
"Tetap saja papa harus mengobati luka papa!" Ucap Layla.
"Hm iya. Nanti papa akan obati luka papa. Kau jangan khawatir Layla!" Ucap James sembari tersenyum.
"Hm." Ucap Layla.
"Lalu ma, kalau mama sendiri bagaimana? Kenapa mama tiba-tiba menghilang?!" Tanya Robert.
"Iya ma. Kenapa mama tiba-tiba menghilang? Layla juga jadi khawatir ma karena itu!!" Ucap Layla.
"Maaf ya. Maafkan mama, karena mama sudah membuat kalian khawatir. Sebenarnya saat itu, mama pergi ke gedung tua kakek! Lebih tepatnya, gedung tua tempat pembunuhan! Saat mama datang ke sana dan mencari papa, tiba-tiba saja ada yang memukul kepala mama dari arah belakang! Karena pukulan itu, mama jadi jatuh pingsan! Lalu.."
"Lalu apa ma?" Tanya Robert.
"Lalu.."
FLASHBACK ON
"Engh.."
Lilia tersadar dari pingsannya
(DEG) 'Di.. di mana aku?!' - dalam hati Lilia.
"Ukh kepalaku.." Ucap Lilia.
"Lilia. Lilia. Apa kau baik-baik saja?!" Tanya seseorang.
(DEG) 'Suara ini..'
"James, apa itu kau?" Tanya Lilia.
"Iya, ini aku. Apa kau bisa melihatku dengan jelas?" Tanya James.
"Tidak. Ukh kepalaku sakit James." Ucap Lilia.
"Ya ampun tenang-tenang. Aku akan menyelamatkanmu!" Ucap James.
BUK
(DEG) "James?"
"Ukh ada orang yang melemparku! Tenanglah Lilia. Aku akan melindungimu!" Ucap James pelan.
"J.. jangan bilang, orang jahat itu datang lagi!" Ucap Lilia.
"Sepertinya begitu. Sepertinya ayahku telah datang!" Ucap James.
(DEG) "A.. ayah?!" Ucap Lilia kaget.
"Iya! Pelaku dari ini semua adalah ayahku!" Ucap James.
(DEG) ... - Lilia shock!
FLASHBACK OFF
"Jadi begitu. Mama pingsan cukup lama. Lalu saat mama sadar, ternyata mama ditaruh dalam gedung yang sama dengan ayahmu! Setelah itu, Robert melempar batu batanya ke arah James. Awalnya kami pikir, itu adalah kakekmu. Tapi ternyata bukan!" Ucap Lilia.
"Ya ampun kakak. Bisa-bisanya kau tidak mengenali papa!" Ucap Layla.
__ADS_1
"Ya maaf. Habisnya papa membelakangiku sih. Jadi aku mencurigainya dan melemparnya dengan batu bata!" Ucap Robert.
"Ya benar. Tapi terima kasih untuk itu Robert!" Ucap James.
"Lho kok malah bilang makasih sih?!" Tanya Layla.
"Ya karena berkat Robert, papa dan mama jadi bisa keluar dari gedung tua itu! Karena Robert lah yang menghancurkan gembok itu! Karena gemboknya ada di luar. Jadi hanya orang luar lah yang bisa membukanya! Apalagi tidak ada jendela di tempat kami. Jadi akan susah untuk kabur dari sana! Dan satu-satunya cara untuk bisa keluar dari gedung tua itu adalah dengan cara keluar lewat pintu depan! Dan berkat Robert lah, kami jadi bisa keluar!" Ucap James sembari tersenyum.
"Iya, itu benar. Ini semua berkat Robert! Untunglah Robert penasaran dan pergi ke tempat kami. Kalau tidak, mungkin saja sekarang kita masih terpisah!" Ucap Lilia.
"Itu benar sekali nyonya. Untunglah tuan Robert menyelamatkan kalian. Dengan begitu, kita semua jadi bisa berkumpul kembali!" Ucap Jim sembari tersenyum.
"Iya, kau benar! Kakakku ini memang sangat hebat! Ini semua berkatmu kak!" Ucap Layla sembari tersenyum.
"Ah itu bukan apa-apa kok." Ucap Robert.
"Tapi tetap saja itu hebat kak!!" Ucap Layla.
"Hahaha terima kasih." Ucap Robert.
Semuanya pun tersenyum
"Ah iya pak Jim. Apa aku boleh bertanya?!" Tanya Robert.
"Ya tuan. Silahkan." Ucap Jim.
"Kalau aku boleh tau, selama ini kau sebenarnya pergi ke mana? Kau bilang kan kau mau mencari mama. Tapi kenapa kau malah ikut menghilang juga?!" Tanya Robert.
"Ah itu. Sebenarnya saya waktu itu tidak sengaja bertemu dengan tuan Harry di gedung tua saat saya sedang mencari keberadaan nyonya Lilia. Oleh karena itu, saya tidak kembali ke rumah!" Ucap Jim.
"Apa?!" Ucap Robert kaget.
