
"Tuan muda, nona Sarah akan tiba di bandara 15 menit lagi," kata Leo di sambungan telepon itu.
"Baiklah,kau tetap awasi keadaan.aku akan tiba di sana 10 menit lagi," ujar Abhimanyu.lalu menutup sambungan telponnya dan memasukkan kembali handphonenya ke saku celana.
Abhimanyu lalu melangkah menuruni tangga, hari ini penampilan Abhimanyu sedikit berbeda atau mungkin sangat berbeda dari biasanya.
Dengan kemeja putih yang dua kancing diatasnya di biarkan terbuka membuat dada putihnya terekspos jelas, tak lupa di balut dengan jas hitam mengkilap juga ada sebuah kacamata hitam yang menggantung di kemejanya. Juga gaya rambut yang ia rubah potongannya Membuat kesan Abhimanyu jauh berbeda, seperti seorang badboy atau seorang ketua mafia atau semacamnya.
Setelah di tangga terakhir tak sengaja Abhimanyu berpapasan dengan Angel, wanita yang berprofesi sebagai model itu terkesiap kaget melihat penampilan Abhimanyu yang sangat berbeda ini.
"A-abi apa itu kau?"
Angel dengan terburu-buru menghampiri Abhimanyu dan kini posisi mereka bersejajar. Angel yang terlihat pangling meraba di sekitaran punggung dan lengan Abhimanyu. pria itu berpenampilan sangat berbeda dari biasanya.
"Kenapa penampilanmu berbeda sekali? Kau mau pergi kemana Serapi ini? Inikan hari minggu.kau mau pergi kemana?" Cecar angel.
Abhimanyu menghela nafasnya pelan.
"Aku ada beberapa urusan, ada yang perlu kuselesaikan. Apa itu bisa menjawab pertanyaamu?" Kata Abhimanyu.
Angel menatap curiga ke arah Abhimanyu, "Kalau begitu aku ikut." Serunya.
Abhimanyu memicingkan matanya gusar, "untuk apa,kau tidak ada urusan dengan ini."
"Kenapa? Kau melarangku heuh!" Ucap Angel nyolot.
"Kau selalu menolak jika aku mengajakmu ke luar,kali ini aku memaksa ikut." Angel keras kepala.
"Lagipula kita sebentar lagi akan bertunangan secara sah,jadi aku juga berhak atas kehidupan mu." Tambahnya.
"Angel Lawrence! Kumohon jaga batasanmu!" Abhimanyu berkata ketus sedikit keras.
Angel yang mendengarnya terkesiap,sudah ada genangan air di matanya, wanita itu sudah akan menangis.
"Kau membentak ku? Kenapa kau sering sekali membentak ku, kenapa sekarang kau berubah!"
Angel yang sudah menangis memukul pelan dada bidang Abhimanyu.
"Cukup angel,kenapa kau suka sekali membesarkan masalah yang sebenarnya sederhana," kata Abhimanyu memegang tangan angel berusaha menghentikannya.
"Kenapa? Kenapa kau jadi seperti ini? Kau bukan lagi kak Abi yang kukenal," ujar angel masih sambil terus menangis.
"Kau tak selembut dulu,kau tak seperhatian dulu saat kita kecil atau saat kita remaja, kau berubah menjadi dingin padaku, tak perduli dengan kehadiranku," kata Angel dengan air mata yang sudah merembes bak arus sungai.
"Apa semenjak kau keluar dari penjara hah, makanya kau berubah. Oh atau karna kehadiran gadis itu,si istri kontrakmu makanya kau berubah drastis padaku seperti sekarang."
"Bahkan saat aku memintamu untuk menemaniku ke mall kau tidak mau,tapi kau malah pergi dengan wanita itu entah kemana dan itu membuatku kesal.tidak salah lagi kalau Felysia lah yang membuatmu berubah seperti ini padaku," kata Angel mengeluarkan uneg-unegnya yang selama ini ia pendam.
Abhimanyu memijit pangkal hidungnya, rasanya kepalanya ingin pecah mendengar ocehan angel yang keras kepala seperti ini.
"Jangan salahkan orang lain dalam masalah ini, tapi salahkan lah sifatmu yang keras kepala, egois dan mementingkan diri sendiri," kata Abhimanyu.
