
"Sayang bangun!" bisik Aron lirih.
"Sayang bangun! Ini udah jam 12 pas,"
"Kenapa dengan jam 12 Ron?" Thata masih enggan membuka matanya.
"Kamu ulang tahun Sayang, ayo dong buka matanya! Aku mau memberikan sesuatu padamu." ucap Aron lembut ditelinga Thata.
Thata tersenyum, ia membuka matanya lalu melihat Aron yang sedang menatapnya.
Sejak Thata mengetahui perasaannya pada Aron, hari-hari yang sekarang ia lalu terasa sangat membahagiakan, hidupnya kembali berwarna karena kehadiran Aron.
"Kamu mau memberikan hadiah apa untukku Ron? Benihmu? Atau apa?" saut Thata asal, dia bahkan terkekeh dengan ucapannya sendiri.
Aron menyebikkan bibirnya, istrinya sekarang entah ketularan siapa cara berbicaranya bisa sevulgar sekarang.
"Ahhh Sayang aku tidak sedang bercanda." Rengek Aron.
Aron mengambil sebuah kotak yang ia sembunyikan disaku celananya, kotak berwarna hitam yang elegand.
Aron membuka kotak itu, ada sebuah kalung berwarna putih yang sangat indah, tidak ada berlian, batu permata ataupun yang semacamnya. Namun ukiran pada kalung itu yang membuatnya terlihat sangat spesial.
"Sayang kemarilah!" Thata lebih mendekat ke Aron, dia bahkan duduk dipangkuan Aron.
Aron memasangkan kalung itu dileher Thata, dia tersenyum ketika melihat kalung itu terlihat sangat serasi dengan Thata.
"Apa arti kalung ini Ron?"
"Dibagian depan ada inisial kita Sayang,"
Bagian depan kalung itu ada huruf A.A, yang berarti Aron dan Agatha.
"Yang bagian belakang ada bungan Sweet Pea, bunga itu melambangkan ucapan rasa terima kasih untuk orang yang spesial Sayang." terang Aron.
"Terima kasih untuk tidak mengunci pintu pada malam itu, terima kasih telah mau mengandung sikembar, terima kasih kamu kembali padaku 3 bulan yang lalu. Dan terima kasih kamu telah menjadi istriku sekarang."
Mata Aron berkaca-kaca ketika mengucapkan kata demi kata dari mulutnya.
"Dan yang terakhir adalah bentuknya bulat, apa kamu tahu artinya?"
Thata menggelengkan kepalanya, "tidak, emang apa artinya hemm?"
"Bulat itu tidak akan terputus Tha, sama seperti rasa cintaku padamu, tidak akan pernah putus sampai kapanpun."
Ucapan Aron mampu membuat hati Thata terenyuh, "Seperti itulah arti dari kalung yang aku kasihkan padamu, apa kamu suka?"
"Sangat suka Ron, terima kasih."
"Tapi kenapa kamu memilih bunga Sweet Pea dari banyaknya bungan indah lainnya Ron?"
"Entahlah Sayang, ketika aku akan membuat kalung ini, aku sudah sangat tertarik dengan bunga ini, dan ketika aku tau artinya untuk ucapan terima kasih. Jadi aku mengukirnya di kalung mu." tarang Aron. "ouh."
"Oh ya, kenapa kamu tidak membawa kue untukku?"
"Rion dan Rara mengancamku untuk tidak memberikan kue padamu, katanya hanya mereka yang boleh memberikan kue padamu Tha, mereka menyebalkan. Jadi aku hanya memberikan kalung itu saja padamu."
Thata memeluk Aron, "Tidak papa, apa yang kamu kasihkan sudah lebih dari cukup Ron, terima kasih telah memberikan sebuah kalung yang memiliki arti yang sangat indah."
"Sama-sama Sayang, Happy Brithday yang ke 27 tahun Sayang, kamu mau minta apa dariku? Aku akan mengabulkannya."
"Aku hanya ingin terus bersamamu Ron," jawab Thata. "Hanya itu Sayang?"
"Iya, aku hanya ingin bersamamu selamanya."
"Baiklah aku akan berjanji akan selalu bersamamu, I Love You so much Agatha Victory."
__ADS_1
Aron mengeratkan pelukannya.
"Aku juga sangat mencintaimu Aron Junio Sandres." ucap Thata dalam hati.
***
Siang hari dirumah Aron sedang diadakan perayaan ulang tahun Thata kecil-kecilan.
"Mommy happy brithday Mom," teriak sikembar bersamaan, mereka melepaskan sebuah balon besar yang didalamnya terdapat kertas-kertas berisikan doa-doa untuk Thata.
Balon itu melambung tinggi, membawa semua permohonan yang diberikan untuk Thata.
Aron merangkul Thata, "Cie yang keliatan makin mesra nih." Ledek Yolanda.
