Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 23


__ADS_3

Langit malam semakin menghitam, dengan rembulan yang semakin terang sinarnya. malam ini felysia masih terjaga. setelah hampir dua jam ia berkeliling mansion bak istana ini, Felysia akhirnya memutuskan untuk langsung beristirahat di kamar yang memang sudah di siapkan untuknya.


Ya, meskipun sekarang sudah pindah ke mansion utama, tapi tetap tak ada yang berubah diantara dirinya dan Abhimanyu, mereka tetap tidur di kamar yang terpisah.


Mereka tetaplah dua orang asing yang terjebak dalam hubungan semu.


Felysia menatap langit-langit kamarnya dan mulai berfikir sampai kapan ia harus menjalani hubungan palsu ini. jujur, jika sekarang pun tuan muda itu menceraikannya dia akan menerima. karna percuma menjalani pernikahan yang tak ada rasa di dalamnya, hubungan mereka terlalu hambar. felysia hanya ingin ini cepat berlalu dan bebas secepatnya, seperti merpati putih y ang bebas dari sangkarnya.


Apalagi sekarang sudah ada kedatangan Angel,wanita yang felysia dengar telah dekat dengan Abhimanyu sedari kecil. bohong jika mereka tak memendam perasaan satu sama lain, apalagi melihat angel yang memang sangat tulus mencintai Abhimanyu dan Abhimanyu yang terlihat nyaman jika berada dekat dengannya, membuat felysia merasa seperti orang ketiga di antara kisah cinta mereka.


Felysia menggeleng, merasa pemikirannya semakin kusut, gadis dengan gaun tidur berwarna putih gading itu bangun dari kasurnya dan memutuskan keluar sebentar demi menghirup udara segar malam hari. mungkin dengan begitu dia akan cepat mengantuk.


Baru keluar dari kamarnya pun felysia sudah bertemu dengan beberapa maid yang lewat serempak melewatinya,ada juga yang menghampiri dan menanyakannya.


"Nyonya muda, apa kau butuh sesuatu?" tanya salah satu maid di antara mereka.


"Euh, tidak ada.aku hanya ingin berkeliling sebentar mencari udara segar," kata felysia sekenanya sambil tersenyum.


"Apa anda tidak bisa tidur,mau saya buatkan susu?" kata maid itu lagi.


Felysia hampir saja tertawa karna pertanyaan itu,oh ayolah dia bukan anak kecil lagi kan. dia menggeleng.


"Tidak, sungguh. aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar saja."


Para maid yang mengerumuninya itupun tersenyum, "Baiklah,jangan tidur terlalu malam nyonya muda.kami permisi dahulu," kata salah satunya dan kemudian mereka berlalu.


Felysia mulai berjalan di sekitar ruang tengah, menyusuri setiap jengkal lantai yang di pijaknya, melihat dengan takjub lukisan- lukisan cantik yang menempel di dinding dan beberapa fornitur yang tertata rapi di sana.


Meskipun sudah di tunjukkan dan dijelaskan oleh pak Herul dengan detail,namun tetap saja kekagumannya pada kemegahan mansion ini selalu membuatnya tercengang, arsitektur bangunan dengan gaya abad pertengahan nya yang kental seakan menghipnotis felysia untuk menjelajahinya sekali lagi. maklum saja felysia tak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.


Felysia lalu berjalan ke arah jendela yang terhubung langsung dengan balkon. kamarnya memang berada di lantai dua dan mansion ini mempunyai tiga lantai dengan masing-masing lift yang menghubungkan, dan itu berarti kamar Abhimanyu pasti berada di lantai atas yang mana tempat kamar tidur keluarga inti berada.


Melihat sebentar ke arah luar balkon dengan jendela yang masih tertutup, felysia akhirnya memutuskan untuk menuju tangga yang menurun kebawah, yaitu ke lantai satu.



Lantai satu sendiri tak begitu banyak barang yang diletakkan, meskipun begitu ruangannya tetap terlihat elegan dengan pilar-pilar besar yang menjulang. atensi felysia terhenti pada lampu gantung kristal besar yang bergelayut kokoh di langit-langit,ntah kenapa ia tiba-tiba berpikir untuk melakukan sesuatu hal.