"Aku tahu kau anak tunggal dari keluarga kaya, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya kepada orang lain dan semua keinginanmu harus terlaksana."
"Kenapa? Justru karena aku anak orang kaya semua keinginanku Harus terpenuhi.termasuk keinginanku untuk memilikimu seutuhnya!" jerit angel.
Abhimanyu membuang nafas kasar, sungguh sifat angel satu ini kalau terus diladeni maka akan semakin panjang. Dan itu akan menyita waktunya.
"Sudahlah,pusing jika terus berdebat denganmu," ketus Abhimanyu lalu pria itu berlalu untuk melewatinya.
Angel mencekal lengan Abhimanyu.
"Tunggu! Kau mau pergi kemana, aku bilang kan aku ikut."
"Lepaskan angel,ini tak ada urusannya denganmu," kata Abhimanyu masih mencoba sabar.
"Tidak ada urusannya denganku juga aku akan tetap ikut. Dengan penampilan mu yang berubah seperti ini kau pasti akan bertemu dengan seorang wanita atau ke tempat di mana akan ada banyak wanita di dalamnya, iya kan?" Kata Angel paranoid.
"Penampilan ku tidak ada hubungannya dengan kemana aku pergi. minggir!"
Abhimanyu melepaskan cengkraman tangan Angel dengan sedikit kasar.membuat angel mengeram kesal.
"Tunggu!" Angel berteriak Membuat Abhimanyu menghentikan langkahnya.
"Jika kau tetap nekat ingin pergi,jangan salahkan aku jika kau melihat felysia, istri tercinta mu itu terluka nanti." Ancam angel.
"Aku akan membuat wanita itu sekarat jika kau terus melangkah maju," Kata Angel lagi dengan tersenyum jumawa.
Abhimanyu mengeratkan kepalan tangannya,ia memejamkan matanya, berusaha meredam emosinya yang sudah naik ke atas.
"Silahkan jika itu niatmu,aku bahkan hampir tidak peduli dengan gadis itu," ujarnya lalu tetap melangkah pergi.
Angel yang mendengarnya membulatkan matanya sempurna.
"Tunggu, Abhimanyu Jangan pergi! Abhimanyu! Arrgggh!"
Angel menghentakkan kakinya kesal, melihat Abhimanyu yang tetap melangkah pergi.
"Kau lihat saja Abhimanyu,apa yang akan ku lakukan pada gadis itu,kau pikir hanya bercanda hah!" Gumam angel dengan mata melotot sinis.
****
Pukul 13.55, Abhimanyu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, bandara yang di infokan oleh Leo, tempat yang akan membawanya kepada Sarah, sasaran targetnya.
"Tuan muda,andai sampai." Leo yang sudah berada di samping mobil Abhimanyu, membuka pintu mobil untuk tuan mudanya itu.
"Apa aku terlambat?" tanya Abhimanyu sambil membetulkan kerah jasnya.
Leo menggeleng, "tidak tuan, belum ada tanda-tanda nona Sarah akan keluar."
"Tapi itu ... Penampilan anda kenapa berbeda sekali? Ini tidak seperti kepribadian anda," tanya Leo.
Abhimanyu melihat raut kebingungan dari asistennya itu hanya tersenyum samar.
"Untuk menghadapi wanita seperti Sarah,aku merubah sedikit penampilanku dulu, Leo," kata Abhimanyu sambil memasangkan kacamata hitam yang sedari tadi bergantung itu ke hidung bengirnya.
"Seperti yang sudah ku rencanakan dan kuberitahu padamu,aku akan membuat angel terkesan padaku, lalu membuatnya jatuh cinta padaku, setelah dia percaya dan mulai mencintaiku aku akan menyelediki tentang Abbas padanya langsung dan kemudian meninggalkannya."
"Saya mengerti tentang itu tuan muda, tapi kenapa anda sampai merubah penampilan anda seperti ini?" Ujar Leo.
"Ekhem!"Abhimanyu berdehem sebentar, membetulkan letak kacamata hitamnya.
"Sarah adalah wanita yang tidak gampang untuk ditaklukkan Leo,dia gadis berkelas, terpelajar, kompeten dan pilih-pilih,aku sudah mengetahui sifatnya itu sejak pertama kali bertemu dengannya saat masih remaja."
