
Di sebuah ruangan di lantai dua terlihat seorang pria dengan tuxedo putih yang melekat di badan kekarnya, berdiri di depan kaca jendela dengan tatapan Nyalang mengarah kedepan.sore hari ini cuaca sedang tidak baik dengan hujan lebat yang di Sertai dengan petir yang menari-nari di atap langit yang menghitam.
Abhimanyu menghela nafas gusar, bosan memandangi tempias air hujan di kaca jendela,dia berbalik dan melangkah menuju springbed king size miliknya.dan melepaskan tuxedo yang terasa pengap menurutnya, kemudian mengganti pakaiannya menjadi pakaian santai.
Rasanya semesta pun mengerti dengan keadaan amarahnya,meskipun suara Guntur terdengar keras bersahutan,tak membuat rasa kesalnya reda.rasanya dia ingin sekali membunuh seseorang saat ini juga.kebencian dan rasa ingin balas dendam ini telah mengakar sejak tujuh tahun lalu.
menghembuskan nafas berat,pria tampan itu itu pun beranjak dari ruangannya dengan sebuah berkas di tangan.memutuskan untuk bertemu dengan istri dadakannya yang berada di ruangan lain. Mengapa disebut dadakan? Karna pernikahan ini memang dilakukan secara mendadak dan tentunya dengan keterpaksaan.
Dan Sampailah dia di depan sebuah pintu dengan tembok bercat putih gading. Abhimanyu memutar kenop pintu yang tak terkunci itu,dan yang pertama dia lihat adalah seorang wanita dengan memakai gaun pengantin putih sedang menatap kosong ke arah depan.
Suasana ruangan terasa remang diakibatkan langit yang mendung dan menggelap membuat nyala lampu pun nampak tak berguna.Abhimanyu kemudian melangkah mendekati gadis yang beberapa jam lalu sudah berpindah status menjadi istrinya.
Felysia,gadis malang itu bahkan tak sempat berfikir saat upacara pernikahan di laksanakan secara mendadak.abhimanyu merasa bahwa gadis itu tak seharusnya menghabiskan masa mudanya yang berharga hanya untuk kriminal seperti dirinya.
"Ini adalah surat kontrak pernikahan,kau pahami dan tanda tanganilah." Tak ada basa-basi itulah Abhimanyu,dia melemparkan begitu saja berkas yang di katakannya sebuah surat kontrak di tepian kasur tempat wanita itu duduk.
"Aku masih tak menyangka pernikahan ini akan dilakukan secepat ini." Monolog felysia tanpa memperdulikan Abhimanyu yang di duduk di kursi dan sedang menatapnya.
Semuanya terjadi secara tiba-tiba tak ada kesempatan untuk felysia berfikir, pamannya menelpon memintanya pulang siang itu, tak ada alasan jelas dia hanya di beritahu bahwa keluarga maheswara meminta pernikahan perjodohan ini di percepat. Dan sekarang, dia sudah sah menjadi istri dari pria di depannya ini, tuan muda Abhimanyu maheswara seorang mantan Narapidana yang terkenal kejam.
"Bertahanlah satu tahun saja untuk menjalani pernikahan ini."
Sia yang mendengar itupun mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk dia menatap langsung manik mata hitam pekat itu, bahkan berkas yang pria dingin itu lemparkan saja belum dia sentuh sama sekali.
"Aku tahu bahwa kau juga terpaksa untuk menjalani pernikahan ini." Lanjut pria itu.
Felysia mengangguk kecil menanggapinya,dia kemudian mengambil surat perjanjian itu dan mengambil pulpen yang ada di laci lalu mendatangani dengan cepat tanpa memahami seperti yang pria arogan itu perintahkan.toh untuk apa memahami lagi jika semua keputusannya ada di tangan Abhimanyu,di ceraikan sekarang pun dia hanya bisa menurut saja.
Abhimanyu yang melihatnya sedikit terkagum,bahkan tak ada tangisan di mata gadis itu seperti wanita kebanyakan jika ada di posisinya, seputus asa itukah wanita ini?
tapi itu tak masalah dengannya,toh hidup wanita itu tak ada urusan dengannya.
