PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
Pernikahan


__ADS_3

Thata, Monika dan sikembar sedang duduk diruang keluarga sambil nonton tv, saat mereka melihat berita, ada berita jika pemilik perusahaan x melakukan penggelapan dana dan perusahaannya bangkrut hanya dalam waktu satu malam. Dan istri dari pemilik perusahaan x itu adalah kepala sekolah disalah satu sekolahan internasional ternyata adalah mantan seorang pelacur ketika semasa mudanya. Keluarga itu hancur dalam waktu satu hari sekaligus.


"Itu baru Daddy ku." ucap Rion menyunggingkan senyumnya.


Rara menatap kagum pada berita yang baru saja ia lihat sedangkan Thata menatapnya dengan datar dan seperti ada yang dia pikirkan.


"Keponakan tante kan udah gak sekolah nih, kita jalan-jalan aja yuk." Ajak Monika.


"Wih mantep tuh tan, kak Rion ikut yah."


Rion menganggukan kepalanya.


3 orang itu menatap kearah Thata.


"Kalian aja deh yang jalan-jalan aku ada urusan, nanti kalau udah selesai aku nyusul."


"Oke deh Mom."


***


Setelah sikembar dan Monika pergi, Thata bersiap pergi menggunakan motor sportnya.


Selang 25 menit Thata memarkirkan motornya diparkiran sebuah perusahaan besar yaitu Sandres Group.


Thata turun dari motornya lalu masuk kedalam perusahaan Aron. Di lobi Thata bertemu dengan Varel yang baru saja keluar dari lift.


"Varel." Panggil Thata. "Aron ada di ruangannya apa gak?"


"Kamu Thata?" Thata menganggukan kepalanya


"Astaga aku kira siapa, kamu pakai topi sama masker."


"Langsung aja masuk keruangan Aron, bisa hancur ini perusahaan kalau ada yang mencegah kamu ketemu sama pria bucin itu."


Thata menuju ruangan Aron sedangkan Varel keluar perusahaan untuk membeli makanannya Aron.


"Rel aku kan suruh kamu pergi beli makanan bukan beli gorengan didepan, kenapa balik cepat banget sih."


Aron tidak menyadari jika yang masuk ke ruangannya adalah Thata.


"Aron ayo kita menikah." ucap Thata.


Aron menelan salivanya mendengar suara pujaan hatinya. Dia terbengong takut salah dengar dengan ucapan Thata.


"Aron." Panggil lirih Thata.


Aron bangun dari tempat duduk kerjanya. Dia menghampiri Thata.


"Sayang kamu tadi bilang apa?"


"Ayo kita menikah Aron Junio Sandres."

__ADS_1


"Aahh sayang kamu melamar ku yah? Aahh kenapa berasa ada kupu-kupu di perutku."


Thata yang tadinya serius malah terkekeh mendengar ucapan Aron.


"Aron mau tidak menikah denganku?"


"Mau dong sayang mau banget, jadi kapan kita menikah sekarang atau gimana?"


"Tapi kenapa kamu tiba-tiba mengajak aku menikah hem?"


"Aron aku memang belum mencintaimu, aku menikah denganmu untuk memberikan keluarga yang utuh pada sikembar, aku tidak mau kejadian yang kemarin terjadi lagi. Rion dan Rara butuh sosokmu dihidup mereka, jadi ayo kita menikah demi Rion dan Rara."


Greppp... Aron memeluk Thata.


"Baiklah ayo kita menikah, aku akan menunggumu mencintaiku dan memberikan orang tua yang utuh pada sikembar."


Aron menangis dipunggung Thata.


"Nanti kalau kita sudah menikah, berjanjilah padaku kamu tidak akan pernah meninggalkanku dalam kondisi apapun yah."


"Tenang lah Ron, bagiku pernikahan itu sesuatu hal yang sangat berarti untukku, aku memilihmu untuk menjadi suamiku karena aku juga ingin hidup denganmu membangun sebuah keluarga yang harmonis. Ron aku pernah terluka oleh yang namanya sebuah cinta jadi tolong jangan mengecewakan aku yah! Aku mohon."


Aron semakin mengeratkan pelukannya.


"Emm aku berjanji tidak akan mengecewakanmu, aku mencintaimu Agatha Victory. Terima kasih sudah mau menjadi istriku dan terima kasih sudah menjadi ibu dari anak-anakku."


Aron melepaskan pelukannya namun badannya masih menempel pada Thata.


"Terserah kamu Ron, aku kan sekarang gak sibuk banget jadi kapanpun bisa."


"Sekarang aja yuk nikahnya, terus kamu dan sikembar langsung pindah kerumah aku deh, asiknya bisa tinggal bareng kalian."


"Astaga Ron harus banget yah sekarang?"


"Iya sayang, aku gak mau nunggu lagi nanti kamu berubah pikiran."


Aron menarik tangan Thata untuk pergi meninggalkan ruangan Aron.


"Hey kalian mau kemana?" Tanya Varel yang baru saja tiba.


