PERFECT FAMILY

PERFECT FAMILY
CHAPTER 68 “MENCARI BATU BATA!”


__ADS_3

"Bagaimana? Itu rencana yang bagus, bukan?!" Tanya Robert.


"Ya kak Robert! Itu rencana yang sangat bagus! Aku setuju denganmu!!" Ucap Vina setuju.


"Baiklah kalau begitu, aku akan cari batu batanya dulu." Ucap Robert.


"Ya. Aku juga akan ikut mencari!" Ucap Vina.


"Iya." Ucap Robert.


Lalu mereka berdua pun berpencar


'Hm.. ada di mana ya batu batanya tadi? Tadi aku sempat melihatnya lho. Tapi aku kok malah lupa sih?!' - dalam hati Robert.


Robert pun terus mencari


(Skip) Akhirnya Robert pun berhasil menemukannya


"Nah itu dia!" Ucap Robert senang.


Robert pun langsung mengambil beberapa batu bata itu


"Nah dengan begini, aku jadi bisa memecahkan jendelanya dan kabur dari sini!!" Ucap Robert.


Lalu Robert pun langsung kembali mendatangi Vina


"Kak Robert, aku tidak berhasil menemukannya!" Ucap Vina yang berlari ke arah Robert.


"Ya tidak papa. Karena aku sudah menemukannya! Lihat ini!" Ucap Robert sembari tersenyum.


"Wah baguslah kalau begitu! Yasudah sini, biar kubantu bawa!" Ucap Vina.


"Ya. Terima kasih ya Vina." Ucap Robert.


"Ya. Sama-sama kak Robert!!" Ucap Vina sembari tersenyum.


"Hm."


'Dia memang benar-benar anak yang baik ya! Tidak salah Layla menjadikannya sebagai sahabat!' - dalam hati Robert.


Robert pun tersenyum

__ADS_1


"Nah sudah. Sekarang ayo kita pergi mencari jendela dan tangganya!" Ucap Vina.


"Iya ayo! Aku tadi melihatnya di sebelah sana!" Ucap Robert yang menunjuk suatu tempat.


"Oh oke kak. Kalau begitu, ayo kita ke sana! Kita harus segera kabur dari sini, sebelum “pembunuh” itu datang!" Ucap Vina.


"Pembunuh?" Ucap Robert bingung.


"Iya kak.“Pembunuh”!! Menurutku pelaku yang menabrakmu itu sepertinya adalah “pembunuh” itu deh! Yang dulu pernah membunuh Amy dan juga anjing kecil milik kak William! Bahkan dia juga yang telah membunuh kak Brandon!" Ucap Vina.


"Hah? Kenapa kau bisa begitu yakin Vina?!" Tanya Robert.


"Karena siapa lagi pelakunya kalau bukan dia?! Pertama, dia membuatmu menjadi tersangkanya! Lalu kau jadi dijauhi oleh semua orang karena itu kan?! Lalu yang kedua, setelah semuanya mulai terungkap dan istrinya ditangkap oleh polisi, itu pasti akan membuatnya marah dan jadi berniat untuk membunuhmu! Karena semua perhatian mulai tertuju padanya. Dia sudah tidak bisa menjadikanmu sebagai tameng! Dan untuk melampiaskan amarahnya, dia mulai membunuh orang terdekatmu! Misalnya Brandon. Tapi ternyata itu tetap saja tidak membuatmu jadi tersangka! Oleh karena itu, sekarang dia berniat membunuhmu! Sedangkan untuk aku. Kurasa aku ditangkap karena aku mencarimu! Dan dia tidak mau aku mengungkap yang sebenarnya! Karena sedari awal, aku sudah mencurigainya!" Ucap Vina.


(DEG) ... - Robert terkejut.


'Hm.. ternyata dia berfikiran seperti itu ya? Tapi sayangnya semuanya salah! Karena pelakunya adalah kakekku sendiri! Dia memang ingin menghancurkan keluarganya. Oleh karena itu, dia melakukan semua ini!' - dalam hati Robert.


"Ya walaupun aku tidak tau siapa dia dan bagaimana wajahnya, tapi aku yakin bahwa ini semua memang ada sangkut-pautnya dengan “pembunuh” itu! Karena dia sedang jadi tersangka sekarang! Dan jika kita bisa mengungkapkan siapa pelakunya, maka semua tuduhan yang dulu ada padamu bisa menghilang kak! Pasti semuanya akan percaya kalau kau bukan pelakunya! Dan nantinya, namamu akan jadi bersih!!" Ucap Vina.


