Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 22


__ADS_3

Ini barang-barangnya udah segini aja, Fel?" Dian bertanya sambil tangannya yang terus telaten mempacking barang-barang felysia di dalam koper.


Felysia yang sedang melipat baju-bajunya mengangguk, mengiyakan, "Kayanya segini juga udah cukup." Katanya.


Sore itu memang Dian sengaja datang kerumah mereka, setelah tahu felysia dan Abhimanyu akan berangkat ke mansion malam ini, Dian dengan semangat 4G menawarkan bantuan kepada sahabatnya itu, itung-itung cuci mata karena akan melihat Abhimanyu yang dianggapnya sebagai Joong Ki oppa kw-nya itu.


Bukan berarti Dian ini tipe wanita yang suka suami temennya sendiri yah,Big no.ingat, Dian itu Fangirl nomor satu Song Joong Ki, duda keren dari Korea Selatan.dan kebetulan saat dia melihat Abhimanyu Dian merasa Abhimanyu mirip song Joong Ki, hanya itu.


Kapan lagi ya kan natep orang ganteng dari Deket, fikirnya.


"Sumpah deh fel, dress sama barang-barang yang tuan muda itu berikan bagus-bagus banget, kayanya selera fashion aku sama dia itu sama deh, bisa kugaet nih jadi model fashion show ku nanti." Kata Dian semangat.


"Silahkan sih kalau dia mau." Ucap Felysia santai.


Iya, dia pasti mau soalnya nanti bakal ku traktir ketoprak dua bungkus ke dia." Kata Dian mengeggebu-gebu.


Felysia hanya geleng-geleng kepala,ntahlah siapa yang lebih stres diantara mereka berdua ini. Sahabatnya ini seakan dibutakan oleh ketampanan Abhimanyu tanpa tahu sifat Abhimanyu yang cuek dan terkesan dingin,jika dia tahu mungkin dia tidak akan terkesima lagi dengan pria itu.


"Huftt, selesai juga.eh fel ambilin minum dong haus nih, capek juga." Dian duduk berselonjor kaki sambil mengibaskan tangannya sebagai kipas.


"Enak banget ya kamu ngomong gitu, padahal niat sendiri yang pengen ngebantuin." Sarkas felysia, namun akhirnya gadis itu tetap berjalan untuk mengambil minum.


Sementara Dian hanya cengengesan di tempat, temannya ini mana tegaan memarahinya.hatinya Saja sudah seputih mutiara.


"Nih." Felysia mengulurkan segelas jus jeruk yang langsung saja di serobot Dian.


Dian menenggak minuman itu hingga tandas tak bersisa, "Ahhh, leganya, emang segelas jus jeruk di cuaca kaya gini tuh paling the best."


Felysia akhirnya ikut duduk berselonjor kaki di samping dian. saat ini mereka sedang berada diruang tengah yang langsung menghadap ke pintu belakang rumah bertingkat dua ini. di belakang rumah sendiri ada sebuah kebun mini yang memang sengaja dibuatkan oleh Abhimanyu karena tahu felysia suka berkebun jadi tak heran jika sore seperti ini angin sepoi-sepoi akan mengalun indah karena rindangnya pepohonan di belakang.


Oh, ya barang-barang suamimu udah di packing juga Fel?"


Felysia mengangguk, "udah katanya sama asistennya."


"Sebenarnya kata tuan muda itu tak perlu membawa barang karna di mansion nanti pasti sudah lengkap tersedia, jadi mungkin dia hanya membawa dokumen kerjanya saja."


Dian mendengarnya hanya manggut-manggut, "enak yah jadi orang Kaya, kalo ada apa-apa mereka tinggal terima beres, soalnya ada asisten."


"Kamu juga kaya raya Dian,gak usah merendah gitu."


Dian cengengesan mendengarnya, "kan berjanda zheyeng, di bawa serius amat."


"iya." Katanya dengan malas.


Kamu kenapa sih? Kok kaya gak semangat gini,kusut banget." Dian menyenggol lengan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Gak apa-apa,cuma rindu sama paman aja." Kata felysia, tertunduk lesu.


"Hari ini aku bakal pindah jauh dari tempat paman apalagi semenjak nikah, bibi kaya nutup akses ku buat ketemu paman jadi rindu aja." Lanjutnya.


Dian menatap sahabatnya itu lekat, wajahnya berubah sendu.mengulurkan tangan, dian mengusap punggung felysia pelan.


