Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 14


__ADS_3

Di anak tangga sekolah felysia menghentikan langkahnya, niatnya ingin pergi sebentar untuk membeli beberapa buku catatan di koperasi dekat sekolah ia urungkan.wanita itu terduduk lemas dilantai tangga, merasakan lambungnya yang tiba-tiba terasa perih.


"Felysia kenapa kau di sini? mukamu terlihat pucat."seorang wanita menghampiri felysia yang sedang meremas perutnya sakit.


Felysia menggeleng pelan, "Aku tidak apa-apa," kemudian dia tersenyum.


Wanita itu melihat gelagat aneh di muka felysia,namun meskipun begitu ia meninggalkan felysia Begitu saja.toh dia juga tak begitu dekat dengan felysia dan wanita itu tak mau terlibat dengannya.


Menurutnya felysia adalah wanita egois yang tak ingin berbaur dengan yang lain.lihatlah sudah tahu kesakitan tapi dia masih Sok bisa mengatasi semuanya sendiri.pikir wanita itu.


Felysia tak tahan lagi, perutnya terasa di aduk.dia lupa akan riwayat penyakit maag nya dan mungkin karna tadi ia melewatkan sarapan hingga membuatnya kambuh sekarang.maka dengan sisa kekuatan yang ada ia mencoba berdiri dan berniat untuk pulang lebih awal.dia akan ijin kepada guru piket nanti.


***


"Nyonya anda kenapa?!" Bi ati yang kaget karena melihat nyonya mudanya pulang dengan wajah pucat di ambang pintu.


"L-lambung ku sakit sekali,bi."


"Astaga, pasti asam lambung nyonya naik. mari bibi bantu," Bi ati lalu memapah felysia yang hampir pingsan masuk ke dalam rumah.


Sore hari...


"Bagaimana non? sudah baikan." Bi ati meletakkan gelas yang berisi air di atas nakas, di samping tempat tidur felysia.


"Alhamdulillah baikan bi, terimakasih ya aku banyak merepotkan bi ati." felysia menyenderkan bahunya dengan bantal sebagai tunjangan.


Bi ati mendudukkan bokongnya di bibir kasur.


"Aishh jangan berkata seperti itu Nya,itu sudah kewajiban bibi sebagai pembantu di rumah ini.lagipula nyonya adalah nyonya besar di rumah ini, istrinya pak Presdir Abhimanyu," ucap bi ati dengan senyum jenaka.


Felysia tersenyum sekenanya mendengar itu.nyonya besar rumah ini? dalam hati ia tertawa miris, julukan seperti itu tidak pantas untukknya.di mana letak seorang istri Presdir yang malah disembunyikan keberadaannya oleh sang suami sendiri.mungkin bi ati tidak tahu bahwa dia hanyalah istri di atas kertas,yang bisa kapan saja di campakkan dan di tendang keluar dari rumah ini.


"Bi, ceritakan padaku tentang tuan." felysia berkata pelan.


"Cerita apa Nya? Bibi pikir nyonya telah mengenal tuan muda dengan baik selama ini."


Felysia menggeleng, "Tidak bi. Aku belum mengenal tuan sepenuhnya,bahkan di pernikahan kami yang menginjak tiga bulan, tuan hanya sesekali tinggal di rumah bagaimana bisa aku mengenalnya dengan baik."


"Nyonya pasti sangat kesepian selama ini." Bi ati mengusap pelan punggung tangan nyonya mudanya.


Felysia tersenyum kecut, "Aku sudah terbiasa bi.tuan tidak membunuhku di awal saja sudah suatu anugerah untukku."


"Hushh ... Nyonya jangan bicara seperti itu.walaupun watak tuan sedikit keras tapi tuan sebenarnya sangat baik."


"Tapi bagaimanapun tuan adalah mantan na-"


"Narapidana?" Bi ati menyela omongan Felysia.


Gadis itu mengangguk pelan, Dia bukannya ingin mengungkit kisah kelam masa lalu suaminya tapi julukan "Mafia" yang tersemat dalam diri Abhimanyu membuatnya mau tidak mau harus tetap waspada.Bi ati menyadari raut ketakutan felysia itu.


"Waktu itu terjadi begitu cepat Nya. tidak ada yang mengetahui jelas sampai akhirnya den Abi berada di kantor polisi dan di dakwa atas kasus pembunuhan. tuan besar yang mengetahui hal itu syok berat dan mengalami serangan jantung mendadak, Tuan besar yang kritis di bawa ke rumah sakit luar negeri dengan Ny.sinta."


"Pada akhirnya tidak ada yang memperdulikan den Abi, tak ada orang di sisinya,tak ada pembelaan untuknya, semuanya tampak acuh, bahkan den Arya tak pernah ada untuk menemaninya. seakan memang itu yang mereka inginkan. melihat den Abi di jebloskan ke penjara."


"Lalu Leo? apakah dia tidak membantu?" felysia yang mendengarkan mulai bertanya.