... - Robert


'Hm.. tapi aku tidak berniat untuk mengungkapkan pelakunya! Karena jika semua orang tau bahwa pelakunya adalah kakek, maka itu akan mencoreng nama baik keluarga Jamieson! Jadi yang sekarang ingin aku lakukan adalah membunuh kakek! Ya! Yang ingin kulakukan sekarang adalah membunuhnya! Setelah semua penderitaan yang telah dia berikan padaku, maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya! Dia sudah menghancurkan keluargaku. Keluarga yang ingin aku banggakan di masa depan! Tapi sayangnya sekarang keluarga ini sedang berada diambang kehancurannya karena ulah 1 orang! Jadi sudah pasti, aku akan menyingkirkan orang itu demi masa depan keluarga! Jadi aku pasti akan membunuhmu kakek! Tunggu saja kedatanganku!!' - dalam hati Robert.


"Ya, aku tau kau marah kak Robert. Jadi sebisa mungkin, kita harus mengungkapkan siapa pelakunya ya! Bersama-sama!!" Ucap Vina yang langsung memegang wajah Robert.


"Hm." Ucap Robert.


'Untuk sementara waktu, akan kubiarkan kau mengikutiku. Tapi nanti setelah aku bertemu dengan kakek, maka kau sudah tidak boleh ikut campur lagi! Karena ini akan menjadi urusanku dan kakekku!!' - dalam hati Robert.


"Yasudah kalau begitu, ayo kita pergi ke sana!" Ucap Robert yang langsung menunjuk suatu tempat.


"Iya kak Robert. Ayo!" Ucap Vina.


Lalu Robert dan Vina pun langsung pergi ke tempat tersebut


"Hm.. ini sudah malam dan aku tidak mendengar suara “pembunuh” itu lagi. Semoga saja dia memang sudah pergi. Karena jendelanya hanya ada di samping gedung. Jadi kita tidak bisa melihat pelakunya dari depan gedung!" Ucap Robert.


"Ya kak Robert. Pelakunya memang sudah pergi kok! Aku yakin itu! Karena tidak mungkin juga dia menunggu kita di sini. Karena ini sudah malam! Jadi pastilah dia akan menghabisi kita besok pagi! Entah mengapa, aku yakin dia akan menghabisi kita saat matahari terbit!" Ucap Vina.


"Hm semoga saja kau benar. Tapi kalau tidak benar, kemungkinan dia akan menghabisi kita saat tengah malam!" Ucap Robert.

__ADS_1


(DEG) "K.. kalau begitu, kita harus segera pergi dari sini sebelum tengah malam! Ayo cepat kak Robert! Kita berdua tidak boleh mati sia-sia di sini!!" Ucap Vina.


"Iya. Lagipula aku juga tidak mau mati di usia yang semuda ini kok!" Ucap Robert.


'Apalagi mati di tangan kakekku sendiri. Aku benar-benar tidak sudi mati di tangannya!' - dalam hati Robert.


"Iya kak Robert. Kalau begitu, ayo kita pergi dari sini!" Ucap Vina.


"Iya. Kalau begitu, menjauh lah. Karena aku takut kau akan terkena pecahan kaca!" Ucap Robert.


"Iya. Baiklah kak Robert. Kau juga agak menjauh, agar tidak terkena pecahan kaca! Karena aku juga tidak mau kau terluka lagi!" Ucap Vina.


"Hm iya." Ucap Robert sembari tersenyum.


'Dia ini memang benar-benar mengkhawatirkanku ya.' - dalam hati Robert.


Robert pun tersenyum


Lalu Robert pun langsung melempar batu batanya ke arah kaca tersebut


PYARR!!


"Wah akhirnya!" Ucap Vina senang.


"Iya. Tapi jangan senang dulu! Sekarang biarkan aku mengambil tangga dan aku akan membersihkan sisa-sisa kacanya!" Ucap Robert.


"Iya kak Robert. Biar kubantu." Ucap Vina.


"Tidak usah Vina. Biar aku saja!" Ucap Robert.


"Kau yakin kak Robert? Tapi kau masih terluka lho!" Ucap Vina.


"Tidak papa Vina. Lagipula lukaku ini sudah agak membaik kok. Jadi sudah tidak sakit lagi! Jadi biarkan pria yang bekerja!" Ucap Robert sembari tersenyum.


"Hm baiklah kak." Ucap Vina.


'Kau memang gentleman!' - dalam hati Vina.


Vina pun tersenyum


Lalu Robert pun langsung pergi mengambil tangga

__ADS_1


"Nah dengan begini.."


To Be Continued...


__ADS_2