah aku tidak akan menjauhkanmu dengan anak-anakmu sendiri, kamu Daddy mereka kamu juga berhak atas mereka."


"Terima kasih atas semuanya Tha.


"Emm Ron kamu 3 hari lagi sibuk gak? Kalau kamu gak sibuk maukah kamu ikut bertamasya dengan anak-anak, aku ingin mereka bertamasya dengan orang tua lengkap."


"Mau aku mau ikut dengan kalian," antusias Aron.


"Bagus, 3 hari lagi kita tunggu kamu disekolahan sikembar yah. Jangan beritahu mereka, kita kasih kejutan untuk mereka."


"Baiklah aku paham sayang."


"Udah jam segini aku pulang dulu yah."


"Aku antar yah."


"Tidak usah, aku bawa mobil sendiri."


"Baiklah kalau begitu hati-hati dijalan, jangan ngebut-ngebut taati peraturan berkendara dan bla bla..."


Thata hanya meganggukan kepalanya.


Aron yang melihat Thata sudah tidak terlihat lagi, dia juga pulang kerumahnya dengan suasana yang bahagia.


Lagi dan lagi Varel melihat tingkah laku sahabatnya yang seperti orang gila, Aron selalu tersenyum bahkan ketika makan, dia sesekali tersenyum. Siapa gadis yang sudah membuat bapak-bapak ini menjadi seperti ABG sedang kasmaran, Varel yang penasaran sudah menanyakan berjuta-juta kali pada Aron namun Aron tidak menjawabnya. Aron hanya menjawab. "Nanti kamu juga tahu sendiri." Untuk Varel harap bersabar menerima ujian yang satu ini yah. Thor hanya bisa menyemangatimu dari jauh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2