"Kau tak membaca dulu dan memahami surat perjanjiannya? Ada poin-poin penting yang harus kau patuhi di sana." Tanya Abhimanyu penasaran juga.
"Aku telah membacanya sekilas tuan,inti dari surat ini kita akan menjalani hidup masing-masing seperti dua asing yang tak pernah saling kenal. Tapi aku tidak bisa tuan!"
"Apa maksudmu? Tanya Abhimanyu.
"Bagaimana pun kau adalah suamiku,imamku aku akan tetap melayani keperluan mu selayaknya seorang istri." Jelas Felysia.
"Untuk itu aku tak masalah,asal kau tidak mencampuri urusan pribadiku saja itu sudah cukup." Ujar Abhimanyu.
Lalu Abhimanyu berdiri dari tempatnya duduk, "dan akupun sebaliknya,tak akan mencampuri urusanmu, kau bebas dengan hidupmu.bahkan jika kau mencari pria lain untuk kau pacari asal tak ketahuan aku tak akan peduli," kata pria itu.
"Karna kau tahu felysia,aku membencimu, sangat membencimu.camkan itu." lanjutnya dengan tatapan tajam.
Abhimanyu lalu berdiri dan berbalik hendak melangkah, meninggalkan ruangan itu.
Bisa Abhimanyu lihat sekilas gurat sedih di wajah wanita itu setelah dia dengan sengaja mengatakan hal tadi. terlalu cepat bagi Abhimanyu menerima ini semua.
Bahkan musuh-musuhnya di luar sana masih bebas berkeliaran dan menikmati hidup, balas dendamnya ini masih berkobar tinggi di dalam dadanya.pernikanan ini,tak akan ia biarkan menjadi penghalang untuknya.
Tapi tak masalah satu tahun tak akan lama,selama wanita itu tak mencampuri urusannya dan menghalangi tujuan balas dendamnya dia rasa itu bukan ancaman. Jika saja kalau bukan karna ayahnya itu, dia tak akan pernah mau menyetujui pernikahan konyol ini.
*********
FLASHBACK ON*
"Ini!" Abhimanyu melempar pelan berkas laporan di atas meja kebangsaan pemimpin utama maheswara company, salah satu perusahaan terbesar di Asia itu.
Pak manaf pemimpin utama yang sekarang, tersentak pelan. tapi setelahnya dia mengambil berkas itu dan memeriksanya secara keseluruhan.
"Aku telah mengakuisisi perusahaan kecil yang bahkan cukup besar dan menjadikannya anak perusahaan ini.di semua daftar yang kau berikan tanpa terkecuali."
Tuan Manaf Presdir yang masih aktif di perusahaan ini pun tersenyum puas, meskipun masih berada di kursi roda ayah dari Abhimanyu itu sudah dalam keadaan membaik,meski tak bisa dikatakan sembuh dari penyakit stroke yang di deritanya tapi dia sudah bisa berbicara sepatah dua patah dengan jelas tak perlu di dampingi asisten lagi,meski begitu jika berbicara banyak dia masih sedikit kesulitan,tapi tak apa Abhimanyu yang melihatnya pun sudah cukup bersyukur untuk itu.
Awalnya Abhimanyu pun sempat kaget dengan perubahan drastis ayahnya ini,tapi meskipun begitu dengan keadaan ayahnya sekarang,dia sudah ada di perusahaan lagi, mengambil alih kembali jabatannya dari Arya dan membuat Arya diturunkan kembali sebagai direktur pemasaran,Arya bahkan tak bisa berkutik saat itu dan itu membuat Abhimanyu senang.
"Bagus,kinerjamu memang tak bisa diragukan.tapi bagaimana kau bisa menyakini para pejabat itu?" tanya pak Manaf sambil terus melihat pencatatan di berkas itu.
"Itu mudah,para pejabat itu tak sungkan untuk memberikan perusahaan mereka karna memang cara kerjaku yang sangat baik seperti yang kau katakan tadi." Jawab Abhimanyu tegas dengan suara beratnya.
Pak manaf lantas terkekeh pelan, "kau memiliki kepercayaan diri yang tinggi anak muda."
Abhimanyu hanya bergeming.