"Jadi, untuk seorang wanita seperti Sarah, setidaknya aku harus merubah penampilan ku agar bisa terkesan dengannya dan mungkin sifatku juga harus berubah jika berhadapan dengannya," ujar Abhimanyu.
Leo yang mendengarnya tampak bergeming sejenak,tak percaya jika tuannya akan melakukan hal sampai sedetail ini demi tujuan balas dendamnya.
"Baiklah tuan muda saya mengerti. Oh ya pesawat yang ditumpangi Nona sarah sudah landing," Kata Leo.
"Baiklah,ayo kita masuk,jangan sampai kita di dahului oleh Abbas," ujar Abhimanyu,lalu kemudian keduanya masuk ke area tempat menunggu para penumpang.
Saat sedang berjalan-jalan di area yang dimaksud dengan Leo di sampingnya, tak sengaja bahunya bersenggolan dengan pundak seorang wanita yang tidak melihat jalan karena fokus dengan gadgetnya.
Brukkk!
Buku yang sedari tadi di genggaman sang wanita itupun jatuh karena bertubrukan.
"Astaga kau bisa melihat jalan gak sih, buku-buku ku jatuh semua." Kesal wanita itu lalu berbalik melihat siapa yang ditabraknya.
"Abhimanyu! Itu kau?" Jerit wanita itu karena kaget.
Abhimanyu yang membetulkan kerah jasnya itu berbalik menatapnya.abhimanyu yang tidak melihat jelas, membuka kacamata hitamnya.
"Astaga, benar itu kau!" wanita maju selangkah mendekati Abhimanyu.
Abhimanyu malah berbalik menatap Leo, meminta jawaban kenapa wanita di depannya ini bisa mengenalnya.
Leo yang sudah menatap was-was ke arah dua orang itu lalu mendekati Abhimanyu dan berbisik padanya.
"Sepertinya wanita itu adalah nona Sarah,tuan." Bisik Leo di telinga Abhimanyu.
Abhimanyu yang kaget, menatap intens ke arah wanita itu. Astaga, apakah wanita dengan pakaian ketat dan juga lekuk tubuhnya yang terlihat jelas itu adalah sarah, wanita sama yang dikenalnnya dulu.
Tapi mengapa sangat berbeda, terutama pada wajahnya, Abhimanyu hampir sama sekali tidak menganali kalau itu Sarah karena wajah wanita itu yang berubah,apakah Sarah selama di sana melakukan operasi plastik demi mengubah wajahnya?
"Aaaa ... Kau Sarah rupanya,maaf aku hampir tidak mengenalimu," kata Abhimanyu, lalu berjongkok membereskan buku Sarah yang terjatuh lalu memberikannya kepada pemiliknya.
Sarah menerima buku-buku itu dengan malu-malu.
"Ya tidak apa-apa. Apa penampilan ku menurutmu aneh, hingga tidak bisa dikenali," ucap Sarah.
Abhimanyu buru-buru menggeleng, " tentu tidak, menurutku kau tampak jauh lebih cantik dari saat terakhir kita bertemu."
Sarah yang mendengarnya lantas tersenyum.
"Oh ya,lalu untuk apa Presdir muda ini berada di Bandara?" Kata Sarah.
Abhimanyu tersenyum samar, "kau sudah mengetahui berita aku yang menjadi presdir di maheswara group rupanya."
"Tentu saja, semenjak di beri tahu oleh ayahku, aku mencari tahu tentang mu selama ini,kau tahu prestasi dan pencapaianmu sudah terkenal di platform-platform berita internet," kata Sarah.
"Apalagi tentang paras tampan mu yang sudah sangat terkenal." Tambahnya. Antusias.
Abhimanyu tersenyum, bukan karena pujian Sarah padanya, tapi tentang bagaimana Sarah yang sepertinya sedang mengaguminya.di luar dugaan, sepertinya ini akan sangat mudah.
"Ah,kau bisa saja. Jadi,apa selama ini kau sering menstalking tantang diriku?" Kata Abhimanyu menaikan satu alisnya.
__ADS_1
"Ehhe, bisa di bilang begitu." Sarah tersenyum malu.
"Pantas, dia bisa langsung mengenali tuan muda dengan sekali tatap." Gumam Leo dalam hati.
"Tidak apa-apa. Oh ya, menjawab pertanyaanmu, aku di sini untuk menjemput mu," kata Abhimanyu.
