
'A.. apa ini kakek?! Oh tidak! Apa dia sudah kembali? A.. apa aku ketahuan?!!' - dalam hati Layla.
"Mmphh mmphh." Ucap Layla meronta-ronta.
Namun orang tersebut masih membekap mulut Layla
'Mmmpph lepaskan aku! Lepaskan aku!!' - dalam hati Layla.
Layla pun langsung menggigit tangan orang tersebut
"Aw Layla!" Ucap orang tersebut.
(DEG) 'Suara ini! Ini bukan suara kakek!' - dalam hati Layla.
Layla pun langsung berbalik
(DEG) "Papa?!" Ucap Layla kaget.
"Iya Layla. Ini papa!" Ucap James yang langsung membuka kedua tangannya.
(DEG) "PAPA!!" Ucap Layla senang.
Layla pun langsung bergegas lari ke pelukan James dan langsung memeluknya!
SRUK
"Papa!! Papa darimana aja?! Layla selalu nyariin papa selama ini! Kenapa papa ninggalin kami?!!" Ucap Layla yang langsung memeluk James dengan sangat erat.
"Maafin papa ya Layla." Ucap James yang langsung mengelus kepala Layla.
"Hiks hiks papa. Jangan tinggalin Layla lagi ya pa. Layla takut pa. Layla gak punya siapa-siapa lagi sekarang! Semuanya udah dibunuh sama kakek! Kakek jahat pa!!" Ucap Layla yang langsung menangis di pelukan James.
"Tenang Layla. Tenang." Ucap James yang berusaha menenangkan Layla.
"Hiks gimana Layla bisa tenang coba?! Sedangkan semuanya aja dihabisi sama kakek! Layla sekarang udah gak punya siapa-siapa lagi pa!!" Ucap Layla yang langsung melepas pelukannya.
"Udah kamu tenang ya. Sekarang kan ada papa. Sekarang ayo kita pergi dari sini!" Ucap James.
"Hm iya. Tapi papa gak akan pernah ninggalin Layla lagi kan?!" Ucap Layla.
"Iya. Enggak kok sayang. Sekarang ayo kita pergi dari sini, sebelum kakek datang!" Ucap James.
"I.. iya." Ucap Layla mengangguk.
Lalu James pun langsung membawa Layla pergi
"Eh tu.. tunggu pa!" Ucap Layla.
"Hm? Kenapa Layla?" Tanya James.
"I.. itu.. su.. supir baru kita gimana?!" Tanya Layla.
"Biarin aja dia. Sekarang dia udah meninggal. Gak ada lagi yang bisa kita lakuin buat dia! Sekarang yang bisa kita lakukan hanya pergi dari sini dan nyelamatin diri kita sendiri!" Jawab James.
(DEG) "K.. kalau gitu, a.. ayo kita pergi pa!" Ucap Layla.
"Iya, ayo!" Ucap James.
Lalu James dan Layla pun langsung pergi dari tempat tersebut
"P.. pa. Gi.. gimana kita bisa kabur dari sini, kalau papa aja gak bawa mobil!" Ucap Layla.
"Ah iya ya. Gimana caranya?!" Ucap James bingung.
__ADS_1
"Hadeh papa ini gimana sih! Papa tadi dateng ke sini pakai apa coba?!" Tanya Layla.
"Papa tadi jalan kaki Layla. Hehehe." Jawab James.
"Hah apa? Papa jalan kaki?!" Ucap Layla kaget.
"Iya." Ucap James.
"Hah? Jadi papa ini sebenarnya dari mana aja?! Kenapa tiba-tiba bisa ada di sini?!" Tanya Layla.
"Nanti Layla. Nanti papa bakal ceritain semuanya setelah kita ketemu sama mama dan kakak kamu!" Jawab James.
"Hm iya deh. Walaupun Layla kepo sih. Tapi Layla juga pengen ketemu sama mama dan kakak! Soalnya Layla kangen banget sama mereka pa!! Jadi mereka berdua baik-baik aja kan?!" Tanya Layla.
"Iya Layla. Ya walaupun kakak kamu habis ketabrak sih." Ucap James.
"Hah apa?! Ketabrak mobil?!" Ucap Layla kaget.
"Iya." Ucap James.
(DEG) "K.. kok bisa?! Si.. siapa yang nabrak?!" Tanya Layla.
"Kakek kamu." Jawab James.
(DEG) "A.. apa?! Kakek?!" Ucap Layla shock.
"Iya. Kakek kamu yang nabrak kakak kamu!" Ucap James.
(DEG) "T.. tapi kenapa?! Apa kakek mau kak Robert mati?!!" Ucap Layla tak percaya.
"Hm sepertinya begitu. Kamu pasti udah tau kan alasan kenapa kakek ngelakuin itu?" Ucap James.
"I.. iya. Karena kakek mau menghancurkan keluarga ini!" Ucap Layla.