"Maklumin aja Grandma, Mommy sama Daddy kan penganti baru ya gak Kak?" saut Rara.
"Iya," jawab Rion singkat.
"Ini kenapa cucu aku dingin banget gini sih? Ngikutin siapa kamu Rion?" tanya Rangga papah Aron.
"Kalau gak ngikutin Mommy ya berarti Daddy dong, kan cuma mereka orang tua aku." Jawaban dari Rion membuat gemas orang-orang yang berada disama.
"Aron gawat Ron." Varel datang dengan paniknya.
Semua orang yang berada disitu menghadap Varel bersamaan, "Ada apa si Rel?"
"Maaf mengganggu waktu kalian, tapi ini situasi sangat terdesak."
Varel menarik nafasnya, "Aron perusahaan sedang dalam masalah besar, ada proyek yang kita bangun gagal, proyek itu menewaskan 10 orang Ron. Aku tidak tahu kenapa, tapi orang-orang pemerintahan dan juga polisi sudah berada ditempat Ron, mereka mununggumu."
"Ron pergilah kesana! Selesaikan masalahnya." ucap Thata lembut, dia tentu saja tidak ikhlas jika Aron pergi, dia masih ingin bersama Aron di hari bahagianya. Tapi dia sadar suaminya memiliki tanggung jawab besar dengan kejadian yang disebutkan oleh Varel tadi.
"Sayang tapi..."
"Sayang maaf," Aron merasa bersalah.
"Selesaikan secepat mungkin yah, aku tunggu ditempat yang kamu janjikan nanti malam."
Aron mengangguk pasti, "Ingat! Aku menunggumu Ron."
Aron memeluk Thata dan juga sikembar, lalu pamit bersama Varel untuk menyusul kedaerah yang sedang menjadi titik permasalahan Perusahaan Aron.
***
Malam harinya.
Thata sedang menunggu kedatangan Aron, ia sudah memakai gaun yang pada waktu itu dipilih oleh Aron, dan lengkap mengenakan kalung yang diberikan oleh Aron.
Thata berdandan sangat cantik, gaun putih sepanjang bawah lutut, rambut panjangnya ia gerai, terlihat sangat memukau untuk Thata. Tidak lupa juga dia membawa satu tote bag yang berisikan jam tangan yang akan ia berikan untuk Aron.
Thata mengambil ponselnya yang berada di tas selempang nya, "Aku masih penasaran dengan lambang bunga Sweet Pea." ucapnya sambil mengetikan nama bunga yang berada dikalungnya ke sumber pencarian.
Bunga Sweet Pea melambangkan apa? Ketikan yang ditulis oleh Thata, dia klik tombol pencarian dan...
"Sayang." Thata menengok kesumber suara, dia pikir itu Suaminya, namun ternyata orang lain.
Dia kembali akan membuka ponselnya, tetapi dia melihat Aron yang sedang berada disebrang jalan menunggu lampu hijau untuk penyebrang jalan.
Thata tersenyum bahagia setelah melihat suaminya, ia melambaikan tangannya, Thata benar-benar tidak sabar menunggu saat-saat ini, dia ingin segera mengungkapkan rasa cintanya pada Aron.
Thata memasukan ponselnya yang masih terbuka dengan artikel tentang bunga Sweet Pea.
Di artikel itu menjelaskan tentang lambang bunga yang berbentuk sangat indah dan dipercayai memiliki aromo sangat wangi ini, keindahan dari bunga ini melambangkan rasa terima kasih yang sangat mendalam untuk seseorang yang spesial. Dan ada satu arti lagi dari bunga ini, yaitu. Ucapan selamat tinggal untuk seseorang.
Lampu bagi para penyebrang jalan sudah berwarna hijau, Aron berjalan seorang diri dibagian paling akhir barisan itu.
__ADS_1
Thata juga mendekat kearah Aron, Aron tersenyum ketika melihat antusias istrinya dia sudah membawa sebuah buket bunga mawar berwarna putih. Aron semakin mempercepat langkahnya dan...
Brakkk.... Badan Aron terhempas ketepian jalan sebelum badannya melambung lalu terjatuh, bunga mawar putihnya menjadi berwarna merah karena tercampur dengan darah Aron.
Aron merasakan sakit yang teramat pada semua bagian tubuhnya, matanya sudah ingin menutup, namun ia tahan, ia masih ingin melihat istri cantiknya itu, yang masih berdiam diri ditempat.
Thata menjatuhkan tote bagnya lalu berlari ketempat dimana Aron sudah bersimbah darah. Dia terduduk lemas melihat Aron yang sedang tersenyum padanya.
Thata memangku kepala Aron, air matanya sudah mengalir dengan deras melewati kedua pipinya. Aron dengan susah payah memegang pipi Thata.
"Sayang jangan menangis yah!" ucap Aron tersendat-sendat, air mata Thata semakin deras mengalir. "Tahan yah Ron, sebentar lagi ambulan datang."