"Menjemput? Tapi katanya ayahku akan kesini untuk menjemputku langsung."
"Ah, seperti itukah," Abhimanyu berpura memasang wajah murung.
"Sangat di sayangkan jika begitu, padahal kedatangan ku di sini juga ingin lebih dekat mengenalmu.benarkan Leo," Kata Abhimanyu melirik ke arah asistennya.
Leo yang sedari tadi hanya diam saja mengikuti alur rencana tuannya itu hanya mengangguk kecil.
"Tapi tidak apa-apa,jika memang ayahmu sudah akan menjemput,aku yang akan pergi."
"Ayo Leo." Ajak Abhimanyu kepada asistennya.
Mereka melangkah berbalik. Satu langkah,dua langkah tiga langkah hingga tiba-tiba ....
"Tunggu!" Sarah berteriak menghentikan langkah mereka.
Abhimanyu tersenyum penuh arti,lalu berbalik.
"Ya, kenapa?" tanya Abhimanyu.
Sarah menghampiri Abhimanyu, "jangan pergi."
"M-maksdku,jika memang kau berniat menjemputku,aku akan senang hati ikut denganmu," ucap Sarah.
"Lalu bagaimana dengan ayahmu?" Tanya Abhimanyu berpura-pura.
Mendengar itu raut wajah Sarah tampak menimbang-nimbang.
"Itu bukan masalah,aku akan bilang pada ayahku jika aku sudah pulang terlebih dahulu bersama teman," kata Sarah memberi alasan.
Abhimanyu menarik sudut bibirnya, sepertinya Sarah sudah sangat tahu tentang hubungannya dengan Abbas yang tidak terlalu baik.
"Baiklah,jika itu keputusanmu."
Lalu Abhimanyu memasangkan kembali kacamata hitamnya. Kemudian melangkah maju dan dengan sengaja menggamit tangan Sarah menggenggamnya dengan mesra untuk menggandengya.
"Leo ambil alih koper Nona sarah, kau bawa semua barangnya." Perintah Abhimanyu kepada Leo.
Leo langsung mengiyakan dan mengambil alih koper besar milik Sarah dan membawa tas juga buku-buku Sarah.
Sarah yang mendapat perlakuan itu tentu sangat terkejut sekaligus senang, dia menatap intens wajah Abhimanyu dari samping dengan tatapan memukau. pipi wanita itu bersemu merah.
Bagaimana tidak bersemu malu, sementara di sampingnya seorang pria yang sudah lama hanya bisa dia stalking kini benar-benar berada di sampingnya dan menggenggam erat tangannya.
Sementara Leo yang berada di belakang mereka,bisa melihat bagaimana tatapan Sarah pada tuannya itu. Sepertinya gadis itu sudah masuk ke dalam perangkap.
Semua pasang mata di area bandara itu memandang ke arah Abhimanyu dan Sarah dengan tatapan kagum,bak pasutri yang sehabis dari liburan mereka berjalan bergandengan Begitu mesranya. Bahkan Sarah tak sungkan lagi untuk mengusap pundak Abhimanyu atau menyenderkan kepalanya di dada pria itu.
Setelah mereka keluar dari area itu, Abhimanyu menuntun Sarah menuju ke arah mobilnya yang terparkir. Sementara Leo tetap di belakang mendorong koper besar milik Sarah.
"Tunggu." Abhimanyu berbalik menatap ke arah Sarah.
"Sebelum pergi,kita jalan-jalan sebentar mau?" Tanya Abhimanyu.
Sarah mengangguk senang, "tentu." Serunya.
"Kita mau kemana dahulu? Eum,apa kau sudah makan? Apa kita perlu ke restoran dahulu untuk mengisi perut?"
Sarah mengangguk antusias.
"Baiklah aku setuju, aku juga belum makan sejak pagi dan lagi makanan yang di sediakan pesawat tidak sesuai dengan seleraku." Sarah berseru senang.
"Eumm, baiklah sesuai keinginan tuan putri," kata Abhimanyu lalu mengedipkan sebelah matanya yang membuat Sarah tersipu.
"Ayo masuk," ujar Abhimanyu membuka pintu mobil untuk Sarah.
Sarah tersenyum, "kau sangat romantis," katanya kemudian masuk ke dalam mobil.
