
'Ada di mana ya mereka? Aku bahkan belum menemukan petunjuk apapun!' - dalam hati Vina.
Vina pun terus mencari
"Hei Vina, kok kamu gak pulang sih?" Tanya seorang ibu-ibu.
"Eh ibu? Ah.. ini baru mau pulang kok! Tadi saya habis dari rumahnya Layla! Hehehe." Jawab Vina.
"Habis dari rumahnya Layla?" Tanya ibu tersebut.
"Iya bu." Jawab Vina.
"Oh. Tapi kok sepi banget ya rumahnya? Apa cuma ada Robert dan Layla aja? Kira-kira ke mana orang tua sama kakeknya?" Tanya ibu tersebut.
"Eh?"
'Mereka juga hilang?!' - dalam hati Vina.
"Mm.. kalau soal itu, saya juga gak tau bu. Kayaknya mereka sibuk deh!" Jawab Vina.
"Oh begitu. Pantesan aja rumahnya sepi!" Ucap ibu tersebut.
"I.. iya." Ucap Vina.
'Tapi ke mana ya mereka? Kalau begitu, ini satu keluarga dong yang hilang?!' - dalam hati Vina.
Vina pun menjadi terkejut
"Kenapa Vin?" Tanya ibu tersebut.
"Ah gpp bu. Yaudah kalau gitu, saya pulang dulu ya bu!" Ucap Vina.
"Oh iya iya." Ucap ibu tersebut.
Lalu Vina pun langsung berlari pergi
'Ah kalau begitu, berarti aku harus cari keberadaannya mereka semua! Sebenarnya mereka semua pergi ke mana?! Jangan-jangan “pembunuh” itu beneran nangkap mereka semua lagi! Oh no! Jangan sampai mereka semua dibunuh oleh “pembunuh” kejam itu! Aku gak akan biarin hal itu sampai terjadi!!' - dalam hati Vina.
Vina pun terus berlari sampai ke daerah yang sepi
(DEG) (Baru tersadar) "Eh? A.. aku ada di mana? K.. kok aku malah ke sini sih?!" Ucap Vina kaget.
"Ya ampun Vina!! Kamu itu saking paniknya, malah lari ke sini! Padahal di sini kan dekat gedung tua itu. Yang katanya tempat pembunuhan! Aduh Vina Vina!" Ucap Vina.
(DEG DEG) (GLEK) "Tapi.. gak mungkin juga kan ada kak Robert di sana? Apa jangan-jangan.. “pembunuh” itu ada di sana lagi?!" Ucap Vina.
'Aduh jangan-jangan beneran ada di sana lagi!!' - dalam hati Vina.
Tiba-tiba ada suara langkah kaki yang mendekat
TAP TAP
(DEG) "Suara apa itu?!" Ucap Vina pelan.
Vina pun langsung berbalik
(DEG) "Gak ada siapa-siapa!" Ucap Vina.
'Apa mungkin itu cuma perasaanku aja ya?!' - dalam hati Vina.
Lalu tiba-tiba ada seseorang yang mendekap Vina dari belakang
"Mmph mmph." Ucap Vina memberontak.
'Ukh lepasin! Siapa ini?!!' - dalam hati Vina.
__ADS_1
Vina pun terus memberontak. Namun sayang, itu semua percuma!
Lama-kelamaan, Vina pun pingsan karena obat bius!
"Hm.." - (...) menyeringai.
Lalu orang misterius tersebut pun langsung membawa Vina masuk ke dalam mobil!
...
Setelah itu, orang misterius tersebut pun langsung membawa Vina menuju ke suatu tempat!
(Skip) ke Pelayan (7)
Pelayan (7) pun terus mencari keberadaan Robert
'Hm.. ada di mana ya tuan Robert? Kenapa sampai sekarang tidak ketemu? Apa dia benar-benar diculik?!' - dalam hati pelayan (7).
"Hm.. sepertinya aku tidak bisa jika mencarinya sendiri. Aku akan minta bantuan pada yang lain!" Ucap pelayan (7) pelan.
Pelayan (7) itu pun langsung kembali ke rumah dan meminta bantuan!
"Kita harus mencari tuan Robert! Tapi sebisa mungkin, jangan mencolok agar tidak ada yang mencurigai kita!" Ucap pelayan (7).
"Tapi kenapa? Bukankah seharusnya kita meminta bantuan pada orang lain juga?! Maksudku.. apa tidak sebaiknya kita minta tolong juga pada orang-orang di sekitar sini?!" Ucap pelayan (8).
"Tidak tidak. Jangan lakukan itu! Karena jika orang-orang di sini tau, maka mereka akan melaporkannya pada polisi!" Ucap pelayan (7).
"Lho memangnya kenapa? Bukankah itu malah bagus?! Dengan bantuan polisi, maka keberadaan tuan Robert bisa cepat ditemukan!" Ucap tukang kebun.
