PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
Kedatangan Yolanda


__ADS_3

Aron menggendong Rara dipundaknya, mereka berdua sedang bermain-main di taman hiburan. Aron sudah seperti hot Daddy sekarang, setelan yang ia gunakan sederhana bahkan hanya menggunakan kaos berwarna putih dengan merek baju yang berada dibagian dadanya dan celana panjang bahan.


Rara bergelayut manja dipundak Aron, Bibir kecil nan imutnya selalu berceloteh menceritakan berbagai macam cerita untuk Aron. Aron dengan setia mendengarkan kalimat demi kalimat, kata demi kata yang terucap dari bibir anak cantiknya.


"Daddy, nanti kapan-kapan kita ngajak Mommy sama Kak Rion kesini yah!" ucap Rara dengan lembutnya.


"Baiklah sayang, apa pun yang kamu mau, pasti akan Daddy kabulkan." Aron memiringkan kepalanya lalu mengecup pipi Rara pelan.


Aron dan Rara mencoba semua wahana yang berada di taman hiburan itu, mereka berdua tampak sangat bahagia, senyum selalu terbit dari bibir mereka berdua. Entah sudah berapa lama dan entah sudah berapa banyak wahana yang mereka coba, dua orang itu sekarang terkapar disebuah bangku kayu yang berada dibawah pohon rindang, mereka di situ karena kecapean.


"Daddy aku cape." Keluh Rara yang sedang berbaring dengan kepala yang ia baringkan di paha Aron.


"Kamu yang dari tadi aktif banget, sekarang malah yang udah tepar duluan." Aron mencubit hidung Rara gemas, anak gadisnya ini benar-benar mirip sekali dengan istrinya.


"Rara kan masih kecil Dad, jadi jangan heran kalau tenaga Rara itu cepet habis." sulut Rara, tangannya sudah dilipat di dadanya.


"Baik, baik kalau si kecil ini tenaganya sedang habis, bagaimana cara mengisi tenaganya lagi yah?" Tanya Aron.


"Emm," Rara tampak berpikir. "Musik dan makanan Dad."


Aron memerhatikan sekililingnya, ia melihat ada segerombolan orang yang sedang menonton seseorang yang sedang bermain piano dan juga sambil bernyanyi.


"Mau bermain piano Sayang?" Rara bangkit, ia duduk dengan tegap. Rara mengikuti kemana arah Daddynya memandang.


"Mau dong Dad, aku kan belum pernah mainin piano didepan Daddy." Binar Rara.


"Ayo Dad kita kesana!" Rara menarik tangan Aron.


Rara dan Aron sampai dikerumunan itu, mereka berdua menunggu seseorang yang sedang bernyanyi sampai selesai.


Selang 5 menit kemudian, Rara menghampiri pemilik piano itu dan meminta izin untuk memainkan sebuah lagu untuk orang spesialnya.


Rara meraih mikrofon, "Hay semuanya." Sapa Rara dengan riang, dan disambut tepuk tangan oleh orang-orang yang melihatnya. "Lagu yang akan aku mainkan ini, khusus untuk Daddyku yang paling tampan didunia ini." ucap Rara sambil mengedipkan mata genitnya pada Aron.


Aron tersenyum melihat tingkah Rara. "Ini anak siapa yang ngajarin jadi genit begini sih." ucap Aron dalam Hati.

__ADS_1


Rara mulai manekan Tuts dengan jemari kecilnya, tangannya bergerak lincah memainkan sebuah piano berwarna coklat tua itu.


Penonton melihat kagum pada kemampuan bermain piano dan bernyanyi Rara, lagu yang dimainkan Rara terdengar sangat enak untuk masuk ditelinga. Suara lembut khas anak kecil yang begitu merdu dan pas dengan suara dari iringan piano. Membuat siapa saja yang mendengarnya akan terhanyut dalam alunan suara yang diciptakan oleh Rara.


Aron meneteskan air matanya namun segera ia menghapusnya agar tidak ada yang melihatnya, entah bagaimana mendeskripsikan rasa yang ada pada Aron sekarang, bahagia, senang, bangga akan Rara, bercampur menjadi satu. Hati kecilnya selalu mengucap rasa terimakasih pada Thata karena telah mendidik sesosok putri kecil yang begitu memukau.


Rara selesai dengan permainannya, dia langsung berlari kedalam pelukan Daddynya, rasa hangat dari seorang Daddy memang bisa menenangkan hatinya, pikir Rara.


"Daddy bagus tidak penampilanku?" tanya Rara yang berada di gendongan Aron.


"Sangat bagus Sayang, Daddy bangga padamu." Aron mengeratkan pelukannya.