Abhimanyu tersenyum lalu menutup pintu mobil dengan pelan,ia kemudian memutari mobil dan hendak masuk ketika dia berhenti sebentar dan memandang ke arah Leo.
"Leo, kau masukan barang dan koper Sarah ke bagasi. dan kau bisa pergi setelahnya,aku akan membawa mobil sendiri." perintah Abhimanyu.
"Baik tuan muda," kata Leo kemudian membungkuk hormat dan melenggang pergi ke bagasi mobil untuk menaruh barang-barang Sarah.
Setelah memastikan Leo sudah memasukkan barang Sarah dan sudah menutup bagasi mobilnya, Abhimanyu lalu masuk dan duduk di kursi kemudi.
Mesin mobil menyala keras dan kemudian mobil yang di Kendarai Abhimanyu melesat membelah jalanan siang itu bersama dengan Sarah di dalamnya.
"Kuharap anda tidak pernah menyesali rencana ini tuan," monolog Leo melihat mobil yang sudah jauh dari pandangannya.
Tapi di samping itu semua mereka tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik ketiganya tak jauh dari mereka, di dalam mobil yang kacanya berwarna hitam dari luar.
***
bughh!
Abbas dengan perasaan kesal memukul wajah salah satu asistennya yang ia perintahkan untuk mencari Sarah di area Bandara.
"Dasar bodoh,di tugaskan begitu saja kau tidak becus!" kata Abbas mengepalkan tinjunya erat.
"M-maaf pak." sang asisten hanya menunduk takut membuat Abbas malah semakin kesal.
Hari ini, di mana Abbas akan menjemput Sarah, putrinya. malah harus di buat kesal karena sang putri tak bisa di temukan di area bandara.
Sudah satu jam para pengawalnya mencari Sarah dan sudah hampir 20 panggilan telpon dari Abbas yang di abaikan oleh Sarah, membuat Abbas menjadi khawatir.
Drrttt, drrttt!
Ponsel Abbas berdering nyaring dari dalam saku celananya. ia segera mengambil handphone itu dan mengangkat panggilan yang tertera.
"Halo, sayang kau dimana? papa sudah di sini untuk menjemputmu," kata Abbas tersenyum lega mengetahui jika sang putri yang menelpon.
"Apa? kau sudah pulang? bersama siapa?"
"Seorang teman? siapa?"
"Baiklah papa akan meminta jawaban mu dirumah nanti."
"Oke bayy,Miss you to my princess."
lalu sambungan telepon terputus, Abbas kemudian menghembuskan nafasnya pelan.
"Putriku sudah pergi bersama temannya, jadi tidak ada kepentingan lagi kita di sini,ayo pergi." titah Abbas kepada tiga pengawalnya dan kemudian mereka melenggang pergi.
****
Sementara itu di mansion di jam yang sama. felysia dan bi ati baru saja sampai dari acara berbelanja mereka di supermarket, kebetulan karena hari ini libur felysia jadi bisa menemani bi ati menggantikan kewajiban pak Herul yang satu ini.
Ya, biasanya di mansion tanggung jawab untuk berbelanja bahan makanan adalah pak Herul karena dia adalah kepala para maid di sini dan juga dia yang mengatur keuangan dapur. tapi pak Herul kali ini menitipkan tugasnya kepada Bi ati karna dia ada beberapa urusan dengan tukang service karna ada beberapa AC dan mesin cuci yang rusak dan juga beberapa kerusakan ruangan di paviliun mansion.
"Nya,lain kali mah kita belanja di pasar saja ya seperti saat di rumah lama dulu, soalnya kalau di supermarket mahal-mahal, tidak bisa di tawar lagi." celetuk bi ati sambil memindahkan sayur-mayur yang mereka beli ke dalam kulkas.
"Aku mah sih boleh-boleh aja bi, asal dibolehin sama pak Herul," kata felysia tertawa pelan.
Ada sekitar 20 maid di mansion ini yang bertugas bukan hanya di rumah utama mansion tapi juga faviliun dan rumah belakang,dan mereka semua bertugas di bawah perintah pak Herul yang mengatur semua kebutuhan dan juga keamanan di mansion ini.
Saat mereka sedang mengatur bahan pangan sambil bersenda gurau, saat itu juga tiba-tiba angel datang dari arah depan sambil berteriak marah.
"Felysia! di sana lo rupanya!" Angel lalu menghampiri felysia yang berada di dapur.