"Ya itu memang bagus. Tapi masalahnya, saat ini polisi sedang mencari keberadaan “pembunuh itu”. Jadi pasti mereka tidak akan menganggap kasus ini dengan serius! Ditambah lagi, aku takut jika nantinya kebusukan keluarga Jamieson malah akan jadi terungkap karena hal ini! Apalagi tidak ada satupun anggota keluarga Jamieson yang berada di sini! Terus juga bagaimana jika nantinya “hilangnya tuan Robert”ini, malah jadi disangkutpautkan dengan tuan Harry ataupun anggota keluarga yang lainnya?! Karena mereka semua kan tidak ada di rumah! Bukankah itu malah akan membuat polisi curiga?!" Ucap pelayan (7).
"Ah iya. Kau ada benarnya juga!" Ucap tukang kebun.
"Ya! Oleh karena itu, jangan lapor pada polisi! Kita coba untuk mencarinya dulu. Siapa tau saja nanti ketemu!" Ucap pelayan (7).
"Ayo. Tapi sebisa mungkin, jangan sampai ada yang curiga!" Ucap pelayan (7).
"Baik!" Ucap mereka semuanya.
Lalu mereka semua pun mulai berpencar
'Hm.. tapi sebelum aku mencari lebih jauh, sebaiknya aku mengirim pesan pada nona Vina terlebih dulu! Agar aku tau, apakah dia sudah berhasil menemukan tuan Robert atau belum!' - dalam hati pelayan (7).
Lalu pelayan (7) pun langsung mengirim pesan pada Vina
(Chat) Nona, apa kau sudah berhasil menemukan tuan Robert? - pelayan (7).
Namun tak ada balasan
'Hm.. kok nona Vina gak membalas ya?' - dalam hati pelayan (7).
Pelayan (7) itu pun langsung menelepon Vina
'Hm.. aku harap dia baik-baik saja!' - dalam hati pelayan (7).
(Skip) ke Vina
Tiba-tiba hpnya berbunyi
RIIING
Orang misterius tersebut pun langsung mematikan teleponnya
TUT
__ADS_1
"Eh? Kok malah dimatikan sih? Apa nona Vina baik-baik saja?!" Ucap pelayan (7) khawatir.
Pelayan (7) itu pun langsung kembali menelepon Vina
RIIING
"Ck benar-benar mengganggu!" Ucap (...).
Orang misterius itu pun langsung membuang hp Vina keluar dari jendela mobil
PRANG
...
(DEG) "K.. kok tidak tersambung sih?! Apa dia baik-baik saja?!" Ucap pelayan (7).
"Siapa yang kau maksud?" Tanya pelayan (6) yang tiba-tiba saja datang.
"Ini. Aku tadi baru saja menelepon nona Vina. Tapi dia tidak menjawab teleponku. Aku jadi khawatir deh. Aku takut dia kenapa-napa!!" Ucap pelayan (7) yang masih khawatir.
"Sudah tenang saja. Mungkin saja saat ini dia sedang sibuk mencari tuan Robert dan tidak ingin diganggu! Atau dia sedang berada di suatu tempat dan sedang bertemu dengan seseorang! Makanya dia tidak ingin diganggu! Jadi kau jangan berfikiran negatif begitu! Dia pasti baik-baik saja sekarang!!" Ucap pelayan (6).
"Apa kau yakin?" Ucap pelayan (7).
"Ya, aku sangat yakin! Dia pasti baik-baik saja! Jika dia memang butuh bantuan, maka dia akan langsung menelepon kita!" Ucap pelayan (6).
"Hm kau ada benarnya juga! Yasudah, ayo kita lanjutkan pencarian!" Ucap pelayan (7).
"Iya, ayo!" Ucap pelayan (6).
Lalu kedua pelayan itu pun langsung melanjutkan pencarian
(Skip) ke Vina
Vina masih pingsan
Lalu Vina pun langsung dibawa ke suatu tempat!
(Skip) Sesampainya di gedung tua
Vina pun langsung dilemparkan begitu saja ke lantai
BRUK
"Haah.."
Orang misterius itu pun hanya menghela nafas, lalu pergi meninggalkan Vina!
(Skip) Tak lama kemudian, Vina pun tersadar dari pingsannya!
"Ukh." Ucap Vina.
Vina pun perlahan membuka matanya
"Aku ada di mana.." Ucap Vina pelan.
'Ukh kepalaku pusing. Apa tadi aku terkena obat bius?' - dalam hati Vina.
Vina pun perlahan bangun
"Ukh rasanya masih pusing. Tapi.."
Vina pun perlahan melihat sekitar
(DEG) "Ada di mana aku?!" Ucap Vina shock.
__ADS_1
To Be Continued...