Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 18


__ADS_3

Felysia membuka pintu,dia sedikit terkejut karena angel lah yang datang bertamu.dengan pakaian terbuka yang menunjukkan lekuk tubuhnya, angel tersenyum sambil menenteng sebuah Tote bag.


"Permisi," angel berkata ketus karena melihat ternyata felysia yang membuka pintu,wanita itu nyelonong begitu saja masuk kedalam.


"Lihat saja, pasti setelah ini akan ada drama lagi."


Bahkan wanita itu sengaja menyenggol pundak Felysia saat melewatinya, membuat felysia membuang nafas kasar.memang tak sekali dua kali angel bertamu,tapi hampir setiap saat kerumah ini ketika ada Abhimanyu, selebihnya wanita itu akan ke kantor jika Abhimanyu tak ada di rumah.mengekori dan menempel kemanapun pria itu berada.


"Baby, kau sedang makan?" angel mendudukkan bokongnya di kursi.


"Kenapa kau ada di sini? ini sudah malam." Abhimanyu berkata dingin.


Angel memanyunkan bibirnya yang dihiasi lipstik merah terang, "kau mengkhawatirkan ku ya,tapi aku kesini ingin menyiapkan makan malam mu."


Abhimanyu menggeleng, "terserah." katanya kemudian melanjutkan makannya.


"Eee ... Eee kau makan apa itu? itu tidak sehat." pekik angel menahan sendok yang berisi oseng kangkung yang akan dimakan pria itu.


"Apa yang kau lakukan!" Abhimanyu meradang kali ini kesal dengan sikap angel yang ke kanak-kanakan.


"Sudah kubilang, aku sedang menyiapkan makan malam mu."


"Tapi sekarang saya sedang makan."kata Abhimanyu pelan.berusaha tetap sabar.


"Itu bukan makanan, kangkung itu tumbuhan liar.nah ini baru makanan sehat." Angel menata kotak berisi makanan yang ia bawa di dalam Tote bag.


Abhimanyu menghela nafas gusar, menatap semua makanan yang di bawa Angel, apa-apaan wanita ini bahkan dia sendiri membawa hamburger dan minuman bersoda di samping makanan berbahan seafood lainnnya, inikah yang dia sebut makanan sehat.


"Ini,buka mulutmu Aaaaa ..." Angel menyodorkan sebuah potongan sushi ke hadapan Abhimanyu dengan sumpit di genggamannya.


"Saya bukan anak kecil, angel." Abhimanyu bertampang datar.


"Ck, baiklah.tapi kau harus memakannya." kata Angel.


Sementara felysia yang berada di samping mereka tetap melanjutkan makan, sebenarnya hatinya sedikit perih melihat pria itu yang sangat mesra dengan wanita lain, namun ia berusaha menyembunyikannya. dia tak ingin seperti dulu menaruh harapan lebih, setelahnya berujung sakit.


"Heh! Pembantu ambilkan air dong, kau gak liat di sini airnya kosong." Angel menghardik felysia, bahkan menganggapnya adalah pembantu di rumah ini.


"Siapa yang kau sebut pembantu!" Abhimanyu meletakkan sendoknya ke atas meja dengan kasar. Menahan geram.


"Tentu saja dia." Angel menunjuk felysia.


"Cukup!" Abhimanyu berkata sedikit berteriak.


"Kau sudah keterlaluan angel,dia bukan pembantu.di adalah istriku." Ucap Abhimanyu geram.


"Kau membentak ku? Kau lebih membela wanita itu." Angel berkata lirih, bahkan sudah ada genangan air di pelupuk matanya.


Astaga bahkan Abhimanyu berkata pelan, bisa-bisanya itu disebut membentak.benar-benar queen drama." Felysia membatin.


Sedari tadi dia hanya berdiri menyimak, tapi tak bisa dipungkiri dia juga sakit hati cercaan dan hinaan yang selalu di timpali angel untuknya.tapi ia tak ingin masalah menjadi runyam.


"Tak apa tuan,saya bisa mengambilkan air untuk Angel dan anda." felysia akhirnya mengalah.tak ingin terjadi keributan.


"Baguslah kau menyadari posisimu." Angel berbalik menatap berang felysia.


"Saya sudah selesai makan," Abhimanyu yang sudah muak memilih meninggalkan angel dan berjalan meninggalkan meja makan.


"Abhimanyu kau mau kemana, kau belum memakan makanan yang kubuat." Angel berbalik mencengkeram pegangan kursi kuat.


"Arrgggh si*l, semua ini gara-gara Lo!" Angel mengeram tertahan, menatap Nyalang ke arah felysia.