"Jadi bagaimana? Apakah aku sudah bisa lolos dari seleksimu dan pantas menaiki jabatanmu seperti yang kau janjikan?" Tanya Abhimanyu.
"Jabatan ini memanglah hakmu sebagai seorang ahli waris sah.tapi aku tidak bisa memberikannya sekarang sebelum kau menikah dengan felysia."
Abhimanyu terperanjat kaget.
"Apa maksudmu? Tak ada pernikahan dan aku tak menginginkannya.kupikir kau telah berubah pikiran tentang perjodohan konyol itu."
__ADS_1
"Tak pernah aku berfikir untuk membatalkan Perjodohanmu.ayah felysia,tuan fajar adalah sahabatku, aku baru-baru ini mengetahui fakta itu.semasa muda dulu kami cukup akrab dan dia selalu ada di saat aku melewati masa kritis di dalam hidupku kala itu,"ucap Pak manaf meski dengan suara yang Masih belum jelas tapi bisa dimengerti oleh Abhimanyu.
Pak manaf merenung sejenak,Bagikan mengingat wisata masa lalu,dia mengingat-ingat bagaimana kenangannya akan sahabatnya fajar ayah felysia yang telah banyak berjasa untuknya dulu.
"Aku berhutang banyak pada beliau,oleh karena itu aku memohon bukan sebagai seorang Presdir, tapi hanya seorang ayah.menikahlah dengan felysia dan jagalah dia untukku." Mohon Pak manaf.
"Tapi mengapa harus diriku? Bukankah sama saja membuatnya menderita dengan menikahi seorang mantan napi." Ucap Abhimanyu.
"Aku tak punya pilihan lain Abhimanyu.aku sudah tahu semua masalah gadis itu dengan Arya,anak itu adalah bahaya untuk felysia,jadi aku mohon untuk melindungi gadis itu dari orang seperti arya, dengan cara menikahinya." Ujar Tuan Manaf memohon.
"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Alm.tuan fajar.aku tak meminta lebih padamu Abhimanyu,di umurku yang sudah renta ini hanya tinggal menunggu ajal saja, bahkan penyakitku yang ganas ini tak bisa terus disembuhkan dengan uang.aku memohon kepadamu." Lanjutnya sambil menatap putra pertamanya itu.
Tapi aku tak ingin menikah dengannya ayah, mengertilah untuk itu.untuk calon istri biarkanlah aku memilih sendiri."
"Apa maksudmu dengan wanita jal*Ng itu! Kau pikir aku akan setuju." Desis tuan Manaf. Perkataan itu tentu menjurus pada wanita yang selama ini dekat dengan Abhimanyu.
"Ayah! Namanya adalah angel,berhenti menjelekkannya!"
Teriak Abhimanyu tak terima.
Sedetik kemudian Abhimanyu tersentak,karna baru kali ini dia menaikkan oktaf suaranya kepada sang ayah,tapi dia juga tak bisa diam saja wanita itu dihina.
Yah, angel adalah wanita yang penting untuk Abhimanyu,meski tak bisa dikatakan cinta, tapi Abhimanyu menghargai wanita itu. anak dari sahabat kerja ayahnya dulu itu adalah wanita yang selalu bersamanya sejak kecil. Abhimanyu harap bisa menyempatkan bertemu dia wanita itu.
Menurut apa yang dikatakan Leo, angel terlalu terpukul dan tak bisa membantu Abhimanyu di saat itu oleh karna itulah dia memutuskan untuk pergi ke London Sampai masa tahanan Abhimanyu selesai.
Mengingat itu Abhimanyu tersenyum dalam hati,tak sabar untuk segera memberitahukan kebebasannya pada angel, karna beberapa masalah belakang Abhimanyu belum sempat memberitahu bahkan memikirkan tentangnya.
Bagaimana keadaan gadis itu sekarang? Monolog Abhimanyu dalam hati.
Tuan Manaf menghela nafas panjang, "nampaknya sikap lembutku pun tak mempan untukmu.begini saja,kau menikahlah dengan felysia.setelah itu tidak hanya hak mu di kursi ini tapi juga semua asetku akan ku pindah alihkan padamu." Ujar Mr.manaf final sambil menyenderkan punggungnya di tahtanya itu.