"Aku juga pa! Aku juga kecewa sama kakek! Kakek jahat banget!! Aku juga gak nyangka kakek bakal berbuat gila kayak gitu! Makanya sekarang Layla benci banget sama kakek!!!" Ucap Layla kesal.
"Papa juga." Ucap James.
'Malahan papa udah benci banget sama kakek kamu dari dulu!' - dalam hati James.
"Tapi lupakan soal itu. Nanti aja kita bahas lagi. Sekarang ayo kita cari kendaraan dulu! Kalau gak nemu, kita terpaksa jalan kaki! Maafin papa ya Layla. Papa tadi buru-buru buat dateng ke sini. Karena papa emang berniat buat nyari kamu di sini! Papa takut kamu kenapa-napa!!" Ucap James.
"Iya pa. Gpp. Layla ngerti kok. Tapi gimana papa bisa tau kalau Layla ada di sini?!" Tanya Layla.
"Ceritanya panjang Layla. Jadi sebaiknya kita pergi aja dulu dari sini. Kalau kita udah aman, barulah papa akan kasih tau semuanya!!" Ucap James.
"Hm oke pa. Yaudah kalau gitu, ayo kita lari aja! Karena di sini gak ada transportasi lain selain mobil kakek! Apalagi tempat ini kan juga terpencil pa!!" Ucap Layla.
"Hm iya, kamu benar! Yaudah, ayo kita lari aja sampai ke jalan besar! Barulah setelah itu, kita minta tolong sama orang yang lewat!" Ucap James.
"Iya pa. Ayo! Yang penting kita selamat dulu! Tapi harus hati-hati juga. Takutnya kita ketemu sama kakek di jalan! Soalnya kakek lagi gak ada di rumah!" Ucap Layla.
"Iya Layla. Tadi papa lihat, kakek kamu pergi dari rumah!" Ucap James.
"Iya pa. Kakek emang pergi. Tapi dia gak ngasih tau mau pergi ke mana! Jadi Layla gak tau dia ke mana. Tapi semoga aja, dia gak bunuh pak Jim!" Ucap Layla.
"Hm iya. Semoga aja Jim baik-baik aja! Tapi papa yakin, dia pasti bisa jaga diri!" Ucap James.
"Iya pa. Setelah kehilangan pak supir, Layla gak mau kehilangan pak Jim. Karena pak Jim itu bener-bener orang yang baik! Layla harap, dia baik-baik aja!!" Ucap Layla.
"Iya Layla. Yaudah kalau gitu, ayo kita pergi dari sini sebelum kakekmu datang!" Ucap James yang langsung memegang tangan Layla.
"Iya pa. Ayo!" Ucap Layla sembari mengangguk.
__ADS_1
"Hm." Ucap James.
Lalu James dan Layla pun langsung lari bersama
"Layla harap, kita berhasil kabur! Semoga aja, kita gak ketemu kakek!" Ucap Layla.
"Iya Layla. Semoga aja!" Ucap James.
Mereka pun terus berlari
"Hosh hosh apa masih jauh pa?!" Tanya Layla.
"Iya Layla. Masih agak jauh. Soalnya rumah kakekmu ini emang di daerah yang terpencil banget! Jauh dari orang-orang!!" Ucap James.
"Aduh susah nih kalau kayak gini! Btw itu rumah masa kecil papa juga kan?!" Tanya Layla.
"Iya Layla. Dulu papa tinggal di sana!" Jawab James.
"Oh gitu. Apa papa gak kesepian tinggal di tempat sepi kayak gitu?! Emangnya ada anak-anak yang dateng ke sana?!" Tanya Layla.
"Gak ada Layla. Papa sama sekali gak punya teman." Jawab James.
(DEG) "Apa?!"
Layla pun seketika berhenti
(DEG) "Kenapa? Kok berhenti?!" Tanya James.
"Papa.. sama sekali gak punya teman?!" Tanya Layla.
"Iya. Kenapa?" Tanya James.
"J.. jadi papa sendirian dong selama ini?!!" Tanya Layla.
"Iya." Ucap James sembari tersenyum sedih.
(DEG) ... - Layla pun menjadi terdiam.
"Tapi gpp kok. Kamu gak perlu mikirin papa! Walaupun dulu papa gak punya teman, tapi setidaknya sekarang papa punya kan?!!" Ucap James sembari tersenyum.
"I.. iya. Tapi kok sebelumnya papa gak pernah cerita sih?!" Tanya Layla.
"Ya karena itu cuma masa lalu Layla!" Jawab James sembari tersenyum.
"Hm iya sih. Tapi gak ada salahnya juga lho buat cerita!" Ucap Layla.
"Iya deh. Lain kali ya!" Ucap James sembari tersenyum.
"Nah gitu dong!" Ucap Layla sembari tersenyum.
"Hm." Ucap James sembari tersenyum.
Lalu tiba-tiba..
TIN
TIN
(DEG) "MOBIL!" Ucap James kaget.
(DEG) "Mobil?!" Ucap Layla.
To Be Continued...
__ADS_1