
Felysia berjalan tersuruk-suruk di tengah gelap yang hampir menuju pagi. Bermodal pistol yang berada di genggaman, felysia akhirnya sampai menuju jalan raya.
Yang di katakan Abhimanyu benar, tepat di depan pandangannya sudah ada Leo dan para pria berseragam jas yang menunggu. Tanpa berlama lagi felysia menghimpiri mereka.
"Leo ... Leo." Felysia memanggil membuat Leo seketika menoleh.
"Nyoya muda!" Leo segera menghampiri felysia yang kakinya sedang terluka itu.
"Kami baru saja akan menyusul kalian," ucap Leo, meringis melihat kondisi nyonya mudanya.
"S-selamatkan mas abhi Leo, di sana dia sedang dalam bahaya." Lirih felysia disertai isakan.
"Apa anda tahu di mana tuan muda sekarang?" Leo tampak khawatir.
"Tak jauh dari sini, ada yang sedang mengejar dia Leo, dia dalam bahaya." Nafas felysia semakin tak beraturan.
"Baiklah anda tenang dahulu, tunggulah di dalam mobil. Kami akan menyusul tuan muda."
Leo berbalik, "empat diantara kita tetap berjaga di sini, lindungi nyonya muda. Sisanya ikut aku!" Titahnya ke para bodyguard.
Para bodyguard mengangguk, "Baik!" Serempak mereka.
***
Kretek!
Suara patahan ranting terdengar nyaring, Abhimanyu berusaha berlari kencang di sisa tenaganya. Tepat dibelakangnya orang-orang suruhan Abbas tengah mengejarnya bersama dengan suara tembakan yang semakin keras menggema.
"Kau tidak akan bisa lari lagi Abhimanyu!"
Abhimanyu tidak mengindahkan teriakan itu,ia tetap berlari sesekali bersembunyi untuk mengecoh mereka. Abhimanyu terhenti di sebuah pohon, pria itu lalu merogoh sakunya. Sial, di saat seperti ini kenapa ponselnya mendadak hilang.
Dorr!
Sebuah tembakan melesat ke arahnya, beruntung timah panas itu meleset hingga tak mengenai dirinya. Abhimanyu segera saja berlari.
Di situasi seperti ini dia tidak bisa menghadapi mereka begitu saja, mereka terlalu banyak dan bersenjata. Tidak seperti anak buah suruhan Zeline tadi,yang bisa ia habisi dengan cepat.
"Tuan ... " Seseorang mengagetkannya.
"Leo! Kau disini?!"
Leo dan para bodyguard segera saja menghampirinya.
"Dimana Stela? Di mana istriku?!"
Leo menghela nafas, " Tuan muda tidak usah khawatir, yang sekarang perlu di khawatirkan adalah kondisi tuan muda."
Abhimanyu menggeleng, " Tidak,aku lebih mengkhawatirkan istriku, di mana dia.apakah dia selamat?!"
Leo menggeleng sejenak, tercetak jelas raut wajah khawatir itu, Abhimanyu mungkin benar-benar mencintai felysia, pikir pria itu.
"Anda tidak perlu khawatir, nyonya muda Sekarang aman, dia berada di tempat yang paling aman."
__ADS_1
Abhimanyu menghela nafas lega, " baiklah.kabar itu cukup untukku."
"Tuan muda,apakah mereka masih mengejarmu?" Tanya Leo.
Abhimanyu tersengal, nafasnya naik-turun tak beraturan, sesekali dia melihat kebelakang, menengok keberadaan mereka.
Abhimanyu mengangguk, "mereka tak jauh dari sini, dan mungkin akan segera menemukanku. Satu-satunya cara adalah kita harus menghadapi mereka."
"Kami menunggu perintah." Leo mengangguk mantap.
Abhimanyu mengangguk lalu mengambil salah satu senjata yang diberikan oleh salah satu bodyguardnya.
"Ayo kita habisi mereka!"
***
Felysia mengunggu di dalam mobil dengan harap-harap cemas. sesuatu bisa saja terjadi di sana, pikirannya berkabut,ia takut. takut tak bisa melihat suaminya lagi.
Jendela kaca mobil di ketuk, Felysia membukanya perlahan,itu adalah salah satu bodyguard Abhimanyu.
"Milikmu nyonya muda." bodyguard dengan kacamata hitam itu mengulurkan sebuah tas selempang bewarna krem.itu milik felysia.
"Terimakasih." ucap Felysia lalu mengambil tas itu.
Mungkin tas di temukan oleh Leo atau Abhimanyu saat mereka berusaha untuk mencarinya. felysia merogoh tasnya, mengambil ponselnya di sana.
Saat ponsel terbuka, gadis itu melihat begitu banyak panggilan masuk dari Dian dan Abhimanyu,ada puluhan pesan yang dikirimkan oleh mereka.
Felysia membuang nafas, gadis itu menyenderkan kepalanya di jok mobil. rasanya dia ingin menangis, tapi air matanya tak ingin keluar lagi. Felysia tak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, ketakutan saat sebuah pistol di todongkan ke arahnya masih sangat menghantuinya hingga kini.
Setengah jam berlalu, felysia tak sadar matanya seakan ingin terpejam, gadis itu lalu menengok lagi melihat kaca mobil, nihil. hanya ada empat bodyguard saja yang berdiri mengelilingi mobil.
