
Abhimanyu memegangi kepalanya kuat, pria itu berbalik merasakan nyeri yang begitu hebat menjalar di punggung dan tengkuk lehernya, pukulan itu begitu kuat karna kini ia seperti merasakan beberapa tulangnya seperti ingin remuk. Abhimanyu berusaha mati-matian menjaga kesadarannya,tidak. dia tidak boleh pingsan sekarang,dia tidak selemah itu.
Dari arahnya menghadap bisa Abhimanyu lihat siapa manusia pengecut yang menggunakan cara paling pengecut ini, menikam dari belakang.Ada sekitar dua orang, berbadan tegap sepertinya lelaki, keduanya memakai topeng yang menutup seluruh wajah mereka, mungkin agar identitas mereka tidak diketahui.dan keduanya sama-sama membawa tongkat baseball di tangan, kemungkinan tongkat itulah yang mereka gunakan untuk memukulnya.
"Ayo cepat lumpuhkan dia!" Salah satu diantara kedua orang itu berteriak garang. memberi isyarat agar keduanya menghabisi Abhimanyu sekarang juga.
Bugghh!
Bugghh!
Trakkk!
Serangan demi serangan di layangkan pada Abhimanyu, namun semuanya meleset.abhimanyu masih bisa sempat menghindar, meskipun kepalanya sudah terasa berat berkunang-kunang. dengan gerakkan pasti Abhimanyu bergerak ke sana kemari demi menghindari pukulan bahkan dia melempar apa saja yang ada di ruangan itu untuk melindungi diri.
Bugghh!
Bugghh!
pukulan kembali dilayangkan tapi tidak mengenai Abhimanyu, melainkan mengenai sebuah papan triplek, hingga papan itu hancur.abhimanyu dengan sisa kekuatan yang ada, berusaha mati-matian menahan serangan dari mereka, namun gerakan kedua orang bertopeng itu yang begitu gesit seperti sudah dilatih, membuatnya kesusahan. Abhimanyu melesat ke pojok ruangan dengan keduanya yang mengepung,netra hitamnya tiba-tiba besibobrok langsung dengan pistolnya yang tergeletak di pinggir kursi tempatnya berpijak tadi.
"Shitt!" satu diantara mereka mengumpat, melihat Abhimanyu yang tiba-tiba Lolos dari kekungan mereka.
Abhimanyu bergerak secepat yang dia bisa, mengambil pistol yang sempat tak ada ditangannya itu dengan satu gerakan kilat, lelaki itu berguling cukup jauh dan sempat tiarap sebelum akhirnya duduk dengan satu kaki sebagai pijakan, dan kedua tangannya yang mendongakkan pistol ke atas.
Dorrr!
Abhimanyu melayangkan peluru senapan itu di kiri atas dan menembak tepat di atap sebagai peringatan.
"Jika ada yang mendekat, kalian akan langsung mati di sini!" Abhimanyu yang sudah berdiri menodongkan pistolnya langsung ke arah mereka.
Mendengar nada ancaman yang tak main-main, kedua orang misterius itu memasang waspada, menaruh tongkat baseball dan mengangkat kedua tangan mereka bersama. kini dengan nafas menderu dan menahan dinginnya malam kedua orang itu memperhatikan gerak-gerik Abhimanyu yang bisa menghabisi nyawa mereka di sini.
Katakan siapa yang mengutus kalian! Siapa tuan kalian!"
Mereka bergeming tak berniat untuk menjawab. tidak mungkin mereka memberitahu identitas bos mereka, itu hal yang sangat dijaga. mereka bisa saja mempertaruhkan nyawa mereka di sini agar indentitas tuan mereka tidak sampai Bocor.
"Kalian tidak ingin menjawab?"
Dorrr!
Senapan kembali di latunkan.tapi tidak langsung mengenai mereka melainkan melesat menembus sebuah almari yang sudah usang, membuat kaca almari itu seketika retak tak terbentuk.
Drap!
Drap!