Bi ati tersenyum miris, "Leo hanya anak pembantu Nya, untuk kami yang tidak memiliki kekuasaan apa-apa tak mungkin bisa membantu tuan saat itu,kami hanya bisa berdoa dan menunggu untuknya agar bisa bebas."


"Pada saat den Abi mendekam di bui, terkuaklah sifat asli orang-orang yang selalu berada di sekitarnya, mereka yang dulu selalu menyanjung dan berkata manis tentang den Abi, kini mulai berbalik, membencinya secara terang-terangan. bahkan memfitnah dirinya dengan kejam.semua orang membencinya saat itu, menghujatnya, melemparinya dengan batu." ucap bi ati menerawang ke masa lalu.


Felysia yang mendengar fakta itu hanya bisa bergeming, darahnya berdesir hebat,ada rasa kasihan dan sedih Secara bersamaan saat mengetahui fakta tentang suaminya itu.


Bi ati menghela nafas pelan.


"Namun terlepas dari itu semua,apa yang terjadi di masa lalu adalah garisan takdir,tak ada yang bisa di ubah. meski begitu bibi yakin tuan muda adalah pria yang baik bahkan dia mengakui kejahatannya dan tak kabur dari tanggung jawab," kata bi ati lagi.


Bi ati tersenyum, "jadi nyonya jangan berpikir negatif tentang tuan,karna tuan bukanlah orang jahat."


"Aku mengerti tentang itu bi, hanya saja ..."


"Tuan telah melewati banyak sekali penyiksaan di penjara itu, tak ada yang tahu seberapa keras hidupnya.melihat tuan yang sekarang setelah lama tak berjumpa membuat bibi senang,dan itu semua berkat nyonya."

__ADS_1


"Bibi mengerti nyonya sedang bingung.bibi tidak tahu hal apa saja yang terjadi di antara kalian,tapi apapun itu tolong jangan menyerah untuk tuan ya,nya."


Bi ati kemudian permisi untuk melanjutkan pekerjaannya di dapur, meninggalkan felysia yang masih dalam kebingungan.felysia lalu memikirkan kata-kata terakhir bi ati. bisakah ia meninggalkan Abhimanyu jika waktunya tiba nanti, bisakah ia menjalani pernikahan kontrak ini sampai sembilan bulan terakhir dengan pria yang selalu mengacuhkan dan bahkan tak menganggapnya sama sekali.


***


Seorang bocah perempuan merundukkan kepalanya dengan telapak tangan yang berusaha melindungi kepala dari lemparan batu yang menyasar ke arahnya.segerombol anak-anak lain mengitarinya melemparkan batu ke arah bocah itu sambil menyerukan sebuah hinaan yang dibungkus nyanyian.


"Hahaha, felysia adalah anjing terlantar ... Anak haram hahaha." Seruan dari segerombolan bocah menggema di kuping sang bocah membuatnya tak tahan lagi.


"Aku bukan anak haram! Aku punya orang tua."bocah perempuan itu berteriak.


"Hahaha kau itu anak haram,tidak punya orang tua.kata ibuku kau itu hanya benalu." Ucap salah satu bocah perempuan diantara mereka mencemooh.


"Kenapa kau bicara begitu,kau adalah sepupuku." Mata gadis kecil itu berembun.


"Hah! Sepupu? Aku ini bukan sepupumu.kata ibuku kau ini hanya beban buat keluarga kami."


"Ayok temen-temen lempari dia lagi." Dan mereka pun melempari tubuh gadis kecil itu lagi dengan batu, gadis kecil berusaha kabur guna melindungi dirinya,namun naas dirinya terjerembab dan jatuh ke dalam sungai.


"Tolong .. tolong!" Gadis kecil itu berteriak di dalam air, tangannya berusaha menggapai udara.


"TOLONG!" Felysia terbangun dari tidurnya, nafasnya naik turun tak beraturan dengan keringat membanjiri.mimpi tadi kenapa terulang kembali.dia menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"Ada apa?"


"T-tuan kenapa anda ada di kamarku?" Felysia bertanya karna kaget tiba-tiba Abhimanyu sudah berada di sampingnya dengan raut wajah yang tak biasa.


"Ah,itu tadi kau berteriak.saya pikir ada apa,jadi saya kesini"


"Nampaknya suaraku menganggumu, maaf tuan."


"Ada apa? Kau bermimpi buruk?"


Felysia mengangguk lemah,"Tuan pasti belum makan, maafkan saya karna ketiduran sampai malam begini.saya akan segera menyiapkannya."


"Tidak perlu." Abhimanyu menarik kembali tangan felysia yang hendak beranjak dari tempat tidur.


"Tapi tuan ..."


"Justru sekarang dirimu lah yang harus makan.berhenti mementingkan orang lain saat dirimu sendiri tidak ter urus."


Felysia menunduk, "maafkan saya tuan."


Abhimanyu bergeming sejenak sebelum telapak tangan kokohnya menempel di kening felysia guna mengecek suhu gadis itu.


