
Vina pun langsung menggenggam tangan Robert
"Aku ingin membantumu kak Robert. Dengan begitu, kita berdua jadi bisa menemukan pelakunya dengan cepat!" Ucap Vina.
"Ta.. tapi.."
"Yakinlah padaku kak Robert! Aku pasti akan membantumu mengungkapkan kasus ini!" Ucap Vina.
"Apa kau yakin? Ini mungkin akan jadi sangat berbahaya Vina!" Ucap Robert.
"Ya kak Robert. Aku sangat yakin! Aku akan melakukan apa saja untukmu! Aku pasti akan selalu membantumu, walaupun nyawaku jadi taruhannya!" Ucap Vina.
(DEG) 'Apa begini orang yang sedang jatuh cinta? Dia benar-benar akan melakukan apa saja untukku?! Bahkan jika nyawanya dalam bahaya?!!' - dalam hati Robert.
Robert pun menjadi agak bingung
"Ada apa kak Robert? Apa kau masih tidak yakin padaku?!" Tanya Vina.
"Ah aku sudah yakin kok." Jawab Robert.
"Kalau begitu, aku boleh ikut kak Robert dong?!" Ucap Vina senang.
"Iya." Ucap Robert.
"Wah baguslah kalau begitu! Sekarang ayo kita pergi dari sini!" Ucap Vina.
"Hm iya." Ucap Robert.
Vina pun langsung berdiri
"Ah tidak-tidak!" Ucap Robert.
"Lho kenapa?" Ucap Vina kaget.
"Sebelum kita pergi dari sini, alangkah baiknya kita melihat-lihat tempat ini dulu! Mungkin saja ada sesuatu di sini! Kita tidak boleh melewatkan apapun!" Ucap Robert.
"Oh iya. Baiklah kalau begitu." Ucap Vina.
"Hm. Tunggu sebentar." Ucap Robert yang langsung berusaha berdiri.
"Biar kubantu kak." Ucap Vina yang langsung membantu Robert berdiri.
"Terima kasih Vina." Ucap Robert.
"Iya." Ucap Vina sembari tersenyum.
Lalu Robert pun berhasil berdiri
"Haah.. syukurlah." Ucap Robert.
"Iya. Syukurlah kau bisa berdiri. Tapi apakah kau bisa berjalan dengan keadaan seperti ini kak Robert?!" Tanya Vina khawatir.
"Pasti bisa kok! Kau jangan khawatir!" Ucap Robert.
__ADS_1
"Hm." Ucap Vina yang masih khawatir.
Robert pun perlahan berjalan
"Coba lepaskan tanganku Vina. Biarkan aku mencoba berjalan sendiri. Aku pasti bisa kok!" Ucap Robert.
"Ya, baiklah." Ucap Vina.
Vina pun perlahan melepaskan tangannya
"Eh." Ucap Robert yang hampir terjatuh.
(DEG) "Kak Robert!" Ucap Vina kaget.
"Hehe tenang tenang. Aku baik-baik saja kok!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Ck kak Robert! Kau membuatku takut saja!" Ucap Vina kesal.
"Hehe maaf. Tenang tenang. Aku pasti bisa kok! Kau jangan khawatir!!" Ucap Robert.
"Hm." Ucap Vina.
Robert pun perlahan berjalan
"Nah bisa kan?!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Hm iya. Tapi itu pasti sangat sakit. Jadi tahanlah! Setelah kita berhasil bebas dari sini, kita bisa langsung pergi ke rumah sakit!" Ucap Vina.
"Iya iya." Ucap Robert.
"Hm. Kuharap kau bisa segera ke rumah sakit kak Robert!" Ucap Vina.
"Iya Vina iya. Sekarang lebih baik, kita berpencar! Aku akan mengecek tempat ini dulu dan kau cek pintunya! Apakah pintu itu bisa terbuka atau tidak!" Ucap Robert.
"Baiklah kak Robert. Hati-hati! Kalau kau butuh bantuan, cepat panggil aku!" Ucap Vina.
"Iya baiklah." Ucap Robert.
"Hm." Ucap Vina.
Lalu Vina pun pergi meninggalkan Robert
'Hm.. sepertinya.. pintunya dikunci deh! Tapi biarlah dia mengeceknya. Agar aku bisa melihat-lihat dengan seksama! Kalau ada dia, aku jadi tidak fokus!!' - dalam hati Robert.