Sebelum akhirnya melenggang pergi keluar rumah, jika Abhimanyu sudah kesal dan masuk ke dalam ruang kerjanya untuk apa lagi dia di sini.rencanya ingin bermesraan Dengan Abhimanyu gagal total, tapi dia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Nya, nona angel sudah pergi ya?" tiba-tiba bi ati datang dari arah belakang melihat felysia yang sedang membereskan sisa makanan di atas meja.


"Sudah Bi. bi ati tau ya Angel ada di sini?"


Bi ati mengangguk sambil membantu nyonya nya itu, "Saya ngedengerin dari belakang, males juga ke sini kalo ada dia, suka semaunya apalagi sama tuan."


felysia mengangguki ucapan bi ati tersebut,tapi mau bagaimana lagi Abhimanyu meskipun sering memasang ekspresi terganggu jika ada Angel,tapi dia tidak pernah menolak apapun yang angel lakukan, dan terkesan marah jika ada yang mengusik angel saat melakukan sesuatu padanya, membuat felysia pun tak paham dengan sifat Abhimanyu itu.


"Ya udah bi, mumpung ada makanan banyak,panggilin mang Ujang sama mang Jajang juga buat makan bareng di depan."


Bi ati mengangguk senang, "baik nya."


***


Di belahan dunia lain dengan perbedaan waktu yang berbeda dengan Indonesia, tepatnya di Sydney, Australia.di suatu villa di kawasan strategis jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang padat. terlihat Arabella,wanita yang sedang hamil sekitar empat bulan itu tengah tertelungkup di atas sofa, menangis pilu.


Hari ini tepat tiga bulan dia di negara orang dengan mengejar kepastian yang semu tak kunjung datang.arya,pria yang telah membuatnya hamil tak ingin bertanggung jawab terhadap janin yang di kandungnya, sedangkan ingin pulang ia tak bisa karena password dan surat penting miliknya berada di tangan arya.lelaki itu tak ingin dia kembali ke Indonesia.


pintu kamarnya terbuka, menampilkan tubuh tegap Arya yang di balut handuk dari pinggang sebatas siku,pria itu mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.karna tak ada pekerjaan, yang dilakukannya di sini hanya mandi, tidur dan makan.


Melihat wanita yang sedang tertelungkup itu lagi-lagi nangis membuat dia membuang nafas kasar, "tak ada gunanya kau terus menangis."


Mendengar suara Arya membuat Bella mendongak menatap langsung mata pria itu dengan sengit, "ini semua karena kau.padahal kau tinggal memulangkan ku saja ke Indonesia dan semuanya beres!"


Arya mencengkeram dagu Bella kuat, "dan membiarkanmu memberitahu publik bahwa aku telah menghamili mu untuk mempermalukan ku!" kemudian melepas dagu itu dengan kasar.


"Jangan harap," kemudian lelaki itu merebahkan badannya di kasur dengan handuk yang masih melilit tubuhnya.


"Kumohon aku sungguh ... sungguh tidak akan melakukan itu, awalnya memang aku mengatakannya, tapi aku hanya ingin menggertak mu saja." mohonnya dengan terisak.


"Sudah berapa kali ku bilang,kau akan tetap di sini sampai melahirkan anakmu di sini, masih untung aku tidak membunuh janin itu, harusnya kau bersyukur."


"Kenapa kau melakukan ini padaku? kau sungguh kejam, bahkan melebihi kakakmu." ucap Bella masih terisak dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


"Heh! lagi pula kau pikir jika kau balik orang tuamu itu akan menyambut mu, terlebih lagi ayahmu yang ingin aku menikahi mu hah!" berang arya yang kini duduk di bibir kasur.


Benar yang dikatakan Arya, ayahnya telah menyuruhnya untuk mengejar pria ini sampai kesini untuk menikah dengannya, jika tidak dia mengancam akan membunuhnya.baik bertahan di sini ataupun pulang ke tanah air sama saja, dia akan sama-sama menderita.


"Lagipula jangan samakan aku dengan si brengsek Abhimanyu itu.jika bukan karna kau yang tidak ingin di jodohkan dengannya,aku pasti sudah menikahi felysia."


"Jadi kau tidak ingin bertanggung jawab gara-gara wanita itu? sebegitu cintanya kah kau dengan dia?" Bella berucap lirih, hatinya terluka karna semua ini terjadi sebab akibat dari pria ini yang masih mengharapkan kakak sepupunya.


"Bahkan di saat kau sedang menderita,kau masih tetap menjadi momok menakutkan untukku,dasar wanita jal*Ng."Bella membatin menyumpah serapahi felysia di dalam hatinya.


Arya menarik sudut bibirnya, " Kau pikir aku mendekati kakakmu itu karna cinta? dasar wanita naif."

__ADS_1


Bella yang terkesiap membulatkan matanya. apa maksud pria ini? jadi semua perhatian dan kehangatan yang di berikan Arya kepada felysia ternyata palsu.


