
Di perjalanan menuju mansion, Abhimanyu menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. terlihat raut wajah panik dan cemas yang tak bisa di tutupi. Abhimanyu benar-benar khawatir dengan gadis itu.
Bughh!
Bughh!
Abhimanyu yang kesal meninju setir mobil beberapa kali. dia masih tidak menyangka, angel benar-benar melakukan ancamannya.
"Angel kau sudah sangat keterlaluan kali ini,aku tidak akan memaafkanmu jika sesuatu terjadi padanya." gumamnya.
Kini mobil yang dikendarai Abhimanyu tiba di pelataran mansion. dengan tergesa pria itu keluar mobil dan menutup pintu mobil dengan kasar.
Abhimanyu yang berjalan cepat berhenti sejenak di undakan tangga teras, Karna melihat Leo yang sudah berdiri di ambang pintu utama dengan raut yang tidak bisa di tebak.
"Leo, sudah sejak kapan kau berada di sini? di mana felysia?" Cecar Abhimanyu memegang pundak Leo, cemas.
Nyonya muda ada di kamarnya tuan, sedang di tangani dokter keluarga," ujar Leo.
Abhimanyu yang mendengarnya pun langsung berlari masuk ke dalam dan langsung menuju ke arah kamar felysia berada, tak memperdulikan tatapan yang dilayangkan oleh para maid dan panggilan tertahan pak Herul. Abhimanyu tetap melangkah masuk, ia ingin melihat keadaan felysia sekarang juga.
"Dokter fikran bagaimana keadaan Felysia? tanya Abhimanyu cemas.
Dia melihat dokter fikran sedang mengecek denyut nadi felysia yang sedang tertidur di ranjangnya. Kini dokter pribadi keluarganya itu menatap penuh selidik ke arah Abhimanyu.
"Ada apa ini Abhimanyu? Kenapa sampai bisa istrimu seperti ini?" Kata dokter fikran dengan raut wajah kecewa.
Dokter fikran adalah dokter khusus untuk keluarga Maheswara, meskipun tidak terlalu tahu masalah keluarga ini, tapi dokter fikran tahu jika Abhimanyu memiliki seorang istri dan itu adalah felysia. dokter fikran cukup tahu tentang felysia dan seluk beluk wanita ini, dari apa yang dia dengar, pernikahan mereka adalah karna Perjodohan dan tentu tidak ada cinta di dalamnya.
"Memangnya kenapa? Kenapa dengannya?" tanya Abhimanyu lagi.
Abhimanyu lalu menghampiri ranjang tidur felysia, dia menatap seksama wanita yang sedang terbaring itu,tubuh wanita itu di perban di beberapa titik,ada luka yang membiru di dahi dan pipinya memerah seperti bekas tamparan.
"Dia sudah baikan sekarang,kini dia sedang tertidur lelap karna pengaruh obat pereda nyeri yang kuberikan," ujar dokter fikran Membuat si menoleh.
Abhimanyu berdiri menghadap ke arah dokter yang sudah berumur itu. dokter fikran menatap ke arah felysia sebentar.
Ikut denganku, kita bicara di luar. Biarkan gadis ini istirahat," ujar dokter fikran kemudian berlalu Keluar di susul oleh Abhimanyu.
Setelah dokter fikran menutup pintu kamar felysia, dia mengajak Abhimanyu berdiri sejenak di samping tembok.
"Ada apa? Memangnya apa yang terjadi dengan felysia?" tanya Abhimanyu tidak sabaran.
Dokter fikran geleng-geleng kepala sebentar.
"Kau masih bertanya ada apa? istrimu hampir saja sekarat karna di aniaya oleh angel," kata dokter fikran dengan tatapan Nyalang.
"Aku tahu itu, tapi apa yang di lakukan angel padanya? aku ingin tahu itu," ujar Abhimanyu.
"Saat aku datang kesini untuk menerima panggilan dari pak Herul,aku sudah melihat istrimu yang pingsan karna terjatuh dari tangga atas,dia mengalami beberapa luka memar yang membiru dan luka goresan di bahu dan sudut bibirnya robek karena sebuah tamparan."
"Bisa kau bayangkan kan, gadis itu terjatuh dari tangga atas, berapa meter tingginya,?" kata dokter fikran menekan kata-katanya.
"Tak sampai di situ ada luka cukup serius akibat dari siraman air panas, aku mendengar penjelasan dari bik ati bahwa sebelum ini istrimu bertengkar dengan Angel,jadi aku menyimpulkan bahwa Angel lah yang menyebabkan felysia bisa sampai seperti ini."