"Kau tak demam, sepertinya kau hanya kelelahan."


Felysia yang mendapat sentuhan mendadak itu panas dingin di tempat.bibirnya mendadak kelu,ini sudah yang ketiga kalinya mereka bersentuhan fisik seperti ini dan itu membuat dada felysia berdebar. merasakan hangat yang menjalar dari kulit telapak tangan Abhimanyu ke kulit keningnya membuat atmosfer di sekitar menjadi sejuk.


"Tuan apa yang anda lakukan?"


"Mengecek suhu badanmu,apalagi." Abhimanyu menaikkan satu alisnya.


"Tuan kenapa anda banyak bicara sekarang." felysia berkata lirih.


Sungguh tuan Abhimanyu yang sekarang sangat berbeda dengan tuan Abhimanyu saat pertama kali mereka berjumpa. pria itu Sekarang lebih terkesan dingin, mungkin semenjak mereka menikah.


Abhimanyu menarik kembali telapak tangannya, "kau tak suka?"


"B-bukan Begitu, hanya saja ini tidak seperti dirimu."


Abhimanyu menghembuskan nafas perlahan.


"Istirahatlah, sebentar lagi bi ati akan kesini membawakan makanan."


"Lain kali jangan melewatkan sarapanmu hanya karna ingin menghindari saya."


Felysia yang mendengar ingin menyela tapi dia urungkan karena melihat raut wajah Abhimanyu yang mengeras.


Abhimanyu berdiri dari tempatnya duduk,tak memperdulikan kebingungan felysia.dia pun tidak tahu apa yang dia lakukan,semua tindakannya tidak sejalan dengan otaknya.dia hanya merasa tak suka jika melihat gadis itu sakit.

__ADS_1


"T-tuan bagaimana dengan pernikahan ini?" Felysia yang bertanya menghentikan langkah Abhimanyu yang akan menggapai pintu.


"Aku sudah mengetahuinya tuan, tentang beritamu dan seorang aktris,apa dia kekasihmu?"


"Lalu bagaimana denganku?" kata felysia.


"Tak usah berfikir banyak soal siapa wanita itu,dia adalah urusanku." Abhimanyu mengeratkan genggamannya pada gagang pintu.


"Dan untukmu,saya pasti akan membebaskanmu setelah kontrak itu selesai." lanjutnya.


Ya, dia membenci gadis itu. Abhimanyu harusnya membenci felysia. bukan perduli ataupun memperhatikannya.


"Kau orang yang kejam tuan." lirih felysia tak bisa menyembunyikan sedihnya.


"saya tahu.maka dari itu berhati-hatilah denganku," Ujar Abhimanyu keluar ruangan dan menutup pintu dengan kasar.


Lebih baik hubungan mereka memang hanya seperti ini saja. jangan pernah libatkan perasaan.




"Bi, baju- baju siapa yang ada di kamarku? Banyak sekali." felysia sedikit berteriak memanggil bi ati karna terkejut Melihat deretan baju dan gaun,juga beberapa kotak yang berdesain mewah yang felysia tak tahu apa isinya.



Siang itu Felysia yang hendak kembali ke rumah karna ketinggalan sesuatu barang di kamarnya,di kejutkan dengan pemandangan kamarnya yang sudah dipenuhi dengan barang-barang mewah.



"Itu semua untukmu nyonya." ujar Leo yang tiba-tiba datang.



"Ada gaun, pakaian casual dan beberapa barang mewah lain, untuk anda pakai sehari-hari."



"Itu semua tuan muda berikan untuk nyonya, tuan muda tak tahu selera nyonya jadi dia memborong semua yang di pusat perbelanjaan dan membawanya kesini."



"HaH! memborong semua." Felysia membeo, tak habis pikir,pantas semua barang-barang ini memenuhi hampir semua sudut kamarnya.



Leo mengangguk, "Malam ini ada acara antar para Presdir dan direktur dengan istri mereka.jadi nyonya di minta untuk bersiap."



"Kenapa? Apa tuan akan membawaku ke acaranya?"



"Tentu saja,kan nyonya istrinya." Leo tertawa jenaka merasa pertanyaan itu lucu. Namin melihat ekspresi felysia yang datar membuat dia kembali fokus.



"Ekhem ... Apa nyonya akan berangkat ke sekolah, biar saya antar." Leo menawarkan diri.



Felysia mengangguk, "Ouh ya,apakah aku boleh membawa temanku kesini nanti.aku tak pandai berhias jadi aku ingin dia yang mendadani ku."



"Itu terserah nyonya muda, bagaimana nyamannya," kata Leo.



Felysia tersenyum, "Baiklah terimakasih."

__ADS_1



Felysia tak habis fikir alih-alih membawa pacar aktrisnya Abhimanyu malah memilih untuk membawanya yang hanya istri kontrak.dia tak tahu rencana apa yang tuan muda itu lakukan,tapi ia harus waspada dan membicarakan ini nanti kepada Dian sahabatnya.


__ADS_2