PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
Pengantin Baru


__ADS_3

Aron menatap kepergian istri beserta anak-anaknya, tangannya ingin menggenggam tangan mereka agar tak meninggalkannya. Namun ucapan Thata untuk kesekian kalinya berputar-putar di kepala Aron. "I LOVE YOU SO MUCH BUT I HATE YOU." Satu kalimat yang mengungkapkan betapa terlukanya Thata karena Aron.


"Aku ingin menggenggam tanganmu Tha, tapi aku takut."


Aron memandang sayu kepergian keluarga kecilnya, tangis dalam diam setelah pesawat jet Thata tak terlihat lagi.


Didalam pesawat jet...


"Kalau kau ingin memeluknya kenapa diam saja dari tadi hemm?" tanya Hansen di samping Thata. Thata hanya berdiam saja, lidahnya keluh untuk mengucapkan kata-kata.


"Kau lihat sendiri tadi Aron bagaimana, ingin mendekat padamu tapi ia canggung. Dia menjaga perasaanmu Tha, tidakkah itu cukup untuk membuatmu sedikit memaafkan Aron ."


"Kakak aku takut akan terluka lagi, tapi jujur aku ingin kembali seperti dulu lagi bersama Aron. Aku mencintainya Kak, pria sialan itu membuatku sangat mencintainya, itu sangat menyebalkan Kak."


"Entah dia yang terlalu hebat atau kau yang sangat mudah menjatuhkan hatimu padanya." Ledek Hansen.


"Sudahlah Kak, jangan bahas dia, rasanya kalau sedang membahas dia itu butuh tenaga ekstra. Dan sekarang tenagaku sudah hilang setengah karena Kakak membahasnya."


"Bilang saja kalau mau makan Tha, banyak alasan sekali kamu." Saut Hansen.


"Hehehe, Kakak tampanku ini peka sekali ternyata." Cengir Thata tanpa dosa.


***


Monika memandangi suaminya sambil berdiri bersandar pada jendela, ia sudah menggunakan pakaian yang sangat terbuka dan tipis.


"Udah mau liatin doang nih? Gak mau pegang-pegang gitu?" Tanya Monika, ia memainkan rambut panjangnya.


2 hari yang lalu Varel dengan susah payah tidak menyentuh istrinya ia berguru pada Aron selama 2 hari itu.


Varel mendekat pada istrinya, "Baby sudah siap?" Bisik Varel ditelinga Monika.


"Seharusnya yang tanya itu aku Rel," Varel mendekatkan wajahnya pada Monika.



"I Love You." Varel mengecup kening lalu mengecup bibir istrinya itu sekilas.


"I Love You Too." Saut Monika.

__ADS_1


Varel memulai kegiatannya, malam pertama pengantin baru itu terjadi di malam yang sedang turun salju. Cuaca sangat dingin diluar namun tidak untuk didalam kamar Varel dan Monika kamar itu menjadi panas dengan suara dua orang yang saling bersautan.


Pagi harinya Varel terbangun terlebih dahulu, penciumannya mencium bau wangi istrinya. Monika masih tidur dengan pulas dipelukan Varel, wajah yang terlihat cantik tanpa polesan make up.


"Aku tahu aku cantik Rel." Ucap Monika masih dengan suara seraknya.


Varel mengusel pada leher Monika, "Varel aku mau tidur lagi, jangan ganggu dulu! Aku cape Rel."


"Ayo seperti semalam lagi! Aku ingin mendengar suaramu lagi Mon. Ayo lagi yah, yah, yah."


"Hey kau ketagihan ya?"


"Tentu saja." Saut Varel cepat.


Tangan Varel sudah bergerak kemana-kemana.


"Aaa Varel," lenguh Monika. "Nikmati saja Baby." Saut Varel.


"Akhh sialan memang si Aron, bagaimana dia bisa mengajari Varel dalam dua hari ini dan sudah bisa bermain selayaknya profesional." Ucap Monika dalam hati.


Ting... Ponsel Monika mendapat sebuah pesan masuk, entah ada dorong apa yang membuat Monika mengambil ponselnya disela-sela aktifitas panasnya bersama Varel.


"Sayang beraninya kau bermain ponsel hem."


"Sebentar aku mau membuat orang yang iri semakin iri."