Merasa lantai satu sepi tak ada seorang pun, felysia menyelipkan anak rambutnya ke daun telinga, tersenyum dan mulai menuruni undakan tangga dengan sesekali mengayunkan gaun tidurnya.


Karna terbawa suasana felysia Tampa sadar tidak melihat jalan, felysia yang berputar menubruk tubuh seseorang.


"Hati-hati."


Felysia membulatkan matanya, terkejut.


Ia benar-benar tidak menyadari jika Abhimanyu sudah berada tepat di depannya.


"Maaf tuan, aku tidak sengaja," kata felysia lalu menegakkan tubuhnya.


"Enak banget ya, kau berlenggak- lenggok bebas, seperti berada di rumah mu sendiri," ucap seseorang yang muncul dari balik punggung Abhimanyu.


"N-nona angel,anda juga ada di sini." felysia sungguh tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Angel tersenyum meremehkan, wanita dengan dress ketat itu dengan sengaja menggandeng lengan Abhimanyu mesra.


"Mulai hari ini aku akan tinggal di sini, jadi baik-baik lah denganku," kata Angel menyenderkan kepalanya di pundak Abhimanyu.


Felysia yang melihatnya tampak gamang, gadis dengan rambut panjang bergelombang itu hanya diam tak merespon.


"Ekhem ... stela, angel tinggal di sini karna ada beberapa alasan, dan sampai waktu yang belum di tentukan. jadi tolong terima dan perlakukan dia dengan baik ya." Abhimanyu menjelaskan.


"Tentu tuan, aku pasti akan memperlakukan tunangan mu dengan baik," kata felysia tersenyum gamang, berusaha menahan sesak yang tiba-tiba melanda.


"Tunangan?" Abhimanyu berkata bingung, "apa mak--"


ucapan Abhimanyu terpotong karna angel yang tiba membuka suara.


"Ya kita adalah tunangan, benarkan,sayang." ujarnya cepat, menatap Abhimanyu lekat.

__ADS_1


Abhimanyu tampak ingin membantah angel, namun sedetik dia tersadar. bukankah ini yang memang di inginkan nya? sedari awal felysia sudah mengira jika Abhimanyu dan angel memiliki hubungan, jadi tidak apa-apa jika felysia sekarang menganggap mereka sudah bertunangan, dengan begitu wanita itu tidak akan masuk kedalam urusannya.


Jadi Abhimanyu memilih untuk mengikuti permainan angel.


"Kau tidak apa-apa kan? lagipula kau hanya istri kontraknya calon suamiku. jadi kurasa kau tidak akan keberatan," ucap Angel.


Felysia mengangguk,namun tidak sejalan dengan matanya yang sekarang terlihat berembun.


"Tentu, Aku berharap yang terbaik untuk hubungan kalian berdua," kata felysia tersenyum gamang.


"Baiklah jika begitu, kau memang wanita yang baik," angel tersenyum. namun terlihat seperti senyum meremehkan.


"Tak ada yang di bicarakan lagi?" Abhimanyu bertanya.


"Baiklah, saya akan pergi ke kamar duluan." lanjutnya lalu berbalik pergi.


"Sayang tunggu ... jangan meninggalkan ku," kata Angel sedikit berteriak mengejar langkah Abhimanyu.


Pada akhirnya felysia hanya memandang punggung kedua orang yang sudah menjauh itu dengan hati teriris,air matanya yang sedari tadi ia tahan sudah tumpah ruah bagai aliran sungai. namun buru-buru felysia menghapusnya. ia memukul pelan dadanya yang terasa nyeri.


Tidak, tidak boleh seperti ini. sedari dulu bukankah ini harapannya,bisa cepat-cepat bebas dari tuan muda itu,dan sekarang ada angel yang akan mempermudah jalannya. namun kenapa? kenapa rasanya begitu sakit.


Apakah benar dia sudah menaruh hati kepada tuan muda arogan itu?


****


"Baiklah,saya ingin laporan lengkapnya besok." Abhimanyu memutuskan sambungan telponnya, lalu melempar benda pipih itu ke atas kasur.


Dengan kemeja hitam yang masih melekat di badan kekarnya pria berahang tegas itu berjalan ke arah meja kerjanya dan duduk di kursi dengan menopang dagu.


Pikirannya sekarang brkelana tentang masa di saat dia akan di bawa ke dalam jeruji besi karna kesalahan yang bahkan ia tak yakin berbuat itu.