"Menikah, Rel persiapkan semuanya. Aku dan Thata akan menikah hari ini juga."


Bughh... Varel menjatuhkan makanan yang dibawanya, dia mengejar Aron tanpa memikirkan makanan yang berserakan di lantai.


Varel sibuk menelpon sana sini, sedangkan Aron hanya bergelendotan pada calon istrinya.


Aron dan Thata mengurus pernikahannya secara Hukum terlebih dahulu, setelah 1 jam akhirnya mereka selesai dan mendapatkan buku nikah. Jangan tanya bagaimana bisa prosesnya secepat itu, bagi Aron hal yang tidak bisa itu akan bisa jika Aron yang menanganinya.


Rion dan Rara sudah tahu jika Mommy dan Daddynya akan menikah, Rara yang memang sudah menyiapkan gaun pengantin untuk Mommynya pakai, gaun berwarna putih yang sangat indah.


Thata bergandengan tangan dengan Varel yang akan menjadi walinya, dia terlihat amat sangat cantik menggunakan gaun yang dibuat oleh Rara. Aron menatap kagum pada calon istrinya, ingin rasanya dia langsung berlari dan mencium Thata, namun belum waktunya. Pernikahan sangat sederhana yang hanya didatangi oleh beberapa pelayan yang sebagai saksinya. Tidak penting seberapa sederhananya pernikahan Aron dan Thata yang terpenting adalah kebahagian yang didapat mereka dengan ikatan sakral dalam pernikahan.

__ADS_1


Varel dan Monika meneteskan air matanya, mereka menjadi saksi hidup bagaimana kehancuran dua orang manusia ketika 5 tahun yang lalu. Rion dan Rara tersenyum bahagia melihat kedua orang tuanya berhasil bersatu.


"Berhasil." Rion dan Rara tos dengan semangatnya.


Tidak bisa dipungkiri jika kebersamaan Aron dan Thata berawal dari keinginan sikembar. Niat hanya untuk mencaritahu Daddynya malah berujung mempersatukan Mommy dan Daddynya menjadi pasangan yang diakui oleh Agama dan Hukum.


Pemasangan cincin sudah selesai mereka lakukan.


Tiba waktunya pengantin berciuman, Aron mendekat kearah Thata bibirnya mendarat pada bibir Thata dengan pelan. Varel dan Monika kompak menutup mata Rion dan Rara. Aron mencium Thata dengan lembut, air matanya menetes saking bahagianya, Thata merasakan pipinya dingin terkena air mata Aron, dia semakin memeluk suaminya dan membalas ciuman Aron yang menurutnya sangat mengahangatkan.


Seusai acara pernikahan selesai Aron memboyong Thata dan juga sikembar kerumahnya. Sedangkan Monika tetap tinggal dirumah Thata.


"Em emm anu sayang anu emm."


"Apa sih Ron? yang jelas kalau ngomong dong."


"Anu sayang."


"Kenapa Aron?"


"Kamu nanti tidur sama aku kan?" tanya Aron menundukan kepalanya.


Ternyata Aron sedari tadi gelisah memikirkan ini.


"Ya jelas aku tidur sama kamu lah Ron kita kan suami istri, atau kamu gak mau tidur sama aku? Aku bisa kok tidur sama Anak-anak kalau kamu gak mau sama aku."


"Aku mau banget tidur sama kamu sayang, aku takut kamu gak mau tidur sama aku jadinya aku tanya deh hehehe. Aku janji gak bakal aneh-aneh sebelum kamu mengijinkannya."


***


Aron dan Thata sudah selesai berbesih dan akan tidur mereka berdua sudah merebahkan tubuhya diatas ranjang.


Thata membelakangi Aron, Aron menyelusup diantara selimutnya mendekat kearah Thata, dia memeluk Thata dari belakang.


"Ron." ucap Thata yang merasakan Aron mendekat kearahnya.


"Biarkan aku memelukmu yah, hanya memelukmu." Aron mengusel pada pundak Thata.


Thata melonggarkan pelukan Aron, dia membalikkan badannya, Aron mengira jika Thata menolak pelukannya, namun Aron dibuat terkejut ketika Thata malah memeluknya. Kepala Thata berada di dada Aron dan tangannya melingkar pada pinggang Aron.


"Good night Ron."


Aron tersenyum dan membalas pelukan Thata dengan sayang. Sudah tidak bisa dibayangkan lagi bagaimana bahagianya Aron, ini pelukan pertama Thata yang diberikan pada Aron saat malam pertamanya. Tidak terlalu mengenaskan untuk malam pertamanya. Pikir Aron.


"Good night Istriku, tidur yang nyenyak dan jangan lupa memimpikan aku yah."


Aron mengecup kening Thata lama dan mulai tertidur sambil memeluk Istrinya. Thata tersenyum tipis di pelukan Aron. Ia merasa beruntung menikahi seorang Aron, dan dia merasa jika ke putusannya tidak salah untuk menikahi Daddy dari anak-anaknya.


Dua insan yang telah menjadi sepasang pengantin baru itu, tidur dengan saling memeluk satu sama lain.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2