Monika menuliskan pesan yang berbunyi.


"Kau hanya pernah bermain di taman hiburan saja belagu, aku yang sudah bermain setiap saat diranjang biasa aja tuh." Send... pesan itu terkirim lalu Monika mematikan ponselnya.


***


Prang... "Sialan, perempuan ini benar-benar sudah melakukannya bersama Varel." Teriak Audrey, make up dan parfum mahalnya berserakan dilantai.


Niat hati ingin membuat Monika panas malah dirinya sendiri yang dibuat panas.


"Bagaimana Varel bisa melakukannya dengan perempuan itu? Dia dahulu ketika bersamaku hanya pernah menciumku sekali itupun hanya dipipi saja."


"Akhh brengsek dia pake apa sampai Varel mau melakukannya."

__ADS_1


"Varel kau sudah kotor oleh perempuan murahan itu, tapi tidak papa aku akan merebutmu darinya. Aku masih mau menerimamu yang bekas itu." Ucap Audrey ia tersenyum tidak jelas didepan kaca yang sudah retak karena ulahnya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun bisa memilikimu Rel."


***


"Mommy." panggil Rion dengan suara yang keras.


"Rion kau mengagetkan saja." ucap Thata dan Rara bersamaan.


"Ini ada berita sangat penting!" Thata dan Rara menatap Rion penasaran.


"Sekarang aku yakin jika benar dalang dibalik semua ini adalah Dirgantara, Ayah Dilon dia melakukan pencariaan tentang Mommy. Dan yang paling utama adalah aku sudah menemukan orang yang membuat kejadian kecelakaan Kakek dan Nenek terjadi, aku menemukan orangnya, dia sedang berada di perjalanan menuju kemari. Dia adalah suruhan dari Ayahnya Dilon Mom."


Thata dan Rara masih terbengong, "Ihh kalian. jangan bengong terus dong, aku tidak bohong sama sekali. Teka-teki di kehidupan kita perlahan demi perlahan terkuak. Dan Mommy Rion harap Mommy harus siap menghadapinya yah! tenang Mommy mempunyai orang-orang hebat yang akan melindungi Mommy sebaik mungkin." ucap Rion mantap.


"Kak bagaimana Kakak bisa mengetahui ini semua?" tanya Rara penasaran.


"Pria itu sedang mengincar Daddy, namun nasibnya sedang sial Mom, dia lebih dulu aku temukan. Aku menyelidikinya dan ternyata orang itu orang yang sama dengan orang yang menaruh sesuatu di gorong-gorong sebelum kecelakaan Kakek dan Nenek. Kalau tentang kenapa aku bisa tahu dia suruhan Dirgantara karena dia sempat menelpon langsung dengan Ayah dari Dilon menggunakan telepon umum. Dia pria yang bodoh Mom, Ra."


"Mommy aku punya seorang Kakak yang sangat bisa diandalkan Mom." ucap Rara dengan semangat.


"Dan Mommy punya seorang anak tampan yang selalu menjaga dan membuat Mommy bahagia. Terimakasih Rion." senyum tulus seorang ibu pada anaknya.


Thata memeluk kedua anaknya.


"Kenapa suasana jadi melow begini sih? bukannya kalian seharusnya senang yah. Dengan kita menemukannya kita bisa lebih dekat dengan semua rahasia dimasa lalu." Saut Hansen.


"Diam lah Kak, kau ini suka sekali merusak suasana. Ayo sini ikut kami berpelukan, kalau tidak mau ya sudah sana pergi." ucap Thata sedikit kesal.


Bersambung...



Varel Laksamana Adiguna, pria polos yang harus selalu dijaga oleh Monika. Teman setia Aron dan mantan dari Audrey.


Tampan, baik hati, lembut, dan keras kepalanya. Semua yang berada didalam diri Varel membuat Seorang gadis berdarah dingin bernama Monika jatuh cinta dengan Varel.


__ADS_1


Monika Ester, pembunuh bayaran yang sudah bertobat karena pertemuannya dengan Thata. Dia sekarang menjadi istri dari Varel, pria yang ia nikahi karena takut jika mantan pacar Varel akan melakukan yang tidak-tidak pada pacar barunya.


__ADS_2