Rara tersenyum riang setelah mendapat pujian dari Aron.


"Kalau begitu, Daddy harus lihat nanti waktu aku pertunjukan yah!"


"Baik Sayang, apa ada lagi yang kamu minta hem?"


"Aku ingin berdansa dengan Daddy tapi..." Rara menjeda perkataannya, "Ketika aku sudah besar nanti, setidaknya harus setinggi Mommy dulu hehehe."


"Ada Dad, banyak. Aku ingin wisata kuliner bersama Daddy, aku ingin membuatkan Daddy baju yang banyak, aku ingin keliling dunia bersama Daddy, aku ingin menerima semua penghargaan dan ada Daddy pada saat itu, aku ingin Daddy melihat kekasihku nanti, aku ingin melakukan banyak hal bersama Daddy karena aku sayang Daddy. I love you Dad."


Setelah selesai Rara berucap, ia mengecup pipi Aron berung kali, Aron tertawa karena geli oleh ciuman Rara yang bertubu-tubi.


"Love you too Rara, putri kecil cantiknya Daddy."


***


Aron, Thata dan juga sikembar sedang makan malam, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing ditelinga mereka.


"Ar..." ucap Yolanda terjeda ketika melihat keadaan ruang makan Aron.


Yolanda datang secara tiba-tiba tanpa memberitahu siapa pun, bahkan dia sampai meninggalkan suaminya yang masih berada diluar negri.


Tas yang sedang berada digenggaman Yolanda terjatuh dilantai begitu saja, Yolanda menghampiri Thata yang sedang berada di balik punggung Aron.

__ADS_1


"Aron jelaskan sekarang juga pada Mamah apa yang sebenarnya sudah terjadi!" ucap Yolanda tegas pada Aron.


Jantung Thata berdetak dengan cepat, dia gugup, belum pernah sekalipun dia berada diposisi saat ini, dia juga tidak tahu harus bersikap bagaimana pada Mamahnya Aron.


Thata menggenggam baju Aron yang berada dibagian belakang sampai kusut.


Sikembar hanya memerhatikan 3 orang dewasa itu yang sedang saling bertukar tatapan satu sama lain.


Aron menggenggam tangan Thata, ia tarik Thata sampai bisa berdiri disampingnya, tangan Aron yang sedang menggenggam tangan Thata terlepas, tangannya ia letakan di pinggul ramping Thata.


"Sayang perkenalkan dirimu pada Mamah, dia mertuamu loh."


"Hay Tante perkenalkan nama saya Agatha Victory, saya istrinya Aron." ucap Thata sambil tersenyum.


Grepp... Yolanda memeluk Thata dengan erat, "Terimakasih Sayang, kamu telah bersama kita sekarang, terimakasih sudah kembali pada kami, jangan pernah pergi lagi yah." Yolanda menangis dipelukan Thata, Thata mengusap lembut punggung Yolanda.


Setelah Yolanda tenang, pelukan dengan Thata terlepas. "Kenapa kamu menikah dengannya tidak memberitahukan Mamah sih Ron, dasar anak menyebalkan." Plakkk.. Yolanda memukul Aron berkali-kali dengan cukup keras karena kesal.


"Grandma sudah, jangan pukul Daddy lagi! Kasihan Daddy." Ucap Rara yang membuat Yolanda menghentikan siksaannya pada Aron.


Yolanda menoleh pada Rara dan sosok pria kecil yang sangat mirip dengan Aron.


Yolanda melirik Aron, "Mereka?" Aron menganggukan kepalanya.


"Huwaaaa," tangis Yolanda kembali terdengar. "Cucu-cucu Grandma, akhirnya Grandma bisa bertemu kalian." Yolanda mendekap Sikembar.


Yolanda memandang Rion dan Rara, "Kenapa kalian bisa sangat mirip dengan orang tua kalian sih? Kalian sangat cantik dan juga tampan." entah bagaimana Yolanda bisa mendapatkan pertanyaan konyol ini, yang jelas pertanyaan ini terlontar begitu saja dari mulut Yolanda.


"Karena kami anak Mommy dan Daddy Grandma." Saut sikembar bersamaan.


Ruangan makan itu terasa lebih hangat dengan kehadiran Yolanda, mereka selalu dibuat tertawa dengan candaan konyol yang dilontarkan oleh Yolanda.


Bersambung...


...Hay hay, jangan lupa like, komen, vote, tambahkan ke favorit dan search keorang-orang yang kalian kenal yah. Aku tunggu apresiasi kalian🤗 Terimakasih🙏...

__ADS_1


__ADS_2