"Kakakmu itu tak seasik wanita lain, bahkan sekedar bergandengan saja dia tak mau membuatku bosan. Tapi ..." Arya menggantungkan ucapannya.


"Tapi aku bertahan dengannya karna satu hal yang di miliki wanita itu ingin ku ambil paksa darinya." kata Arya pelan dan tentu menimbulkan begitu banyak tanda tanya di benak Bella.




Sepasang netra gelap bak obsidian itu menatap serius ke monitor yang sedang menyala menampilkan grafik dan angka-angka yang tentu tak di ketahui felysia.Hari ini felysia berada di ruangan kantor Abhimanyu dengan lelaki itu yang sedang bekerja, menatap layar sambil sesekali tangannya menandatangani dokumen dan berkas yang bertumpuk di atas meja.



Felysia kesini karna keinginan lelaki itu, katanya dia tak bisa makan siang di kantor, jadi meminta felysia membuatkan bekal untuknya dan membawanya ke sini. namun setelah gadis itu kesini, lihatlah pria itu bahkan masih sangat serius dengan pekerjaannya,dan malah menyuruhnya untuk menunggu.



"Tuan berapa lama lagi anda selesai?" felysia yang bosan mulai bertanya.



"Sebentar lagi, apa kau sesibuk itu untuk menunggu?" Abhimanyu malah balik bertanya.



"Bukan begitu tuan.tapi jam dua nanti aku akan ada satu kelas untuk mengajar les kepada anak-anak."



"kau bekerja sebagai guru les? sejak kapan?" Abhimanyu bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.



"Apakah uang bulanan yang kuberikan untukmu tidak cukup? bahkan saya sudah memberikan kartu kredit tanpa batas untukmu." lanjutnya.



"Astaga bukan seperti yang tuan kira, aku mengajar les ini karena aku ingin dan ini gratis untuk anak-anak yang kurang mampu."



Abhimanyu tampak bergeming sejenak.



"Ceritakan." kata Abhimanyu.felysia yang mengerti pun mengangguk dan mulai bercerita.



"pekerjaan sampingan ini aku lakukan sejak dua hari yang lalu saat aku melihat beberapa anak terlantar di sepanjang trotoar jalan di kolong jembatan.waktu itu aku ingin membeli beberapa buku di tokoh buku dengan di antar mang Ujang,tak menyangka bisa bertemu mereka." felysia bercerita ada senyum yang terbit sebelum ia melanjutkan.



"Kasihan anak-anak itu, bahkan di usia mereka yang masih sangat muda, bukannya hidup baik dengan mengeyam pendidikan di sekolah mereka malah berjuang melawan arus kehidupan yang berat,melakukan apapun yang bisa menghasilkan uang bahkan dengan nyawa sebagai taruhan. demi membeli sesuap nasi untuk melanjutkan hidup hingga hari esok."




Abhimanyu yang mendengarnya pun diam menatap felysia, seolah ikut terpesona dengan setiap kata yang di ucapkan gadis itu.



"Ahh,maaf tuan aku terlalu banyak bicara."



"Tidak apa-apa,kau bisa bercerita kapan pun kau mau.kau jauh berubah menjadi lebih ceria dan terbuka." Abhimanyu menatap lekat netra coklat terang gadis itu.



sepersekian detik mereka terhanyut dalam tatapan dalam itu.ada rasa yang tak bisa mereka jabarkan yang mereka pun tak menyadarinya.



"Ekhem! lanjutkan ceritamu." Abhimanyu berkata kikuk.tak ingin larut menatap mata indah gadis itu.



"Ahh, Y-ya. jadi selama dua hari ini aku rutin bertandang ke gubuk mereka dan mengajarkan ilmu yang ku ketahui kepada mereka. aku juga sudah membeli beberapa buku agar mereka bisa membaca dan memahami pelajaran lebih baik, hanya itu tuan."



"Begitu rupanya." Abhimanyu mengangguk-nganggukan kepala pelan.



Tok Tok ...



Tiba-tiba pintu ruangan Presdir di gedor kasar, membuat kedua insani itu menoleh.terjadi grasak-grusuk di luar dengan teriakan melengking dari seorang wanita.



"Biarkan aku masuk aku ingin menemui Abhimanyu!" teriakan itu menggema di luar ke seisi kantor.



Dengan mendadak pintu terbuka kasar, menampilkan seorang wanita dengan baju kekurangan bahan dan high heals nya yang berbunyi mengetuk lantai kantor.dibelakangnya menyusul satpam kantor dengan air muka khawatir,takut jika keributan yang di buat wanita ini membuat tuan mudanya marah besar dan bisa saja memecatnya.



"M-maafkan saya tuan muda.saya sudah mengatakan jika anda tak bisa diganggu tapi wanita ini memaksa ingin masuk."



Abhimanyu mengerti, "Tidak apa-apa,bukan salahmu.kau bisa kembali."