Robert pun langsung pergi melihat-lihat
'Hm.. tidak ada yang mencurigakan sih di sini. Sepertinya kakek memang tidak meninggalkan jejak ataupun petunjuk apapun deh! Mungkin saja orang tuaku ataupun Layla, tidak disekap di sini! Tapi tidak mungkin juga kan kakek sudah membunuh mereka?!' - dalam hati Robert.
"Ck kalau sampai itu terjadi, maka aku tidak akan pernah memaafkan kakek! Aku pasti akan langsung membunuhnya!" Ucap Robert marah.
"Grrrtt.."
Robert pun langsung mengepalkan kedua tangannya dan lanjut berjalan-jalan
__ADS_1
'Hm.. tidak ada apa-apa. Kalau begitu, aku kembali saja ke Vina!' - dalam hati Robert.
Robert pun langsung pergi menemui Vina
"Vina!" Panggil Robert.
Vina pun langsung berbalik
"Ya kak Robert? Apa kau berhasil menemukan sesuatu yang mencurigakan?!" Tanya Vina.
"Tidak. Aku tidak menemukan apa-apa! Sepertinya penjahat itu memang tidak meninggalkan apa-apa deh di sini!!" Ucap Robert.
"Hm.. memang benar-benar licik! Lalu sekarang, bagaimana kita bisa mengungkapkan identitasnya?! Aku saja bahkan tidak tau wajahnya kak Robert! Karena dia membekapku dari belakang!!" Ucap Vina.
"Hm.. aku juga. Tapi aku akan mencari tau!" Ucap Robert.
"Aku juga! Aku akan membantumu!" Ucap Vina.
"Apa tidak sebaiknya kau pulang saja Vina? Masalahnya.. kau bisa dicari orang tuamu jika kau tidak segera pulang!" Ucap Robert.
"Kau juga kak Robert! Kau juga pasti akan dicari oleh orang tuamu! Jadi lebih baik, kita pulang bersama saja! Aku tidak mungkin bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini! Kau saja penuh luka sekarang! Jadi lebih baik, kita pulang bersama!!" Ucap Vina.
"Haah.. kau ini benar-benar keras kepala ya!" Ucap Robert.
"Ya tentu saja! Jadi jangan paksa aku untuk pergi meninggalkanmu! Karena aku tidak bisa melakukannya!!" Ucap Vina.
"Haah.. baiklah-baiklah. Aku baru tau kalau kau ini ternyata juga keras kepala seperti Layla!" Ucap Robert.
"Hahaha ya. Oleh karena itu, kau harus jadi semakin dekat denganku agar kau bisa semakin mengenalku!" Ucap Vina sembari tersenyum.
"Hm baiklah. Kita bisa jadi semakin dekat!" Ucap Robert.
"Ya, itu bagus!" Ucap Vina sembari tersenyum.
"Hm." Ucap Robert sembari tersenyum.
'Sepertinya sekarang, aku sudah bisa menganggapnya sebagai teman. Dia benar-benar sangat baik! Mungkin jika dia terus melakukan ini, maka aku bisa menganggapnya sebagai orang yang berharga di hidupku! Ya, kau harus membuktikannya padaku Vina! Apakah kau pantas disebut berharga atau tidak!' - dalam hati Robert.
"Dan kau sendiri bagaimana? Apakah pintu ini bisa dibuka?!" Tanya Robert.
"Hm.. sayangnya tidak bisa kak Robert. Ini dikunci!" Ucap Vina.
"Hm.. sayang sekali. Kalau begitu, aku akan mencari batu bata dulu!" Ucap Robert.
"Eh? Buat apa?!" Ucap Vina kaget.
"Tentu saja untuk memecahkan jendela di gedung tua ini!" Ucap Robert.
"Eh?!" Ucap Vina kaget.
"Ya! Aku tadi melihat ada jendela di sekitar sini! Dan kita bisa memecahkan jendelanya dengan batu bata! Dan aku juga tadi sempat melihat tangga. Jadi kita bisa memanjat tangga dan loncat keluar dari gedung tua ini!" Ucap Robert.
(DEG) ... - Vina terkejut.
__ADS_1
To Be Continued...