Felysia menghela nafas, lalu beberapa jam sudah berlalu hingga kini matahari mulai naik. pagi telah menyapa.
tuk!
tuk!
terdengar kaca mobil kembali diketuk. Felysia dengan enggan membukanya.
Namun ketika melihat bayangan wajah itu, Felysia membulatkan mata, itu Abhimanyu. Abhimanyu yang mengetuk kaca mobil,gadis itu segera saja membukanya.
"Mas." Mata gadis itu mulai berembun. segera saja dia menghambur memeluk suaminya.
Kedua insani itu berpelukan di tengah sinar matahari yang semakin menyorot.
Felysia menangis, menahan isakannya di dada bidang pria itu. Abhimanyu pun sama, tangannya terulur memeluk erat gadis yang sangat dicintainya itu.
"Aku pikir aku tidak akan bisa melihatmu lagi." Felysia tergugu dalam tangis.
"Aku sangat takut." lanjutnya semakin terisak.
Tak ada jawaban dari Abhimanyu, felysia bisa merasakan suhu badan pria itu semakin dingin seperti es, ada apa ini? kenapa? gadis itu bergulat dalam pikirannya.
__ADS_1
"Mas?" felysia melerai pelukan, menatap wajah Abhimanyu yang kini terlihat pucat.
"Mas kau kenapa?" Felysia berusaha tetap tenang, namun raut wajahnya menunjukkan sebaliknya.
Abhimanyu hanya bergeming seperti patung. tak berniat menjawab.
Kini dia mulai menyadari Abhimanyu memakai pakaian serba putih, bibir pria itu putih pucat dengan tatapannya yang semakin sendu.
Abhimanyu maju satu langkah mendekatinya, tangan lelaki itu terulur untuk mengelus wajahnya dengan lembut, lalu dia mengecup keningnya, felysia terpejam merasakan hangat dari ciuman itu di keningnya.
Felysia membuka matanya, Abhimanyu sudah tidak ada, pria itu seakan menghilang. felysia mengedarkan pandangannya, Abhimanyu tak ada di manapun.
"Mas, kau dimana?!" Felysia berteriak, berusaha mencari di mana sosok suaminya,namun nihil.
Lalu semuanya terasa gelap.lamat-lamat dia seperti merasakan ada yang sedang menepuk pundaknya.
Felysia terbangun dengan nafas memburu. itu hanya mimpi, dia tercekat,jika itu hanya mimpi lalu di mana Abhimanyu.
Felysia mengerjapkan mata beberapa kali demi menyesuaikan cahaya di sekitarnya. ini. masih di dalam mobil, itu artinya tadi dia ketiduran. lalu siapa yang menepuk pundaknya?
"Nyonya muda anda sudah bangun?" perlahan kaca mobil terbuka memperlihatkan wajah Leo. felysia segera saja turun dari mobil.
Dia menulusuri segala arah, hanya ada Leo dan beberapa bodyguardnya di sini, lalu di mana Abhimanyu? di mana suaminya?
"Leo, di mana tuan? dia ada bersamamu kan? di mana dia?" felysia menoleh lagi-lagi mengedarkan pandangannya. namun tak ada Abhimanyu di antara rombongan mereka.
Felysia menatap Leo, pria itu menatapnya sendu bahunya merosot drastis.
"Leo, di mana Abhimanyu? di mana tuanmu? dia ada bersamamu kan?" Felysia menjadi histeris,dia teringat mimpi buruk yang baru saja dialaminya.
"Leo katakan padaku, kenapa kau hanya diam saja?" tangis felysia seketika pecah melihat Leo yang hanya diam mematung.
"Maaf, kami tidak bisa menjaga tuan muda?" lirih Leo.
"Apa maksud perkataanmu? apa yang terjadi pada kalian?" Felysia mencengkeram pergelangan tangan Leo.
"Tuan muda ... sedang dalam keadaan kritis, dia terkena tembakan."
"Apa." cengkraman felysia di lengan Leo mengendur, gadis itu mundur beberapa langkah tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"K-kritis? kau bilang mas Abhi sedang dalam keadaan kritis?" bagai tertusuk sembilu, felysia tergugu.
Leo mengangguk lemah, "Benar. sekarang tuan muda sedang ditangani di ruang IGD sebuah rumah sakit. maaf saya harus membangunkan Anda untuk memberitahukan ini."
Felysia menggeleng pelan,tidak. dia tidak menunggu berjam-jam di dalam mobil hanya untuk mendengar berita ini.
Felysia terduduk lemas, seakan tuhan sedang menguji dirinya sekali lagi, tuhan ingin melihat seberapa kuat dirinya. padahal kebahagiaan baru saja menghampiri keduanya, namun kini musibah kembali menimpa mereka.
Felysia tersadar, lalu buru-buru bangun, mengusap air matanya. di saat seperti ini dia tidak boleh lemah. pemikirannya semakin berkecamuk tapi Abhimanyu membutuhkan dirinya.
"Antarkan aku Leo, antarkan aku menuju suamiku."
****
__ADS_1
Hola-hola reader setia PLTM ayo perbanyak like,koment dan vote agar othor semakin semangat untuk up, terimakasih 🤗💐