"Aku tau sih perasaan itu,rindu sama orang yang kita sayangi itu emang berat, tapi kamu juga harus tetap kuat, oke." Dian tersenyum di akhir kalimatnya, menyemangati.


Kadang Dian tak habis fikir dengan jalan pemikiran sahabatnya ini.padahal keluarga pamannya itu sudah memperlakukannya dengan tidak baik sejak dulu bahkan sudah menyakitinya dari yang terdalam,tapi lihatlah bagaimana kasih sayangnya kepada paman yang tak pernah memperdulikannya ini. felysia terkadang hanya terlalu naif.


Felysia mengangkat wajahnya,tersenyum. beruntung memiliki Dian di sisinya,sejak dahulu felysia selalu terbantu akan kehadiran Dian,di saat dia selalu di bully oleh Bella juga teman-temannya Dian lah yang selalu melindunginya, menjadi perisainya,juga menghapus air matanya. kehadiran Dian seakan menjadi satu titik air berharga di tengah gersangnya gurun pasir kehidupan yang harus di jalaninya.


***


Malam hari yang bertabur indahnya bintang di garis chakrawala yang hitam pekat dengan rembulan yang menerangi. Mobil hitam yang di Kendarai asisten Leo melesak masuk ke sebuah gerbang besi yang menjulang tinggi dengan kokoh. dengan setengah jam perjalanan dari rumah dahulu mereka, akhirnya Abhimanyu dan felysia tiba juga di mansion utama.


Felysia keluar dari mobil setelah pintu mobil di buka oleh asisten Leo, sementara Abhimanyu sudah berada di depannya.hal yang pertama felysia lakukan adalah berdecak kagum tentang bagaimana megah dan kokohnya istana yang sekarang ada di depan matanya.



Lihatlah betapa besar dan megahnya mansion keluarga maheswara ini. felysia benar-benar di buat takjub dengan desain interior luar mansion, benar-benar seperti istana yang ada di negeri dongeng.


Sangat disayangkan Dian tak bisa melihat ini juga,karna Sahabatnya itu tak bisa mengantarnya sampai mansion, pekerjaannya yang tiba-tiba memanggil membuat Dian mau tak mau harus kembali ke kantor tempatnya bekerja.


Tiba-tiba pintu megah mansion terbuka, felysia terkesiap.terkejut karna melihat begitu banyak orang memakai seragam pelayanan dengan mendadak berjejer di anak tangga pintu.para maid itu menunduk, mereka berdiri dengan serempak di pinggir pintu seakan memberi akses untuk seseorang yang akan keluar.


Seorang pria tua berjalan dari pintu megah itu ke arah mereka, bisa felysia taksir umurnya sekitar enam puluhan dengan rambut yang sudah memutih namun kendati demikian raut segar Masih terpatri di wajah keriputnya. pria tua itu kemudian tersenyum setelah posisi mereka yang sudah bersejajar.Auranya begitu dalam seakan mengintimidasi.


"Stela, perkenalkan dia adalah kepala maid di mansion ini.kau bisa memanggilnya pak herul, dia yang akan memenuhi semua kebutuhan mu di sini," kata Abhimanyu menerangkan.


Pak Herul memandang intens Abhimanyu,wajah pria itu berubah sendu walaupun sebuah senyum terpatri di wajahnya.


"Tuan muda ... sudah lama sekali ya." pria tua berkacamata mata sebelah dengan jas hitam putih itu tersenyum sendu melihat Abhimanyu yang berada di depannya. bisa felysia lihat netra tua itu berkaca-kaca.


Felysia memaklumi itu, mendengar dari cerita Leo ini pertama kalinya Abhimanyu menginjakkan kakinya lagi di mansion utama setelah keluarnya dia dari jeruji besi. felysia mengerti untuk orang seperti pak Herul ini, kedatangan tuan mudanya kembali adalah sebuah kebahagiaan dari kerinduan yang mendalam,karna kesetiaan nya itulah yang membuat felysia menjadi terharu.


Namun lihatlah pria kaku di sampingnya ini masih saja bergeming tak merespon sedikitpun. tak ada kata yang di ucapkan dari mulutnya meskipun felysia tahu dari melihat matanya Abhimanyu juga merasakan hal yang sama,Rindu.


"Salam kenal pak herul, kedepannya semoga kita semakin akrab nanti." felysia menarik sudut bibirnya tersenyum riang. membuka suara demi menghilangkan kecanggungan yang terjadi.


Pak Herul mengalihkan pandangan dramatis lalu tersenyum kepada felysia, "Baiklah nona muda,saya dan para maid di sini akan melayani anda sebaik mungkin."