Abhimanyu yang mendengarnya tentu tak bisa menolak jika sudah seperti ini,di samping ini adalah persyaratan ayahnya dan juga keuntungan untuknya,ini juga adalah sebuah tanggung jawab untuknya sebagai seorang anak dan seorang pria.
FLASHBACK END
Pagi hari...
"Kau sudah bersiap,aku baru saja akan menengok ke kamarmu." Ujar Felysia kepada Abhimanyu saat tak sengaja berpapasan di depan pintu kamarnya.
Yah mereka memang mereka tak tidur di satu kamar, mereka tidur di kamar yang berbeda. Abhimanyu yang memutuskan semua dan seperti biasa felysia hanya menurut.
"Hanya orang pemalas yang bangun jam segini." Ucap Abhimanyu ketus dan beranjak untuk ke ruang utama,felysia yang melihat pun mengekori Abhimanyu.
di rumah besar yang terletak di perumahan elit ini adalah pemberian ayah mertuanya yang memang di peruntukan untuknya dan Abhimanyu untuk ditinggali. Sejak pemberitahuan bahwa mereka tidur di kamar terpisah, felysia memutuskan untuk tidur kamar tamu dan Abhimanyu tetap di kamarnya.
Felysia tersenyum kecil, "tentu saja untuk membantumu bersiap pergi ke kantor."
"Tak usah aku bisa sendiri."
Felysia yang melihat Abhimanyu yang akan memakai dasi di lehernya itu segera menggamit dasi yang di pegang Abhimanyu tanpa memperdulikan reaksi si empunya.
"Apa-apaan kau." Desis Abhimanyu.
"Kumohon biarkan aku memakaikan dasi ini untukmu, setidaknya biarkan aku berguna di rumah ini." Pinta Sia.
Abhimanyu menghela nafasnya gusar, " baiklah untuk kali ini."
Felysia yang mendengarnya pun tersenyum dan segera mengalungkan dasi itu ke leher jenjang abhimanyu.tapi malang untuknya perbedaan tinggi badan yang cukup jauh di antara mereka membuatnya harus berusaha keras. felysia bertubuh mungil dan Abhimanyu yang setinggi tiang membuat felysia kesusahan, bahkan ia sampai harus berjinjit setinggi mungkin untuk menggapai tinggi Abhimanyu.
Abhimanyu terkekeh geli mengamati felysia yang sedang berjinjit dengan kakinya yang pendek itu,bahkan saat ini dia melihat felysia tak lebih seperti bocah yang sedang kesusahan menggapai layangan di dahan pohon yang tinggi.
"Apakah begini sudah bisa." Abhimanyu yang tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke arah felysia membuat felysia terperanjat, bahkan sekarang wajah Abhimanyu cukup dekat dengan wajahnya.
Felysia hanya mengangguk gugup dan mulai memakaikan dasi itu pada Abhimanyu, aroma maskulin dari tubuh pria itu bahkan bisa tercium jelas oleh felysia dan itu sungguh tak aman untuk jantungnya yang sedari tadi sudah berdetak kencang.
"Sudah selesai?"
Felysia lagi-lagi hanya mengangguk untuk jawabannya.
Abhimanyu kemudian menegakkan badannya kembali, dan membenarkan sedikit posisi dasi yang dipakaikan Sia tadi,kemudian dia melihat jam yang berada di pergelangan tangannya.
Harusnya Leo sudah datang jam segini, apakah dia telat? Monolog Abhimanyu dalam hati.
"Tuan apakah saya telat." Sahut seorang pria yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka berdua.
Seperti biasa Abhimanyu hanya bergeming.
Sebenarnya Leo sudah berada di depan pintu utama sedari tadi,tapi melihat kemesraan dua orang ini yang hanya akibat perkara dasi membuat dia terkikik geli, jadi dia memilih diam dahulu menunggu dan menikmati tontonan drama cinta pagi ini.
"Ah,nyonya muda selamat pagi." Tanpa menunggu reaksi bosnya,Leo pria itu menyapa felysia dengan senyuman hangat.
"Eh Y-ya selamat pagi juga Leo." Ujar Felysia sedikit gugup.