Dokter fikran menghela nafasnya pelan.
"Untunglah tidak ada cidera serius di kepalanya atau cidera serius di bagian dalam dan untunglah aku bisa menangani lukanya dengan cepat," ujar dokter fikran.
Abhimanyu yang mendengar itu menunduk, mengeratkan kepalan tangannya,marah kepada dirinya sendiri karna dirinya lah felysia bisa sampai terluka seperti ini.
"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini,tapi ingat ini Abhimanyu. jangan kau satukan dua ratu di dalam satu istana jika tidak ingin hal ini terjadi lagi, apalagi ini Angel. Wanita itu yang kulihat sudah sangat terobsesi padamu,dia bisa melakukan hal yang lebih dari ini pada felysia jika kau terus membiarkannya tinggal di sini," kata dokter fikran menasehati.
Dokter fikran sudah sangat tahu seperti apa watak angel, meskipun dia hanya dokter untuk keluarga ini,dia hanya tidak ingin jika gadis tak bersalah seperti felysia, terluka karna wanita itu.
Abhimanyu hanya bergeming,bingung harus merespon apa atas ucapan dokter fikran.
Dokter fikran lalu melangkah maju dan menepuk pundak Abhimanyu dengan sedikit keras.
"Aku tahu ini terkesan ikut campur. tapi jika kau memang menyukai angel,maka lepaskanlah felysia. jangan menahan keduanya. jika kau tidak ingin salah satunya terluka parah," kata dokter fikran lalu berjalan pergi meninggalkan Abhimanyu dengan pemikiran panjangnya.
***
Setelah kepergian dokter fikran, Abhimanyu melangkahkan kaki jenjangnya ke arah kamar felysia.
__ADS_1
Ini kali pertamanya Abhimanyu menginjakkan kaki ke kamar wanita itu setelah kepindahan mereka ke mansion ini.
Ada satu hal yang menarik di kamar ini yang membuat atensi Abhimanyu terpaku, yaitu satu buah rak buku yang isinya penuh dengan berbagai macam buku, lemari buku itu bahkan mungkin lebih besar dari pada lemari tempat wanita itu menyimpan baju.
"Kau ternyata sangat menyukai buku ya." gumam Abhimanyu menatap wanita yang masih terbaring di ranjangnya itu.
Pria itu lalu mendekat dan duduk di bibir kasur hingga menimbulkan suara berderit. Abhimanyu memandang wajah tenang felysia yang sedang tertidur. ada perasaan bersalah yang kini mencuat saat melihat bibir pucat itu.
Abhimanyu mengambil salah satu tangan felysia dan mengelusnya pelan, menggenggam erat tangan itu.
"Maafkan saya, karna saya kamu bisa sampai terluka seperti ini" kata Abhimanyu pelan.
Hanya sebentar Abhimanyu menggenggam tangan itu, sebelum akhirnya berdiri kembali dari tempat tidur felysia. Abhimanyu lalu menaikkan selimut felysia hingga menutupi setengah tubuh gadis itu.
Pria itu kemudian membenarkan anak rambut felysia yang sedikit berantakan,dan menyelipkannya ke belakang telinga.
Setelah memastikan keadaan felysia dan menatapnya sekali lagi, Abhimanyu lalu melangkah ke luar kamar dan menutup pintunya. membiarkan wanita itu istirahat sampai dia terbangun sendiri nanti.
***
"Kalian tahu kan kenapa aku memanggil kalian kesini?!" Tanya Abhimanyu dengan sedikit membentak.
Pak Herul dan bik ati yang berada di hadapannya menunduk takut-takut. tapi tak lama,pak Herul maju satu langkah lebih dekat ke arah Abhimanyu.
"Saya tahu tuan muda,karna kami telah lalai menjaga nyonya muda," kata pak Herul lalu mengangkat kepalanya.
"Pak Herul,kau yang sangat bertanggung jawab di mansion apalagi tentang keamanan orang-orang di dalam sini. lalu bagaimana bisa hal ini terjadi?" kata Abhimanyu dengan raut kecewa.
Di luar dugaan pak Herul menekuk lututnya di hadapan Abhimanyu, dia menunduk dalam karna rasa bersalahnya.
"Maafkan saya tuan muda,ini semua salah saya. andai saya tidak keluar mansion saat itu, kerusuhan ini tidak akan terjadi dan nyonya muda tidak akan terluka seperti ini," ujar pak Herul dengan penuh penyesalan.