"Sudah acara perkenalannya? pak Herul tolong bawa beberapa maid mengambil barang di mobil dan ajak felysia untuk berkeliling mansion dan perkenalkan dia ruangannya."


"Anda tidak masuk juga tuan?" felysia bertanya menghentikan langkah Abhimanyu yang hendak berbalik.

__ADS_1


Abhimanyu bergeming sejenak, "Tidak, saya masih ada urusan sedikit.kau masuklah terlebih dahulu pak Herul dan para maid akan melayani mu dengan baik."


"Ayo Leo!" Abhimanyu kemudian berjalan memutari mobil dan masuk ke kursi penumpang, Leo yang melihat kemudian menyusul setelah berpamitan kepada felysia dan pak Herul.


Felysia melihat mobil yang dikendarai Leo yang membawa Abhimanyu dengan tatapan sendu, melihat itu pak Herul menepuk pundak nona mudanya itu pelan.


"Tak usah dikhawatirkan nona muda, tuan mudah hanya perlu membutuhkan waktu," kata pak Herul seakan mengerti kegundahan felysia.


felysia manggut-manggut mengerti, meskipun tak begitu paham dengan masa lalu Abhimanyu, tapi Felysia mengerti bahwa mansion ini telah memberikan banyak kenangan pahit pada Abhimanyu, suaminya itu hanya belum siap untuk memasuki neraka berkedok istana baginya ini.


"Silahkan nona muda."


ucapan pak Herul mengembalikan kesadaran felysia yang sedang melamun.pak Herul menyampirkan lengannya mempersilahkan felysia untuk masuk ke dalam mansion.


Felysia mengangguk kecil lalu berjalan beriringan dengan pak Herul di sampingnya sebagai pemandu dadakan untuk room tour di dalam mansion nanti dan tentu para maid yang berada di belakang mereka.


***


"Apa yang sebenarnya Abhimanyu rencanakan?"


Abbas duduk memutar di kursi kerjanya, dengan kedua tangan terkepal erat menopang dagu.


"Aku tak tahu pasti, tapi aku tahu betul dia berniat membalas kita," ucap seorang wanita yang berdiri di samping meja.


"Cih! membalas dendam? tidak semudah itu," kata abbas berdiri dari kursinya dengan angkuh.


"Keponakanku,Arya gagal menjadi seorang CEO di perusahaan maheswara group itu karna kedatangannya,dia telah menghancurkan segala rencana yang sudah ku susun matang selama ini,kini tak akan ku biarkan dia juga membalas dendam."


"Aku yang akan membalaskan dendamku duluan." lanjutnya.


"Yang lalu biarlah berlalu kak,sekarang dia sudah menjadi pemimpin perusahaan yang sah,tidak ada lagi yang bisa kau lakukan," kata Sinta.


"Ada, setidaknya aku bisa membalaskan sakit hatiku ini!" ujar Abbas.


"Kau tidak bisa terus seperti ini kak,dia telah kehilangan segalanya sebelumnya, bahkan sosok penting dalam hidupnya pun telah kau ambil paksa darinya. dia tidak punya sosok ibu itu karna ulahmu." wanita itu berkata berang.


"Dua puluh enam tahun lalu ..." Abbas berbalik menatap lekat netra wanita itu.


"Dua puluh enam tahun lalu,bukankah kau yang telah membunuh Melisa, mengapa sekarang kau malah menyalahkan ku, Shinta." Abbas tampak sedikit menarik senyumnya.


"A-apa maksudmu." Shinta, wanita itu tampak berkeringat dingin, wajahnya memucat bak orang kehabisan darah.


"Sudahlah ... jangan membahas kejadian dulu.yang terpenting sekarang hidupmu sejahtera dan tidak kekurangan itu berkat siapa." Abbas berbisik disamping Shinta,adiknya.


"Tapi kak ... " perkataan Shinta menggantung,ngeri melihat tatapan kakak laki-laki nya itu.

__ADS_1


"Ku peringatan kan, jika kau tetap ingin putramu hidup,maka berhenti di sini dan kembalilah kepada suamimu,Jangan coba campuri urusan ini," kata Abbas memperingati dengan rahang yang mengeras.


Sinta menggeleng Tidak percaya, kakaknya itu sulit sekali untuk di bujuk, dia hanya berharap semoga Abhimanyu tidak akan serius untuk rencananya ini,karna bagaimana pun keselamatan putra dan kakaknya adalah yang terpenting.


__ADS_2