__ADS_1
"Tak usah gugup seperti itu nyonya muda,oh ya ngomong-ngomong anda tampak sangat cantik dengan gaun selutut itu." Ujar Leo sengaja,dia ingin melihat bagaimana reaksi orang yang berada disampingnya di saat dia mengatakan itu.
Dan benar saja dugaan Leo, seseorang disampingnya itu berdehem keras seolah memperingati Leo jika dia sudah berani membangunkan singa yang sedang tidur karna sudah sangat berani menggoda miliknya.
Sementara felysia mendengar itu menunduk senyum,dan sukses membuat Abhimanyu semakin kesal dan tak suka,tapi berbeda lagi dengan Leo dia malah menanti dimana tuannya akan marah karna merasa cemburu, jarang-jarang Leo melihat ekspresi Abhimanyu yang seperti ini.
"Cepatlah tak usah ber basa-basi kau menyita waktuku."hanya itu yang dikatakan Abhimanyu membuat Leo mendesis dalam hati,tak sesuai ekspektasinya, tuannya ini terlalu besar gengsinya.
"Kau sudah akan berangkat? Tunggulah sebentar, aku tadi sudah membuat sarapan,aku akan menjadikannya bekal untukmu." Ucap Felysia yang akan segera beranjak.
"Jangan kuno,aku bisa sarapan di kantor nanti." Dan pernyataan Abhimanyu itu sukses menghentikan langkah felysia dan tertunduk sedih.
"Cepat sedikit Leo, aku menunggu di mobil." Ucap Abhimanyu setelahnya dia beranjak meninggalkan dua orang itu.
Leo yang melihat ekspresi kecewa felysia pun menghampirinya, "Tak apa nyonya muda, tuanku memang seperti itu perkataannya, tapi dia baik."
Leo pikir felysia gadis ini tidak peka jika reaksi Abhimanyu tadi adalah bentuk kecemburuannya karena felysia yang di goda olehnya tadi.atau memang keduanya yang memang tidak peka.
"Begini saja, anda buatkan saja bekalnya aku akan memberikannya kepada tuan muda nanti,kau tahu dia berbohong jika dia akan sarapan di kantor." Bisik Leo berusaha menghibur felysia.
Felysia yang mendengarkan pun berbinar, "baiklah aku percayakan padamu."
Felysia kemudian berjalan ke dapur, meminta Leo menunggu sebentar dan setelah beberapa saat dia kembali lagi dengan dua bekal yang tersimpan rapih di dalam Tote bag.
"Ini,aku sengaja membuatkan satu juga untukmu." Ucap Felysia dengan sumringah.
"Waah ada untukku juga, terimakasih nyonya." Ujar Leo gembira.
Felysia tertawan pelan, "ouh yah tadi aku belum sempat meminta ijin kepada tuan, bisakah nanti aku keluar sebentar untuk menemui sahabatku,tak sampai siang aku akan kembali kesini lagi."
"Siap laksanakan nyonya aku akan memberitahu tuan muda,asal kau bersama sopir pribadi nanti tuan muda pasti akan setuju." Seru Leo sambil berpura-pura hormat kearah felysia membuatnya terkekeh.
Nampaknya meskipun Leo adalah orang baru tapi Sia nyaman berbicara dengannya,tak seperti tuan mudanya, Leo mempunyai sifat humble dan suka bercanda membuat lawan bicaranya pun merasa nyaman.
"Baiklah,aku mengandalkanmu Leo."
"Baik, kalau begitu aku permisi dulu nyonya muda yang cantik." Pamit Leo sambil mengedipkan sebelah matanya dan melangkah untuk menyusul bosnya di mobil.
Sia yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala tersenyum kecil, meskipun sifat Abhimanyu seperti orang yang tak punya hati,tapi ada Leo disekitarnya membuatnya lega sekaligus bersyukur karna bisa dipertemukan oleh orang seperti Leo.
"Ayok semangat Felysia, hanya satu tahun saja dan kau akan bebas dari ini semua." Monolog Sia menyemangati diri.
Sementara di dalam mobil Abhimanyu yang sudah dongkol kepada Leo karena sudah membuatnya menunggu menyemprotnya dengan perkataan pedas dan tatapan tajam.
berfikir jika sebaiknya dia memindahkan pekerjaan Leo dengan orang lain.meski Begitu dia tak akan melakukannya sungguhan, karna di zaman sekarang susah mencari orang yang dapat dipercaya seperti Leo.