"Hukum saya saja tuan muda, saya yang bersalah untuk ini."
Abhimanyu yang melihatnya membuang nafas panjang,tak sampai hati melihat pak Herul yang bertekuk lutut seperti ini.
"Bangunlah pak,umur anda lebih tua dari saya. tidak pantas anda melakukan itu," ujar Abhimanyu memegang kedua pundak pak Herul guna menuntun pria itu bangun.
Pak Herul mengangguk beberapa kali.
"Saya tahu tuan muda,saya janji kedepannya hal seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata pak Herul.
"Baiklah, aku akan memegang kata-kata mu itu," Ujar Abhimanyu mengangguk.
"Anda boleh pergi sekarang,ada yang ingin ku bicarakan dengan bi ati secara empat mata," kata Abhimanyu lagi.
Pak Herul bergeming, memandang sejenak ke arah bi ati,mereka saling melempar pandangan sebelum akhirnya bi ati tersenyum samar.
"Baiklah tuan muda,saya permisi," ucap pak Herul menunduk hormat kemudian berjalan keluar dari ruangan.
Setelah kepergian pak Herul, Abhimanyu duduk di sebuah kursi besar tunggal dengan menopang kaki.
"Duduklah bi,ada yang ingin saya tanyakan," kata Abhimanyu mempersilahkan bi ati untuk duduk di salah satu kursi kayu di depannya.
"Baik den," kata bi ati lalu duduk dengan hati-hati.
"Jadi, ceritakan pada saya apa yang sebenarnya terjadi? apa yang di lakukan angel hingga felysia bisa terjatuh dari tangga dan apa saja yang di perbuatnya pada felysia saat itu."
Bi ati yang mendengar pertanyaan itu mendongak pelan, dengan takut-takut bi ati membuka suaranya.
"Siang tadi sebenarnya masih aman tentram den,bibi dan nyonya muda waktu itu habis pulang dari belanja di supermarket karena pak Herul saat itu ada keperluan dengan jasa service barang karna ada beberapa perbaikan AC dan mesin cuci di mansion. sampai tiba-tiba saja nona angel menghadang kami di dapur dan langsung ngejambak rambut nyonya."
Abhimanyu yang mendengar itu bergemelutuk menahan amarah.
"Saya dan beberapa maid sudah berusaha menghadang,sampai tiba-tiba ada dua orang berbadan bongsor terus pake kacamata gitu ngehadang kami, kami benar-benar gak bisa ngelakuin apa-apa saat itu den, bahkan salah satu diantara mereka sempat mukul saya karna melawan," kata bi ati dengan nada penuh penyesalan.
Bi ati menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.
"Nona angel kaya orang kesetanan Saat itu den, dia narik rambut nyonya muda dengan sekuat tenaga sampai ke lantai atas, gak sampai situ sebelumnya nona angel juga udah nyiram air yang panas mendidih ke nyonya muda."
Abhimanyu yang mendengarnya memukul pegangan kursi dengan perasaan kesal, dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh angel.
"Setelah itu tidak ada yang tahu apa lagi yang nona angel lakukan pada nyonya muda hingga tiba-tiba saya sudah menemukan nyonya muda tergeletak tidak sadarkan diri tak jauh dari tangga," kata bi ati dengan sedikit terisak.
__ADS_1
"Saya saja yang melihat luka-luka nyonya muda saat itu meringis ngilu,apa lagi nyonya muda yang merasakannya. saya benar-benar tak habis pikir gadis selembut dan sebaik nyonya muda, bisa ada yang menyakitinya hingga seperti ini," ujar Bi ati lagi mengusap netra tuanya yang sudah berkaca-kaca.
"Nyoya muda gadis yang baik den, tidak pernah neko-neko, penyayang kepada anak kecil, gadis selembut dia rasanya sangat disayangkan bila ada yang membencinya hingga seperti itu."
"Sudah Bi tidak usah menangis, saya mengerti kepedulian bibi terhadap istriku, saya juga tahu bibi juga saat itu tidak berdaya," kata Abhimanyu menenangkan bi ati.
Bi ati mengangguk, "Bahkan saya sudah menganggap nyonya muda seperti putri saya sendiri den."
"Ya sudah den,jika sudah tidak ada yang dibicarakan. saya undur pamit ingin melihat keadaan nyonya muda."
Abhimanyu mengangguk, "silahkan."