"Jadi begini tuan. Sebenarnya.."
FLASHBACK ON
"Hm.. apa sebaiknya kucari nyonya Lilia di gedung tua itu ya? Ada kemungkinan dia pergi ke sana untuk mencari keberadaan tuan James! Sebaiknya aku cek saja deh!" Ucap Jim pada dirinya sendiri.
Lalu Jim pun langsung menancapkan gasnya dan pergi menuju ke gedung tua!
(Skip) Sesampainya di sana
'Nah itu dia! Itu kan mobil yang dipakai oleh nyonya Lilia! Itu artinya, firasatku benar! Kalau begitu, aku harus mengeceknya ke dalam sebelum tuan Harry datang! Karena bisa saja tuan Harry datang ke sini! Aku yakin, dalang dari ini semua adalah tuan Harry!' - dalam hati Jim.
Jim pun langsung keluar dari mobilnya dan langsung mendekati gedung tua tersebut
'Eh? Sepertinya nyonya Lilia sudah masuk ke dalam deh! Pintunya terbuka! Kalau begitu, aku harus masuk ke dalam untuk mengeceknya!' - dalam hati Jim.
Jim pun hendak masuk ke dalam
"Jim." Ucap seseorang sambil memegang pundak Jim.
(DEG) Jim terkejut
'Siapa dia?!' - dalam hati Jim.
"Jim. Kenapa kau ada di sini?!" Tanya orang tersebut.
(DEG) 'Suara ini.. aku sepertinya mengenalnya deh!' - dalam hati Jim.
__ADS_1
Jim pun perlahan berbalik
(DEG) "Tuan Harry?!" Ucap Jim kaget.
'Sudah kuduga!' - dalam hati Jim.
"Iya, ini aku. Kenapa kau ada di sini?! Apa yang kau cari?!" Tanya Harry dengan penuh kecurigaan.
"Ah itu. Sa.. saya sedang me.. mencari.."
'Aduh aku harus mengatakan apa?! Masa aku harus jujur sih?!' - dalam hati Jim.
"Kau mencari apa hah?!" Tanya Harry.
"Eee anu.. saya mencari.."
'Aduh aku tidak tau harus mengatakan apa!' - dalam hati Jim.
"Apa kau mencari seseorang di sini?" Tanya Harry.
"Iya." Jawab Jim.
'Hm.. aku tidak bisa berbohong. Lagipula jika aku bohong, aku harus mengatakan apa?! Sedangkan aku saja tidak ada urusan di sini!' - dalam hati Jim.
"Apa kau mencari Lilia?" Tanya Harry.
(DEG) "B.. bagaimana tuan Harry tau?!" Tanya Jim kaget.
'Jadi benar ya firasatku? Ternyata tuan Harry lah dalang dari ini semua! Jadi dia yang menculik nyonya Lilia!' - dalam hati Jim.
"Tadi dia datang ke sini. Kau lihat itu kan? Kau pasti tau itu mobil siapa!" Ucap Harry.
"I.. iya. Itu mobil nyonya Lilia. Aku datang ke sini untuk mencarinya tuan. Karena nyonya Lilia sudah lama tidak pulang! Nona Layla dan juga tuan Robert sangat mengkhawatirkan nyonya Lilia! Oleh karena itu, aku datang ke sini! Maaf karena aku datang tanpa izin." Ucap Jim.
"Hm tidak papa. Karena aku sudah mengenalmu, jadi aku akan memaafkanmu." Ucap Harry.
"Terima kasih tuan." Ucap Jim.
"Ya. Tapi ini tidak gratis! Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku!" Ucap Harry.
(DEG) "Melakukan sesuatu? Melakukan apa?!" Tanya Jim.
"Kau harus menuruti semua perintahku! Nanti aku akan jelaskan detailnya! Jika kau mau menurutiku, maka aku akan memberitahukan keberadaan Lilia!" Ucap Harry.
(DEG) "B.. baiklah kalau begitu. Saya akan menuruti semua perintah tuan!" Ucap Jim.
"Bagus!" Ucap Harry menyeringai.
... - Jim.
FLASHBACK OFF
"Hm.. saya terpaksa melakukan itu tuan, nona. Karena kalau saya tidak melakukannya, maka tuan Harry pasti akan menyakiti nyonya Lilia! Jadi sebisa mungkin, saya berusaha mengulur waktu. Sebenarnya saya berniat untuk mencari nyonya Lilia juga saat saya menuruti perkataan tuan Harry! Oleh karena itu, saya meminta nona Layla untuk bersabar! Karena saat itu, saya juga sedang mengumpulkan informasi!" Ucap Jim.
"Ah begitu rupanya. Maafkan aku ya pak Jim. Aku malah sempat mencurigaimu dan aku juga malah terus-terusan menanyaimu soal itu. Maafkan aku.." Ucap Layla yang merasa bersalah.
"Iya. Tidak papa kok nona. Lagipula.."
To Be Continued...
__ADS_1