PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
CHAPTER 72 “PERGI KE RUMAH MEWAH!”


__ADS_3

"Tunggu sebentar. Biar saya bukakan dulu pintunya. Nona Layla tetap di sini!" Ucap Jim yang langsung berdiri.


"I.. iya. Tapi hati-hati pak Jim." Ucap Layla khawatir.


"Iya. Kau tenang saja nona." Ucap Jim.


Lalu Jim pun langsung membukakan pintunya


CKLEK


'Hm.. kuharap pak Jim baik-baik saja. Kenapa aku jadi khawatir begini ya?!!' - dalam hati Layla.


"Nona Layla. Kemari lah." Ucap Jim.


"Eh? B.. baik." Ucap Layla.


'Hm siapa ya? Kenapa tiba-tiba pak Jim memanggilku?!' - dalam hati Layla.


Layla pun menjadi bingung dan langsung pergi mendatangi Jim


(DEG) "Kakek?!" Ucap Layla.


"Iya. Hai Layla. Maaf ya, kakek terlambat. Hehehe." Ucap Harry sambil nyengir.


"Hm tidak papa. Tapi kakek ngapain aja?! Katanya kakek mau datengin aku tadi pagi! Tapi kenapa baru dateng sekarang?!" Ucap Layla kesal.


"Hehe maaf ya. Kakek ngurus sesuatu soalnya. Maaf ya Layla." Ucap Harry.


'Lagipula di luar juga sedang tidak baik-baik saja. Makanya aku tidak bisa mendatangimu!' - dalam hati Harry.


"Urusan apa kek?!" Tanya Layla curiga.


'Jangan bilang urusan yang berhubungan dengan keluargaku!' - dalam hati Layla.


Layla pun menatap Harry dengan penuh kecurigaan


"Hei hei, kenapa kau mencurigai kakek seperti itu? Kakek tidak melakukan hal yang aneh-aneh kok! Kau tenang saja!" Ucap Harry sembari tersenyum.


"Hm baiklah." Ucap Layla.


'Percuma juga kalau aku memaksa kakek untuk bercerita. Dia pasti tidak akan mau menceritakannya! Dan nanti aku malah kelihatan mencurigakan! Jadi daripada kakek curiga padaku, lebih baik aku biarkan saja dulu! Nanti saat di sana, barulah aku mencari tau!' - dalam hati Layla.


"Yasudah kalau begitu, mari kita pergi." Ucap Harry yang langsung mengulurkan tangannya.


"Hm? Kakek mau membawaku ke mana?!" Tanya Layla.


"Ke tempat yang baru tentu saja! Masa kau mau tinggal di rumah kecil ini terus sih?! Ini sangat jelek Layla. Jadi lebih baik, layla ikut kakek ke tempat yang bagus!" Ucap Harry.


"Hm ya. Tapi ke mana kek?! Setidaknya beritahu aku dulu, kita akan pergi ke mana!" Ucap Layla.


"Itu rahasia Layla. Kalau kakek beritahu sekarang, tidak asik dong!" Ucap Harry sembari tersenyum.


"Ck kenapa mesti rahasia sih?!!" Ucap Layla kesal.


"Supaya seru Layla. Sudahlah, lebih baik kau ikut kakek saja sekarang. Dengan begitu, kau akan tau kita akan pergi ke mana!" Ucap Harry.


"Hm baiklah." Ucap Layla.


"Kalau begitu, ayo!" Ucap Harry yang langsung mengulurkan tangannya.


"Ayo." Ucap Layla yang langsung memegang tangan Harry.


"Eh tapi tunggu dulu!" Ucap Layla.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Harry.


"Lalu bagaimana dengan pak Jim?! Apa dia tidak ikut dengan kita?!" Tanya Layla.


'Masa pak Jim ditinggal sih?!' - dalam hati Layla.


"Iya. Dia ditinggal! Buat apa juga dia ikut dengan kita?!" Ucap Harry.


"Lho? Tapi kenapa kek?! Kenapa kita tidak membawanya juga?!" Tanya Layla kaget.


"Tidak usah. Biarkan Jim tetap di sini! Kita berdua saja yang pergi!" Ucap Harry.


(DEG) "Ta.. tapi kek.."


"Sudah, ayo kita pergi." Ucap Harry yang langsung menarik tangan Layla.


"Ka.. kakek! Tunggu dulu!!" Ucap Layla.


... - Namun Harry hanya diam.


Layla pun langsung melihat ke belakang


'P.. pak Jim!' - dalam hati Layla.


Jim pun hanya tersenyum


(DEG) 'A.. apa ini?! P.. pak Jim akan baik-baik saja kan?! Jika aku meninggalkannya sendirian di sini, apakah kakek akan membunuhnya?!' - dalam hati Layla.


"Kakek! Tunggu dulu!!" Ucap Layla.


Harry pun langsung berhenti dan langsung menatap Layla


"Sebenarnya kau ini kenapa Layla?! Kenapa kau sangat ingin mengajak Jim?!" Tanya Harry.