19 tahun, umur yang bahkan masih sangat muda,umur yang mana di umur segitu dia masih menikmati masa-masa mudanya, namun malah harus dihabiskan di penjara selama tujuh tahun.tak ada orang yang mendampinginya saat itu bahkan sekedar mengutus pengacara untuknya sekalipun tak ada. statusnya sebagai anak kolongmerat pun tak ada gunanya waktu itu.


Di umur anak muda yang masih aktif, Abhimanyu sudah harus berhadapan dengan dinginnya penjara, dan kerasnya kehidupan di sana. luka-luka yang berada di tubuhnya adalah buktinya. Abhimanyu merasakan kesaktiannya sendirian. benar-benar sendiri.


Namun rasa sakit itu tak sebarapa di banding penghianatan yang dilakukan oleh orang yang sangat ia percayai.


Pria itu mulai mengingat kembali kejadian naas tujuh tahun lalu yang merubah seluruh kehidupannya.


Waktu itu di adakan pesta megah untuknya di maheswara group Demi merayakan dirinya yang akan menjadi ahli waris dan diangkatnya ia sebagai calon CEO baru.


Pesta megah itu di hadiri oleh para pemimpin perusahaan terkenal juga pejabat-pejabat tinggi. Sebuah pesta yang benar-benar memang di peruntukan untuk kalangan atas seperti mereka.


"Oh ya, abis pesta ini selesai jangan kemana-mana dulu yah," ucap salah satu teman Abhimanyu yang saat itu ikut menghadiri pesta.


"Iyah kita ngedugem." sahut yang lainnya, tertawa.


"Iyah nih, Bosen kalo pestanya begini doang,gak menantang," kata Alvin menimbulkan tawa di antara mereka.


Abhimanyu yang mendengarnya itu hanya tersenyum tak mengatakan apapun juga tidak berniat melarang. baginya kebahagiaan para temannya adalah kebahagiaanya juga,meski ia tidak terlalu suka dengan usul tersebut.


Malam sudah semakin larut,acara pesta pun sudah di bubarkan, namun tidak dengan semangat jiwa muda Abhimanyu dan teman-temannya.


Di hotel mewah itu mereka berpesta,meminum alkohol dan bahkan ada yang membawa wanita malam dan melakukan s*x bebas di sana.


Tanpa pengawasan,tanpa penjagaan.mereka bebas melakukan apa saja berdisko, mabuk-mabukan dengan musik yang mengiringi.


Sedangkan Abhimanyu hanya duduk diam di sebuah sofa panjang, sesekali ia memperhatikan teman-temannya yang begitu gembira berpesta.


"Bro, gak ikut minum Lo?" Daniel, salah satu teman dekatnya menghampiri dan duduk disampingnya.


Abhimanyu menggeleng, " gak dulu deh,, soalnya gue nanti bakal nyetir, jadi gak mau mabok."


"Lah,emang gak bareng supir?"


"Enggak, gue bawa mobil sendiri," kata Abhimanyu.


"Ouh, jadi Lo bawa mobil sendiri," seru Daniel, manggut-manggut.

__ADS_1


"Iyah, kenapa emang?" Abhimanyu nampak heran melihat gelagat Daniel yang mulai aneh.


"Eh, enggak. gak kenapa-kenapa." Daniel mengelak dramatis.


"Nih." Daniel melempar pelan sebuah botol minuman yang langsung di tangkap oleh Abhimanyu.


"Jus jeruk buat si tuan muda yang anti alkohol," kata Daniel tertawa.


"Hahaha bisa aja. thanks ya," kata Abhimanyu lalu menenggak minuman hingga tinggal setengah.


"Ya udah gue kesana aja deh. ada cewek cantik kasian nganggur," kata Daniel memandang salah satu wanita malam di sana.


"Kelakuan se*tan lo keluar juga," ujar Abhimanyu tertawa.


"Hahaha, sialan. ya udah gue cabut ya, have fun." ujar Daniel lalu meninggalkan Abhimanyu.


lima belas menit setelah kepergian Daniel, Abhimanyu melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul sebelas malam.


Pria dengan tuxedo hitam itu lantas berdiri dari tempatnya duduk, setelah ijin untuk pulang terlebih dahulu kepada salah satu temannya, sejujurnya dia tidak terlalu suka menghadiri pesta seperti ini.


