Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 54


__ADS_3

Felysia menepuk pundak pria yang berdiri di depannya, sang pria menoleh,sejak tadi pria itu duduk sendiri, menyendiri di tangah keramaian yang terlihat.


"Kau dari mana saja?" Si pria bertanya.


"Aku habis menyalami pengantin tadi," ujar Felysia.


"Kau tidak menyalami Arya juga kan?" Abhimanyu,pria itu duduk di salah satu kursi tamu yang di sediakan.


Felysia menggeleng, "Tidak."


Abhimanyu menghela nafas lega, tak ingin kehilangan istrinya lagi, Abhimanyu menarik tangan felysia hingga gadis itu duduk di sampingnya.


"Apa kita pulang saja?"


Felysia membelalakkan mata, "Eh,tapi ini pernikahan adikmu, bagaimana bisa kita pulang."


"Tapi aku muak di sini," Abhimanyu menatap jengah.


Di luar dugaan Felysia malah terkikik, "Jangan memasang wajah cemberut seperti itu,kau bukan seorang gadis yang sedang pMS bukan?"


"Hmm,kau sudah mulai berani menggodaku rupanya." Abhimanyu mendekatkan wajahnya, membuat felysia mengerjap.


"Tuan muda." Seseorang menepuk bahu Abhimanyu, membuatnya menoleh.


"Anda di sini rupanya." Leo tersenyum manis, bahkan kelebihan.


"Ada apa," Abhimanyu berucap dengan nada datar. Mood pria itu sepertinya sedang tidak bagus.


"Ada yang ingin saya bicarakan," ucap Leo berbisik.


Abhimanyu mengerti lalu berdiri, "Kau di sini saja dulu, aku dan Leo ada urusan."


Felysia mengangguk, gadis itu sedang memakan pie susu yang tersedia, "Ada Dian bersamaku."


Abhimanyu mengelus pipi isterinya sebentar,lalu pergi bersama Leo.


"Ada apa?" Tanya Abhimanyu, setelah mereka menjauh dari keramaian.


"Tuan muda, bagaimana dengan rencana,nona Maria sejak tadi menelpon ingin segera datang kesini," ujar Leo.


"Nanti malam. Bilang pada Maria,rencana ini akan di eksekusi nanti malam," ucap Abhimanyu.


****


Malam semakin nyata, Resepsi pernikahan semakin ramai dan mewah. Semua berpesta setelah susunan acara resepsi diselenggarakan dan berjalan lancar.

__ADS_1


Alunan musik romantis mengalun merdu dengan melodi-melodinya yang indah. diiring dengan Sepasang MC terkenal dan deretan artis yang diundang membuat pesta semakin megah.


Felysia tampak menikmati pesta begitupun Dian, dan Leo, pria yang sudah sangat dikenal dengan julukan playboy cap kudanil, sesekali Leo menggoda para karyawati kantor yang datang dan wanita cantik di sini Membuat Dian yang melihatnya tak suka. meski begitu keduanya tetap tidak peka dengan perasaan masing-masing.


Felysia sempat bertemu dengan sang paman, dan melepas rindu dengannya, meski hubungan mereka tidak pernah bisa disebut sebagai hubungan keluarga yang harmonis,tapi Felysia senang sang paman baik-baik saja dan tetap sehat.


"Abhimanyu," seru seseorang membuat felysia dan Abhimanyu menoleh.


Angel langsung saja menyerbu tubuh Abhimanyu dalam pelukan, Membuat felysia yang sedang didekatnya segera saja memundur.


"Aku sangat merindukanmu,beib," ucap Angel hyperaktif. beberapa Minggu ini dia tidak bisa bertemu dengan Abhimanyu.


Tapi di luar dugaan Abhimanyu langsung saja melepas cengkraman Angel, Membuat wanita itu meringis.


"Jangan pernah memelukku sembarangan seperti ini, angel," ucap Abhimanyu tampak risih.


Angel yang kaget langsung saja berkaca-kaca, "Kau tidak suka, kau tidak suka aku memelukmu."


"Ya." jawab Abhimanyu datar.


"Ini pasti karna wanita itu," teriak angel dimuka Felysia. menatapnya dengan benci.


"Jangan pernah salahkan istriku," ujar Abhimanyu geram.


"Sadarlah angel, aku pria yang sudah beristri, berhenti mengejarku," ucap Abhimanyu telak.


"Kau pasti mengerti perkataanku, hubungan kita hanya sebatas teman,aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri. jika kau berharap hubungan yang lebih dari itu,lebih baik kau jangan pernah menemui ku lagi," ujar Abhimanyu,lalu pergi menarik lengan Felysia.


Angel mematung dengan tatapan tidak percaya, cintanya benar-benar ditolak seperti tidak ada harapan lagi untuknya dari Abhimanyu.


"Kenapa? ditolak lagi?" seseorang muncul di belakangnya.


"Sudahlah Abhimanyu itu pria yang setia, dia tidak mungkin tergoda dengan wanita sepertimu," pria itu mengerling.


Angel mendelik, "bukan urusanmu." lalu menghentakkan kaki, pergi.