Suara derap langkah kaki tiba-tiba terdengar begitu jelas di keheningan tengah malam yang hampir menuju pagi. membuat ketiga pria di dalam ruangan itu tersentak keget, kemudian berdiam, waspada. Ada sekitar sepuluh orang yang bisa Abhimanyu kira dari langkah kaki itu, mereka sedang menuju ke sini itu sudah pasti.abhimanyu bersiap diri dengan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi,karna tidak tahu mereka ini datang dari pihak musuh atau pihaknya.
"Ayo cepat lumpuhkan musuh dan lindungi tuan muda!" suara itu begitu lantang terdengar, dan Abhimanyu tentu mengenalinya.itu suara Leo.
Sepuluh orang bersenjata tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam ruangan itu, mereka mengepung kedua pria bertopeng itu dan menodongkan senjata api ke arah mereka. tapi sayang, kedua orang itu dengan gerakan gesit menembus pengawal dan buru-buru keluar setelah berhasil memukul dua diantara mereka dengan tongkat.
"Jangan dikejar!" Abhimanyu berkata menghentikan para pengawal yang hendak mengejar kedua orang itu, "Kita abaikan dulu kali ini."
membuat mereka mau tak mau menurut dan melingkar mengerumuni Abhimanyu.
"Tuan muda anda tidak apa-apa?" Leo yang datang paling akhir segera menghampiri Abhimanyu yang sekarang tengah terduduk di kursi.
"Apanya yang tidak apa-apa,kau lama sekali datangnya." Abhimanyu berkata memandang tajam ke arah ajudan setianya itu.
"M-maafkan saya tuan,tadi ... Sempat ada kendala sebelum kesini." Leo berkata pelan menunduk.
Abhimanyu tersenyum simpul, "Saya sudah tidak apa-apa.hanya bercanda."
__ADS_1
Lalu dengan satu gerakan pria itu membuka jas hitamnya yang sudah berdebu dan kotor dan membuangnya secara asal.
Leo mengangkat kepalanya,membatin " bercandanya tuan muda emang beda.taruhanya nyawa."
"E-eh tuan muda,bahu anda mengeluarkan darah?" Leo terpekik memperhatikan bahu Abhimanyu yang hanya di balut kemeja putih itu berubah merah dengan darah yang merembes.
"Benarkah?" Abhimanyu menengok ke arah bahunya.
Leo menggangguk, "biar saya periksa tuan."
Abhimanyu membuka setengah kancingnya hingga ke dada dan melepas kemeja putih itu hingga ke bahu. Sementara Leo memeriksa dengan teliti luka sayatan yang ada di bahu Abhimanyu itu, lukanya lumayan bergaris panjang dan cukup dalam.
"Sepertinya luka ini ada karna saya berguling tadi sempat mengenai paku yang menancap di lantai kayu ini." Kata Abhimanyu membuat Leo membayangkannya saja sudah terasa ngilu.
"Namun sepertinya ada beberapa luka lagi tuan." Leo berkata setelah menyuruh salah satu ajudan mengambil kotak P3k yang berada di dalam bagasi mobil.
"Obati saja, jangan beritahu istriku."
Leo mengangguk. Agaknya tuan mudanya ini bisa menebak pikirannya jika ia akan memberitahu soal luka ini kepada felysia. Lebih tepatnya melapor.
"Tuan muda,seorang ajudan sempat memotret plat mobil Jeep yang dikendarai para penyerang tadi malam. Apa yang akan Tuan lakukan dengan itu?" Leo berkata sambil tangannya telaten membersihkan luka Abhimanyu dan mengobatinya.
Luka itu bukan hanya ada di bahu tapi juga ada di sekitar punggung belakang pria itu, bahkan sampai ke bawah.ada yang tinggal bekasnya saja bahkan ada yang baru mengering membuat Leo yang melihatnya berjengit ngeri. nampaknya bos nya ini telah memiliki banyak kemajuan selama dipenjara dahulu.
"Benarkah? Itu hal yang bagus, cari data dari nomor plat itu.meskipun kita tahu siapa yang jadi dalang dari semua ini.tapi tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang terlibat " ucap Abhimanyu.