Abhimanyu berjalan ke arah parkiran hotel tempat mobilnya berada.Malam ini cukup melelahkan untuknya, pulang ke rumah dan tidur di kasur empuk adalah solusi terbaik.


Naas, di tengah perjalanan di pekatnya malam mobil yang di Kendarai Abhimanyu tidak sengaja menabrak seseorang.


Abhimanyu sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan mobilnya tapi yang terjadi adalah mobil sama sekali tidak bisa di rem, rem-nya blong, ada yang dengan sengaja menyabotase kendaraannya itu.


Saat itu Abhimanyu yang panik keluar dari mobil, demi melihat siapa yang di tabrakannya.


"T-tidak mungkin." Abhimanyu berseru histeris saat melihat seorang pemuda terkapar tak berdaya dengan darah yang menggenang.


Dia menghampiri tubuh bersimbah darah itu, saat menyentuh denyut nadinya Abhimanyu terpekik keget.


"Oh T-tidak apa yang telah kulakukan," Abhimanyu yang panik berjalan mundur.


"Kak!" seseorang menepuk pundak Abhimanyu dari belakang.abhimanyu berbalik.


"Arya, kau di sini?" Abhimanyu terkejut melihat adiknya itu.


"Arya tolong aku ... pemuda itu D-dia meninggal karna aku," ucap Abhimanyu terbata.


Arya menyunggingkan senyum penuh arti.


"Iyah aku tahu, makanya aku telah membawa polisi kesini untuk menangkapmu," kata Arya.


"Dan kau tahu aku dan pamanku yang merencanakan ini semua, kau telah terjebak di dalam perangkap kami, Abhimanyu," katanya lagi dengan menyeringai.


Malam itu Abhimanyu menyadari jika Adiknya sendiri seseorang yang sangat dia percayai ternyata telah mengkhianatinya, melakukan rencana busuk dan menjebaknya.


***


Angel membuka pintu kamarnya yang sudah di sediakan di mansion ini dengan sedikit kasar.


Ia menghentakkan kakinya,kesal karna mengetahui jika dia dan Abhimanyu tidur di kamar yang terpisah. padahal awalnya dia sudah sangat senang karna ternyata Abhimanyu dan felysia tidur di kamar yang berbeda, jadi dia bisa tidur di satu kamar dengan Abhimanyu tanpa perlu repot-repot mengusir gadis itu.


Tapi lihatlah, Abhimanyu tetap pria yang dingin, pria itu sama sekali tidak ingin satu kamar dengannya, dan memerintahkannya untuk tidur di sini.


Angel melempar tas selempangnya asal dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu.


"Akhh, andai saja Abhimanyu seperti para mantan-mantan pacarku dulu,yang bernafsu hanya dengan melihat lekuk tubuh ku saja.pasti akan mudah untuk menaklukkannya" monolog Angel,kesal.


Kadang angel berfikir apakah Abhimanyu adalah pria yang tidak memiliki nafsu atau bahkan tidak normal. pasalnya angel sudah sangat sering menggoda Abhimanyu dengan sering memakai pakaian terbuka yang menonjolkan lekuk tubuhnya dan mengekspos dadanya. atau bahkan angel dengan sengaja selalu mendekatkan tubuhnya ke arah pria itu.


Tapi lihatlah, Abhimanyu bahkan tidak tergoda sama sekali, dan terkesan acuh. padahal jika Abhimanyu seperti Arya adiknya, yang gampang tergoda angel akan sangat senang atau jika Abhimanyu meminta tubuhnya sekarang juga, dia akan sangat senang hati dan akan melayani pria itu dengan sukarela. karna memang itu jugalah yang diinginkannya.


"Argh, sebodoh lah. Abhimanyu pasti akan luluh cepat atau lambat," kata Angel lalu berdiri dari kasurnya.


"Tidak ada yang bisa menahan pesona Princess Angel terlalu lama." gumamnya tertawa seperti orang gila.


"Yang terpenting sekarang, aku harus menyingkirkan felysia dari hidup Abhimanyu," kata Angel lagi.

__ADS_1


"Dan akan kupastikan aku akan menyandang gelar sebagai 'nyonya muda maheswara' nanti," ujar angel tertawa menyeringai.


__ADS_2