"K.. karena.. ma.. masa dia ditinggal sendirian di sini sih?! Kenapa kakek tidak mau mengajaknya?!" Ucap Layla.


(DEG) ...


(GLEK) 'Oh tidak! Apa sekarang kakek mencurigaiku?!' - dalam hati Layla.


Layla pun menjadi takut


"Sudahlah! Sekarang cepat kau masuk ke dalam mobil!" Ucap Harry kesal.


"B.. baik kek." Ucap Layla takut.


Layla pun langsung menuruti perintah kakeknya


Sedangkan Harry hanya diam dan menatap Jim


Jim pun hanya tersenyum


"Hm." Ucap Harry.


Lalu Harry pun langsung masuk ke dalam mobil


'Hm.. semoga saja nona Layla baik-baik saja! Aku harap tuan Harry tidak menyakitinya!' - dalam hati Jim.


Layla pun langsung menatap Jim dari dalam mobil


'Pak Jim.. aku harap kau baik-baik saja. Semoga saja kau tidak dibunuh oleh kakek! Maafkan aku. Aku tidak bisa menyelamatkanmu..' - dalam hati Layla.


Layla pun langsung menghapus air matanya

__ADS_1


'Jangan menangis Layla. Kakek bisa mencurigaimu!' - dalam hati Layla.


Harry pun langsung menancapkan gasnya dan mereka pun pergi


"Kakek." Ucap Layla.


"Hm? Kenapa Layla?" Tanya Harry dengan wajah datar.


"Kenapa kita hanya pergi berdua kek? Apa kita tidak akan mengajak kak Robert juga?!" Tanya Layla.


... - Harry


'Hm.. kenapa kakek hanya diam?!' - dalam hati Layla.


"Nanti." Ucap Harry.


"Nanti?" Ucap Layla.


"Iya, nanti. Nanti kita pasti akan mengajak kak Robert juga!" Ucap Harry.


"Hm oke." Ucap Layla.


'Kuharap kak Robert juga baik-baik saja deh. Jangan sampai kakek menyakitinya!!' - dalam hati Layla.


(Skip) Mereka pun akhirnya sampai di sebuah rumah mewah!


(DEG) "Rumah siapa ini?!" Tanya Layla kaget.


"Ini rumah kakek! Kakek tidak pernah mengajakmu berkunjung ke sini ya? Terakhir kali kau datang saat kau masih kecil! Apa kau masih ingat?!" Tanya Harry sembari tersenyum.


(DEG) "I.. iya. Aku baru ingat!" Ucap Layla.


"Hm. Kalau begitu, turunlah." Ucap Harry.


"Iya kek." Ucap Layla.


Lalu mereka berdua pun langsung turun dari mobil


"Kakek. Kenapa kakek tidak pernah mengajakku ke sini? Kenapa selama ini kakek hanya mau menemui kami setiap hari Senin dan selalu menemui kami di gedung tua itu?! Kenapa kakek tidak pernah mengajakku ke rumah kakek?!" Tanya Layla.


"Hm itu karena.. terlalu banyak kenangan di sini! Jadi kakek rasanya tidak sanggup jika mengajak kalian masuk ke dalam rumah kakek. Karena setiap kali kakek menghabiskan waktu di dalam rumah, pasti kakek selalu saja teringat dengan semua kenangan masa lalu kakek! Itu terlalu indah Layla. Bahkan kakek pun juga jarang menghabiskan waktu di rumah! Jadi bagaimana mungkin kakek mengajak kalian ke sini?! Hahaha." Jawab Harry.


"Lalu kakek selama ini tidur di mana?!" Tanya Layla.


"Kakek punya banyak rumah Layla. Jadi kakek bisa tidur di mana saja!" Jawab Harry.


"Wah enak sekali. Oh ya ngomong-ngomong, ini rumah papa juga kan?! Maksudku.. ini rumah masa kecil papa kan?!" Tanya Layla.


"Ya, kau benar! Ini memang rumah masa kecil ayahmu!" Jawab Harry sembari tersenyum.


"Wah jadi benar ya! Enak sekali!! Papa beruntung karena bisa tinggal di sini! Tempat ini sangat megah kek! Aku jadi ingin masuk ke dalam deh!!" Ucap Layla.


"Ya silahkan. Silahkan masuk ke dalam!" Ucap Harry sembari tersenyum.


"Eh? Boleh kek?!" Tanya Layla.


"Ya tentu saja! Untuk apa lagi kakek membawamu ke sini, jika hanya untuk membiarkanmu di luar?! Itu kejam sekali Layla!! Hahaha." Ucap Harry.


"Hahaha iya. Kalau begitu, aku masuk ke dalam ya kek!" Ucap Layla.


"Iya. Dan oh ya, kakek mau pergi. Jadi kau diam saja di dalam rumah ya! Kalau kau butuh sesuatu, kau bisa minta bantuan pada pembantu! Kakek akan segera kembali!" Ucap Harry sembari tersenyum.


"Eh? Kakek mau ke mana?!" Tanya Layla kaget.

__ADS_1


"Kakek.."


To Be Continued...


__ADS_2