Leo mengangguk, "Baik tuan muda, datanya akan secepat mungkin berada di tangan anda."
***
Zeline meringis merasakan sakit yang teramat di sekujur tubuhnya, belum lagi kepalanya yang rasanya sangat pening akibat rambutnya yang di Jambak kuat. Abhimanyu meskipun tidak menyiksanya secara langsung tapi dia benar-benar membuatnya babak belur. dia adalah pria yang kejam.sangat.
"Wajah cantikku. kini wajah rupawan yang selalu ku banggakan rusak karna pria psikopat itu," ujarnya memandang pantulan wajahnya di kaca kecil yang di genggamannya.
Ada beberapa luka lebam membiru di sana, belum lagi luka goresan lebar yang pastinya bekasnya tidak akan cepat menghilang. dan saat itu para ajudannya juga sempat memotong rambutnya.untungnya tidak sampai ke telinga seperti apa yang diperintahkan pria itu.
Bayangan orang-orang Abhimanyu yang hampir menyiksanya di ruangan gelap saat itu membuatnya ketakutan, terlebih mereka memakai topeng anonymous yang menyeringai Membuat ketakutannya semakin bertambah.
Tampaknya malam mencekam itu bukan hanya melukai fisiknya tapi juga psikisnya.
Kekejaman seorang Abhimanyu bukan hanya rumor isapan jempol.
Abbas menghela nafasnya mendengar teriakan Zeline di dalam ruangan itu.
"Apa sekarang wanita itu sudah menjadi gila?" tanya Abbas pada seorang pria di sampingnya
"Aku tidak tahu. tapi kemungkinan bisa begitu," Ujar pria yang memakai jas kedokterannya itu.
Ada beberapa suster yang masuk ke dalam ruangan secara tergopoh-gopoh karena Zeline yang tiba-tiba mengamuk terus memanggil nama Abhimanyu.
Abbas dan dokter disampingnya itu hanya geleng-geleng kepala. merasa ikut kasihan untuk Zeline.
"Tetap awasi dia jangan sampai dia kabur.obati lukanya jika dia sudah tidak mengamuk," kata Abbas kemudian berdiri dari tempatnya duduk.
"Baiklah." jawab dokter itu.
***
Abhimanyu kembali ke rumah sebelum pagi benar-benar menyapa. Leo dan beberapa pengawalnya pun kembali setelah mengantar dirinya. sementara mobilnya ia tinggalkan, untuk di bawa ke basement mansion oleh orang kepercayaannya. dengan jas hitam yang melekat ditubuhnya guna menutupi noda darah di punggungnya Abhimanyu melangkah masuk ke dalam rumah.
Suasana rumah masih redup dengan cahaya lampu yang masih dimatikan. nampaknya felysia belum bangun dari tidurnya. Abhimanyu melangkah pelan, semalaman ini ia tak tidur,tapi itu bukan perkara besar untuknya. namun alih-alih ke kamarnya yang berada di lantai atas, Abhimanyu malah melangkah ke kamar felysia dan masuk ke dalam.
Suasana kamar felysia masih redup,nyala lampu tidur masih setia menyala dengan si empunya yang masih terlelap tidur. dengan langkah pasti Abhimanyu menuju ranjang tidur felysia, mengelus pipi chubby wanita itu lembut. kemudian ikut membaringkan dirinya di samping wanita itu, ranjang kasur berderit membuat Abhimanyu dengan hati-hati membaringkan tubuhnya di samping felysia.
__ADS_1
Dengan posisi felysia yang membelakangi dirinya, tangan kekarnya bergerak menelusup ke pinggang ramping wanita itu memeluknya erat, sesekali ia mengecup pucuk kepala felysia. bisa Abhimanyu rasakan wangi shampoo yang menyeruak dari rambut istrinya,wangi mint yang menyegarkan dan itu membuatnya candu untuk menghirupnya.
Felysia menggeliat merasakan ada yang memeluknya,dia membeliak kaget, membuka mata melihat sebuah tangan kekar tengah memeluk pinggangnya. felysia berbalik.