Felysia dan bi ati saling melempar pandangan, bingung.
Sampai dengan satu gerakan, angel menjambak rambut panjang felysia dengan kuat.
"Awww! A-angel apa yang kau lakukan, lepaskan," felysia meringis menahan sakit di sekitar kepalanya.
tidak sampai disitu angel yang sudah di butakan emosi mengambil sebuah termos kecil di meja yang terbuka tutupnya dan menyiram air yang masih mendidih itu ke felysia.
"Aakhh!" felysia menjerit merasakan tubuhnya yang panas dan sakit akibat siraman air panas itu.
Bi ati yang melihat itu dengan cepat terpekik kaget.
"Karna kehadiran Lo, Abhimanyu berubah sikap sama gue. kali ini gue gak akan ngampunin Lo!" desis angel lalu kembali menarik rambut felysia yang kesakitan dan menariknya mengikuti langkahnya.
Bi ati yang melihat itu tidak tinggal diam, dia berlari berusaha menghentikan angel juga beberapa maid yang tiba-tiba datang.
"Nona angel, apa yang anda lakukan. lepaskan nyonya muda."
Belum sempat bi ati menjangkau mereka, dengan tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangannya dan mendorongnya ke arah para maid berkumpul.
Ada dua orang berbadan besar dengan kacamata hitam, dengan wajah menakutkan mereka membawa sebuah tongkat baseball di masing-masing tangannya.
"Kalian tetap di sini kalau gak mau kita bikin babak belur." bentak salah satu pria itu.
"Kalian siapa? kenapa kalian bisa dengan mudah masuk kesini?" tanya bi ati yang sudah berada di depan para maid, berusaha melindungi mereka.
"Kami adalah pengawal nona angel, dan jangan macam-macam jika kalian tidak ingin mati konyol."ancam mereka.
Tapi bi ati tidak takut, wanita paruh baya itu tetap berontak ingin menyelamatkan nyonya mudanya dari amukan angel.
Bugghh!
__ADS_1
Bi ati mendapat pukulan kuat di bagian punggungnya dari salah satu pria itu, hingga dia jatuh tersungkur.
"Itu akibatnya jika kau melawan."
para maid berkumpul mengerumuni bi ati dan membantunya berdiri.
Sementara itu Angel dengan amarahnya membawa felysia menaiki tangga dengan terus menarik rambut felysia.
"Angel tolong lepaskan aku,apa yang akan kau lakukan." felysia berusaha melepas cengkraman tangan Angel.
Angel tidak memperdulikan rintihan felysia,di atas tangga, angel mengikat salah satu tangan felysia di Pegangan tangga dengan borgol yang dia bawa.
"Angel apa yang akan kau lakukan? lepaskan aku."
Angel tetap menulikkan pendengarannya. Wanita itu kemudian memegang pisau kater di genggamannya dari saku bajunya. dengan satu tangannya menahan lengan sebelah felysia yang tak di borgol, Angel mengarahkan senjata tajam itu ke arah felysia.
"Karna lo Abhimanyu berpaling dari gue, karna Lo juga Abhimanyu jadi dingin dan tidak memperdulikan gue lagi, kali ini, gue akan membalas sakit hati gue sama lo!" bentaknya dengan melolot seperti orang kerasukan.
"Bagaimana jika pertama-tama gue merusak wajah sok polos dan sok cantik Lo itu," kata Angel sambil menyeringai.
"Angel kumohon jangan! jangan!" felysia menjerit ketika pisau itu mengarah ke wajahnya.
Srekk!
Satu goresan dari pisau itu mengenai pundaknya, karna felysia yang terus memberontak alhasil pisau itu mengenai pundaknya bukan wajahnya. felysia menjerit merasakan sakit, sementara Angel tertawa dengan terbahak mendengar rintihan felysia.
"HAHAHA, gimana felysia? sakit? itulah akibatnya Karna Lo yang telah menjadi pelakor di antara gue dan Abhimanyu."
Seakan tidak puas, Angel kembali melayangkan pisau itu ke arah felysia. felysia menggeleng takut,angel seperti seorang psikopat sekarang.
Felysia tak hilang akal. dia dengan sengaja menangis dan memandang ke arah depan.
"Tuan tolong aku,tolong lepaskan aku." ujar Felysia mencoba mengalihkan perhatian Angel.