Aron mengangguk lemah berada dipelukan Thata, "Berhenti nangis dong Sayang! ini hari bahagiamu, masa kamu nangis." Uhhukk.. uhukk.. darah segar keluar dari mulut Aron, matanya semakin sayu, tangan yang berada di pipi Thata mulai terasa dingin.
"Iya ini hari bahagiaku, ada kamu diulang tahunku, aku sangat bahagia Ron." ucap Thata, dia mengelap darah yang keluar dari mulut Aron menggunakan gaunnya. Gaun berwarna putih itu kini berubah menjadi berwarna merah pekat.
Mata Aron mulai tertutup perlahan demi perlahan, "Aron jangan tutup matamu Ron! aku mohon Ron hikkss.. hikkss.. Aku mencintaimu Sayang. Jadi tolong pertahan ya!" ucap Thata dalam kepanikannya, dia terus mengelap darah yang keluar dari mulut Aron.
Aron tersenyum mendengar pernyataan cinta dari Thata dan juga sebutan dari Thata. Untuk pertama kalinya dia mendengar ungkapan yang selalu ia nantikan dari Thata, hatinya benar-benar bahagia. Ditambah lagi Thata menyebutkan panggilan yang biasa ia katakan pada Thata. Rasa sakit yang berada ditubuh Aron menghilang, karena saking bahagianya. "Tha Maaf dan Terimakasih, aku tidur sebentar yah! Nanti kamu bangunin aku seperti biasanya, oke."
Aron menutup matanya, tangannya tak lagi memegang pipi Thata, tangannya terjatuh di aspal, badannya sudah lemas dan dingin.
"Tuhan aku berhasil, aku berhasil membuat perempuan yang aku cintai juga mencintaiku. Tuhan apa misiku hanya untuk membuatnya mmencintaiku saja? kalau iya berarti Sekarang aku berhasil. Tapi Tuhan aku mohon padamu jangan biarkan aku pergi dari sisinya Tuhan, aku sudah berjanji padanya untuk selalu bersamanya. Tolong berikan aku lebih banyak waktu untuk dapat menjaganya dan membuatnya bahagia, aku mohon Tuhan." ucap Aron yang masih sedikit sadar sampai pada saat dia tidak bisa merasakan apa pun, dan penglihatan matanya sudah menjadi gelap.
"Huwaaa,,, Aron bangun Sayang, kumohon bangun hikss.. hiksss." Thata mengguncang badan Aron dia berharap suaminya akan membuka matanya lagi, namun nihil Aron masih menutup matanya erat.
***
Di rumah sakit.
Sikembar sedang menangis dipelukan Varel dan Monika, Yolanda juga menangis dipelukan Rangga. Sedangkan Thata sedari 2 jam yang lalu hanya berdiri menatap kaca transparan yang sedang memperlihatkan Aron, yang sedang bertarung mempertahankan nyawanya dibantu oleh para dokter.
Sudah berulang kali Monika membujuk Thata untuk duduk, namun malah bentakan dari Thata yang diterima oleh Monika.
Kacau, kata itu yang menggambarkan keadaan Thata sekarang.
Dokter yang sedang melakukan operasi pada Aron dibuat panik ketika detak jantung Aron semakin melemah, para Dokter dengan sigap langsung menggunakan alat pemacu jantung.
1 kali alat pemacu jantung itu menempel didada Aron, tidak ada perubahan pada Aron.
2 kali alat itu menempel pada dada Aron masih tidak ada respon pada tubuh Aron.
Dan ketiga kalinya masih tetap sama sampai saat mesin yang menunjukan tanda kehidupan Aron berbunyi.....
Ngingggggg.... Suaranya menggema diruangan itu, Thata yang melihatnya pergi ke pintu lalu mendobrak pintu itu menggunakan tenaga yang masih tersisa di badannya.
Thata masuk dan akan mendekat ke Aron, namun badannya dicegah oleh para perawat, Monika menarik badan Thata kedalam dekapannya. Badan Thata sudah berada di pelukan Monika.
"Minggir! Aku mau membangunkan Aron." Thata meronta dipelukan Monika.
"Tha tenanglah! ikhlaskan kepergiannya yah." Parau Monika.
Dokter itu mendekat.
"Maaf kan saya tidak bisa menolong Tuan Aron." Dokter itu menarik nafasnya.
"Pada pukul 23.05 pasien bernama Aron Junio Sandres dinyatakan meninggal dunia."
Yolanda pingsan ketika mendengar ucapan dari dokter itu, di pelukan Rangga. Sikembar menangis dengan keras dipelukan Varel.
Tubuh Thata lemas dan terjatuh dilantai, matanya menatap kosong, lalu selang beberapa detik dia menangis dengan kencang.
Dihari ulang tahunnya dia bertemu dengan Aron dan dihari ulang tahunnya juga Aron pergi meninggalkannya.
Bersambung...
__ADS_1