__ADS_1



Satpam itu mengangguk dan pergi dari ruangan dengan takut-takut. Abhimanyu membuang nafas kasar, biasanya Leo akan dengan mudah membereskan ini,tapi masalahnya ajudannya itu sedang berada di ruangan lain.



Sementara felysia hanya diam menunggu apa yang selanjutnya Abhimanyu akan lakukan dengan wanita di hadapannya itu.Sia sangat tahu siapa gadis yang sekarang mendekati Abhimanyu ini. Zeline kirania, wanita yang sempat dirumorkan berkencan dengan Abhimanyu,sekarang wanita itu muncul lagi.



"Apa yang membawa anda kesini?" Abhimanyu berkata to the poin langsung menatap ke arah lawan. pelan namun menusuk tajam.



"A-aku ingin kita berkencan sungguhan dan mengumumkannya ke publik. A-aku mencintaimu Abhimanyu,ayo menikah dengan ku!." Zeline berkata lantang langsung ke arah Abhimanyu,membuat felysia menutup mulutnya tak percaya.



"*Wanita ini tak ada harga dirinya lagi atau bagaimana? bisa-bisanya dia mengatakan hal itu dengan sangat jelas*."



"Kau jauh-jauh kesini hanya untuk mengatakan hal itu? sebaiknya kau segera pergi." Abhimanyu kini berkata dingin.malas meladeni wanita itu.



"*Lihatlah bahkan pak dingin ini tak memandangmu, sebaiknya kau memang harus pergi,kau mempermalukan dirimu sendiri aktris muda*."



Felysia terus membatin dalam hati. sambil terus memperhatikan pergerakan apa lagi yang akan wanita itu lakukan.



Sementara Zeline tak peduli dengan penolakan Abhimanyu,dia sudah datang kesini dengan meninggalkan urat malunya,ia tak bisa lari lagi.maka dengan gerakan pasti Zeline duduk di pangkuan Abhimanyu dan mencium pipi pria itu.



Felysia yang melihatnya terkesiap kaget, matanya membulat sempurna dengan darah yang berdesir hebat,saking terkejutnya felysia bahkan tak sengaja menjatuhkan bekal makan yang ia bawa untuk Abhimanyu.



"Sekarang!" Zeline berteriak keras berusaha tak tetap mempertahankan posisinya meskipun Abhimanyu memberontak.



Pintu ruangan yang terbuka tiba-tiba di datangi oleh para wartawan yang entah dari mana,mereka berkerumun melingkari kedua orang itu membuat felysia beringsut mundur karna berdesakan.



Lepaskan saya,keparat!" Abhimanyu dengan emosi meluap-luap mendorong tubuh sintal Zeline hingga wanita itu tersungkur ke lantai.



Paparazi yang sedari memotret pun tak melewati kesempatan ini, mereka memotret dari segala arah peristiwa yang terjadi di situ.



"Kau mencari masalah pada orang yang salah, wanita bodoh!" Abhimanyu mengeram tertahan.



Zeline menatap Abhimanyu takut, Zeline seperti melihat sisi moster dalam diri Abhimanyu.



"Pak apa yang bapak lakukan? Menyakiti seorang wanita? Apakah rumor hubungan kalian itu benar adanya?"



"Apakah hubungan kalian sudah mencapai ke hal yang serius? Apakah benar rumor kalian yang memesan sebuah hotel untuk satu malam itu benar? Jawab kami pak."



Para reporter itu mulai mencecar pertanyaan mereka pada Abhimanyu.namun pria itu tak peduli.dia menelisik ke segala arah,tapi dia tak menemukan felysia.apakah gadis itu pergi?



"Minggir!" Dengan nafas memburu Abhimanyu menyuruh para paparazi itu untuk menyingkir.



"Jawab pertanyaan kami dulu pak."



"Benar,jawab Pertanyaan kami dahulu pak."



"SAYA BILANG MINGGIR YA MINGGIR!" Abhimanyu berteriak dengan suara beratnya, membentak.



Membuat semua paparazi terdiam takut kemudian memberinya jalan. ternyata rumor itu bukan sekedar isapan jempol belaka,Tuan muda maheswara yang satu ini benar-benar terlihat kejam.



Abhimanyu tak peduli dengan apa yang dilakukan Zeline dengan para paparazi itu selanjutnya.tujuannya sekarang adalah mencari felysia yang tiba-tiba pergi.



"Ya, Leo kumpulan semua anak buah.kita berkumpul di markas. Kita akan mengeksekusi seseorang malam ini." Abhimanyu kemudian menutup sambungan teleponnya.



\*\*\*\*


__ADS_1


Kira-kira Apa ya yang mau Abhimanyu lakukan? Tetap stay tune ya dan terima kasih atas waktunya membaca cerita ini Luff all❤️


__ADS_2