Angel yang mendengar itu membulatkan matanya terkejut, apakah Abhimanyu berada di sini? tidak. Angel lalu berbalik ke belakang mengikuti arah pandang felysia.
Dengan kesempatan itu Felysia dengan terburu memukul tangan angel hingga pisau itu terlempar jatuh ke bawah.
"Sialan,lo nipu gue!" angel berkata berang.
Plaak!
Satu tamparan keras mengenai pipi mulus felysia. sudut bibir gadis itu tiba-tiba mengeluarkan darah. felysia meringis sambil menahan tangis.
Plaak!
Satu tamparan lagi ia layangkan kepada felysia. felysia meringis karna merasakan pipinya yang kebas dan sudut bibirnya yang berdenyut nyeri.
Angel membuka borgolannya dan menarik tangan felysia kasar.
"Kemari lo!" Angel menarik felysia menuruni beberapa anak tangga.
"Angel apa yang akan kau lakukan." felysia bertanya dengan raut wajah takut dan air mata yang sudah menganak sungai.
"Melenyapkan Lo dari dunia ini," ujar angel menyeringai. dan dengan gerakan kilat angel mendorong tubuh felysia hingga gadis itu terjatuh dari tangga dan berguling hingga ke bawah.
"Mati lo felysia, HAHA HA!" Angel tertawa keras seperti orang gila melihat felysia yang sudah tidak sadarkan diri di bawah sana.
***
"Iyah,aku pergi sebentar bersama teman. maafkan aku pa,ada beberapa urusan sebentar setelahnya aku akan langsung pulang."
"Iyah,aku akan menjelaskannya di rumah nanti. oke bayy, my father, Miss you."
Sambungan telepon di tutup oleh Sarah. lalu kemudian handphone dengan merek apel di gigit sebelah yang terkenal mahal itu ia letakkan kembali di dalam tas bermereknya.
"Kau sudah meminta ijin pada ayahmu?" kata pria di hadapannya,yang tak lain adalah Abhimanyu.
Kini mereka berada di sebuah restoran mewah, mampir sebentar untuk makan. kebetulan jam-nya pas dengan jam makan siang.
Sarah tak langsung menjawab, dia menatap ke arah samping di mana ada pemandangan lalu lalang kendaraan melewati jalan yang sedang macet di siang itu, yang kebetulan bisa di lihat karna hanya terhalang kaca besar.
"Iyah aku sudah memberikan alasan kepada papa," kata Sarah lalu balik menatap Abhimanyu yang sedang memakan makanannya.
"Kenapa wajahmu muram begitu? ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?" tanya Abhimanyu berhenti menyantap makanannya.
"Tidak apa-apa,hanya saja aku barusan berbohong kepada ayahku, mengatakan kalau aku bersama teman, tapi nyatanya kini aku bersamamu," ujar Sarah.
"Kenapa? kini kau menyesal karna mengikuti ku sampai kesini?" tanya Abhimanyu lagi.
"Tidak, bukan seperti itu. aku tentu tak menyesal, karna sejak dahulu aku selalu mengangumimu," kata Sarah Membuat Abhimanyu mematung seketika.
Sarah tidak melihat pergerakan itu,dan mulai menyuapi kembali mulutnya dengan potongan steak yang terkenal enak di restoran ini.
"Kau .... mengangumiku? sejak kapan?"
Sarah mengangguk, "mungkin sejak pertama kali kita bertemu, tujuh tahun lalu di pesta yang di peruntukan untukmu."
"Ah, jadi sudah saat sebelum aku di penjara benar?"
Sarah mengangguk.
",Saat itu kau terlihat sangat keren saat berpidato di depan umum," kata Sarah lalu tertawa pelan.
"Saat sebelum pertemuan kita pun aku sudah menganggumimu melalui cerita- cerita yang sering ku dengar, meskipun saat itu papaku dan Arya melarang keras aku berdekatan dengan mu, tapi diam-diam aku selalu memperhatikanmu melalui sosmed,karna kau sudah terkenal di kampus dulu jadi tak sulit untuk mencari tahu tentang mu," ujar Sarah di akhiri senyum.
"Oh ya,apa aku seterkenal itu saat di kampus dulu?" kata Abhimanyu di akhiri kekehan kecil.