"Apa itu?" Tanya Abhimanyu ketika Leo menyampirkan sebuah Tote bag di Samping kursi kemudi.
Leo sudah akan menyalakan mesin menunjuk Tote bag itu, "ouh ini.ini adalah bekal yang dikasih oleh nyonya muda tuan."
Abhimanyu yang mendengarnya pun mendelik.
"Cih! Tak bisa memberikannya padaku,dia pun memberikan untukmu."
Leo yang mendengar nada kesal dari ucapan Abhimanyu, tiba-tiba berdehem jahil, "kenapa tuan? Apakah kau juga ingin?" goda Leo.
Abhimanyu tak menjawab tapi leo bisa melihat dengan jelas wajah cemberut tuannya di kaca depan mobil dan tentu itu membuatnya terpingkal dalam hati. Senang karena melihat ekspresi tuannya yang seperti itu.
"Jangan berekspresi seperti itu bos, kau membuatku merinding.Nyonya muda sudah menyiapkan bekal yang khusus untukmu."
Abhimanyu hanya berdehem,tapi ada segaris senyum tipis yang terukir di bibirnya setelah mendengar bahwa felysia telah menyiapkan juga bekal yang bahkan khusus untuknya.
Leo yang mengintip dari kaca mobil pun menggelengkan kepalanya tersenyum geli, nampaknya kini tuan mudanya tak bisa lagi mengontrol ekspresi.
"Tunggu apalagi,cepat jalan." perintah Abhimanyu.
Kemudian mesin mobil pun di tancap gas oleh Leo dan mobil hitam itupun meluncur dengan mulus ke jalan raya.
"Ouh yah tuan,aku lupa memberitahu bahwa nyonya muda meminta ijinmu untuk keluar rumah sebentar menemui temannya." Ujar Leo kepada Abhimanyu di saat sudah dalam perjalanan.
"Terserah padanya." Hanya itu yang dikatakan Abhimanyu yang sedang sibuk memeriksa berkas-berkas di tangannya.
Leo pun mengangguk, "dan juga Tuan,aku mendapat informasi bahwa tuan Abbas telah pulang ke tanah air dari kunjungannya ke Jepang dan hari ini dia akan menemui keponakannya Arya di kantor nanti."
"Benarkah? Itu berita bagus." Ucap Abhimanyu dengan semirik mengerikannya.
Abbas Sanjaya mewangsa,Kakak dari Sinta Sanjaya mewangsa ibunya Arya sekaligus paman adiknya itu adalah orang yang sama yang menjadi otak dari konspirasi keji padanya tujuh tahun lalu.karna kelicikannya dan juga kepandaiannya bertipu muslihat Abbas Sanjaya sukses menghasut pemikiran ayahnya dulu dan mengambil peran penting di perusahaan.entah berapa nominal yang dia korupsi dari perusahaan sejak ayahnya koma dan dirinya di penjara saat itu.
Sungguh serigala berbulu domba, berpura-pura baik dihadapan ayahnya dan mengambil keuntungan dari penyakitnya, Abbas juga sangat apik menyusun strategi sampai adiknya sendiri tak tahu apa yang dia lakukan di perusahaan.
Tak sampai disitu,Abbas yang merasa kehadiran Abhimanyu sebagai pengganggu dalam ambisinya, kemudian dengan ide liciknya menghasut otak kecil Arya saat itu untuk membenci Abhimanyu dan menganggapnya adalah musuh. hingga puncaknya terjadinya persengkongkolan dan konspirasi kotor itu untuk menjebak Abhimanyu.
"Bersiaplah Leo,musuh sebenarnya kita sudah datang kita akan segera memulai pertarungan ini." Seru Abhimanyu.
__ADS_1
"Saya sudah tak sabar untuk itu tuan." Ucap Leo mantap.
Jika sudah dalam mode seperti ini,dua orang ini akan sangat sinkron,juga apik dan serius.aura mencekam dari mereka pun akan sangat kentara dan untuk kali ini mereka tidak main-main.