Bi ati lalu membungkuk hormat dan melenggang pergi keluar. Abhimanyu menghela nafas panjang,dia harus segera menemukan Angel dan menyelesaikan masalah ini.
"Minggir! aku ingin bertemu dengan Abhimanyu! dimana dia sekarang,aku ingin bertemu dengannya!"
Teriakan dari luar sana membuat Abhimanyu tersentak dan bangun dari duduknya. suara itu, Abhimanyu mengenali suara itu.
Itu adalah suara Dian, temannya felysia. keributan di luar sana semakin keras Terdengar, Abhimanyu bisa mendengar suara Leo dan pak Herul yang berusaha menghentikan gadis itu.
"Apa lagi sekarang?!" gumam Abhimanyu, gusar.
"Nona Dian,tunggu jangan seperti. jangan membuat keributan di sini!" Leo yang mencoba menahan amarah dian mendapat pelototan dari gadis itu.
"Gimana aku bisa tenang, sementara sahabatku sedang terbaring lemah karna ulah selingkuhannya!" teriak Dian, membentak.
"Anda salah paham Nona, kejadiannya tidak seperti itu." Leo berusaha menjelaskan.
"Salah paham bagaimana. sudahlah kau minggir. jangan mentang-mentang dia mempunyai kekuasaan besar aku akan takut padanya!"
Pak Herul dan Leo sudah sebisa mungkin menghentikan amukan Dian dengan tanpa menyakitinya. tapi gadis itu terlalu besar kekuatannya jika marah seperti ini.
"Nona angel ada apa datang-datang ribut ke rumahku." Abhimanyu berujar menuruni tangga menghampiri mereka.
"Oh di sini kau rupanya!" seru Dian.
"Maaf tuan muda,kami sudah berusaha menghentikannya," ucap Leo dan pak Herul hampir berbarengan.
"Maaf tuan muda,saya tidak sengaja memberitahu nona Dian tentang keadaan Nyonya, karna saya pikir nyonya muda membutuhkan seorang teman di sini," ujar Leo.
"Tidak apa-apa." Abhimanyu memaklumi.
"Jadi ada apa nona Dian, hingga kau membuat kebisingan seperti ini."
Dian yang mendengarnya menatap benci ke arah Abhimanyu, lalu dengan langkah pasti dia mendekati Abhimanyu.
Plakk!
Dan sebuah tamparan keras ia layangkan ke pipi pria itu. Dian menatap Abhimanyu dengan sorot mata memerah menahan marah.
Semua orang yang melihat apa yang dilakukan Dian terkejut dengan keberanian gadis itu menampar Abhimanyu.
"Kau masih bilang kenapa, sedangkan sahabatku terluka karena mu!"
"Kau tahu, seberapa banyak wanita malang itu mendapatkan perlakuan tidak baik dari keluarga pamannya?! banyak Abhimanyu. banyak sekali.sedari kecil dia sudah banyak merasakan penderitaan dan bahkan di sini pun dia masih saja menderita," ucap Dian dengan suara seraknya menahan tangis.
"Aku selalu berharap jika dia tinggal bersama mu adalah pilihan yang tepat. tapi apa, dia bahkan mendapat perlakuan yang sama seperti saat dia tinggal menderita karena bibi dan sepupunya."
Dian terisak sendiri di tempat, dia tidak tahu kenapa dia bisa secengeng ini. tapi melihat sahabatnya yang terus menderita dia tidak kuasa untuk tidak menangis,dia seperti bisa merasakan sendiri bagaimana felysia melawan rasa sakitnya selama ini.
Sementara Abhimanyu yang terkejut mendengar Dian menangis. sebegitu menderitanya kah felysia hingga Dian yang sahabatnya saja bisa menangis seperti ini.
Abhimanyu menunduk, mengeratkan kepalan tangannya, rasa bersalah itu semakin kuat terasa. seperti ada himpitan batu besar yang membuat dadanya menjadi sesak.
"Maafkan aku, karna tidak bisa menjaga sahabatmu dengan baik."
"Aku tidak butuh maaf darimu," ujar Dian mengusap kedua netranya yang berair.
"Yang ku inginkan saat ini adalah membawa felysia jauh darimu. dia akan semakin menderita jika terus berada di sini."
"Apa maksudmu?" tanya Abhimanyu.
"Aku akan membawa felysia pergi dari rumah ini. kau bisa menceraikannya sekarang jika kau mau dan kau bisa bebas dan bahagia dengan selingkuhanmu itu," ujar Dian dengan serius membuat Abhimanyu diam membisu di tempatnya.
__ADS_1