"Tentu,kau sangat terkenal." Sarah mengangguk antusias.
"Kau sangat terkenal dengan julukan "ice prince" karna sifatmu yang terkesan dingin dan tatapan mata elangmu yang membuat para gadis menganggumimu, termasuk aku.apalagi kau terkenal sebagai murid paling teladan yang selalu di bicarakan prestasinya oleh para dosen." Sarah tertawa renyah di akhir.
Abhimanyu menggeleng kepalanya pelan, "Sebenarnya tidak perlu berlebihan seperti itu." gumamnya.
Abhimanyu dan Sarah bergeming sejenak. tatapan mereka kini saling bertemu.
"Lalu Apa? apa yang kau kagumi dari diriku? kau tahu kau sedang menganggumi seorang mantan narapidana," kata Abhimanyu mulai terdengar serius.
Sarah yang mendengarnya mengidikkan bahu acuh.
"Aku tak peduli apa yang kau katakan, karna kau tahu kita tidak bisa menghakimi seseorang hanya karna masa lalunya. dan meskipun papaku selalu bilang kalau kau itu pria berbahaya, tapi aku tahu kecelakaan tujuh tahun lalu itu adalah ketidaksengajaanmu."
Diluar dugaan,Abhimanyu yang mendengarnya terkesima, dia memandang takjub Sarah selama beberapa detik,
"Tidak salah kalau menjadi salah satu lulusan terbaik,cara bicaramu sungguh sangat mengagumkan." puji Abhimanyu.
Sarah tersenyum, " kau bisa saja."
"Itu adalah pujian tulus untuk mu Nona," kata Abhimanyu mulai sedikit bercanda.
Sarah tertawa, "baiklah,aku menerima pujian itu."
" Oh ya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu," kata Sarah mulai serius.
"Ya, katakan apa yang ingin kau katakan, aku akan mendengarnya," ujar Abhimanyu menatap lekat.
"Sebenarnya aku sudah meng--"
"Tunggu!" Abhimanyu berkata Membuat ucapan Sarah terpotong.
"Ada apa?" kata Sarah melihat Abhimanyu berdiri dengan raut tak terbaca.
"Handphone ku ternyata sedari tadi berbunyi,aku akan mengangkatnya terlebih dahulu, jadi bisakah kau menunggu di sini?" ucap Abhimanyu.
Sarah mengangguk, "Baiklah."
Setelah Abhimanyu pergi tak jauh dari tempat Sarah berada, Abhimanyu mulai mengangkat telponnya yang tertera nama 'Pak Herul' disana.
"Ya,pak Herul ada apa? mengapa meneleponku Banyak sekali."
"Tuan muda, t-tuan muda, nyonya muda .... " terdengar suara Khawatir dari nada bicara pak Herul di sana.
mendengar itu dahi Abhimanyu berkerut, dia jadi ikut panik.
"Ada apa? ada apa dengan Stela,kenapa nada bicaramu seperti itu. Stela baik-baik saja kan?"
"Tidak tuan, Nyonya muda sekarang pingsan, dia dipukuli dan di aniaya oleh nona angel."
Mendengar pernyataan itu sontak membuat Abhimanyu membelangakkan matanya terkejut.
"Apa? bagaimana bisa. baiklah kau tunggu di situ aku akan segera pulang."
Abhimanyu yang sudah sangat khawatir itu menutup telponnya dengan sedikit terburu. kemudian dia berlari kecil ke tempat Sarah berada.
"Maaf Sarah, aku tiba-tiba ada keadaan mendesak,Kau bisa pulang sendiri kan?"
"Ada apa? kenapa kau terlihat sangat khawatir?" ucap Sarah yang melihat Abhimanyu.
"Tidak sempat untuk menjelaskan,ini adalah kartu kredit ku. kau pakailah untuk membayar ini dan untuk taksi pulang." Abhimanyu meletakkan sebuah kartu kredit ke atas meja.
Abhimanyu mengusap punggung Sarah sebentar.
"Sekali lagi maafkan aku," ucap Abhimanyu terakhir kalinya sebelum akhirnya melenggang pergi meninggalkan Sarah yang diam membisu.
***
Abhimanyu with kacamata hitamnya >.<
__ADS_1
Please tetap support cerita ini dengan cara klik favorit, like,dan vote ya agar author ttp semangat buat up tq!❤️