"T-tuan anda?.." felysia kaget ternyata Abhimanyu berada di kasurnya.
"Hmmmm" Abhimanyu hanya berdehem memejamkan matanya.
"Anda kenapa ada di sini, tuan?" posisi mereka sekarang berhadapan dengan tangan kekar Abhimanyu yang masih memeluk pinggangnya.
"Kenapa? tidak boleh?" Abhimanyu membuka matanya, menatap langsung manik mata indah itu.
"B-bukan begitu, hanya saja-" ucapan felysia menggantung karna tiba-tiba telunjuk pria itu menyentuh bibirnya.
"Ssst! jangan berisik,saya ingin tidur."
Felysia memilih diam.memandang wajah sempurna dengan pahatan Indah milik Abhimanyu Lamat-lamat. mungkin Tuhan sedang dalam keadaan senang saat menciptakan Abhimanyu, sehingga semua kelebihan ada di dalam diri pria itu.
Felysia terkikik sendiri dalam hati dengan pemikiran konyolnya itu.
"Jantungmu kenapa berdebar sangat cepat?" Abhimanyu tiba-tiba berkata dalam posisi masih memejamkan matanya.
"Begitukah? jantungku memang berdebar seperti ini, tuan." bodohnya felysia menjawab.
"Begitukah?" Abhimanyu membuka matanya, "Apakah jantungmu juga berdebar kencang seperti ini untuk pria lain?"
felysia menggeleng, "Apa maksud tuan?"
Abhimanyu tak menjawab malah tersenyum tipis, "Bagus! jantung mu hanya boleh berdetak kencang untukku saja,tidak boleh dengan pria lain."
Felysia sebenarnya tak mengerti tapi dia memilih untuk mengangguk saja.
"Tuan bisakah aku bangun? aku harus masak untuk sarapan."
Abhimanyu bukannya melepaskan,malah mengeratkan pelukannya, dengan sebelah lengan pria itu ia jadikan bantalan untuk istrinya.
"Kau ingin kabur dariku,hmm?"
felysia gugup, "B-bukan begitu tuan, tapi aku ..."
Felysia terpekik kaget karna tiba-tiba Abhimanyu menarik tubuhnya untuk lebih dekat dengan pria itu, bahkan kini wajah mereka sangat dekat hanya berjarak beberapa centi saja. dapat felysia rasakan hembusan nafas Abhimanyu yang menerpa wajahnya dengan lengan kokoh pria itu yang masih erat memeluk pinggangnya.
"Tuan ..." felysia berkata lirih karna sekarang posisi wajah Abhimanyu yang berada di ceruk lehernya, ada sensasi geli yang kini menerjang wanita itu.
"Saya sangat lelah, bisakah seperti ini dahulu." Abhimanyu berkata di balik leher felysia, menghirup dalam aroma tubuh istrinya itu.
Jangan tanyakan keadaan felysia sekarang. gugup tentu sangat gugup. jantung wanita itu berdebar sangat kencang sampai rasanya akan berhenti saja. sementara Abhimanyu berada di posisi ini membuatnya sangat nyaman,ada daya tarik tersendiri dari wanita ini sampai membuat Abhimanyu bisa gila rasanya.
"Kenapa aroma tubuhmu sangat manis." Abhimanyu berkata namun felysia hanya diam.
"Membuat saya menjadi candu." lanjutnya.
cukup lama, sampai akhirnya Abhimanyu mengangkat kepalanya memandang wajah wanita itu yang sudah Sangat memerah malu. Abhimanyu lalu tersenyum simpul melihatnya.
Cup.
Abhimanyu dengan pelan mengecup pipi felysia, membuat wanita itu membulatkan matanya.
cukup lama Abhimanyu mengecup sebelum akhirnya melepaskan, " Ucapan selamat pagi." kata pria itu.
****
Abhimanyu.
__ADS_1
Pict sebagai pemanis, tetep stay tune, terimakasih buat yang menyempatkan membaca ❤️