***


Abhimanyu menghentikan langkahnya, begitupun dengan felysia yang dia gandeng. mereka kini telah menepi, di sudut yang tidak terdapat orang.


Abhimanyu memandang sang istri yang ada di depannya dengan tatapan berbeda, melihat itu Felysia bertanya-tanya 'Ada apa?'


"Kau tunggulah di sini, jangan kemana-mana." titah Abhimanyu. tak sempat Felysia bertanya, pria itu sudah melenggang pergi.


Tiba-tiba saja semua mati lampu. Gedung megah itu terlihat gelap gulita. semua orang panik, semuanya terdengar rusuh, suara-suara kekhawatiran menggema di dalam gedung.

__ADS_1


"Ada apa ini? kenapa tiba-tiba mati lampu?" Pak Manaf berteriak lantang.


Sang asisten yang setia berada di sampingnya juga ikut panik, "Tidak tahu tuan, sepertinya ada sesuatu."


"Panggil ketua wedding organizer di sini? tanya kenapa bisa sampai seperti ini?" pak Manaf berseru marah.


Di tengah kekalutan para tamu undangan dan pengantin malam ini, tiba-tiba sebuah layar proyektor di tengah ruangan menyala, Membuat atensi semuanya terpaku.


"Ada apa ini kenapa tiba-tiba ada layar proyektor di sini?" Semuanya berseru kaget, termasuk Arya dan Bella yang langsung turun dari panggung.


Dari semua orang yang terkejut dan sedang panik, Abhimanyu malah tersenyum miring, "Permainan baru saja dimulai."


Di tengah gelapnya ruangan, layar proyektor yang tiba-tiba menyala dan hanya menunjukkan gambar putih mulai memperlihatkan sebuah Foto.


Semua orang berseru kaget,Ada yang membelakakan mata dan ada yang menutup mulutnya, semuanya terkejut melihat Foto-foto yang terpampang di layar proyektor itu. semuanya hening seketika.


Foto-foto Arya, pengantin pria hari ini bersama dengan wanita setengah bugil terlihat, bukan hanya satu wanita tapi berbeda dan bukan satu foto tapi banyak. Dan Foto itu bukan hanya foto setengah bugil saja tapi foto-foto Arya yang seperti sedang memukul para wanita itu juga terlihat. Arya di sana terlihat menjambak, menampar bahkan ada yang mencekik wanita di foto itu.


Ramai, semua orang berbisik-bisik ada juga yang secara terang-terangan mencela Arya setelah melihat foto-foto itu.


"Tak menyangka, Jika tuan muda yang terkenal memiliki reputasi baik bisa sebejat ini."


"Dia bahkan lebih hina dari pada binatang."


"Pengantin pria itu bahkan lebih brengsek dan sangat bajing*n."


Begitulah kira-kira hinaan dan cemoohan orang-orang yang melihat Foto Arya sekarang, mereka tidak menyangka Arya yang selalu terlihat baik didepan publik sangat berbanding terbalik dengan Arya yang sekarang mereka lihat.


Sementara Arya berdiri mematung di depan layar proyektor yang masih setia menyala menampilkan foto-foto nya bersama wanita-wanita malam yang pernah dia sewa. Mata pria itu membulat sempurna, terkejut luar biasa.


"A-apa,apaan ini?" Arya berseru kaget, kaki pria itu bergetar seakan tidak ada tulang-tulang lagi di dalam tubuhnya.


"Arya," Nyonya Sinta menghampiri anaknya, wanita paruh baya itu sama histerisnya, "Nak,apa ini, kenapa bisa ada Foto-foto ini?"


"Aku juga tidak tidak tahu bunda?" Arya bergetar,suara pria itu tercekat.


Semua anggota keluarga besar kaget, Pak Manaf,Bella, Felysia,Dian yang melihatnya mematung tak percaya. sementara Bella sendiri yang tak kuasa dengan apa yang dia lihat Tiba-tiba pingsan di tempat, Membuat semua orang tiba-tiba berseru panik.


"Pengantin wanitanya pingsan, bawa dia ke kamar," beberapa orang menghampiri dan membopong tubuh Bella, Ayah dan ibu Bella ikut membantu sang Putri, bahkan ibu Bella sudah menangis histeris melihatnya putrinya yang terkapar.


"Pesta pernikahan dengan ini diselesaikan, semua tamu undangan diharap bubar dan pulang masing-masing." Suara sang MC menggema di seluruh ruangan.


Semua orang di sana ada yang sudah memilih keluar ada yang tetap setia mengumpat dan mencaci maki Arya. Arya yang tak tahan lebih memilih pergi meninggalkan tempat.


Wooooh! Dasar bajing*n sampah!" semua orang yang dilewatinya berseru heboh, meneriaki Arya ada juga yang melemparnya dengan apa saja yang mereka pegang.

__ADS_1


Abhimanyu yang melihat itu tersenyum senang, "Kau tidak akan bisa lari Arya."


"Kejutan untukmu masih ada setelah ini." Pria itu menyeringai.


__ADS_2